MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 104 Permintaan orang tua.


__ADS_3

Dalam acara ulang tahun pernikahan itu ada kue yang di bawakan pelayan. Cake ulang tahun yang di atasnya terdapat foto pengantin yang sangat cantik yang berarti simbol untuk pernikahan Dehway dan Salmah yang ke-30 tahun.


"Ayo mbak Salmah tiup lilinnya!" ucap Tantri


"Tiupnya secara bersamaan ya," sahut yang Hariyanto.


"Baiklah, aku sama maa Dehway tiup sama-sama ya," ucap Salmah.


"Silahkan mbak," sahut Tantri.


"Tetapi sebelum itu kita mama sama papa berdoa dulu untuk kelanggengan pernikahan mama dan papa," ucap Risya yang memberikan saran.


"Iya Risya," sahut Salmah, "untuk pernikahan aku sama mas Dehway yang ke- 30 tahun ini meminta untuk kebahagiaan sepertinya sudah cukup. Karena aku sudah bahagia dengan pernikahan ini dengan di berikan anak yang baik dan pasti menantu yang sangat cantik," ucap Salmah.


"Dan mama di hari aniversary pernikahan ini hanya meminta untuk kalian berdua yang rukun-rukun dalam menjalani rumah tangga kalian, langgeng dalam pernikahan kalian dan mama hanya ingin kalian berdua tetap saling mencintai, saling merangkul, saling memahami dan tidak saling bertengkar. Agar kalian berdua bisa hidup bahagia terus," ucap Salmah yang bergantian melihat Risya dan Arga.


Risya dan Arga hanya terdiam. Sebagai orang tua pasti sangat khawatir dengan permasalahan Risya dan Arga yang sangat serius. Belum lagi ke-2 nya sudah lama pisah rumah dan ini permintaan Salmah di hari ulang tahun pernikahannya.


"Sama dengan papa. Papa juga ingin kalian berdua berbaikan. Jangan bertengkar-tengkar lagi. Jangan salah paham lagi. Kalian sudah sama-sama dewasa dan kalian sudah saling mengerti," sahut Dehway menambahi.


Tidak ada respon dari Risya yang sebenarnya itu untuk Risya yang mana kode untuk Risya untuk memafkan Arga dan kembali kerumah Arga.


"Ma, pa, ayo tiup lilinnya nanti meleleh," sahut Arga.


Salmah dengan matanya berkaca-kaca mengangguk dan sama-sama serentak meniup lilinnya bersama suaminya yang mendapatkan tepuk tangan dari Tantri dan juga Hariyanto yang pasti Risya dan Arga juga.


"Maafkan Arga mah, semua masalah terjadi karena Arga. Arga tidak pernah bisa menjadi kepala keluarga yang baik," batin Arga yang merasa dirinya yang bersalah dengan rumah tangganya yang berantakan.


"Aku tau mama dan papa sangat menginginkan hubunganku baik-baik saja dengan Arga. Tetapi semuanya tidak mudah. Aku yang mengalami semua ini dan semua yang di lakukan Arga terlalu sakit dan aku tidak bisa menjamin apa dia bisa berubah," batin Risya yang benar-benar begitu kecewa dan sampai menutup hati dan tetap pada keras hati untuk tidak luluh. Hanya dengan kata manis Arga.


"Kita potong kuenya mbak," sahut Tantri.


Salmah mengangguk dan memotong kue dengan saling memegang pisau bersama suaminya dengan mereka yang saling melihat dan sama-sama tersenyum.


"Kue pertama untuk pasangan baru. Supaya pernikahan kalian langgeng," ucap Salmah yang memberikan potongan kue pertama untuk Arga dan Arga yang mengambilnya dengan tersenyum tipis.


"Arga suapi istri kamu. Karena kue itu kalian berdua," sahut Dehway.

__ADS_1


"Biar pernikahan kalian menular kerukunannya," sahut Hariyanto.


Arga mengangguk dan menghadap Risya. Risya mungkin bisa saja menolak suapan dari tangan suaminya itu. Namun ini hari bahagia dan tidak mungkin membuat Salmah dan Dehway sedih yang dengan terpaksa dan sedikit canggung Risya membuka mulutnya kecil dan menerima suapan dari Arga.


Hal itu membuat Salmah, Dehway, Tantri dan Hariyanto tersenyum dan bahkan Dehway mengabadikan dalam mengambil gambar.


Risya yang sudah memakan kue itu salah tingkah dan langsung mengalihkan wajahnya dari hadapan Arga.


"Sekarang kamu Risya gantian dengan suami kamu," sahut Salmah. Risya menurut saja dan menyuapi Arga dengan kue yang sama pada Arga dan Arga juga membuka mulutnya menerima kue itu.


