MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 200 Tidak peduli.


__ADS_3

Hariyanto memaksa Tasya keluar dari mobil dan sampai mendorong Tasya yang membuat Tasya hampir jatuh.


"Mas kamu itu sangat kasar," sentak Tasya.


"Aku akan lebih melakukannya kepadamu. Aku sudah memberi peringatan kepadamu untuk tidak menggangguku. Tetapi kau mencari masalah dan mengangu ku!" bentak Hariyanto.


"Aku sudah mengatakan mas. Aku tidak akan berhenti sebelum kau mau melakukan tes DNA. Putri itu anakmu!" tegas Tasya.


"Diam!" teriak Hariyanto tepat di wajah Tasya membuat Tasya memejamkan matanya mendapatkan teriakan itu.


"Anakku hanya Risya! Kau kecam kan itu!" kecam Hariyanto dengan penuh penekanan dan penegasan kepada Tasya.


"Kau hanya mengakui Risya sebagai anakmu. Apa itu adik untuk Putri. Itu tidak adil mas. Dia juga butuh pengakuan dari ayah kandungnya," ucap Tasya.


"Terserah apa ya ingin kau katakan Tasya. Tetapi bagiku. Risya hanya anakku. Sekali lagi kau mengatakan Putri anakku. Maka aku akan membuatmu tidak bisa bicara!" ancam Hariyanto.


"Lakukan mas. Dan aku juga akan melakukan apa yang harus aku lakukan. Jika kau tidak mengakui Putri. Maka aku pastikan kau akan kehilangan Risya dan istrimu!" ancam Risya.


"Kau pikir aku takut dengan dirimu. Kau lakukan dengan sesukamu!" tegas Hariyanto yang penuh penekanan dan langsung pergi dari hadapan Tasya.


"Mas mau kemana kamu?"


"Mas! Kau tidak bisa pergi begitu saja!"


"Mas!"


"Mas!"


Tasya berusaha menghentikan Hariyanto yang memasuki mobil dengan mengetuk-ngetuk pintu mobil Hariyanto. Dan Hariyanto tidak peduli sama sekali yang memang akan meninggalkan Tasya di pinggir jalan.


"Mas!" teriak Tasya. Tasya langsung nekat berdiri di hadapan mobil Hariyanto dengan merentangkan ke-2 tangannya yang menghalangi Hariyanto.


"Kau tidak akan bisa pergi mas!" teriak Tasya yang mengancam.


Hariyanto yang berada di dalam mobil dengan tangannya memegang stir mobil. Menatap Tasya dengan tajam. Hariyanto juga menyalakan mesin mobil yang tidak peduli sama sekali. Tasya pasti sangat panik dengan apa yang di lihatnya.


"Kau tidak takut mas. Tabrak aku mas!" ancam Tasya yang menantang Hariyanto.


Hariyanto pun menarik gas mobilnya dan memundurkannya. Lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi. Tasya kaget melihatnya dan langsung menghindar sebelum mati karena kelakuan mobil Hariyanto yang begitu kencang.


"Kurang ajar kau mas!"


"Kurang!"


"Kau ingin membunuhku!"


"Argggghhh!" teriak Tasya yang marah-marah mengumpat sendiri dengan kekesalannya pada Hariyanto.


"Kau pikir aku akan tinggal diam aja dengan semua ini. Tidak akan mas!" batin Tasya.


"Tapi bagaimana ini. Aku bagaimana ingin pulang. Sial! Keterlaluan kamu mas kami benar-benar meninggalkan ku di jalanan," umpat Tasya yang melihat di sekelilingnya dan baru di sadarinya ternyata tidak ada orang sama sekali.


"Arrrggg sial!" umpat Tasya mengusap wajahnya dengan kasar.


***********

__ADS_1


Risya dan Angela menemani Putri menghadiri acara ulang tahun teman Putri. Mereka berdua yang duduk berdua mengawasi Putri yang bermain begitu bahagia dengan teman-teman seusia Putri. Namun mata Angela terus melihat sendu Putri. Seolah ada kesedihan yang iya rasakan.


"Kamu sangat menyayangi Putri?" tanya Risya yang memperhatikan Angela.


"Mana mungkin tidak Risya," sahut Angela.


"Aku bisa melihat semua itu. Aku bisa melihat ketulusan kamu pada Putri," ucap Risya.


"Aku takut Risya. Jika semua perkataan Tasya benar. Aku tidak akan siapa kehilangan Putri. Aku sangat takut jika semua itu akan terjadi," ucap Angela.


"Jika kamu takut. Lalu bagaimana dengan Edo. Perasaannya pasti lebih akan hancur Angela," sahut Risya.


"Tasya benar-benar keterlaluan. Jika semua itu benar. Dia benar-benar sudah menipu Edo selama ini dan itu di lakukan karena ke egoisannya. Apa dia tidak memikirkan Putri. Karena bagaimana Putri yang menjadi korbannya. Dia akan bertanya-tanya dengan semua yang tidak belum tentu bisa di pahaminya," ucap Angela.


