MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 253 Risya yang aneh.


__ADS_3

"Sayang!!!!!!!!" teriak Risya di dalam kamarnya. Suara Risya yang menggelar kedengaran sampai meja makan. Arga, Salmah dan Dehway yang mendengar suara Risya yang sangat nyaring menutup telinga mereka dengan ke-2 tangan mereka.


"Risya kenapa lagi sih Arga," sahut Dehway menghela napas. Wajah lelah Dehway sudah menunjukkan hal seperti ini sering terjadi sepertinya.


"Aku nggak tau pah. Capek ngurusi dia," ucap Arga dengan menghela napasnya.


"Kamu ini bilangin capek. Di dengar Risya bisa ngambek lo nanti dia," tegur Salmah pada putranya itu.


"Sayang buruan naik!" Risya kembali berteriak dan Arga menghela napasnya.


"Sudah sana buruan kamu lihat istri kamu!" titah Dehway.


"Iyaa," sahut Arga dengan terpaksa yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi menemui istrinya yang sejak tadi berteriak.


"Risya kenapa lagi sih mah?" tanya Dehway.


"Mama mana tau pah. Orang mama ada di sini. Namanya juga hamil dan kelakuannya makin lama makin aneh. Mama juga bingung. Huhhhh sama aja kayak dulu mama lagi hamil Arga," sahut Salmah dengan menghela napasnya.


"Ya mama sih," sahut Dehway.


"Apaan mamah. Papa nyalahin mama," sahut Salmah dengan wajah kesalnya.


"Bukan nyalahin. Mungkin aja karena dulu mama hamil Arga seperti itu. Makanya Risya saat hamil mengikut mama. Karena gen Arga yang ada pada kandungan Risya," ucap Dehway.


"Nggak ada urusannya pah," sahut Salmah.


"Ya ada dong mah," sahut Dehway.


"Arhhhhh terserah papalah. Pokoknya kalau Risya nanti minta yang aneh-aneh lagi. Papa harus bantuin mama," ucap Salamah mengingatkan.


"Ya nggak bisa gitu dong mah. Papa masih banyak kerjaan," sahut Dehway.


"Mama bilangi Risya ya. Kalau papa sudah mulai menolak permintaannya," ancam Salmah.


"Jangan dong mah nanti Risya ngambek," sahut Dehway yang kelihatannya takut


"Makanya jangan aneh-aneh," ucap Salamah.


"Iya-iya," sahut Dehway.


Kehamilan Risya yang memasuki usia 7 bulan sepertinya membuat orang-orang menjadi korban dan merasa tertekan. Di mana-mana hamil muda yang paling repot dengan istri yang banyak permintaan. Tetapi berbeda dengan Risya yang justru sudah hamil tua yang permintaannya tidak masuk akal dan membuat keluarganya pusing termasuk suaminya.


"Ada apa sayang?" tanya Arga membuka pintu kamar. Arga langsung di kagetkan dengan isi kamar yang berantakan. Semua pakaian berserakan, baik di atas tempat tidur di atas lantai dan di depan lemari. Sementara Risya berdiri di depan cermin.

__ADS_1


"Sayang lihat tidak ada satupun pakaian yang muat lagi. Semuanya sempit," rengek Risya dengan memakai pakaian yang tidak bisa di kancing.


Arga menghela napasnya, memejamkan matanya, berusaha untuk tenang dan langsung masuk kedalam kamar itu.


"Lalu apa yang kamu lakukan? kenapa berantakan seperti ini?" tanya Arga.


"Ya aku dari pakaian lah. Tubuhku semakin gendut dan aku tidak punya pakaian," jawab Risya dengan santai.


"Tetapi tidak harus di berantaki semua Risya," sahut Arga menekan suaranya yang memijat pelipisnya.


"Kenapa? Kamu marah?" tanya Risya dengan menatap suaminya itu dengan tatapan horor.


"Tidak ada yang marah," sahut Arga tersenyum palsu.


"Tapi tadi suaranya kayak kesal gitu. Udah itu nggak panggil sayang. Pasti kamu marah padaku dan memakiku di hati kamu," tuduh Risya dengan wajah galaknya.


"Aku tidak marah sayang," sahut Arga dengan lembut sebelum Risya ngambek.


"Alah bohong," sahut Risya.


"Aku berantaki kamar. Karena mencari pakaian. Kamu mau aku tidak memakai pakaian. Aku juga gendut seperti ini karena hamil. Aku juga hamil karena perbuatan kamu. Aku sudah seperti ini aja kamu baru marah-marah. Buatnya aja mau," kesal Risya.


