
Salmah dan Dehway harus menemani Risya mencari baju-baju. Karena baju-baju Risya sudah pada sempit semuanya. Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan Mall.
"Risya Mall nya masih tutup," ucap Dehway yang melihat ke luar dan memang benar Mall tersebut masih tutup. Karena masih pagi juga.
"Ya udah kita tungguin aja pah," sahut Risya dengan santainya.
"Sayang mana mungkin di tungguin. Ini baru jam brapa," sahut Salmah.
"Benar kata mama kamu. Ini masih pagi dan papa juga harus kekantor. Jadi tidak mungkin di tungguin sayang," sahut Dehway yang sejak tadi ingin buru-buru pergi.
"Isssss mama sama papa kenapa sih? Mama sama papa dah nggak mau temani Risya," sahut Risya kesal.
"Bukan begitu sayang masalahnya ini masih pagi sayang dan kita tidak mungkin menunggu," ucap Salmah.
"Issss pokoknya Risya mau sekarang beli bajunya. Risya udah nggak punya baju lagi. Mau pake baju apa coba nanti," ucap Risya dengan kesal. Dia sudah merengek seperti anak kecil.
"Mama sama papa jangan seperti Arga dong yang udah nggak peduli sama Risya lagi," ucap Risya dengan wajah cemberutnya.
"Iya-iya sayang. Kita itu sangat peduli dengan kamu dan mana mungkin tidak," sahut Salmah.
"Ya sudah tungguin Mall nya sampai buka," ucap Risya.
"Iyaaa Risya," sahut Salmah dan Dehway serentak dengan keduanya tersenyum palsu. Risya pun tersenyum yang pasti sangat bahagia dengan 2 orang tua suaminya itu yang kuat biasa baiknya kepadanya.
***********
Lama menunggu akhirnya Mall tersebut buka. Risya berbelanja dengan semaunya yang di temani Dehway dan Salmah. Mereka awalnya tidak semangat menemani Risya dan bawaannya kesal. Namun ternyata mereka justru enjoy dan senang saat menemani Risya berbelanja.
Bahkan mereka membeli banyak pakaian untuk Risya. Risya memang anak yang paling beruntung memiliki orang tua yang sangat luar biasa baginya.
"Risya mau yang mana lagi?" tanya Salmah.
"Ini sudah kebanyakan mah. Jadi sudah cukup," jawab Risya.
"Yakin sudah cukup?" tanya Dehway.
"Iya pah. Lagian hanya beberapa bulan lagi Risya gendutnya dan akan kembali kurus lagi. Jadi pakaian ini sudah cukup!" tegas Risya.
"Baiklah Risya terserah kamu aja," sahut Dehway.
"Sekarang kita pulang atau cari makan dulu?" tanya Salmah.
"Perut Risya lapar. Jadi Risya mau makan boleh?" tanya Risya dengan manjanya.
"Pasti boleh sayang. Memang Risya mau makan apa?" tanya Salmah.
"Malam yang banyak yang Risya ingin," jawab Risya.
"Oke sayang kita akan cari makan yang Risya inginkan," sahut Salmah.
"Makasih mah," ucap Risya.
"Ya sudah sekarang. Ayo kita bayar dulu belanjaannya," sahut Dehway.
__ADS_1
"Papa yang bayarkan?" tanya Salmah.
"Iya-iya. Papa yang bayar," sahut Dehway. Risya dan Salmah tersenyum saat akan di bayar belanjaan mereka. Tidak mereka. Hanya Risya saja yang berbelanja.
***********
Risya berada di dalam kamar bersama dengan Arga. Di mana Risya yang sedang mencoba pakaian yang tadi di belikan oleh mertuanya.
"Sayang mau sampai kapan mencoba pakaian itu terus?" tanya Arga.
"Apa sih ya biarin lah orang ini pakaian aku," sahut Risya dengan sewot.
"Ya aku tau itu punya kamu. Tetapi kamu lupa. Kalau kita harus pergi ke acara makan malam yang adakan Edo dan Angela," ucap Arga yang mengingatkan.
"Ya aku ingatlah mana mungkin lupa," sahut Risya.
"Ya sudah kalau begitu kamu siap-siap buruan. Nanti kita telat lo. Nggak enak dengan Edo dan Angela," ucap Arga yang mengingatkan istrinya itu.
"Iya-iya kamu itu cerewet banget," sahut Risya dengan kesal. Arga hanya menghela napasnya.
