
Risya terus memilih-milih pakaian yang ingin di pilihnya untuk suaminya Arga. Dan Arga duduk santai menunggu Risya sembari melihat ponselnya agar tidak bosan sama sekali.
"Sayang coba yang ini. Ini sangat pas untuk kamu," ucap seorang wanita yang memilihkan pakaian untuk seorang Pria. Namun suara itu membuat Arga menoleh. Karena suara itu begitu dekat dengannya.
Arga melihat pria yang berhadapan dengan wanita itu tidak asing. Siapa lagi kalau bukan Tony yang kelihatannya begitu mesra dengan seorang wanita dan wanita itu bukan Rachel.
"Arga kalau yang ini bagaimana?" tanya Risya yang berdiri di samping Arga menunjukkan apa yang di pilihnya. Namun Arga tampak bengong dan terlihat melamun membuat Risya melihat kearah pandang suaminya.
"Tony," gumam Risya. Mendengar Risya menyebutkan nama itu membuat Arga menoleh ke arah Risya. Baru Arga sadari jika ternyata ada Risya di sampingnya.
"Sama siapa dia?" tanya Risya heran.
"Aku juga tidak tau Risya. Dan wanita itu juga tidak aku kenali sama sekali," jawab Arga.
"Mereka kelihatan sangat dekat. Seperti punya hubungan special apa wanita itu adalah pacarnya?" tebak Risya.
"Mungkin saja," jawab Arga.
"Jika iya.. Berarti dia berselingkuh dong dari Rachel," ucap Risya.
"Ya mungkin saja," jawab Arga dengan simple
Pasangan suami istri itu masih melihat Tony dan wanita itu yang memang sangat romantis bahkan Tony memegang pipi wanita seksi itu dan juga mencium pipinya. Hal yang di lakukan di tempat umum dan pasti hal itu biasa bagi Tony. Walau dia mempunyai istri.
"Apa Rachel juga tau masalah ini. Dan mungkin saja itu biasa bagi Rachel. Kasihan juga Rachel harus menikah dengannya," ucap Arga dengan tiba-tiba yang membuat Risya melihat ke arah Arga.
"Kita pulang aja," ucap Risya tiba-tiba yang langsung pergi dan mengembalikkan pakaian yang tadi ingin di coba kan untuk Arga ketempatnya semula.
"Risya!" panggil Arga yang heran dengan kepergian Risya yang tiba-tiba. Dan bahkan terlihat begitu ketus.
"Kenapa main pulang aja," gumam Arga heran yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan menyusul Risya yang sudah keluar dari toko tersebut.
********
Risya dan Arga berada di dalam mobil dengan Arga yang menyetir dan Risya di sebelahnya yang sibuk main handphone. Arga menoleh ke arah Risya. Sejak tadi Risya hanya diam tanpa berbicara apa-apa. Ya tiba-tiba saja mood nya seperti itu. Memang sangat aneh sih.
__ADS_1
"Risya kamu baik-baik saja?" tanya Arga.
"Mungkin pernikahan Rachel dan Tony terjadi karena aku. Tetapi aku tidak pernah bermaksud dan aku tidak tau jika Tony yang akan menikahi Rachel," ucap Risya tiba-tiba.
Apa yang di katakan Risya membuat Arga heran. Padahal dia tidak bertanya apa-apa kepada Risya.
"Aku tidak bicara apa-apa Risya," ucap Arga.
"Kamu bilang kasihan kepada Rachel dan nasib sial Rachel dan Tony menikah dan itu artinya kamu juga menyalahkan ku atas pernikahan itu," ucap Risya yang berpikiran seperti itu kepada Arga.
Arga menghela napasnya dan meminggirkan mobilnya. Arga memegang tangan Risya dengan menatap Risya dalam-dalam.
"Kalau begitu katakan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya. Aku ingin mendengar ceritamu dan hal ini yang belum kamu beritahu kepadaku," ucap Arga dengan lembut yang berbicara pada Risya.
Wajah Risya kelihatan sendu yang banyak keraguan untuk bercerita pada Arga.
"Risya katakan dengan jujur. Apa yang terjadi?" tanya Arga lagi.
"Aku membantu Dedi untuk menikah dengan Rachel. Karena aku tau Dedi menyukai Rachel," ucap Risya.
Kampus.
Risya menjadi cemohan orang-orang karena masalah yang di hadapinya. Orang-orang menggunjingnya karena dituduh berselingkuh dari Arga dan dia tidak punya teman sama sekali. Masalah itu tersebar di kampus dan pasti ulah Rachel yang sejak dulu begitu itu kepadanya.
Sama sampai detik ini. Di mana Risya yang duduk sendirian dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan napasnya yang terhembus berat.
