
Pagi-pagi sekali Risya sudah berada di dapur yang menggunakan piyama biru muda yang berbahan satin yang sedang mengaduk kopi dengan rambutnya yang masih basah.
"Ehmmm," tiba-tiba Salmah memasuki dapur dan berdiri di samping Risya.
"Mama," sapa Risya tersenyum.
"Hmmm. Pagi-pagi gini sudah keramas aja. Ayo habis ngapain," goda Salmah dengan menunjuk Risya.
"Isssss mama apa-apaan sih," sahut Risya yang jadi malu di goda mertuanya itu.
"Kamu habis buat dedek ya sama Arga," goda Salmah lagi.
"Mama udah jangan bahas itu. Kita itu sudah sama-sama menikah dan sama-sama ngerti. Jadi mama jangan tanya-tanya Risya," ucap Risya dengan pelan.
"Ya ampun menantuku ini ternyata sudah sangat mengerti. Ayo ceritakan pada mama di mana pertama kali kamu melakukannya?" tanya Salmah kepo.
"Mama," rengek Risya jadi malu.
"Sudah tidak apa-apa. Di jepang ya!" tebak Salmah.
"Iya," sahut Risya yang begitu jujur.
"Lalu bagaimana apa Arga sangat kuat?" tanya Salmah lagi yang terus mengorek-ngorek Risya dan dengan polosnya Risya mengangguk malu-malu.
"Kamu sendiri bagaimana sangat menikmatinya?" Salmah lagi.
"Ya iyalah mah, namanya juga perbuatan halal dan kalau kata orang-orang itu surga dunia jadi mana mungkin Risya tidak menikmatinya dan putra mama itu ternyata sangat keren dan top," ucap Risya mengacungkan jempolnya dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Lalu kamu bagaimana apa yang kamu rasakan?" tanya Salmah.
"Pastinya sakit dan mama tau tidak pertama itu hampir batal. Karena Risya tidak tahan sakitnya dan Risya minta berhenti di tengah jalan," ucap Risya yang benar-benar satu frekuensi dengan mertuanya yang bercerita masalah intim sangat lancar.
"Ya ampun pasti Arga kesal ya?" tebak Salma.
"Huhhhh jangan tanya mah, dia itu marah pada Risya. Sampai Risya harus jalan-jalan sendirian. Tapi Syukurin tuh dia. Mama tau apa yang terjadi dia itu sakit. Pasti kualat yang sok-sok marah pada Risya. Namun hikmah dari semua itu. Hubungan Risya dan Arga membaik dan hal itu akhirnya terjadi," ucap Risya yang senyum-senyum.
__ADS_1
"Hmmm, sosweet sekali. Arga pasti sangat beruntung bisa memiliki kamu dan kamu juga pasti sangat bahagia di mana kamu bisa memberikan suami kamu apa yang harus di terimanya," ucap Salmah memegang dagu Risya yang mana Risya senyum-senyum malu-malu.
"Lihatlah senyum kamu sudah menandakan kamu itu sangat bahagia. Walau sangat sakit. Tetapi kamu pasti merasa lega," ucap Salmah.
"Mama benar. Risya lega apa yang Risya jaga dan akhirnya hanya untuk suami Risya. Ya walau aneh sih Risya dan Arga sering ribut dan Arga juga selalu menjaga kehormatan Risya dengan baik," ucap Risya yang tersenyum lebar.
"Masa iya saat kalian pacaran tidak pernah begitu-begituan," ucap Salmah.
"Memang tidak pernah mah, Risya itu original. Ya tapi kalau ini itu ya pernah lah. Tapikan tidak sampai yang sejauh itu," jelas Risya menegaskan.
"Iya-iya mama tau itu. Karena kamu sama Arga memang di takdirkan untuk saling menjaga dengan baik," ucap Salmah.
"Anak mama itu sangat baik sama Risya dan seperti Risya bilang dia selalu jagain Risya," ucap Risya yang begitu bangga pada Arga.
"Hmmmm. Selama di jepang jujur pada mama sudah berapa ronde?" tanya Salmah dengan keponya.