************
Acara makan malam yang di adakan Edo. Di adakan di salah satu Restaurant mewah. Arga dan Risya sudah sampai dan sudah bersama Edo dan Angela. Bangku yang di pesan sepertinya lebih dari beberapa orang.
"Syrala belum datang?" tanya Risya.
"Katanya masih di jalan," jawab Angela.
"Kalau kalian mau pesan dulu yang nggak apa-apa. Pesan aja dulu," sahut Edo.
"Nanti aja nunggu yang lainnya," sahut Arga.
"Oh iya Risya bagaimana kandungan kamu?" tanya Angela.
"Baik-baik aja kok dan belakangan ini bayinya mulai nendang-nendang," jawab Risya dengan mengelus-elus perut buncitnya.
"Bayinya perempuan apa laki-laki?" tanya Angela.
"Kamu belum tes USG. Ya nanti aja, pengen Supraise untuk jenis kelaminnya," sahut Arga.
"Lalu beli barang-barang untuk bayi bagaimana? kalau nggak tau jenis kelaminnya kan bukannya ribet ya. Takut salah beli nantinya," ucap Angela.
"Di beli yang netral aja dan menurut feeling aja," sahut Risya dengan tersenyum lebar.
"Iya deh kalian yang paling ingin Supraise yang terpenting bayinya sehat-sehat aja dan melahirkan dengan normal," sahut Angela dengan doanya.
"Amin!" sahut Risya dan Arga.
"Amin apa ini?" tiba-tiba Syrala dan Boy datang.
"Eh kalian berdua baru datang," sahut Risya yang langsung cipika-cipiki dengan Syrala begitu juga dengan Angela. Kalau Boy dan Arga maupun Edo. Tidak mungkin cipika-cipiki. Jadi sesuai aja hanya tos ala-ala cowok.
"Sorry telat. Biasa Jakarta macet," sahut Syrala yang langsung mengambil tempat duduk.
__ADS_1
"Kita juga baru sampai," sahut Arga.
"Kalian pergi bareng?" tanya Risya.
"Nggak. Tadi kita ketemu di depan," jawab Syrala.
"Kenapa nggak bareng-bareng aja sih," sahut Angela.
"Entah nih berdua. Kalian berdua ini kapan jadiannya sih. Keburu kecantol yang lain lo nanti," sahut Risya dengan celetukan yang gemes sendiri dengan Boy dan Syrala yang sudah sampai berabad-abad belum juga jadian.
"Udah-udah nggak usah bahas jadian. Itu tidak penting. Kita makan saja. Aku dah lapar ini," sahut Syrala yang kelihatan sangat menghindari pembahasan itu.
"Ya sudah kamu pesan aja," sahut Angela.
"Memang masih ada yang mau di tunggu ya?" tanya Syrala.
"Putri belum datang," jawab Edo.
"Oh Putri juga datang. Aku dengar sih Tasya lagi ada kerjaan di Jakarta. Jadi dia sama Putri pasti lama di Jakarta," sahut Syrala.
"Panjang umur tuh orangnya datang," sahut Risya yang melihat Tasya masuk kedalam Restaurant dan hanya Tasya dan seorang Pria .
"Siapa laki-laki itu?" tanya Syrala penasaran.
Yang lain juga pasti bertanya-tanya dan tidak ada yang tau.
"Hay maaf kami terlambat," sahut Tasya tersenyum.
"Nggak apa-apa," sahut Edo.
"Oh iya kenalin ini Bram. Aku sama Bram lagi menjalani hubungan serius," ucap Tasya memperkenalkan Pria yang di gandengnya itu ternyata kekasih barunya.
"Oh Hay, aku Risya,"
"Arga!"
"Angela!"
"Edo!"
"Syrala!"
"Boy!"
"Salam kenal semuanya aku Bram," sahut Bram yang mengulurkan tangannya dengan ramah.
"Putri mana Tasya?" tanya Edo yang tidak melihat Putri.
"Putri ada di Apartemen. Tadi aku sama Bram meninggalkannya. Dia sedang tidur makanya tidak ikut," jawab Tasya.
Mendengar Putri yang tidak ikut membuat wajah Edo kecewa. Sepertinya kehadiran Putri yang di inginkannya dan malah Putri yang tidak hadir. Mungkin saja Edo merindukan Putri.
Bersambung
__ADS_1