MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 248 Keputusan berat


__ADS_3

Risya dan Arga pulang kerumah Risya. Mereka ingin menginap di rumah Tantri yang mana Tantri sekarang tinggal sendirian ketika suaminya sudah meninggal.


"Assalamualaikum!" sapa Risya yang memasuki rumah.


"Walaikum salam," sahut Tantri yang duduk di ruang tamu dan Risya yang langsung menghampiri Tantri dan memeluknya.


"Mama baik-baik aja?" tanya Risya.


"Iya sayang mama baik-baik aja. Kamu lihat aja sendiri," jawab Tantri yang membuat Risya tersenyum.


"Kamu sendiri bagaimana? Apa baik-baik aja?" tanya Tantri.


"Seperti yang mama lihat Risya baik-baik aja kok," jawab Risya.


"Mah!" sahut Arga yang mencium punggung tangan Arga.


"Kalian berdua dari mana?" tanya Tantri.


"Tadi habis dari rumah sakit. Ngecek kandungan Risya," jawab Arga.


"Hasilnya bagaimana?" tanya Tantri.


"Alhamdulillah baik-baik aja. Janinnya juga berkembang sangat cepat," jawab Arga.


"Syukurlah kalau begitu. Mama sudah tidak sabar akan punya cucu dan semoga saja mama cepat dapat cucu. Cucunya lahir dan mama ada temannya," ucap Tantri.


"Itu pasti mah," sahut Risya yang tersenyum.


"Kalian berdua sudah makan? Mama siapkan makan ya," ucap Tantri.


"Kita baru aja makan dari luar kok mah," sahut Arga.


"Iya. Tadi kita makan bersama Angela dan Edo. Juga ada Putri," jawan Risya.


"Oh iya," sahut Tantri.


"Kita tidak sengaja bertemu di rumah sakit dan makan sekalian," ucap Risya.

__ADS_1


"Dan iya mah. Tadi Risya juga mendengar dari Angela. Kalau Edo ingin menyerahkan Putri pada Tasya dan justru Edo meminta saran itu pada mama dan mama yang memberikan saran itu pada Edo," ucap Risya.


"Hmmm. Iya itu benar. Mama juga tidak tau. Kenapa Edo harus meminta saran dari mama dan mama tidak mengatakan banyak hal. Mama hanya mengatakan kepadanya tidak seharusnya Edo membuat jarak antara Putri dengan ibu kandungnya dan mungkin Edo sudah memikirkan semuanya dengan matang-matang dan itu yang terjadi. So tidak ada masalah sama sekali," jelas Tantri.


"Sayang seorang ibu pasti ingin selalu bersama anaknya dan apapun yang terjadi seorang ibu tidak akan menyakiti anaknya dan Tasya mungkin selama ini salah. Tetapi dia juga berjuang untuk anaknya dan tidak akan rugi memberinya kesempatan," ucap Tantri.


Mendengarnya Risya tersenyum dan melihat ke arah Tantri.


"Maafin Risya ya mah," ucap Risya tiba-tiba.


"Kenapa minta maaf?" tanya Tantri heran.


"Risya sering bertengkar dengan mama dan Risya juga sering mengatakan jika mama tidak pernah sayang sama Risya. Risya selalu merasa papa yang sayang sama Risya dan selalu menganggap mama musuh Risya. Tetap pada kenyataannya tidak seperti itu. Tanpa Risya ketahui banyak hal yang mama korbankan. Banyak hal yang mama lakukan tanpa Risya ketahui. Mama sesi, memendam semuanya dengan sindiran dan Risya seolah merasa mama tidak apa-apa," ucap Risya yang kembali menyadari semua itu.


"Kamu tidak perlu minta maaf sayang. Kamu tidak tau apa-apa dan kemanjaan kamu pada papa kamu yang membuat mama bertahan dan jika kamu seorang ibu. Kamu juga akan melakukan hal yang sama. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dan apa yang mama lakukan pasti kamu lakukan," ucap Tantri.


"Risya banyak belajar dari mama. Mama bukan hanya istri yang sempurna. Tetapi juga ibu yang baik untuk Risya. Risya sayang banget sama mama," ucap Risya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Mama juga sayang sama kamu Risya dan ini jadikan sebuah pembelajaran kedepannya," ucap Tantri.


"Aku tidak ikut di peluk?" sahut Arga dengan selorohannya.