"Yang hamil itu aku. Aku yang merasakan semuanya. Kamu pikir enak apa. Kamu pikir aku tidak kesulitan. Kamu bisanya marah-marah. Protes aja," lanjutnya yang merocos panjang lebar.


"Sayang bukan begitu," sahut Arga yang menghampiri Risya dengan memegang bahu Risya. Namun Risya langsung menepisnya.


"Kamu itu menyebalkan. Kalau tidak mau mengurusiku ya sudah. Kamu beresin itu kamar. Aku mau minta bantuan sama mama dan papa," sahut Risya dengan wajah ketusnya dan langsung pergi keluar dari kamar itu.


"Sayang!" panggil Arga.


Huhhhhhhh.


"Aku lagi yang kenak. Pasti ada aja salahnya. Sudah tau berat badannya naik seperti Hulk seharusnya jangan mencari pakaian lagi di lemari. Pasti tidak ada yang muat. Tetapi malah memberantaki semuanya dan sekarang lihat aku yang harus mengurusnya. Aku yang harus merapikan kapal pecah ini," keluh Arga yang memijat pelipisnya.


Sudah menjadi nasibnya sebagai suami yang tertindas dengan kerandoman istrinya yang hamil.


***********


"Ya sudah ya mah. Papa kekantor dulu!" ucap Dehway pamitan dengan istrinya yang berada di depan pintu dan Salmah yang mencium punggung tangan suaminya itu memberikan restu untuk suaminya dalam menjalani pekerjaannya.


"Iya pah. Papa hati-hati ya dan jangan pulang malam-malam. Ingat sudah tua dan sebentar lagi punya cucu. Jadi harus pulang tepat waktu," ucap Salmah menegaskan pada suaminya itu.


"Iyaaa mah," sahut Dehway.

__ADS_1


"Jangan iya-iya aja. Di dengarkan apa kata istri," tegas Salmah dengan wajah galaknya. Dehway hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Mama, papa!" teriak Risya yang menuruni anak tangga.


"Mah papa pergi dulu ya, udah telat," Dehway langsung buru-buru pergi ketika mendengar suara Risya. Namun sayang Salmah langsung menahan Dehway.


"Papa jangan pergi dulu. Risya lagi manggil," sahut Salmah.


"Papa nanti telat mah. Risya hanya manggil mama saja," sahut Dehway panik.


"Risya panggil kita berdua dan mana ada telat-telat Perusahaan itu punya papa!" tegas Salmah yang tidak akan mengijinkan suaminya itu pergi. Karena dia tidak mau jadi korban sendirian. Dehway juga sengaja menghindari menantunya yang pasti nanti ada saja yang di inginkan menantunya itu.


"Mama, mama!" sahut Risya yang sudah berada di depan pintu. Dehway menghela napasnya yang tidak bisa lari dari Risya.


"Iya Risya sayang ada apa?" tanya Salmah dengan tersenyum lebar.


"Arga menyebalkan! Membuatku muak dia itu membuatku ingin membunuhnya!" keluh Risya dengan wajah kesalnya.


"Memang apa yang di lakukan anak tengil itu sayang?" tanya Salmah dengan tersenyum.


"Pokoknya banyak. Risya hanya membuat kamar berantakan dan Risya di salahkan," jawab Risya.


"Ya itu memang salah kamu Risya," sahut Dehway bicara pelan. Sehingga tidak ada yang mendengar suaranya.


"Ya sudah jangan di perbesar masalah itu," sahut Salmah.


"Tapi Risya sudah tidak punya pakaian lagi mah. Risya sekarang sudah gendut," sahut Risya dengan pipinya yang tembam.


"Siapa bilang kamu gendut. Kamu tidak gendut," sahut Salmah, "iya kan pah?" tanya Salmah.


"Iya dong mah. Menantu papa mana mungkin gendut," sahut Dehway.


"Kalau begitu ayo temani Risya belanja baju," sahut Risya.


"Kamu sama mama aja ya Risya. Papa harus kekantor," sahut Dehway.


"Papa harus ikut," sahut Risya menegaskan. Salmah ingin tertawa mendengarnya.


"Risya tapi...."


"Dah nggak peduli sama Risya ya. Kan Risya mengandung cucu papa," sahut Risya yang memotong pembicaraan Dehway.


"Oke baik. Kita cari baju," sahut Dehway yang tidak punya pilihan. Mereka benar-benar hanya takut pada Risya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2