MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 152 Sedikit Panas.


__ADS_3

Angela hanya diam terpaku melihat Edo bersama mantan istrinya dan juga anaknya. Terlihat bahagia dan keluarga yang harmonis. Perasaan Angela pasti tidak enak melihat hal itu. Kecemburuan sudah pasti dan justru dia tidak menyangka bisa melihat Edo jalan dengan mantan istrinya.


"Siapa wanita itu?" tanya Syrala.


Tidak ada jawaban dari Angela karena Angela masih diam saja. Syrala dan Risya saling melihat dengan tatapan mata mereka yang penuh tanya dan mereka juga melihat ke arah Angela. Dari wajah Angela sudah menunjukkan hal yang tidak perlu di sebutkan.


Sementara di ujung sana. Edo, Tasya dan Putri masih tertawa-tawa. Sampai akhirnya Putri melihat ke arah Angela.


"Papa itu Tante Angela!" tunjuk Putri dan Edo langsung melihat ke arah yang di tunjuk Putri. Edo kaget melihat Angela. Tasya juga melihat ke arah tersebut. Di mana Edo dan Angela saling melihat dari kejauhan dengan wajah mereka yang penuh dengan arti.


"Papa turunkan Putri!" ucap Putri.


"Iya sayang," sahut Edo yang langsung menurunkan Putri dan Putri langsung berlari menuju Angela.


"Putri tunggu!" panggil Edo.


"Putri!" Tasya juga memanggil dan mengejar Putri. Namun saking buru-buru nya Tasya hampir jatuh yang di tabrak seseorang. Namun Edo berhasil menarik Tasya dengan memegang kedua bahu Tasya.


Dari kejauhan hal itu sangat dekat seperti Edo yang memeluk Tasya dan pasti Angela yang memperhatikan itu. Sementara Edo dengan cepat melepas tangannya dari Tasya.


"Makasih mas," ucap Tasya yang bernapas lega.


Edo melihat ke arah Angela dan Putri yang semakin dekat menghampiri Angela.


"Putri!" panggil Edo yang menyusul Putri dan menghiraukan Tasya. Namun Tasya tetap menyusul Putri dan Edo.


"Tante Angela!" sapa Putri setelah berada di dekat Angela.


Angela berusahalah menghilangkan lamunannya dan tersenyum pada Putri dengan menghela napasnya.


"Hay Putri," sapa Angela yang terlihat tersenyum getir.


"Hay Tante, Hay Tante Risya, Tante Syrala dan Om Arga," sapa Putri dengan ramah.


"Hay Putri," sapa mereka kembali.


"Tante Angela di sini juga?" tanya Putri.


"Iya Putri Tante pulang kerja langsung kemari," jawan Angela.


"Putri," sahut Edo yang akhirnya menyusul Putri dan ekspresi Angela menunjukkan sikap dingin pada Edo. Risya, Arga dan Syrala hanya menjadi penonton saja.


"Angela kamu di sini ternyata," ucap Edo.


"Hmmm, iya," sahut Angela dengan singkat dan bahkan tidak melihat Edo.


"Putri kamu jangan lari-lari tadi seperti itu," sahut Tasya yang akhirnya menyusul juga.

__ADS_1


"Iya mah," sahut Putri.


Mendengar kata mama membuat Risya, Arga dan Syrala kaget.


"Mama jadi dia mama kandung Putri," batin Risya.


"Wau jadi wanita ini ibu kandung Putri yang di ceritakan Angela kemarin," batin Syrala yang melihat Tasya dari bawah sampai atas yang menilai penampilan wanita itu.


Pertemuan itu justru menjadi canggung. Karena Edo tidak tau harus bicara apa dan Angela mungkin hatinya sedang tidak enak. Jadi malas untuk bicara.


"Tante kenapa nggak bilang kalau mau main ke mari. Seharusnya kita pergi sama-sama," ucap Putri.


"Tante sudah ajak kamu kok, melalui papa kamu," sahut Angela.


"Oh iya papa kok nggak bilang," sahut Putri yang langsung melihat Edo.


"Mungkin karena mama sudah minta izin sama papa kamu untuk ajak kamu main. Jadi papa kamu tidak bilang," sahut Tasya yang menjawab.


Mendengar hal tersebut jelas Angela merasa bertambah kesal yang ternyata kekasihnya itu mendahulukan mantan istrinya di bandingkan dia.


"Angela kamu nggak bilang kalau kamu mau ajak Putri kemari," sahut Edo yang berusaha agar Angela tidak salah paham.


"Oh iya mungkin aku kurang teliti," sahut Angela yang tersenyum getir.


"Ya sudah kalau begitu, gabung di sini aja ayo," sahut Syrala yang mencoba untuk mencairkan suasana karena melihat ketegangan yang semakin banyak.