"Kemari lah Arga," sahut Tantri dan Arga ikut dalam pelukan Tantri.


"Kalian yang rukun-rukun menjadi suami istri. Jangan bertengkar terus dan kamu Risya harus mengalah pada Arga. Jangan Arga terus yang mengalah untuk kamu," ucap Tantri yang mengingatkan.


"Risya tidak janji itu. Karena seharusnya seorang Pria memang harus mengalah banyak untuk wanita dan itu sudah menjadi kodratnya," tegas Risya.


"Terserah kamu deh Risya," sahut Arga yang menghela napasnya dan Risya tersenyum mendengarnya.


**********


Tasya dan Edo berbicara serius di rumah Edo. Mereka duduk di ruang tamu.


"Aku tidak percaya kamu akan memberikan Putri kepadaku," ucap Tasya.


"Putri memang bukan darah dagingku. Tetapi dia lebih dari apapun bagiku. Tapi aku juga tidak seharusnya egois dan kamu harus punya kesempatan untuk membesarkannya dan mungkin ini waktunya untuk kamu menjalankan tugasmu sebagai seorang ibu," ucap Edo dengan suara datarnya.

__ADS_1


"Terima kasih mas Edo kamu sudah memberiku kesempatan. Aku benar-benar minta maaf dengan semua yang aku lakukan, aku menipumu dan membuat kekacauan. Menyakiti banyak orang dan membuat seorang anak juga kehilangan ayahnya. Tetapi aku malah mendapatkan kesempatan yang tidak pernah aku duga. Maafkan aku mas Edo," ucap Tasya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Ini kesempatan untuk mu dan gunakan dengan baik. Buktikan kepadaku. Jika Putri akan hidup baik bersamamu. Jangan menyakitinya dan mengertilah tentang keadaannya," ucap Edo dengan matanya yang bergenang yang sangat berat untuk melepaskan Putri.


"Pasti! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Terima kasih untuk kebaikan kamu dan aku tidak akan melarang kamu bertemu dengannya. Kapanpun kamu mau dan kalau perlu aku yang mendatangi kamu," ucap Tasya yang air matanya jatuh.


Mendapatkan kesempatan yang luar biasa membuat Tasya tidak bisa berkata apa-apa dan Tasya sangat bahagia. Dia juga sudah berubah dan pasti tidak akan memberikan jarak untuk Edo dan Putri.


******


Angela sedang memasukkan pakaian Putri kedalam koper.


"Jadi Putri akan ikut mama Tasya?" tanya Putri.


"Iya Putri. Putri jangan nakal ya di sana," jawab Angela dengan tersenyum.


"Putri juga akan pindah sekolah?" tanya Putri.


"Papa sudah mengurus semuanya dan Putri akan sekolah di tempat yang terbaik dari sekolah Putri sebelumnya. Nanti Putri tinggal mengikuti apa yang di arahkan mama Tasya," jelas Angela.


"Kenapa Putri harus ikut dengan mama Tasya. Kenapa tidak terus dengan papa?" tanya Putri.


"Tidak ada alasan untuk menjawab semua itu. Putri dengan siapapun itu sama saja. Mau dengan papa atau mama Tasya," jelas Angela yang berusaha membuat Putri mengerti. Yang pasti Putri memang bingung dengan apa yang terjadi.


"Kalau begitu! kita tidak akan bertemu lagi dong," sahut Putri.


"Siapa bilang kita tidak akan bertemu lagi. Ada handphonnya yang membuat komunikasi kita akan terus berjalan dan kalau mama dan papa kangen sama Putri kita bisa pergi menemui Putri," ucap Angela.


"Tapi mama tidak akan lupa sama Putri kan?" tanya Putri yang takut di lupakan.


"Mana mungkin mama akan lupa dengan Putri yang cantik ini," ucap Angela dan Putri langsung memeluk Angela dengan erat.


"Putri harus jadi anak baik. Jangan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Putri harus menuruti apa kata mama Tasya san harus patuh. Rajin sekolah dan jangan banyak bermain," ucap Angela memberikan saran. Dia juga sangat sedih dan pasti berat hati dengan apa yang menjadi keputusan Edo.


Dia itu sudah sangat sayang dengan Putri dan bahkan sudah seperti anaknya sendiri dan sekarang harus berpisah dengannya. Hal itu tidak mudah bagi Angela.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2