MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 49 Sakit tak berdarah.


__ADS_3

Hal semakin jauh yang di lakukan ke-2nya yang sama-sama saling melupakan hasrat ke-duanya. Namun tiba-tiba Arga yang pasti tidak bisa mengontrol dirinya langsung berhenti seketika dengan napasnya yang saling memburu sama seperti Risya dengan dia melihat Risya yang juga napas Risya naik turun.


Merasa sentuhan itu hilang membuat Risya bembuka matanya dan melihat Arga yang melihatnya dengan jarak mereka yang sama-sama dekat


kancing kemeja Risya sudah terbuka semua dan memperlihatkan pakaian dalamnya dan begitu juga dengan Arga.


"Ada apa denganmu?" tanya Arga dengan suara seraknya yang dadanya kembang kempis.


"Kenapa? kenapa kau berhenti. Kau tidak mau menyentuhku lebih jauh lagi? kenapa? apa kau merasa jijik kepadaku?" tanya Risya dengan air matanya yang keluar dari pelupuk matanya.


"Apa maksudmu Risya? aku yang bertanya kepadamu kenapa kau seperti ini. Aku bisa saja melakukannya Risya. Tapi kita berdua sama-sama tau jika kau sedang haid dan itu tidak mungkin di lakukan," ucap Arga yang di tengah-tengah hasratnya membara mengingat hal apa yang terjadi pada Risya.


"Alasan! kau memang tidak akan menyentuhku Arga. Aku sengaja memancingmu dan melihat sejauh mana kau melakukannya dan aku mengujimu. Tetapi kau masih pada pendirian mu dengan apa yang kau katakan beberapa tahun lalu," sahut Risya yang membuat Arga teringat sesuatu.


"Arga tunggu!" panggil Risya yang menangis mengejar Arga sampai ke parkiran Apartemen dengan Risya yang berhasil menghentikan Arga dengan memegang tangan Arga.


"Aku bilang jangan menyentuhku!" bentak Arga menepis tangan Risya kasar sampai Risya terjatuh dan terduduk di lantai.


"Aku sangat jijik melihat dirimu Risya. Kau sudah menghiyanatiku dengan laki-laki brengsek itu!" teriak Arga dengan menekan suaranya yang matanya terbukanya lebar yang sudah seperti monster yang ingin menerkam.


"Kau tau Risya dengan apa yang kau lakukan. Kau sudah menghancurkan semuanya. Mimpi kita berdua sudah kau hancurkan hanya untuk kesenanganmu dengannya," teriak Arga.


"Kamu salah paham Arga, semuanya...."

__ADS_1


"Diam!!!!!!" teriak Arga, "semakin kau banyak bicara aku semakin membencimu, aku jijik dengan dirimu, melihat dirimu hanya mengingatkan ku dengan laki-laki brengsek itu. Asal kau Risya aku sangat menjaga dirimu yang aku hanya menginginkan aku yang memilikimu. Tetapi sekarang aku sangat tidak sudi untuk melihat mu dan tubuhmu itu sangat menjijikkan, aku tidak akan pernah menyentuh wanita seperti mu," ucap Arga penuh dengan penekanan yang benar-benar sangat menghina Risya yang membuat hati Risya hancur. Emosi yang ada di tubuh Arga membuat Arga tidak tau apakah dia sadar atau tidak dengan apa yang di katakannya.


"Kau sangat murahan dan tidak pantas untuk di sentuh. Kau bekas pria bajingan itu," lanjut Arga yang meninggalkan Risya saat itu juga dengan sakit hati Risya yang sudah tidak bisa di katakan lagi seperti apa.


Apa yang terjadi dulu membuat Risya dan Arga masih dengan posisi mereka yang sama dengan mereka masih saling melihat dan mengingat kejadian itu. Air mata Risya kembali jatuh dari pelupuk matanya saat mengingat penghinaan Arga.


"Kau menganggap aku sekotor itu bukan?" tanya Risya dan Arga hanya diam dengan terus menatap wajah Risya dengan intens.


"Kau bertanya aku kenapa hari ini. Semua karena wanita itu. Aku rasanya ingin membunuhnya yang telah membuat hidupku berantakan dan kau tidak pernah tau itu. Kau terus menyalahkan ku," ucap Risya.


