MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 91 Pesta Perusahaan


__ADS_3

Risya dan Arga masih membicarakan Vio dan Samuel sampai akhirnya Vio dan Samuel menghampiri Risya dan Arga.


"Vio!" sapa Risya tersenyum manis yang di balas senyum juga oleh Vio, "kamu apa kabar?" tanya Risya.


"Baik-baik aja, seperti yang kamu lihat," jawab Vio, "kalian baru datang juga?" tanya Vio.


"Oh iya benar, kita baru datang dan mau masuk juga," jawab Risya.


"Aku masuk duluan," ucap Samuel yang terlihat jutek dan langsung pergi begitu saja.


Apa yang di lakukan Samuel membuat suasana sedikit canggung. Risya dan Arga pun saling melihat dari wajah ke-2 pasang itu terlihat ingin bertanya. Namun takut untuk bertanya.


"Aku sama dia akan secepatnya berpisah," ucap Vio yang tiba-tiba berbicara dan padahal tidak ada yang bertanya sama sekali.


"Berpisah! kamu sama dia akan berpisah?" tanya Risya.


"Hmmm, kamu pasti sudah tau," ucap Vio yang terlihat menutup kesedihannya.


"Tapi bukannya kamu lagi hamil?" tanya Risya.


"Itu tidak berpengaruh sama sekali dan datangnya aku ke acara ini bersama Samuel juga hanya pormalitas saja, aku dan Samuel juga sudah tidak tinggal serumah lagi," jelas Vio yang membuat Risya dan Arga tidak bisa berpendapat apa-apa. Jika di tanya kaget ya pasti kaget.


"Aku permisi dulu!" ucap Vio yang langsung masuk kedalam acara pesta tersebut.


"Jadi benar mereka sudah mantap untuk berpisah?" tanya Risya yang masih melihat punggung Vio yang memasuki rumah yang semakin lama semakin menjauh.


"Mau bagaimana lagi. Itu sudah terjadi dan pasti keputusan itu tidak di ambil sembarangan. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua dan semoga saja ada jalan yang terbaik," ucap Arga.


"Iya kamu benar. Ya walau aku begitu kesal dengan Vio dan sebenarnya masa bodo juga Vio mau pisah atau tidak dengan suaminya. Jujur itu tidak ada urusannya denganku. Hanya saja belakangan ini Vio sering membantuku dan aku bisa ikut prihatin dengan ala yang terjadi kepadanya," ucap Risya yang pasti sangat menyayangkan perpisahan Vio dan Samuel.


"Ya semua memang di sayangkan. Apa lagi kita sama-sama tau. Bagaimana Vio yang sangat mencintai Samuel dan berusaha untuk mendapatkan Samuel dan tiba-tiba seperti ini pasti sangat sayang sekali," sahut Arga menambahi.


"Seperti apa yang kamu katakan tadi mungkin ini sudah yang terbaik dan biarlah itu menjadi urusan mereka," sahut Risya yang malas juga harus ikut campur. Jadi lebih baik berdoa saja.


"Tuan Arga, Nona Risya," tiba-tiba suara seorang pria menyapa mereka membuat Risya dan Arga melihat ke arah suara tersebut yang ternyata suara Tony yang pasti datang bersama istrinya Rachel.


Melihat dua orang itu sudah membuat mood Risya dan Arga berantakan. Ya dua orang itu memang hanya bisanya sebagai pengganggu saja dan sangat menyebalkan.


"Risya kamu sudah bisa melihat?" tanya Rachel yang kepo dengan pandangan Risya.


"Kalau iya kenapa? apa kau ingin melukaiku lagi," jawab Risya dengan ketus.

__ADS_1


"Maafkan aku Risya. Aku tidak sengaja melakukannya dan semua itu juga karena kamu. Jadi next kamu juga tidak boleh menggangguku. Supaya hal ini tidak terjadi lagi," ucap Rachel bukannya mengakui kesalahannya malah menasehati Risya.


"Rachel kau jangan bicara seakan-akan tidak salah. Apa yang kau lakukan kepada Risya sangat keterlaluan dan aku diam karena masih memberimu kesempatan. Jika hal itu terjadi lagi. Maka tidak ada kesempatan bagimu. Jadi stop kau mengganggu Risya. Karena bukan Risya yang mengagumu. Tetapi sebaliknya," sahut Arga dengan penuh penekanan dan penegasan.


"Tuan Arga maafkan istri saya. Nanti saya akan menasehatinya," sahut Tony yang tersenyum. Risya dan Arga hanya menunjukkan wajah ketus mereka saja.


"Arga ayo kita masuk!" ajak Risya yang malas berlama-lama dekat-dekat dengan Rachel dan Tony.


"Nona Risya sangat cantik hari ini," ucap Tony tiba-tiba memuji Risya, "kalung yang melekat di leher nona Risya begitu indah dan membuat Nona Risya menjadi bintang utamanya di pesta ini," lanjut Tony yang terus memuji Risya sembari menatap Risya dengan senyuman miring.


Arga sebagai suami yang memperhatikan Tony yang seperti itu jelas kesal. Bagaimana tidak dia menatap istrinya sangat kurang ajar. Tangan Arga sudah terkepal. Namun Risya berusaha menenangkan suaminya dan lebih baik membawanya pergi dari hadapan Tony dan Rachel.


Tony mengusap-usap bibirnya dan masih melihat punggung Risya yang berjalan semakin jauh.