"Tidak terhitung," jawab Risya dengan berbisik.
"Wau berarti akan ada hasilnya dong?" tanya Salmah dengan matanya yang membulat sempurna.
"Kalau begitu kamu harus sering-sering buat sama Arga," ucap Salmah memberi saran.
"Jangan sering-sering juga dong mah. Risya kan nantinya jadi lelah," sahut Risya.
"Mama bercanda Risya. Dengan hubungan kamu sama Arga yang seperti ini sudah membuat mama bahagia. Walau sepertinya pertengkaran kalian berdua yang sering debat dan melakukan hal yang aneh-aneh. Mungkin itu tidak akan bisa kalian hilangkan. Namun justru dengan adanya hal seperti itu memberi warna untuk pernikahan kalian," ucap Salmah yang bicara serius yang memegang pipi Risya.
"Mama doain aja pernikahan Risya dan Arga semakin membaik dan semoga kami berdua semakin dewasa dalam pernikahan ini. Jangan apa-apa perang mulut seperti anak kecil. Lama-lama Risya juga malu," ucap Risya.
"Ya ampun menantu ku ini semakin dewasa. Kok makin pintar ya. Apa karena sering-sering ehem-eheman ya," goda Salmah.
"Issss mama jangan mulai lagi deh. Sekarang Risya mau kekamar dulu. Mau antar ini sama Arga," ucap Risya.
"Oke-oke sana. Nggak usah keluar kamar juga tidak apa-apa," ucap Salmah. Risya hanya senyum-senyum dengan menggelengkan kepalanya dan meninggalkan dapur tersenyum.
Salmah menghela nafasnya perlahan kedepan, "kalau sudah takdir yang berbicara. Maka akan tetap seperti itu. Semoga saja hubungan mereka semakin baik. Dan aku berharap pernikahan mereka sampai kakek nenek nanti, sampai ajak menjemput," batin Salmah yang begitu bahagia mendengar cerita Risya.
__ADS_1
Risya memang tidak ada jaim-jaim nya kalau bercerita. Mungkin karena sama-sama perempuan dan mertuanya sangat asyik. Jadi Citra sangat terbuka pada mertuanya.
*******
Risya memasuki kamar dengan membawa teh yang tadi di buatnya. Arga masih tertidur lelap dengan tubuh polosnya yang menghina selimut sampai perutnya. Kamar itu masih berantakan dengan pakaian yang berserakan di lantai. Ya pasangan itu memang habis perang tadi malam. Jadi harap maklum.
Risya meletakkan teh tersebut di atas nakas dan Risya memunguti pakaian yang berserakan di lantai membersihkan apa kadarnya kamar tersebut. Setelah itu Risya duduk di samping Arga yang membangunkan Arga.
"Arga ayo bangun ini sudah pagi," ucap Risya dengan lembut yang memegang lengan Arga.
"Hey bangun, kamu harus kekantor lo. Kita nanti telat," ucap Risya mengingatkan. Arga hanya bergerak dan memeluk pinggang Risya membuat Risya sedikit kaget.
"Kenapa berisik sekali sih, aku masih mengantuk," Icao Arga dengan manjanya.
"Tapi ini sudah pagi," ucap Risya. Arga pun tiba-tiba menarik pinggang Risya dan membuat Risya jatuh keranjang dengan Arga yang menindih tubuhnya.
"Arga kamu itu jahil sekali sih," protes Risya.
"Kamu itu kenapa-kenapa pagi-pagi begini, sudah sangat harum," ucap Arga yang membuka matanya dan menatap Risya.
"Kita harus kekantor. Jadi bagaimana tidak harum," jawab Risya.
"Bohong bilang saja kamu ingin menggodaku kan?" tanya Arga.
"Nggak kok," sahut Risya.
"Jangan bohong," kesal Arga yang langsung menggelitiki Risya.
"Arga!"
"Kamu ini ya,"
"Arga stop!"
"Stop Arga! geli tau," Risya hanya bisa mengeluh dengan Arga yang begitu jahil menggelitiki dirinya.
__ADS_1
Bersambung