"Aku sudah mengatakan Risya jangan mengungkit masalah itu. Aku sangat membenci jika kau mengungkit masalah itu. Semua itu hanya mengingatkan ku pada kelakukan mu yang......"


"Yang sangat menjijikkan. Itu yang ingin kau katakan bukan," sahut Risya memotong pembicaraan Arga.


"Jangan membahas hal itu! itu sudah lewat," ucap Arga dengan suara rendahnya.


"Bajingan!" umpat Risya tiba-tiba yang langsung mendorong tubuh Arga dari hadapannya dan membuat Arga duduk di samping Risya dan Risya memiringkan tubuhnya yang membelakangi Arga.


Risya memejamkan matanya dengan memegang erat kemeja yang terbuka semuanya. Hanya untuk menguji Arga dia merendahkan dirinya sendiri dan sekarang Risya hanya bisa menangis dengan menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar Arga.


Arga yang duduk di sampingnya yang juga kancing kemejanya sudah terbuka semuanya dengan Arga mengusap wajahnya kasar dengan napasnya yang naik turun yang mencoba untuk menenangkan dirinya. Dan melihat kearah Risya yang tubuhnya terlihat menangis sengugukan tanpa suara dan sepertinya hal itu sangat menyakitkan.


***********

__ADS_1


Arga stres di rumah karena dia dan Risya bertengkar memilih untuk pergi, nongkrong di rumah Boy dengan mereka bersantai di balkon rumah Boy. Arga terlihat sangat suntuk. Sebenarnya dia dan Risya bukan bertengkar baru ini saja sebelumnya pasangan itu banyak bertengkar. Namun ini pertengkaran agak berbeda.


"Ada apa lagi sih Arga. Wajahmu itu lo, benar-benar sangat memperihatinkan?" tanya Boy dengan geleng-geleng.


"Aku ribut dengan Risya," jawab Arga.


"Ya ampun kayak kalian itu hidup tak pernah ribut aja. Jadi itu bukan keluhan atau hal yang sangat mengejutkan. Justru aku akan heran jika kamu san Risya tidak ribut," sahut Boy dengan santai yang meneguk minuman kaleng.


"Boy apa yang kau pikirkan di hari saat kejadian Risya dan Samuel?" tanya Arga tiba-tiba.


"Apa sih Arga. Kenapa jadi tiba-tiba mengungkit ke hal itu. Itu sudah masa lampau. Kau sama Risya sudah menikah dan aku rasa kalian memutuskan menikah. Karena sudah melupakan kejadian itu," sahut Boy.


"Tetapi Risya terus mengungkitnya dan dia tau aku sangat membencinya jika Risya mengungkit hal itu," sahut Arga dengan suara seraknya.


"Kalau Risya mengungkitnya. Berarti ada yang salah dengan kejadian itu. Mungkin saja. Risya hanya ingin kamu tau. Jika dia benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan Samuel," sahut Boy.


"Kau juga percaya jika Risya tidak melakukan itu. Walau kenyataan ada di depan matamu?" tanya Arga.


"Arga kita sama-sama di kejadian itu dan kau jauh lebih mengenal Risya di bandingkan aku dan dengan semua yang terjadi waktu itu. Kau juga melihat bagaimana Risya yang berusaha menjelaskan kepadamu yang berusaha untuk mencari kebenaran dan jika kau tanya aku. Aku percaya pada Risya ata dengan apa yang aku lihat. Aku mempercayai Risya," ucap Boy dengan jujur apa adanya.


"Jika hal itu tidak terjadi. Lalu kenapa Risya langsung pacaran dengan Samuel?" tanya Arga.


"Aku tidak tau Arga bagaimana harus be pendapat. Arga sekarang aku yang bertanya dulu kepada mu. Kenapa kau tidak percaya pada Risya? kenapa kau tidak memberinya kesempatan untuk memberikan keadilan kepadanya? Arga kau yang paling mengenal Risya dan pasti kau yang sangat mencintainya dan tau semua tentang dirinya. Lalu kenapa kau tidak memberinya kesempatan?" tanya Boy yang kali ini benar-benar sangat serius berbicara yang membuat Arga terdiam yang tidak punya kata-kata yang harus di ungkapkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2