
Edo pun mengangkat Putri dengan hati-hati keluar dari mobil untuk memasuki rumah bersama Angela. Setelah masuk rumah mereka langsung masuk kekamar untuk membaringkan Putri perlahan. Angela kelihatan sangat bahagia dan tersenyum melihat Putri bahkan mengelus-elus rambut Putri dengan penuh kasih sayang dan Edo tersenyum melihat Angela yang memang sangat tulus pada Putri.
"Dia sangat lelah," ucap Angela melihat ke arah Edo.
"Hmmm, dia memang sangat lelah. Ya sudah biarkan saja Putri istrirahat," ucap Angela dengan mencium kening Putri. Dia tidak ingin menggangu Putri yang sedang istirahat.
Mereka berdua pun meninggalkan Putri yang istirahat dan mereka juga ingin mengobrol untuk melepas kerinduan mereka.
**********
Setelah Putri istirahat Edo dan Angela makan bersama yang di pesan Angela. Hmmmm kali ini Edo makan mie ayam bakso dan tumben-tumbennya Edo mau.
"Kamu tidak apa-apakan makan seperti ini?" tanya Angela yang sebenarnya sejak tadi ragu.
"Jika kamu bisa menemaniku dengan kehidupanku. Lalu kenapa aku tidak bisa. Lagian ini juga sekali-kali bukan setiap hari," sahut Edo dengan santai.
"Lalu bagaimana riasanya?" tanya Angela.
"Enak. Ya kalau makanan kebanyakan micin bukannya memang sangat enak," seloroh Edo yang membuat mereka tersenyum.
"Kalau enak, alangkah baiknya makannya di lanjutkan," ucap Angela.
"Iya sayang," sahut Edo yang terlihat makan dengan santai dan tanpa ada keterpaksaan.
"Angela besok kita antar Putri kesekolah sama-sama ya," ucap Edo.
"Tanya bagaimana?" tanya Angela.
"Aku ingin mengantarnya bersama kamu. Jadi kalau aku mengajak kamu. Dan itu artinya Tasya tidak," ucap Edo.
"Baiklah kalau memang tidak menjadi masalah nantinya," sahut Angela. Edo meraih tangan Angela dengan memegangnya.
"Kamu pasti menjalani kehidupan yang sulit belakangan ini dan semua ini gara-gara aku. Aku minta maaf ya," ucap Edo yang merasa bersalah.
"Masih aja minta maaf. Padahal aku sudah bilang memaafkan. Kenapa sih tidak dengar juga," ucap Angela.
"Makasih ya untuk pengertian kamu," ucap Edo.
Angela menganggukkan kepalanya dan mereka melanjutkan makan mereka bersama.
************
Angela dan Edo berada di sofa yang mana Angela sekarang bermanja di pelukan Edo dengan tangan Edo mengelus-elus rambut Edo dan beberapa kali mencium pucuk kepala Edo.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Angela," ucap Edo.
"Aku juga mencintai mas," jawab Angela.
"Angela ini hanya sebentar lagi. Karena Tasya akan kembali ke Luar Negri Minggu depan," ucap Edo.
"Kamu serius?" tanya Angela dengan wajah kagetnya melihat suaminya itu.
"Iya," jawab Edo.
"Lalu apa dia akan menempati janjinya?" tanya Angela.
"Pasti dia pasti menepati janjinya," jawab Edo yakin.
"Baiklah kalau begitu aku berdosa semoga apa yang kamu khawatirkan tidak terjadi dan Tasya benar-benar pergi dari kehidupan kita. Karena aku tidak mau Tasya terus mengganggu kita," ucap Angela.
"Itu pasti. Aku juga sama tidak ingin ada satu orang pun yang masuk kedalam hubungan kita dan aku sangat bersyukur, aku sangat beruntung yang mempunyai kelas yang sangat baik yang selalu mendukungku dan memberiku kepercayaan yang penuh," ucap Edo.
"Aku percaya sama kamu. Karena kamu juga memberiku banyak kepercayaan. Jadi makanya aku sangat percaya dengan kamu," ucap Angela.
Edo tersenyum dan kembali mencium kening Angela dengan lembut. Dia merasakan kebahagiaan atas waktu yang sedikit bisa mengobrol dengan Angela untuk mengobati kerinduan ke-duanya.
