
Sekarang Arga yang berada di rumahnya sedang di sidang Salmah dan juga Dehway di ruang tamu di rumah mereka di mana Salmah yang berdiri di depan Arga yang duduk yang sejak tadi di omeli dan Dehway duduk di samping Arga.
"Mama tidak mau tau ya Arga. Kamu sekarang harus membujuk Risya untuk pulang kerumah ini. Kamu baru aja menikah belum sampai 24 jam dan sudah ingin main-main dengan wanita lain dan membuat istri kamu marah dan tidak mau kerumah ini," ucap Salmah yang mulutnya merocos terus tanpa henti.
Semua gara-gara Risya yang memanfaatkan kesempatan dengan kejadian tadi. Dia terus merengek manja pada salmah yang seolah-olah tersakiti oleh Arga dan ngambek tidak mau tinggal bersama mereka dan semua itu pasti memang hanya akal-akalan Risya saja. Memang dari awalnya dia itu tidak mau tinggal di sana dan kebetulan ada peluang kesempatan ya sudah di manfaatkan saja.
"Arga kamu dengar mama tidak sih!" Bentak Salmah yang melihat Arga hanya diam saja.
"Bagaimana aku mau mendengar mama. Mama dari tadi bicara sangat cepat-cepat tanpa rem seperti rel kereta api," sahut Arga dengan kesal yang telinganya sudah sakit dengan suara mamanya.
"Kamu malah nyalahin mama kamu lagi," sahut Dehway membela istrinya.
"Bukan menyalahkan pah, memang Arga pusing dengar mama ngoceh terus tanpa tau intinya," sahut Arga dengan santai.
"Arga kamu ini ya. Intinya mama minta kamu jemput Risya dan bawa dia tinggal di rumah ini," tegas Salmah.
"Mah, Risya itu hanya bersandiwara, tadi itu hanya akal-akalan saja. Dia memang tidak mau tinggal bersama kita. Jadi untuk apa memaksanya biarkan saja dia di sana," sahut Arga.
"Arga Risya istri kamu. Kamu itu ya. Bicara seperti bukan suami saja," sahut Dehway.
"Bukan begitu pah, Risya itu terlalu berlebihan," sahut Arga menegaskan.
"Sudah pokoknya mama tidak mau tau. Kamu harus menyusul Risya dan membawanya pulang. Awas saja kalau kamu tidak berhasil melakukannya. Mama rasa kamu tau hukumannya," tegas Salmah memberi ancaman. Arga hanya menghela napasnya memijat pangkal hidungnya yang bertambah pusing karena perbuatan Risya yang mengarang cerita.
"Kamu dengarin kata mama kamu. Papa juga akan memberi kamu sangsi tegas. Sudah tau menikah malah membuat ulah," sahut Dehway yang juga menyalahkan Arga.
"Awas kau Risya. Kau benar-benar sudah membuat kepalaku mau pecah dan kau itu sudah berhasil mempengaruhi ke-2 orang tua ku,"batin Arga dengan kesal yang mengepal tangannya yang tidak sabaran ingin melupakan kepada Risya.
__ADS_1
*********
Risya yang selesai mandi langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan tangannya yang di renggangnya dan melihat ke langit-langit kamarnya.
"Mana mungkin aku bisa meninggalkan kamar ku ini dan pindah kerumahnya. Untuk aja aku langsung mempunyai strategi hebat. Jadi aku langsung bisa bertindak dan mengambil kesempatan. Jadi sekarang aku tetap bisa tidur nyenyak di kamar ini dan si Arga emang enak di marahi," gumam Risya dengan tersenyum penuh kemenangan yang merasa hidupnya benar-benar sangat bahagia.
"Tapi tunggu dulu! Kenapa juga Rachel ada di sana dan itu suaminya. Jadi itu suaminya selama ini. Berarti benar apa kata Syarla dan Angela kalau Rachel itu sudah menikah dan tadi, memang apa yang terjadi ya. Mereka memang terlihat sedang bertengkar. Apa mereka itu ribut," gumam Risya yang jadi kepikiran dengan Rachel.