"Jika dia tidak egois. Maka semuanya tidak akan terjadi. Dia tidak kembali dan menuntut hak asuh anak. Jadi memang semuanya terjadi karena ke egoisannya itu," ucap Risya.


"Aku hanya berharap semua masalah selesai dan jika memang benar apa yang di katakan Tasya adalah benar. Kau hanya berharap dia di beri kesadaran," ucap Risya dengan penuh harapan.


"Aku juga mengharapkan hal yang sama Risya!" ucap Angela.


**********


Setelah Risya dan Angela menemani Putri sampai acara Putri selesai di salah satu Mall. Mereka pun langsung pergi.


"Arga menjemput Risya?" tanya Angela.


"Iya dia sedang menjemput dan aku sama Arga akan antar kamu sama Putri," ucap Risya.


"Oke kalau begitu," sahut Angela dengan tersenyum.


Angela menganggukkan kepalanya dan menunggu Risya yang menelpon suaminya itu.


"Putri harus?" tanya Angela.


"Tidak kok mah," sahut Putri.


"Baiklah sayang," sahut Angela dengan mengusap-usap pucuk kepala Putri. Namun tiba-tiba Angela yang melihat Hariyanto ada di Mall tersebut.


"Risya itu bukannya Om Hariyanto?" tanya Angela membuat Risya langsung melihat ke arah Hariyanto.


"Papa!" panggil Risya mengangkat tangannya ketika melihat ada papanya di Mall itu. Hariyanto pun langsung menghampiri putrinya begitu melihat dirinya.


"Risya!" sapa Hariyanto dengan tersenyum dan mata Hariyanto melihat ke arah Putri yang tangannya di pegang Angela. Melihat Putri membuat Hariyanto mengingat semua perkataan Tasya dan ada ketakutan pada dirinya dan melihat Putri terus.


"Kenapa Om terus melihatku?" tanya Putri heran. Hariyanto langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidak apa-apa," jawab Hariyanto.


"Papa kok ada di sini?" tanya Risya.


"Papa ada keperluan di sini. Tadi baru bertemu dengan klien papa," jawab Hariyanto.


"Kalian sendiri ngapain di sini?" tanya Hariyanto.


"Memani Putri ke acara ulang tahun temannya," jawab Risya.

__ADS_1


"Oh begitu. Ya sudah kamu pulang sama papa ya," ucap Hariyanto yang sepertinya ingin menjauhkan Risya dari Putri.


"Tapi nanti dulu pah. Aku sudah di jemput Arga dan Arga sepertinya sudah di jalan," jawab Risya.


"Begitu rupanya. Ya sudah papa ketoilet sebentar ya," ucap Hariyanto.


"Iya pah Risya akan tunggu di sini!" jawan Risya. Hariyanto mengangguk dan langsung pergi.


"Papa Tante sangat aneh," ucap Putri.


"Kamu itu semua orang kamu bilang aneh. Dasar kamu!" sahut Risya dengan sewot.


"Memang aneh kok," sahut Putri.


"Sudah Putri jangan mendebat Tante Risya," ucap Angela.


"Orang Tante Risya yang duluan kok," sahut Putri.


"Kamu tuh yang duluan," sahut Risya yang adanya ke-2 bertengkar.


***************


Masih berada di Mall. Setelah selesai dari kamar mandi. Hariyanto kembali menyusul ketempat Risya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Tasya yang berdiri tidak jauh di depannya dengan Tasya yang tersenyum miring dengan ke-2 tangannya yang berada di dadanya.


Hariyanto pasti panik dengan melihat di sekelilingnya yang takut jika Risya melihatnya. Karena di tempat itu ada Risya. Hariyanto langsung menghampiri Tasya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Kenapa mas? Kau takut jika aku ada di sini?"


"Atau kamu heran kenapa aku bisa ada di sini. Karena kamu tadi telah menurunkan ku di jalan," ucap Tasya.


"Terserah apa yang mau kamu katakan. Jangan mencoba untuk mendekati Risya!" tegas Hariyanto.


"Jadi dia ada di sini. Wau itu hal yang sangat bagus sekali," ucap Tasya dengan tersenyum.


Hariyanto langsung mencengkram lengan Tasya dengan kuat.


"Berani kau mendekati Risya. Habis kau hari ini juga," ancam Hariyanto berbicara pelan dengan menekan suaranya tepat di depan Tasya.


"Sakit mas! Lepaskan aku!" keluh Tasya.


"Aku tidak akan main-main Tasya. Jadi kau dengarkan aku!" tegas Hariyanto.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kau melakukan tes DNA!" sahut Tasya yang itu-itu saja menjadi tuntutannya pada Hariyanto.


"Aku sudah mengatakan tidak akan melakukannya!" tegas Hariyanto.


"Kalau begitu aku akan menemui Risya sekarang," ancam Tasya.


"Kau!" cengkraman tangan itu semakin kuat membuat Tasya kesakitan.


"Pah!" tiba-tiba terdengar suara pria yang membuat Hariyanto terkejut dengan matanya yang membulat sempurna dengan suara yang tidak asing di dengarnya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2