"Semoga saja malam ini menjadi malam kebahagiaan untuk kita semua termasuk untuk Arga dan juga Risya yang bisa saling memaafkan. Karena mama percaya ada cinta di hati kalian berdua dan cinta itu sangat besar," ucap Salmah yang selalu dalam setiap katanya meminta yang terbaik dan doa untuk anak dan menantunya itu.


Setelah selesai acara aniversary pernikahan itu. Mereka juga menikmati makan malam sambil mengobrol-ngobrol sedikit dan pasti sejak tadi Risya dan Arga tidak ada senyum-senyumnya sama sekali yang mana mereka terlihat diam dan seperti orang asing dengan Reval.


Dan tetap seperti itu sampai makan malam selesai dan malam semakin larut.


"Ini sudah malam, terima kasih ya mbak Tantri dan mas Hariyanto yang sudah hadir dalam acara kami yang sederhana ini," ucap Salmah.


"Sama-sama mbak. Kami sangat senang dengan kami yang di libatkan dalam acara ini," sahut Tantri.


"Terima kasih untuk doanya," sahut Dehway.


"Ya sudah ini sudah malam, aku sama mas Hariyanto pulang duluan ya," ucap Tantri.


"Aku juga harus pulang mah," sahut Risya.


"Kamu pulang kemana Risya?" tanya Salmah.


"Ke rumah mama dan papa Risya," jawab Risya yang apa adanya.


Wajah Salmah sangat sedih mendengar ucapan Risya yang mengatakan hal itu membuat Salmah kecewa.


"Risya kamu pulang kerumah suami kamu ya," ucap Tantri.


"Tidak mah, Risya mau pulang ketempat mama. Risya hanya ingin berada di tempat yang nyaman," jawab Risya dengan wajahnya yang begitu dingin dan Arga hanya melihat Risya sepanjang bicara.


Ini tingkat kemarahan Risya yang paling tinggi sampai-sampai sudah tidak peduli dengan apa-apa lagi.

__ADS_1


"Ya sudah tidak apa-apa Risya. Kapan kamu pulang kerumah kami. Pintu rumah kami terbuka dengan lebar dan iya sayang kamu jangan khawatir ya. Papa dan mama di rumah menunggu kamu terus dan sangat berharap kamu pulang secepatnya," ucap Dehway.


"Iya pah," sahut Risya yang hanya datar saja menjawab.


"Tapi biarkan Arga mengantar kamu ya," sahut Salmah.


"Tidak usah mah, Risya tadi bawa mobil sendiri ke mari," ucap Risya.


"Risya tidak ada salahnya suami kamu yang menyetiri kamu anggap saja ini hadiah untuk mama dan papa," sahut Salmah.


Risya terdiam yang pasti tidak mau satu mobil dengan Arga. Apa lagi Arga harus mengantarnya. Namun melihat ke-2 wajah mertuanya itu yang sangat menunggu-nunggu persetujuan dan harapan dari Risya membuat Risya serba salah.


"Risya ayolah nak," sahut Hariyanto yang sedikit membujuk anaknya itu.


"Ya sudah," sahut Risya yang harus menurunkan egonya. Salmah, Dehway, Tantri dan Hariyanto tersenyum mendengarnya.


"Kalau begitu Risya pulang dulu," ucap Risya yang berdiri dari tempat duduknya dan mengambil tasnya. Sebelum meninggalkan Restaurant itu Risya berpamitan dulu pada mertuanya dengan mencium punggung tangan ke-2 mertuanya itu dan langsung pergi setelah itu tanpa bicara apa-apa lagi. Atau berpamitan pada Arga.


Arga juga berdiri dari tempatnya yang pasti ingin menyusul Risya.


"Arga kamu harus lebih mengalah. Karena semua ini terjadi karena kamu. Jadi harus mengalah ya," ucap Salmah.


"Iya mah, aku pergi dulu," ucap Arga yang sebelum pergi juga berpamitan pada orangtuanya dan mertuanya.


"Huhhhhh, anak-anak mungkin lagi menghadapi cobaan dalam pernikahan mereka. Kita doakan saja yang terbaik untuk pernikahan mereka," ucap Hariyanto.


"Semoga saja Arga bisa menyelesaikan masalah ini dengan dewasa," ucap Salmah.


"Kita mendoakan saja yang terbaik untuk anak-anak," ucap Salmah.


*********


Sementara Arga dan Risya yang sudah berada di dalam mobil yang pasti Arga yang menyetir. Keduanya hanya diam tanpa ada obrolan dan Arga juga sepertinya tidak ingin berbicara dengan Risya yang adanya nanti Risya akan mengamuk dan lebih baik Arga diam.


Karena sangat senyap dan tidak ada pembicaraan di antara ke-2nya membuat Arga menyetel musik romantis di antara kesunyian dan musik itu di perdengarkan dengan diamnya pasangan suami istri tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2