********
"Akhirnya selesai juga. Ayo Putri pakai sepatunya supaya kita kesekolah. Nanti Putri telat," ucap Angela yang berjongkok di depan Putri.
"Baik mama. Makasih mama sudah bantu Putri buat beres-beres ke sekolah. Mama Angela sangat baik," ucap Putri.
"Jangan seperti itu mama jadi malu," sahut Angela.
Putri langsung memeluk Angela membuat Angela kaget.
"Apa mama tau kalau Putri sangat merindukan mama," ucap Putri membuat Angela tersenyum.
"Mama Angela jangan jauh-jauh dari Putri ya dan harus profesional. Kalau misal lagi berantem dengan papa. Putri jangan di bawa-bawa. Mama harus tetap sama Putri walau musuhan dengan papa," ucap Putri yang sangat sayang pada Angela.
"Iya sayang pasti," sahut Angela.
"Mama harus janji tidak akan pernah pergi dari Putri," ucap Putri lagi.
"Iya Putri," sahut Angela.
Ternyata di depan pintu kamar Edo melihat hal manis itu membuat Edo tersenyum.
__ADS_1
"Ehemmmm," sahut Edo yang berdehem membuat Putri dan Angela melepas pelukan itu.
"Ayo sayang kita ke sekolah. Sudah mau telat nih," sahut Edo.
"Issss papa ganggu aja," sahut Putri kesal Angela hanya tersenyum saja dan mereka pun keluar dari rumah tersebut.
********
Putri, Edo dan Angela keluar dari rumah dengan tangan Putri dan Angela yang bergenggaman tangan. Namun saat keluar rumah mereka di kejutkan dengan kehadiran Tasya yang ada di depan rumah yang membuat Tasya juga kaget dan pasti tatapannya sangat tajam pada Angela.
"Wanita ada di sini? Apa dia menginap di sini?" batin Tasya dengan tatapan yang sangat tajam pada Angela.
"Matanya seperti ini keluar melihat diriku," batin Angela yang tidak kalah menatap sinis.
"Tasya," ucap Edo.
"Mas Edo, Putri. Hmmmm kamu sudah selesai Putri seperti biasa mama ingin antar kamu," sahut Tasya yang tersenyum pada Putri.
"Tapi Putri mau di antar papa dan mama Angela ke sekolah," jawab Putri yang membuat Tasya kaget.
"Hmmm, iya Tasya hari ini aku sama Angela akan mengantar Putri. Dan Angela juga sudah ada di sini. Jadi tidak mungkin semuanya akan berubah dan ini hanya sekali," sahut Edo.
"Seharusnya kamu memberitahu ku mas. Aku tidak masalah jika sekali-kali Angela ingin mengantar Putri. Walau kamu sudah lari dari perjanjian. Tetapi aku tidak masalah kok," sahut Tasya dengan tersenyum.
"Tumben amat dia kayak gitu," batin Angela yang melihat Tasya ragu.
"Tapi ya mas. Aku sudah di sini dan aku juga naik Taxi. Jadi ini juga bukan kesalahan ku. Jadi aku juga ikut ya mengantar Putri ke sekolah," ucap Tasya yang pasti tidak akan terima dengan Angela yang pergi bersama Putri.
"Kamu tidak keberatan kan Angela," sahut Tasya yang melempar pada Angela.
"Oh tidak masalah," sahut Angela dengan santai.
"Ya sudah kalau begitu ayo Putri kita kesekolah ini sudah siang," sahut Edo yang langsung membukakan pintu mobil belakang dan Putri langsung masuk. Tasya dengan cepat langsung membuka pintu depan. Pasti dia ingin duduk di samping Edo.
"Angela menghela napasnya dan langsung duduk di samping Putri yang masa bodo dengan Tasya mau apa. Tetapi ternyata Edo juga duduk di bangku belakang yang membuat Tasya heran.
"Siapa yang menyetir?" tanya Tasya melihat kebelakang.
"Itu pak Ari," jawab Edo yang mana supir langsung masuk mobil dan Tasya zonk yang duduk di samping supir. Sementara Angela, Putri dan Edo duduk bersama dan Angela sudah di pastikan ingin ngakak dengan Tasya yang salah sasaran.
"Ayo pak jalan!" titah Edo. Supir mengangguk dan langsung melajukan mobilnya.
"Sial, apa aku sedang di kerjai," batin Tasya dengan kesal yang hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung