
Edo malam hari pulang kerumahnya yang terlihat lelah karena bekerja seharian dia juga pulangnya sangat larut.
"Bi!" panggil Edo yang duduk di sofa dengan melonggarkan dasinya dengan wajah latihnya.
"Iya tuan," jawab Bibi yang akhirnya datang.
"Putri sudah tidur?" tanya Edo.
"Sudah tuan," jawab Bibi.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu buatkan saya teh ya," ucap Edo.
"Baik tuan," sahut Bibi dengan menganggukkan kepalanya dan langsung pergi. Edo menghela napasnya dengan kasar dan memijat kepalanya yang sangat berat.
"Pekerjaan terlalu banyak dan sangat meletihkan," keluh Edo yang terlihat capek dengan pekerjaannya.
Begitulah kalau pengusaha. Banyak pekerjaan yang tidak menentu dan kadang pulangnya juga sangat larut.
**********
Bibi yang sedang membuatkan teh untuk Edo di dapur.
"Bi!" tiba-tiba Tasya menegurnya yang ternyata Tasya ada di rumah itu.
"Iya nyonya," jawab Bibi.
"Biar saya yang buat teh untuk mas Edo," ucap Tasya.
"Tapi nyonya," sahut Bibi.
"Sudah tidak apa-apa. Bibi urus pekerja lain saja," ucap Tasya.
"Baik nyonya," sahut Bibi yang akhirnya menyerahkan pekerjaan itu pada Tasya.
Setelah kepergian Bibi Tasya menyunggingkan senyumnya dengan niat yang dari wajahnya sepertinya ada yang tidak beres. Tasya mengambil cangkir dan mulai membuat teh untuk Edo. Setela menyiapkan teh itu tiba-tiba Tasya mengeluarkan botol kecil dari kantung nya dan meneteskan sampai 5 tetes pada teh tersebut.
"Sekarang kamu lihat Angela. Apa yang akan aku lakukan. Kamu akan tau di mana tempat kamu dan mas Edo hanya akan jadi milikku. Aku Putri dan mas Edo akan hidup bersama dan kamu akan di hempaskan Angela," batin Tasya dengan tersenyum licik sembari mengaduk-aduk minuman itu dengan sendok.
Tidak tau juga apa yang di masukkan Tasya ke dalam teh tersebut. Ya pasti Tasya punya niat yang tidak baik untuk Edo.
Setelah Tasya selesai membuat minuman itu dengan mencampurkan sesuatu kedalamnya. Tanya langsung menghampiri bibi yang sedang beres-beres.
__ADS_1
"Bi!" tegur Tasya membuat bibi membalikkan tubuhnya.
"Iya nyonya," jawab Bibi.
"Ayo kamu berikan ini untuk Mas Edo. Saya mau ketoilet dulu," ucap Tasya dengan memberikan teh tersebut.
"Baik nyonya," sahut Bibi yang menurut saja dan langsung pergi. Tasnya tersenyum dengan penuh kemenangan dan melihat dari kejauhan di mana Edo yang masih di ruang tamu dan memberikan minuman itu pada Edo.
"Ini pak minumannya," ucap Bibi.
"Makasih," sahut Edo.
"Bapak butuh sesuatu lagi?" tanya Edo.
"Nggak! Nanti saja," jawab Edo.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu," ucap Bibi. Edo menganggukkan kepalanya dan Bibi langsung pergi. Edo yang masih terlihat lelah langsung meminum minuman tersebut dan Tasya yang masih berada di kejauhan melihat hal itu menyunggingkan senyumnya yang pasti penuh dengan kemenangan yang rencananya berhasil dan tidak tau apa selanjutnya yang akan di rencanakannya.
Sampai beberapa saat Edo merasa kepalanya sakit dan memijat kepalanya yang terasa berat. Sepertinya Tasya mencampurkan obat ke dalam minuman Edo yang membuat Edo langsung sakit kepala dan tubuhnya juga langsung berkeringat yang kepanasan.
"Ada apa denganku. Kenapa tiba-tiba aku sakit kepala!" batin Edo dengan pandangannya pun yang mulai tidak jelas.
"Mas Edo!" tiba-tiba Tasya datang dan duduk di samping Edo yang langsung memegang Edo.
"Aku memang dari tadi di sini mas. Aku di kamar Putri sedang istirahat dan ini mau pulang," jawab Tasya.
"Ya sudah kamu pulanglah," ucap Edo.