"Iya-iya Putri," sahut Angela yang mau tidak mau harus menuruti kemauan Putri dan langsung pergi entah kemana di bawa Putri.


"Hati-hati Putri," sahut Edo.


"Edo ayo duduk," sahut Arga.


"Iya Arga," sahut Edo tersenyum.


"Siapa wanita ini Edo?" tanya Syrala basa-basi yang padahal dia sudah tau.


"Saya Tasya. Saya ibu kandung Putri," ucap Tasya mengulurkan tangannya pada Syarla.


"Oh mantan istri Edo. Saya Syrala," sahut Syrala dengan julid. Sampai mendapat senggolan bahu dari Risya. Namun Angela hanya tersenyum tipis menghadapi julid Edo.


"Hallo saya Risya," sahut Risya yang bergantian berjabat tangan.


"Tasya," sahut Tasya.


"Arga, suami Risya," sahut Arga dengan santai saja.


"Hmmm, aku ke sana sebentar," sahut Edo yang menyusul Putri dan Angela.

__ADS_1


"Aku ikut mas," sahut Tasya.


"Tasya di sini aja mengobrol," sahut Risya membuat Tasya tidak jadi pergi. Namun Edo sudah pergi.


"Iya benar Tasya. Lagian mereka sedang pacaran. Masa iya mau jadi obat nyamuk," sahut Syrala yang pasti menyindir.


"Di sini aja gabung, capek juga berdiri aja," sahut Arga yang ikut-ikutan.


"Iya baiklah," sahut Tasya.


Syrala dan Risya menunjukkan senyum mereka. Yang kelihatan mereka itu sengaja membuat Tasya tidak mepet-mepet pada Edo dan juga Angela.


Angela menemani Putri bermain dan Edo ikut. Namun Angela tampaknya kesal dengan Edo sampai sejak tadi Angela tidak mengeluarkan suaranya dan Edo tau sebenarnya hal itu.


"Angela!" tegur Edo yang berdiri di samping Angela.


"Putri sini biar Tante fotoin sama sayangnya," sahut Angela yang mengalihkan situasi. Karena begitu malas bicara dengan Edo.


"Baik Tante," sahut Putri dengan senang hati. Edo hanya menghela napasnya saja melihat Angela yang kelihatan menghindarinya.


"Aku tau kamu salah paham Angela. Aku tidak ada maksud menciptakan situasi ini," batin Edo yang tau kesalahannya


"Aku nggak tau apa yang ada di pikiran kamu. Aku membujuk kamu untuk ikut bersamaku dan Putri ke mari. Karena aku tau Putri pasti senang. Tetapi kamu menolak dengan alasan yang banyak. Padahal kamu hanya ingin jalan bersama mantan istrimu," batin Angela dengan wajah kesalnya yang penuh dengan kemarahan.


Hari semakin gelap dan mereka semua masih menikmati di tempat itu. Karena memang Risya ingin di sana terus dengan banyaknya makanan yang di makannya.


Sekarang Risya, Arga, Syrala, Angela, Edo, Tasya dan Putri yang berada di atas tikar yang membentuk lingkaran yang sedang makan bersama dengan makanan yang di inginkan masing-masing. Termasuk makanan Edo, dan Putri yang pasti taulah seperti apa dan untung saja di tempat itu ada jualannya.


Tasya juga terlihat ikut-ikutan yang hanya makan salad sayur dengan telur rebus. Namun kali ini tidak dengan Angela yang tidak biasanya. Dia memakan seblak dan padahal beberapa hari terakhir ini makanan Angela cukup pilihan dan sangat sehat. Bahkan bukan hanya karena dia bersama Putri dan Edo.


Risya dan Syrala yang sering makan bersama Angela pun. Melihat temannya makan sehat. Mungkin karena Angela sudah terbiasa. Namun kali ini sangat berbeda dan terlihat. sangat di paksakan.


"Tante makan apa itu?" tanya Putri.


"Oh ini namanya seblak dan makannya harus pakai saos yang banyak supaya nikmat," jawab Angela tersenyum dengan menuang saos yang banyak dan itu menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.


"Apa tidak pedas Tante?" tanya Putri.


"Tidak sayang Tante kuat pedas kok," sahut Angela yang menambah lagi tingkat kepedasannya. Membuat Risya di sampingnya merasa ngeri.


"Sejak kapan anak ini kuat makan pedas," batin Risya yang merasa negeri.


"Ini nggak benar kan Angela. Ini sama saja kamu mencret Angela," batin Syrala yang tidak memakannya saja bisa sakit perut.


"Tapi makanan itu tidak sehat Angela," sahut Tasya.


"Aku tau kok. Makanan tidak sehat cocok untuk pikiran yang tidak sehat juga," sahut Angela yang tersenyum sekalian pasti menyindir dan langsung memakan makanan itu dengan cepat dan sebenarnya Angela begitu kepedasan. Namun saking kesalnya dia tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2