MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 263 Terlambat.


__ADS_3

Pagi ini Angela dan Edo akan berkunjung untuk menemui Putri. Mereka ingin memberitahu kehamilan Angela. Putri pasti bahagia dengan kabar kehamilan itu. Karena dia akan punya adik.


Edo dan Angela sudah siap-siap di kamar mereka. Sepertinya mereka kesiangan dan makanya terlihat buru-buru saat bersiap-siap. Sama seperti Angela berlari dengan buru-buru.


"Sayang pelan-pelan. Kamu nanti jatuh loh," tegur Edo yang ngilu melihat istrinya itu lari sana, lari sini.


"Iya sayang nggak apa-apa kok. Namanya juga buru-buru," sahut Angela.


"Iya kamu pelan-pelan aja. Nanti kamu jatuh sayang," ucap Edo mengingatkan.


"Iya ini sudah selesai kok. Ini udah nggak lari-lari lagi," ucap Angela dengan tersenyum.


Edo menghela napasnya dan mendekati Angela.


"Lain kali tidak boleh lari sana dan lari sini. Kamu harus ingat ada bayi kita di dalam kandungan kamu. Dan bayi kita tidak boleh kenapa-kenapa," ucap Edo yang mengingatkan istrinya itu. Biasanya memang suami lebih posesif jika sang istri yang hamil.


"Iya sayang," sahut Angela.


"Jangan iya-iya saja. Aku nggak mau kamu dan anak kita jadi kenapa-kenapa," tegas Edo.


"Iya sayang," sahut Angela dengan tersenyum yang hanya mengiyakan apa yang di katakan suaminya itu saja.


"Ya sudah sekarang kita berangkat ya. Jangan bawel-bawel lagi," ucap Angela.


"Baiklah sayang. Putri pasti sangat senang dengan kita yang akan memiliki anak. Karena Putri akan punya adik," ucap Edo.


"Iya sayang. Ya sudah kita pergi aja sekarang," sahut Angela. Edo menganggukkan kepalanya dan mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Apa lagi yang mereka lakukan. Jika tidak langsung ke apartemen Tasya untuk memberi kabar pada Putri tentang kehamilan Angela.


**********


Tidak lama akhirnya mereka sampai di apartemen Tasya. Mereka berdua sudah berada di depan Apartemen tersebut dengan Edo yang menekan bel rumah.


"Apa mereka sedang ada di luar?" tanya Angela. Karena sejak tadi belum ada yang membuka pintu sama sekali.


"Aku juga tidak tau sayang," jawan Edo.

__ADS_1


"Coba kamu telpon aja. Siapa tau mereka memang sedang tidak di rumah!" titah Angela.


"Tapi apa akan di angkat," sahut Edo ragu.


"Coba aja dulu sayang," ucap Angela.


"Baiklah sayang," sahut Edo dengan menganggukkan kepalanya dan Edo langsung mengambil ponselnya untuk menelpon Tasya. Seperti biasa akan ada kesulitan bagi Edo untuk menghubungi Tasya. Hal itu memang sudah pasti.


"Bagaimana sayang?" tanya Angela.


"Tidak di angkat sama sekali," jawab Edo dengan lemas.


Ting.


Tidak lama ponsel Edo masuk pesan.


"Ada pesan dari Tasya," sahut Edo yang melihat pesan itu dari Tasya dan Edo langsung membukanya.


..."Maaf mas Edo aku tidak bisa angkat telpon kamu. Soalnya aku di Bandara dan sekarang sudah take off. Aku sama Putri kembali ke Luar Negri dan akan kembali ke Jakarta dalam 2 Minggu ini. Karena aku ada urusan mendadak di Luar Negri. Maaf mas aku tidak sempat memberitahu kamu," tulis Tasya dalam pesannya itu....


"Mas! Ada apa?" tanya Angela yang melihat wajah suaminya itu tampak datar. Edo memberikan ponselnya pada Angela agar Angela melihat sendiri pesan tersebut. Angela pun membaca pesan dari Tasya. Hal itu sangat mengejutkan Angela dengan kiriman pesan yang ternyata Tasya sudah pergi ke Luar Negri.


"Aku tidak tau apa maksudnya? Kenapa dia bisa pergi tanpa memberitahu kita. Ini secara tiba-tiba dan tidak bisa di pahami," sahut Edo dengan lemasnya.