"Iya mas. Aku hanya ingin pamit dengan mas Edo," jawab Tasya. Edo terlihat semakin memijat kepalanya yang mungkin semakin berat.
"Kamu baik-baik saja mas?" tanya Tasya yang memegang tangan Edo dan Edo langsung menepisnya.
"Aku baik-baik saja. Kamu pulanglah," jawab Edo yang berdiri dengan lemas. Namun Tasya membiarkan saja Edo yang berusaha sendiri dan membuat Edo yang hampir jatuh dan Tasya dengan cepat menahan tubuh Edo dengan memeluk perut Edo.
"Mas kamu hati-hati," ucap Tasya.
"Kamu sedang lemas mas. Biar aku antar kamu ke kamar," ucap Tasya.
"Tidak perlu!" tolak Edo.
"Tidak mas kamu tidak bisa sendirian. Jadi biarkan aku yang mengantar kamu," ucap Tasya yang langsung memaksa dan Edo yang semakin lemas tidak bisa berbuat apa-apa dan dia memang sepertinya butuh seseorang untuk membantunya.
__ADS_1
********
Angela yang berada di dama mobil. Berhenti di rumah Edo.
"Semoga saja mas Edo belum tidur," gumam Angela yang sepertinya ada perlu dengan kekasihnya itu. Angela mematikan mesin mobilnya dan langsung keluar dari mobil menuju rumah Edo. Angela masuk begitu saja yang memang sudah terbiasa.
Saat di ruang tamu Angela melihat ada tas kerja Edo dan ada juga teh yang baru terminum sedikit. Baru saja Edo meminum sedikit sudah setengah sadar. Obat yang di berikan Tasya ternyata tidak main-main.
Angela melihat di samping cangkir teh tersebut ada 2 ponsel yang membuat Angela menghampiri meja tersebut dan memegang ponsel tersebutlah yang satunya punya Edo.
"Mas Edo baru pulang kerja," gumamnya.
Angela melihat ponsel yang satunya dan saat layarnya hidup ada foto Tasya dan Putri yang membuat dahi Angela memgkerut.
"Ini ponsel Tasya. Apa Tasya ada di sini. Tasya menginap di rumah ini. Jadi apa yang di katakan Tasya benar. Jika dia memang sering menginap di rumah mas Edo," batin Angela yang tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Namun tetap Angela harus tenang.
Angela pun menaiki anak tangga dengan mengecek ke kamar Putri yang mungkin berpikiran jika Edo ada di sana.
Sementara Edo ada di kamarnya yang baru saja tubuhnya yang di papah Tasya langsung terhempas keranjang dan Edo terlihat setengah sadar membuat Tasya menyunggingkan senyumnya.
Rasya pun yang langsung menjalankan aksinya dengan menaiki ranjang dan membuka kancing kemeja Edo.
"Apa yang kamu lakukan Tasya?" tanya Edo yang samar-samar melihat Tasya.
"Mas kamu kepanasan. Aku hanya ingin melepas pakaian mu," ucap Tasya yang walau di tolak. Namun dia tetap berusaha dan semakin Tasya menyentuh Edo membuat Edo sulit mengendalikan dirinya dan kesadaran a Edo yang semakin hilang.
Sementara Angela yang sudah menaiki anak tangga dan menunju kamar Putri dan Angela membuka pintu kamar Putri yang melihat Putri sudah tertidur membuat Angela menghela napasnya.
"Lalu Tasya dan mas Edo kemana?" tanya Angela.
Prang.
Tiba-tiba terdengar suara pecahan barang membuat Angela kaget.
"Suara apa itu!" gumamnya.
"Berasal dari kamar mas Edo," tebaknya yang menutup pintu kamar Putri dan melihat kamar Edo yang tidak jauh dari tempatnya yang terbuka membuat Angela yang seperti merasa ada sesuatu dan Angela langsung menuju kamar tersebut.
Ternyata Tasya yang kelihatan berusaha membuat Edo terangsang dengan Tasya yang memaksa Edo. Bahkan Sekarang posis Edo jatuh ketubuh Tasya yang membuat Tasya tertindih dan Edo yang berusaha bangkit. Namun Tasya mengalungkan tangannya di leher Edo dan mencium bibir Edo yang tidak akan membiarkan Edo pergi. Walau Edo terlihat menolak.
Angela yang akhirnya tiba di depan kamar Edo dan Angela yang melihat hal tersebut yang pasti dari kejauhan terlihat lebih mengejutkan yang membuatnya benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Mas Edo!" bentak Angela dengan suaranya bergetar.
Bersambung