"Sangat cantik bukan dia Rachel?" tanya Tony yang menoleh kearah istrinya. Rachel hanya diam dengan ekspresi yang tidak terbaca harus menjawab apa untuk suaminya itu.


"Rachel aku masih menginginkannya. Tugasmu belum selesai. Jadi tetapi jadi istri yang penurut dan berikan dia kepadamu," ucap Tony dengan menyunggingkan senyumnya dan langsung memasuki acara pesta tersebut.


"Kapan aku bisa lepas dari orang sepertinya. Aku sudah tidak tahan. Baik secara fisik maupun batin. Aku benar-benar sudah tidak kuat," batin Rachel yang dari wajahnya sangat kelihatan dia memang sangat lelah menghadapi semua yang telah terjadi.


************


Masih dalam suasana pesta di mana semua orang sibuk dengan kesibukan mereka. Sama dengan Arga yang mengobrol-ngobrol dengan beberapa tamunya dengan mereka yang saling bicara sembari berdiri dan pasti sembari minum.


"Maaf Nona!" tiba-tiba seorang pelayan pria menegur Risya.


"Iya ada apa?" tanya Risya heran.


"Ini ada bingkisan untuk Nona," ucap pria itu dengan memberikan paper bag hitam yang di pegangnya.


"Apa ini?" tangan Risya heran sembari mengambilnya.


Risya melihat ada kotak kecil dan juga ada setangkai mawar merah.


" Dari siapa ini?" tanya Risya heran.


"Tidak tau Nona. Saya hanya di berikan," jawab Pria itu, "kalau begitu saya permisi dulu Nona," ucap pria itu menundukkan kepala dan langsung pergi. Risya mengangguk dan wajahnya masih bingung dengan melihat hadiah itu.


Di dalam paper bag tersebut Risya menemukan kartu ucapan.


..."Kamu sangat cantik malam ini. Terima kasih sudah memakai kalungnya dan aku sangat bahagia dengan kamu yang menerima hadiah dariku,"...

__ADS_1


...from orang yang mencintai mu....


Tidak ada tanda pengirimnya membuat Risya bingung dan membuka kotak kecil yang ada di dalam paper bag tersebut yang ternyata sepasang anting yang indah.


"Arga memberiku hadiah lagi," batin Risya yang wajahnya terlihat datar saat menerima hadiah itu dan Risya melihat ke arah Arga yang sangat kebetulan Arga melihat ke arahnya dan tersenyum kepada Risya yang membuat Risya tersenyum.


"Kamu benar-benar sangat sweet Arga. Padahal kita berdekatan. Tetapi kamu lagi-lagi memberiku hadiah. Ya kamu benar-benar begitu sweet aku tidak percaya dengan kamu yang semakin lama semakin romantis," Varun Risya yang tersenyum dengan mata yang berbinar melihat Arga yang masih tersenyum kepadanya.


***********


Risya dan Arga selesai menghadiri pesta Perusahaan dan bertemu dengan beberapa orang di sana dan pasti ada kekesalan di sana dan ada juga kebahagiaan di sana. Namun semuanya di jalankan dengan sebaiknya dan mereka pergi dari Perusahaan setelah acara selesai


Sesampai di rumah seperti biasa setelah bersih-bersih Arga dan Risya akan hendak tidur. Arga sudah terlebih dahulu di atas tempat tidur yang bersandar di kepala ranjang dan setelah Risya selesai dengan rutinitasnya seperti biasa. Risya langsung menaiki ranjang dan mendekati Arga.


Dengan Risya yang mepet pada dada bidang Arga membuat Arga mencium pucuk kepalanya.


"Makasih untuk malam ini," Icao Risya menatap Arga dengan penuh cinta. Namun Arga mengkerutkan dahinya seolah tidak mengerti apa yang terjadi.


"Memang apa yang aku lakukan sampai-sampai kamu harus berterima kasih?" tanya Arga heran.


"Kamu emang gengsian," desis Risya dengan kesal. Namun kesalnya hanya sesaat baginya dan semakin memeluk erat Arga. Arga walau bingung. Namun tetap tersenyum.


"Ini sudah malam. Kita istirahat saja," ucap Arga. Risya mengangkat kepalanya dan melihat kearah Arga.


"Aku tidak mau," jawab Risya.


"Lalu?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat.


"Aku belum mengantuk ayo kita berbicara gitu, membahas apa kek," ucap Risya yang ingin bercerita.


"Apa yang harus kita bahas Risya?" tanya Arga heran.


"Ya apa aja. Oh iya kamu tau tidak. Aku sama anak-anak ada rencana mau liburan kembali dan aku ingin kita berdua liburan," ucap Risya yang menyampaikan niatnya dan teman-temannya.


"Bukannya kita baru aja liburan," sahut Arga.


"Ya kan nggak apa-apa. Tetapi kalau kagi pekerja tidak banyak," ucap Citra.


"Baiklah Risya. Nanti kita atur waktu ya. Tetapi untuk saat ini jelas belum bisa," ucap Arga.


"Baiklah itu artinya ada peluang," sahut Risya yang kesenangan.

__ADS_1


"Iya-iya, sekarang kamu tidur," ucap Arga yang mencium kembali pucuk kepala Risya. Risya mengangguk dan perlahan memejamkan matanya dengan pelukan yang semakin erat.


Bersambung


__ADS_2