MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 46 Rachel dan Risya.


__ADS_3

Salmah yang mendengar pengakuan Risya hanya geleng-geleng yang tidak percaya. Sementara Risya pasti sedang menahan tawa ya memang ada-ada saja yang di lakukan Risya dan begitulah Risya yang sangat suka membuat opini dan menjatuhkan harga diri Arga yang masih berdiri di tempatnya dengan mengepal tangannya.


"Ya ampun Risya. Pasti kamu kasihan sekali ya," ucap ucap Salamah dengan membelai rambut Risya.


"Mau bagiamana lagi mah. Itu sudah nasib Risya yang tidak akan di sentuh suami Risya," sahut Risya yang merasa ternistakan.


"Kamu jangan khawatir Risya. Mama akan mencari cara supaya Arga itu bisa melirik kamu dan bernafsu pada kamu," ucap Salmah.


"Memang mama mau melakukan apa?" tanya Risya.


"Kamu tenang aja di tempat. Yang pastinya mama akan buat Arga kepanasan dengan penuh gairah dan menuntaskan pada kamu dan kamu akan mendapatkan hak kamu," ucap Salmah membuat Risya melotot dengan menelan salivanya.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Risya langsung tersedak mendengar perkataan mamanya itu dengan Risya yang langsung minum dengan keringat dingin yang takut-takut dengan perkataan mama mertuanya itu.


"Jangan sampai aku menjadi korbannya. Wau aku bisa dalam bahaya ini. Aduh kenapa juga harus mengatakan itu kepada mama tadi," batin Risya yang panik sendiri. Dia yang membuat ulah dia juga yang kepanikan ya begitulah Risya. Tidak tau saja Salmah jika sudah berhubungan dengan hal itu pasti banyak saja caranya. Risya salah orang ternyata.


***********


Sehabis dari kantor Risya mampir ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan untuk mulutnya yang kadang-kadang tidak bisa jika tidak mengunyah. Risya mengambil cemilan favoritenya yang hanya tinggal satu lagi. Namun ternyata ada yang mengambil terlebih dahulu sebelum tangannya menyentuhnya membuat Risya melihat siapa orang yang mengambilnya.


"Rachel!" lirih Risya yang ternyata Rachel orangnya.

__ADS_1


"Ini milikku. Aku yang duluan mengambilnya dan kamu telat," ucap Rachel.


"Kalau kau mau ambil saja. Aku tidak punya waktu untuk berebut padamu," sahut Risya dengan ketus dan masa bodo.


"Tapi kamu menghabiskan waktumu untuk merebutkan Arga. Sampai kau berulah agar aku dan Arga tidak bisa bicara," ucap Rachel membuat Risya yang tadinya ingin mengambil cemilan lain. Langsung melihat Rachel dengan serius


"Apa maksudmu?" tanya Risya.


"Sangat jelas Risya apa yang kau lakukan kemarin adalah sebuah kesengajaan yang mana kau ingin menguasai Arga," ucap Rachel.


hahahaha. Risya mendengarnya langsung tertawa-tawa terbahak-bahak, "hey kau itu lucu sekali. Apa kau tidak sadar hah! Arga itu suamiku dan kau juga sudah punya suami dan seharusnya kau tidak mendekati suami orang lain," tegas Risya.


"Aku hanya ingin bicara kepada Arga," sahut Rachel.


"Kau mau bicara apa kepadanya, mengeluhkan kondisimu atas perbuatan suamimu. Kau tidak mengingat kejadian di hotel hah! suamimu hampir memukul Arga. Gara-gara ikut campur dan kau malah membuat ulah yang melibatkan Arga. Seharunya rumah tanggamu kau urus sendiri," tegas Risya dengan emosi.


"Jangan seenaknya menyalahkanku. Kau yang menikah, kau yang menyalahkanku," sahut Risya kesal.


"Aku tidak akan menikah dengan dia. Jika bukan karena kau. Kau pikir aku tidak tau hah! kau yang membuat aku harus menikah dengan terpaksa," sahut Rachel.


"Jangan sembarangan bicara. Aku tidak mengenal suamimu. Jadi jangan mengaitkan ku dengan hal itu dan kau menikah itu karena kebodohanmu dan berani main-main denganku," tegas Risya menunjuk tepat di wajah Rachel.


"Apa maksudmu?" tanya Rachel.

__ADS_1


"Aku pacaran dengan Arga. Ketika kalian kalian sudah putus lama dan aku juga mengenal Arga ketika kalian tidak ada hubungan apa-apa. Dan kau masih ingin mengacaukan hubunganku dengan Arga dengan fitnah yang kau perbuat. Eh Rachel jangan kau pikir aku tidak tau ya. Jika kejadian beberapa tahun lalu itu karena perbuatanmu," tegas Risya membuat Rachel terdiam dengan napasnya yang naik turun.


"Jika sekarang kau menikah dan mendapatkan kehidupan seperti itu. Itu karena karma yang kau dapatkan. Karena kau sudah berani mengahancurkan hubungan ku dengan Arga," ucap Risya.


"Jangan mengarang cerita Risya. Aku tidak tau apa-apa. Dan aku tidak mengganggumu sama sekali," sahut Rachel yang membantah tuduhan Risya.


"Kau mana mungkin mengaku," sahut Risya.


"Sudahlah Risya, jangan mengalihkan pembicaraan dengan kau yang menyalahkanku karena putus dari Arga. Kau hanya marah dengan kebodohanmu sendiri dan Arga tidak mempercayai mu sama sekali. Jadi jangan melibatkan ku," sahut Rachel.


"Wanita manipulatif. Kau dengarkan aku Rachel. Aku sangat tau siapa dirimu. Jadi aku peringatkan kepadamu untuk tidak main-main yang ke-2 kalinya denganku. Apa lagi kau berusaha untuk memisahkan aku dan Arga. Aku tidak akan membiarkan hal itu. Karena kau adalah istrinya," tegas Risya dengan penuh penekanan dalam setiap kata-katanya yang membuat Rachel terdiam.


Risya tidak bicara lagi dan langsung membalikkan tubuhnya yang pergi dari hadapan Rachel.


"Sombong sekali dirimu yang mengatakan kau itu istri Arga. Hanya pernikahan saja. Tetapi kau tidak memilikinya. Jangankan memiliki hatinya. Tubuhnya saja tidak bisa kau miliki," ucap Rachel dengan sinis yang tiba-tiba berkata yang membuat Risya mengepal tangannya tanpa membalikkan tangannya.


"Kenapa? diam Risya apa yang aku katakan tidak benar. Kau hanya melarangku bicara pada Arga saat itu. Tapi jangan kau pikir kami tidak berkomunikasi setelah itu dan juga aku tau banyak hal tentang bagaimana kau dulu yang berpacaran dengan Arga. Meski berpacaran bertahun-tahun. Tetapi kau tetap tidak memilikinya," ucap Rachel dengan sinis.


Risya membalikkan tubuhnya dengan tersenyum kepada Rachel, "apa maksud dari perkataan mu. Apa kau sedang pamer kepadaku. Jika saat kau pacaran dengan Arga. Kau sudah di pake berkali-kali oleh Arga. Kau mau pamer dengan dirimu yang sangat murahan itu," ucap Risya dengan menyunggingkan senyumnya yang mengejek Rachel.


"Aku seharunya tidak heran kenapa suamimu harus melakukan itu kepadamu. Karena memang wanita yang di nikahinya bukan wanita baik-baik dan sangat murah," sini Risya.


"Kau," Rachel yang tidak terima terlihat ingin menampar Risya.

__ADS_1


"Apa!" sahut Risya yang tidak takut dan malah menantang, "kau dengar aku Rachel, ini peringatan terakhir untukmu. Kau harus tau seperti apa aku jika kesabaran ku sudah habis. Jadi jangan pernah sekali-kali ingin main-main denganku dengan kau yang melakukan cara-cara kotormu itu. Jika dulu aku mengampunimu dan maka kali ini tidak akan ada toleransi kepadamu lagi. Jadi sebaiknya dengarkan apa yang aku katakan," tegas Risya dengan penuh penekanan yang menatap tajam Rachel.


Bersambung


__ADS_2