MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 41 ajakan makan siang.


__ADS_3

Di dalam mobil Risya yang menyetir dengan kedua temannya yang masih ikut bersamanya yang Risya tadi menjemput di kantor masing-masing dan sekarang harus mengantarkannya kembali kekantor masing-masing. Risya yang menyetir. Angela duduk di sampingnya dan Syarla duduk di jok belakang sementara ke-2 temannya itu sibuk bermain handphone.


"Kira-kira apa tandanya ya kalau seorang mantan membuat ulang tahun mantannya sebagai kode paling berharga?" tanya Risya tiba-tiba membuat Syarla dan Angela heran dan langsung melihat Risya.


"Bagaimana tadi?" tanya Syarla yang maju kedepan untu mendengarkan lebih jelas apa kata Risya.


"Iya Risya kamu tanya apa sih tadi," sahut Syarla yang juga serius mendengar Risya.


"Misalnya mantan kamu itu membuat sandi apartemennya ulang tahunmu. Itu pertandanya apa?" tanya Risya.


"Ya pasti belum move on lah. Pasti masih Cinta. Sayangnya mantannya aku nggak kayak gitu. Pacaran aja apa-apa tidak ada tuh, mau sandi apartemen, ATM, atau lain-lain nya pakai ulang tahun aku, atau tanggal jadian kita. Apa lagi sudah putus," jawab Syarla.


"Benar kata Syarla. Jaman sekarang itu cowok itu pada susah sweet. Apa lagi kalau sudah putus dan kalau ada orang yang seperti itu ya pasti masih cinta lah," sahut Angela.


Risya mendengar jawaban ke-2 temannya itu jadi termenung yang pasti ini ada sangkut pautnya dengan pin Atm Arga yang menjadikan pin itu ulang tahunnya.


"Memang kenapa sih Risya?" tanya Angela.


"Entah nih, tanya-tanya kayak gitu tumben amat," sahut Syarla.


"Jangan-jangan," sahut Syarla dan Angela serentak yang tiba-tiba berpikir yang lain.


"Jangan-jangan apa?" tanya Risya heran.


"Arga sedang tidak membuat kode pin nya dengan tanggal ulang tahun mantannya kan?" tebak Syarla


Risya diam saja yang tidak langsung menjawab.


"Risya jadi benar!" sahut Angela.


"Kalian kenapa jadi bawa-bawa nama Arga. Padahal aku sedang tidak membicarakannya. Tetapi kalian malah heboh membawa-bawa namanya. Kalian itu aneh," ucap Risya yang rada-rada kesal.


"Jadi bukan Arga?" tanya Syarla.

__ADS_1


Risya diam saja yang memilih untuk tidak menjawab.


"Lagian Angela. Mantan Arga kan Risya," sahut Syarla.


"Iya juga sih," sahut Angela, "tapi kan ada juga mantannya yang waktu itu datang di nikahan Risya," sahut Angela.


"Sudah-sudah. Kalian itu jangan membicarakan Arga. Kepala ku sakit. Apa yang aku katakan tidak ada hubungannya dengan Arga," tegas Risya bohong. Padahal memang berhubungan dengan Arga. Dia hanya gengsi saja mengatakannya. Karena Risya masih kepikiran dan tidak percaya dengan Arga yang tidak mengubah pin atm-nya, meski mereka sudah putus.


**********


Setela selesai makan siang Risya kembali kekantor untuk melanjutkan pekerjaannya. Meski sudah menikah Risya tetap bekerja. Karena dia juga pasti bosan jika tidak bekerja.


Karena Risya sudah menikah dengan Arga dan pernikahan mereka juga publik. Jadi sekarang Risya itu di segani. Karena menjadi menantu pemilik Perusahaan dan juga istri CEO Perusahaan.


Ya walau sejak dulu bekerja di sana Risya juga sering di segani. Karena orang-orang kantor juga tau Risya itu mantan Arga dan sangat tau kalau Dehway sangat menyayangi Risya seperti anak kandungnya. Ya Risya sudah seperti anak emas saja di Perusahaan itu.