"Arggah sudahlah Risya. Kenapa juga kau harus memikirkannya. Itu urusannya dia dan suaminya tadi mau seperti apa. Yang terpenting sekarang aku sudah terbebas dari Arga dan sekarang aku bisa tidur nyenyak," gumam Risya yang kembali tersenyum dan masa bodo dengan masalah yang terjadi
Risya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan perlahan memejamkan matanya.
Toko-tok-tok-tok.
Tiba-tiba pintu kamar di ketuk membuat Risya tidak jadi tidur.
"Mama, Arga!" pekik Risya yang terkejut melihat adanya Arga di depan kamarnya.
"Kamu ini benar-benar ya Risya," sahut Tantri yang langsung marah-marah pada Risya tanpa mengetahui apa yang terjadi dan apa yang membuat sang mama malah mengoceh padanya.
"Apa sih mah?" tanya Risya heran.
"Kamu yang apa-apaan. Apa coba maksud kamu bikin ulah seperti anak kecil yang ngambek sana sini dan menyusahkan Arga," ucap Tantri.
"Apa maksud mama?" tanya Risya heran, "eh apa yang kau katakan pada mamaku?" tanya Risya yang langsung menyambar Arga.
"Lihatlah kelakuan kamu yang tidak ada sopannya pada suami kamu. Arga itu suami kamu. Bicaranya begitu kasar. Kamu itu benar-benar ya kelewatan. Arga itu udah cerita semua sama mama," sahut Tantri.
__ADS_1
"Apa yang di katakannya, pasti dia sedang mengarang ceritakan dan menjelekkan Risya kan," ucap Risya yang merasa ada yang tidak beres.
"Risya aku tidak mengarang cerita. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya kepada mama dengan apa yang terjadi di hotel. Jika kamu hanya berlebihan yang menganggap masalah Rachel menjadi bersar dan padahal tidak terjadi apa-apa," ucap Arga dengan santai.
"Mah dia itu bohong ,dia itu....."
"Sudah cukup Risya!" tegas Tantri yang tidak mau mendengarkan Risya bicara.
"Kamu jangan bicara lagi. Kamu itu sudah menikah dan seharunya pemikiran kamu itu dewasa, bukan malah seperti anak kecil. Kamu itu sudah menjadi istri. Jadi berprilaku lah sebagai istri. Sekarang kamu Kemasi barang-barang kamu dan pulang bersama Arga, ikut kerumah orang tua Arga," tegas Salmah.
"Risya tidak mau," tolak Risya yang tidak akan melakukan hal itu.
"Risya kamu itu ya, mama bilang kemasi barang-barang kamu dan jangan banyak protes. Jangan membuat banyak masalah kamu di sini," tegas Tantri. Arga menyunggingkan senyumnya mendengarnya dan sekarang gantia merasa menang dari Risya.
"Issss, sial pasti dia sudah mengarang cerita pada mama sampai mama memarahiku seperti ini. Arga awas kau," batin Risya yang hanya bisa mengumpat dengan penuh kekesalan.
"Kenapa masih diam Risya. Ayo cepat!" tegas Tantri.
"Iya," sahut Risya dengan terpaksa yang menggertakkan ke-2 kakinya kelantai
"Ya sudah Arga kamu bantuin Risya buat packing ya. Mama kedepan sebentar," ucap Tantri.
"Baik mah makasih ya mah sudah membantu Arga," sahut Arga dengan mengangguk kepalanya.
"Iya, kamu tungguin Risya ya," sahut Tantri. Arga kembali mengangguk dan Tantri langsung pergi meninggalkan Risya dan Arga.
Arga menyunggingkan senyumnya yang pasti menang karena mau tidak mau Risya harus mengalah dan Arga berhasil membawanya pulang agar di tidak di omeli lagi dan Risya yang pasti sangat sewot melihat Arga.
__ADS_1
Bersambung