
Meski berhasil keluar dari kamar. Risya yang tidak bisa melihat juga masih berusaha melangkah yang dia tidak tau arah tujuannya entah kemana.
Dia berteriak-teriak meminta tolong dan setaunya di rumah itu banyak pelayan dan kenapa tidak ada satupun dan memang tidak ada orang sama sekali dan Risya tidak ada gunanya berteriak-teriak.
Langkahnya yang tertatih-tatih membuat Risya tidak akan lepas semangat dan terus melangkah dengan meraba-raba walau sudah beberapa kali terjatuh.
Sampai langkahnya tiba-tiba menginjak anak tangga dan dengan pegangan kuat Risya berhati-hati menuruni anak tangga.
"Mau kemana kau jangan pergi!" teriak Tony yang melihat Risya yang menuruni anak tangga.
Risya mendengar suara yang menyeramkan dan tidak dapat di kenalinnya itu. Buru-buru melangkah dengan cepat agar tidak tertangkap lagi dan walau tinggal 3 anak tangga lagi supaya habis. Dan Risya terjatuh di sana sampai kepalanya terbentur lagi dan sakitnya pasti sudah tidak bisa di katakan seperti apa lagi.
Namun Risya tidak menyerah dia tetap bangkit dan pergi dengan langkahnya yang tidak tau ingin kemana.
"Kau pikir kau bisa lolos," ucap Tony menekan suaranya dan mengejar Risya. Dan Rachel ternyata melihat hal itu. Namun dia tidak melakukan apa-apa. Tidak membantu Risya atau menangkap Risya untuk suaminya. Karena memang suaminya kesulitan menangkap Risya karena suaminya itu juga terluka dengan memegang aset berharganya.
Arga yang melajukan mobilnya sampai ke rumah tersebut dan tiba-tiba Arga merem mendadak saat akan menabrak Risya yang berhasil keluar rumah.
Chitttt.
Suara rem tersebut mampu membuat tubuh Arga maju kedepan dan Risya yang terjatuh dan untung tidak tertabrak.
"Risya!" lirih Arga yang langsung keluar dari mobil dan menghampiri Risya.
"Risya apa yang terjadi?" tanya Arga yang sudah berjongkok di depan Risya dan pasti sangat terkejut melihat kondisi Risya yang luka di mana-mana dan bahkan perban yang masih berada di mata Risya terlihat memerah seperti adanya darah.
"A-arga!" lirih Risya dengan suaranya yang bergetar yang mencari-cari tangan Arga.
"Risya ada apa denganmu?" tanya Arga yang langsung memeluk Risya dan merasakan tubuh Risya bergetar dengan penuh ketakutan.
"Tolong! tolong aku!" ucap Risya dengan suara bergetar yang penuh ketakutan.
__ADS_1
"Kamu tenang aku ada di sini," ucap Arga yang juga panik dengan matanya berkaca-kaca yang memeluk Risya dengan erat.
"Jangan takut, maafkan aku! tidak seharusnya aku meninggalkanmu," ucap Arga dengan suaranya yang serak dan Risya yang menangis sengugukan di pelukan Arga yang sudah merasa jauh lebih tenang karena ada Arga di sisinya. Dia sangat yakin itu Arga, dari suara dan aroma tubuh Arga.
Setelah beberapa menit mereka berpelukan. Arga langsung menggendong Risya ala bridal style dan membawa Risya langsung ke dalam mobil mendudukkan Risya dengan perlahan.
"Kita mau kemana?" tanya Risya yang masih sangat takut dan memegang tangan Arga dengan kuat.
"Kamu jangan takut. Aku akan membawamu ketempat yang aman," ucap Arga.
"Jangan kerumah itu. Aku tidak mau," ucap Risya.
"Iya. Aku tau itu. Kamu tenang ya," ucap Arga yang berusaha untuk menenagkan Risya dengan mencium pucuk kepala Risya.
Arga pun buru-buru untuk masuk kedalam mobil dan sebelumnya melihat rumah itu.
"Siapa yang melakukan semua ini," ucapnya dengan penuh tanya, "aku harus tau apa yang terjadi," ucap Arga yang berniat untuk masuk rumah agar menemukan apa yang terjadi. Namun Arga mengurungkan niatnya ketika melihat ke mobilnya.
Saat Arga ingin memasuki mobil. Tiba-tiba cahaya lampu mobil datang dan berhenti di depan mobilnya orang yang ada di dalam mobil keluar yang ternyata Rachel dan Tony.
Dan terlihat pasangan suami istri itu tampak sangat rapi. Rachel menggunakan dress merah dan Tony dengan kemeja putih dengan jas hitam.
"Tuan Arga ingin pergi kemana?" tanya Tony.
Arga tidak menjawab dan hanya melihat pasangan suami istri itu dengan penuh selidik.
"Kami baru saja pulang dari makan malam," sahut Rachel yang tidak ada bertanya malah menjawab sendiri.
"Benar. Apa tuan Arga juga ingin makan malam?" tanya Tony. Namun Arga tidak menjawab sama sekali dan langsung memasuki mobilnya.
Arga juga langsung melajukan mobilnya dan Tony melihat Risya di dalam mobil.
__ADS_1
"Semuanya gagal berantakan," umpat Tony dengan penuh amarah nya.
"Tapi aku sudah menyelamatkan mu," sahut Rachel.
"Lalu apa aku harus berterima kasih kepadamu?" tanya Tony menatap sinis istrinya itu. Rachel diam tanpa berani menjawab apa-apa.
"Aku tidak ingin Arga tau semuanya. Jadi kau bersihkan semua bukti-bukti yang ada. Jika Arga tau. Maka kau akan mendapatkan resikonya," tegas Tony yang langsung memberikan ancaman pada Rachel dan Tony langsung pergi dari hadapan Rachel.
Memang Rachel yang menyelamatkan Tony dengan mereka yang pura-pura pergi dari rumah lewat pintu belakang dengan mobil yang lain dan seolah-olah mereka juga tidak ada di rumah. Supaya Arga tidak mencurigai mereka berdua.
***********
Arga membawa Risya ke salah satu hotel terdekat. Di mana saat mereka sudah mendapatkan kamar Arga yang menggendong Risya ala bridal style langsung mendudukkan Risya di pinggir ranjang.
Arga langsung bertindak untuk membuka perban di mata Risya. Karena khawatir pada mata Risya karena tiba-tiba ada darah di perban itu.
"Kita harus panggil Dokter," ucap Arga yang khawatir pada kondisi Risya.
"Jangan, aku tidak mau ada orang," ucap Risya yang mencegah Arga. Risya sangat takut sekali sampai tidak mau bertemu dengan siapa-siapa dan hanya butuh Arga yang dapat di percayai.
"Kalau begitu kamu harus tahan sakitnya aku akan buka pelan-pelan," ucap Arga dengan lembut dan Risya menganggukkan kepalanya.
Arga pun dengan berhati-hati membuka perban mata itu dan sangat terlihat jelas Risya yang kesakitan. Sampai akhirnya perbannya terbuka dan ujung mata Risya terluka sampai mengeluarkan darah yang sepertinya tekena benturan.
Melihat kondisi Risya yang sangat memprihatikan dengan baju berantakan, darah di mana, luka tamparan di wajah dan lain-lain sudah dapat di simpulkan Arga. Jika Risya hampir di lecehkan.
Arga langsung memeluk Risya dengan erat dengan mata Arga yang berkaca-kaca. Tubuh Risya yang ketakutan itu masih sangat terasa bergetar.
"Maafkan aku Risya, aku tidak seharusnya meninggalkanmu," ucap Arga yang merasa bersalah pada Risya.
"Jangan pergi dari ku, aku takut, dia kembali lagi," ucap Risya yang menangis sengugukan yang masih sangat ketakutan.
__ADS_1
Bersambung