Selain itu orang-orang kantor juga tau Risya dan Arga sering bertengkar dan yang di bela Risya. Jadi pernikahan Risya dan Arga bukan hal yang harus menjadi perbincangan. Karena bagi mereka ya sudah biasa. Bahkan sebagian dari mereka juga berpikir mau menikah atau tidak pasangan itu tidak akan pernah lepas dari pertengkaran. Jadi tidak ada yang berubah. Risya sudah menikah atau tidak.


Toko-tok-tok-tok.


"Masuk!" sahut Arga dari dalam.


Risya membuka pintu dan Arga yang membolak-balik berkas melihat sebentar ke arah pintu.


"Tumben sekali tanganmu kau gunakan," sahut Arga menyindir sinis Risya. Ya memang seperti itulah Risya yang sudah lama bekerja di tempat itu tidak pernah mengetuk pintu saat memasuki ruangan Arga. Jadi makanya Arga bertanya.


Risya tidak menjawab dan langsung masuk saja menghampiri Arga dan meletakkan dokumen yang di bawahnya di atas meja.


"Ini hasil data-data yang seharusnya di kerjakan pak Danu dan aku sudah menyelesaikannya," tegas Risya.


"Kupikir kau sudah melupakan pekerjaan mu itu," sahut Arga yang mengambilnya dan membukanya melihatnya sebentar saja.


"Jika tidak mengerjakannya. Kau akan terus menagihnya sampai ribuan tahun kedepan," sahut Risya.

__ADS_1


"Ya baguslah. Jika kau itu punya kemajuan dalam bekerja," sahut Arga.


"Isssss," desis Risya kesal dan langsung pergi.


"Kau sudah makan?" tanya Arga yang membuat Risya menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya dengan melihat Arga dengan tatapan heran.


"Kau sedang sakit?" tanya Risya tampak serius.


"Maksudmu?" Arga balik bertanya.


"Tumben sekali kau menanyakan aku sudah makan apa belum. Kau sedang tidak terbentur kan?" tanya Risya dengan penuh selidik.


"Kau itu jangan bicara sembarangan. Ayo makan siang bersamaku!" ajak Arga


Risya lebih kaget lagi dengan ajakan Arga. Saking takutnya Arga kesambet Risya menghampiri Arga dengan menatap Arga serius membuat Arga bingung. Bahkan Risya sampai meletakkan punggung tangannya di kening Arga yang mengecek kondisi pria itu.


"Apa-apaan sih kau Risya?" tanya Arga menepis tangan Risya dari keningnya.


"Kau sedang tidak sakit kan?" tanya Risya yang berdiri di samping Arga dengan sedikit membungkuk.


"Hey, kau itu jangan lebay, aku hanya mengajakmu makan. Jangan kau anggap orang sakit," ucap Arga kesal.


"Ya tumben saja. Kau itu mengajakku makan. Hmmm atau jangan-jangan kau itu sedang mendalami peran sebagai suami ya. Ya ampun Arga kita kan hanya menikah pura-pura. Gunakan peran pada tempatnya jangan berlebihan deh," ucap Risya yang mengingatkan Arga.


"Kau itu bicara panjang lebar. Aku hanya mengajakmu makan. Tapi tanggapanmu ini itu. Mengatakan aku sakit, mendalami peran. Kau mau apa tidak sekarang," tegas Arga yang begitu serius bicara.


"Huhhhh," Risya menghela napasnya perlahan kedepan, "maaf ya Arga. Tapi aku baru aja selesai makan bersama Risya dan Angela. Jadi aku harus menolak tawaranmu," ucap Risya yang tersenyum dengan ke-2 tangannya yang di lipatnya di dadanya.


"Sombong sekali kau," desis Arga.


"Makanya lain kali kalau misalnya mau mengajak maka. Harus buat janji dulu. Supaya kita bisa makan bersama. Jangan tiba-tiba seperti ini," ucap Risya yang membuat Arga terus melihatnya yang pasti geram dengan Risya.


Harga dirinya sudah hilang mengajak Risya makan siang. Eh malah di tolak dengan mengejek Arga. Jadi Arga bagaimana tidak kesal dengan istrinya yang semakin lama semakin membuatnya emosian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2