"Pantesan dia tidak ada di Apartemen ini," sahut Angela. Angela menghela napasnya dan melihat ke arah suaminya yang kelihatan begitu sedih. Jika sudah berhubungan dengan Putri mana mungkin Edo tidak sedih dan apalagi ini Putri yang kembali ke Luar Negri.


Padahal semenjak Putri berada di Jakarta tidak pernah Edo mempunyai waktu yang banyak untuk Putri dan hanya sekali mereka jalan-jalan dan sekarang Putri sudah kembali aja ke luar Negri. Jadi bagaimana dia tidak sedih.


**********


Edo dan Angela yang penuh kekecewaan yang tidak bisa bertemu dengan Putri. Mereka pun makan di Restaurant. Karena Angela yang tiba-tiba ingin makan. Namun tetap aja Edo tidak semangat dan masih kepikiran dengan Putri dan takut Putri kenapa-kenapa.


"Sayang kamu jangan terus memikirkan Putri. Putri akan baik-baik aja dan bukannya Tasya juga mengatakan jika mereka akan kembali ke Indonesia," ucap Angela yang berusaha untuk menghibur suaminya itu.


"Kenapa sekarang Tasya seakan membatasi komunikasi di antara aku dan Putri. Hal ini dulu tidak seperti itu. Apa-apa Tasya akan bertanya kepadaku kalau tidak akan bertanya kepada kamu. Lalu kenapa sekarang. Dia tidak memberitahu apa-apa. Dan melakukan semua sendiri," ucap Edo yang semakin memahami perubahan Tasya.


"Aku juga merasakan hal seperti itu. Tetepu Tasya juga punya jalan kehidupannya sendiri dan aku yakin dia juga tidak mungkin punya pemikiran seperti itu," Angela masih berusaha berpikir positif. Walau pemikirannya sama dengan Edo.

__ADS_1


Mendengar ucapan Tasya hanya membuat Edo mengangguk saja dan berharap hal yang sama.


"Edo, Angela!" tiba-tiba Risya dan Arga datang menghampiri Angela dan juga Edo.


"Risya, Arga. Kalian di sini juga," sahut Tasya.


"Hmmm kami baru aja mau makan di sini," jawab Risya.


"Ya sudah kita gabung aja," sahut Angela.


"Boleh-boleh," sahut Risya. Risya dan Angela pun langsung duduk bersama bergabung dengan Edo dan juga Tasya.


"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Arga yang memberikan menu pada Risya. Risya pun langsung melihat menu tersebut untuk memilih makanan yang di ingin di pesanannya.


"Aku pesan ini aja," sahut Risya menunjuk pada suaminya itu dan suaminya mengangguk yang langsung memesankan pada pelayan di Restaurant tersebut.


"Kalian berdua habis dari mana. Khusus ingin makan di sini atau bagaimana?" tanya Risya pada Edo dan Angela.


"Kita tadi dari Apartemen Tasya untuk menemui Putri. Tetapi kita tidak punya kesempatan untuk bertemu Putri. Karena Putri dan Tasya sudah ke Luar Negri," jawab Angela.


"Oh iya kapan? Kok aku baru tau?" tanya Risya yang cukup kaget.


"Baru berangkat hari ini," jawab Angela.


"Ya ampun ini mendadak sekali. Padahal aku dengar-dengar mereka akan lama tinggal di sini. Tetapi malah sudah pergi aja," sahut Risya Tampa sedih.


"Aku juga tidak mengerti kenapa Tasya pergi tanpa memberitahu aku dan juga Angela," sahut Edo yang masih kecewa.


"Aku juga bisa melihat ke anehan pada Tasya sebenarnya. Tetapi aku juga tidak mengerti apa yang terjadi," sahut Arga.


"Oh iya kalian tau tidak. Jika Tasya Bram itu seperti ada sesuatu," sahut Risya tiba-tiba.


"Maksud kamu?" tanya Edo.


"Aku dan Arga pernah bertemu Bram bersama wanita lain dan kita tidak tau siapa wanita itu," jawab Risya. Hal tersebut membuat Edo dan angela tampak kaget.


"Apa Bram punya wanita lain selain Tasya?" tanya Edo menduga-duga.

__ADS_1


"Aku sama Arga tidak bisa memastikan hal itu," sahut Risya yang memang tidak bisa berpikiran buruk pada Bram. Karena bukti mereka tidak ada. Namun tetap aja Edo langsung kepikiran setelah Risya mengatakan hal seperti itu. Sama dengan Angela yang juga langsung kepikiran.


Bersambung


__ADS_2