"Kenapa semua terjadi seperti ini. Arga sekarang tidak percaya padaku. Semua orang meninggalkanku dan Arga orang yang paling mengerti diriku juga pergi begitu saja," ucap Risya yang terlihat lelah, kecewa dan semuanya bercampur aduk dengan masalah yang di hadapinya.
Risya melihat menatap lurus kedepan dan melihat Rachel yang tertawa-tawa bersama gengnya. Risya terus menatap Rachel dan Rachel juga melihat ke arah Risya dengan Rachel yang menyunggingkan senyumnya seolah menjadi pemenang dari apa yang di alami Risya.
"Kau tertawa dengan semua keberhasilan yang kau lakukan. Kau terlihat begitu polos dan sangat lembut, sangat lugu. Ternyata kau sangat licik dan aku tidak menyangka perbuatanmu menghancurkan segalanya," batin Risya mengepal tangannya kasar yang marah dan kesal melihat Rachel yang menari-nari di atas penderitaannya.
Risya menghela napasnya dan berusaha untuk mengendalikan dirinya. Walau sebenarnya dia ingin melabrak Rachel, menarik rambutnya dan memakinya. Namun Risya harus menahan semua itu. Karena pasti tidak akan ada yang membelanya.
"Dia melakukannya. Pasti karena masih ingin kembali bersama Arga," tiba-tiba terdengar suara yang membuat Risya menoleh kesebelahnya dan ternyata Dedi teman satu kampusnya dan juga satu jurusannya.
__ADS_1
"Kau! apa yang kau katakan?" tanya Risya heran.
"Ya apa lagi jika bukan itu," sahut Dedi yang duduk di samping Risya, "dia hanya ingin Arga dan kamu putus dan rencananya berhasil. Bahkan membuat kamu di benci semua orang. Kasihan sekali nasib kamu yang sekarang begitu menderita," ucap Dedi.
Risya hanya diam. Karena memang itu kenyataannya yang mana Risya memang yang sudah hancur.
"Kau akan membiarkan dia mendapatkan apa yang dia mau?" tanya Dedi.
"Jika hubunganku berakhir dengan Arga dan semua karena dia. Maka aku tidak akan membiarkan dia dan Arga bersama," ucap Risya dengan mengepal tangannya.
"Aku akan membantumu," sahut Dedi membuat Risya menoleh ke arah Dedi.
"Maksudnya?" tanya Risya heran.
"Sangat mudah untuk membantumu. Tidak ada hal yang sulit. Asal kau juga membantuku untuk bersamanya. Aku ingin menikah dengannya dan kau tau itu. Jika dari dulu aku sangat menyukainya. Jadi jika aku menikah dengannya. Maka dia tidak akan bisa bersama Arga," ucap Dedi yang memberikan tawaran pada Risya. Risya diam yang sepertinya mencerna tawaran dari Dedi.
Dia memikirkan begitu keras dengan apa yang di katakan Dedi. Marah, kecewa yang di alami Risya. Karena ulah Rachel membuat Risya harus memikirkan tawaran itu.
Flass on.
"Dan saat acara party kampus. Aku membantu Dedi untuk dekat dengan Rachel. Saat itu Rachel dan Dedi bersama dan aku melakukan apa yang di lakukannya kepadaku," jelas Risya dengan jujur. Kunci permasalahan antara dia dan Rachel.
"Kamu menjebak Rachel bersama Dedi?" tanya Arga memastikan.
"Seharusnya acara party itu Rachel tidak datang. Namun aku menulis undangan palsu dan mengatas namakan kamu. Agar dia mau datang dan ternyata berhasil di datang di acara party itu dan aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya. Namun selang dari malam itu Rachel tidak pernak kekampus dan setelah itu aku melihat dia dekat dengan Dedi dan Dedi mengatakan kepadaku semuanya berhasil dan dia akan menikah dengan wanita yang diincarnya selama ini," jelas Risya dengan jujur apa adanya.
Arga menghela napasnya mendengar cerita dari istrinya itu.
"Hanya itu saja?" tanya Arga.
Risya menganggukkan kepalanya, "aku tidak tau kenapa semuanya berubah, seharunya dia bersama Dedi dan malah bersama Tony dan aku tidak tau apa yang terjadi. Aku mungkin salah sudah melakukan hal itu. Aku membuat undangan palsu untuk membuatnya datang. Tapi aku tidak melakukan seperti apa yang di lakukannya kepadamu membuatku mabuk dan lain-lainnya," jelas Risya.
"Aku tau kamu tidak akan melakukan hal itu dan semua ini salahku. Seharusnya aku lebih memahamimu dan tidak meninggalkan mu," ucap Arga, "sudahlah itu hanya masa lalu. Aku hanya lega dengan kamu yang mau bercerita dan Anggap saja apa yang terjadi pada Rachel sekarang ini karena perbuatannya sendiri," ucap Arga mengusap-usap punggung tangan Risya ingin memenangkan Risya.
Bersambung
__ADS_1