
Sampai akhirnya mereka tiba di depan pintu kamar yang menjadi kamar untuk mereka berdua yang sudah di siapkan pihak hotel untuk kamar pengantin baru itu.
"Ini kamar kalian berdua," ucap Salmah yang membukakan pintu. Risya dan Arga melihat-lihat dari luar saja.
"Ayo masuk!" Ajak Salmah yang masuk terlebih dahulu dan di ikuti Tantri. Kemudian Risya dan Arga yang masih sama-sama sewot.
Sampai mereka masuk kedalam kamar dan seperti biasanya pada umumnya kamar pengantin baru yang sangat luas dengan tempat tidur king size dan juga dengan bunga-bunga mawar yang banyak yang berbentuk love di atas tempat tidur dan juga berserakan di lantai dengan aroma kamar yang penuh dengan keromantisan.
"Bagaimana kamarnya bagus tidak?" Tanya Salmah.
"Biasa aja," sahut Risya dan Arga serentak dan membuat Tantri dan Salmah sama-sama melihat kearah kedua orang itu.
Risya dan Arga memang tidak mungkin tertarik dengan kamar tersebut yang tidak ada bagus-bagus menurut mereka berdua dan bahkan terlalu lebai karena memang pernikahannya mereka hanya pura-pura. Jadi bagaimana mau merasa istimewa dengan kamar itu.
"Apa kalian bilang biasa aja," sahut Tanti.
"Ya memang biasa aja," sahut Risya dan Arga serentak lagi.
"Kalian berdua ya benar-benar tidak menghargai kami yang sudah membuat Supraise untuk pernikahan kalian. Ini itu kamar pengantin untuk kalian berdua supaya bisa membuat cucu untuk kami," ucap Salmah kesal.
Risya mendengarnya langsung menaikkan ujung bibirnya yang mendengar kata-kata cucu. Sama dengan Arga yang wajahnya langsung mengkerut.
"Benar-benar tidak menghargai orang tua kalian berdua ini," sahut Tantri.
"Tapi mah, emang ini itu biasa aja nggak ada special-special nya dan lagian juga aku sama Arga juga hanya menikah pu...." Risya yang hampir keceplos langsung membuat Arga bertindak dengan membungkam mulut Risya dengan tangannya dan melototkan matanya pada Risya yang menyadarkan Risya. Jika Risya hampir saja keceplosan.
"Mampus!" batin Risya.
Tantri dan Salmah saling melihat dan sama melihat Arga dan Risya dengan penuh kecurigaan.
"Hmmm, maksud Risya baru menikah," sahut Arga dengan cepat meralat kata-kata itu dan Risya menyinggirkan tangan Arga dari mulutku.
"Iya kan Risya?" tanya Arga dengan memberi kode mata.
__ADS_1
"Iya-iya mah, maksudnya aku mama dan Tante Salmah tidak perlu melakukan ini. Kami juga baru menikah dan pasti sangat lelah dan semua ini tidak perlu," sahut Risya yang mencoba menjelaskan. Agar tidak ada yang curiga.
"Begitu rupanya. Tapi appun itu kalian ber-2 sukakkan dengan kamarnya," sahut Salmah.
"Suka dong mah," sahut Arga yang merangkul bahu Risya yang ingin menunjukkan keromantisan, " iya kan Risya?" tanya Arga
"Iya Tante, kita sukak kok dengan kamarnya. Makasih ya sudah mau repot-repot untuk aku sama Arga. kamar sangat cantik dan pasti sangat nyaman," sahut Risya menambahi. Agar tidak ada yang mencurigai mereka.
"Benar mama, aku dan istriku yang cantik ini akan sangat happy malam ini tidur di kamar ini. Kita akan menciptakannya banyak-banyak junior di dalam kamar ini," sahut Arga yang membuat Risya jijik dengan pembahasan Arga yang vulgar.
Salmah dan Tantri tersenyum mendengarnya.
"Iya kan sayang, cup!" Arga dengan lancang mencium pipi Risya membuat Risya mendadak menjadi patung dengan matanya yang motor yang di cium Arga. Dan salmah dan Tantri jadi semakin yakin Arga dan Risya benar-benar serius.
"****** kau Arga," umpat Risya di dalam hatinya, " beraninya kau menciumku," batin Risya penuh emosih yang sudah mulai sesak napas gara-gara kelancangan Arga dan Arga sendiri hanya memainkan perannya.
"Ya sudah kalau begitu kalian berdua nikmatilah malam kalian, semoga saja kalian benar-benar nyaman berada di kamar ini," ucap Salmah.
"Ya sudah mbak, kita keluar aja ayo, biarkan mereka beristirahat," sahut Tantri.
"Iya mbak benar, ayo!" Sahut Salmah yang saling merangkul dengan Tantri.
"Dah mama," ucap Arga dan Risya dengan serentak sama-sama melambaikan tangan dan sama-sama tersenyum dengan menunggu Salmah dan Tantri keluar dari kamar dan Arga langsung menutup pintu kamar dengan mengakhiri senyum di wajahnya.
Saat Arga berbalik badan Risya langsung memukul Arga dengan menggunakan bantal.
"Apa-apaan sih kau Risya," ucap Arga dengan kesal dengan kelakuan Risya.
"Kau yang apa-apaan hah! Apa maksudmu menciumku hah!" sahut Risya marah-marah.
"Heh apa yang ku lakukan itu adalah pendalaman karakter jadi jangan lebay. Aku itu hanya berakting dan itu juga gara-gara kau yang membuat ulah. Kau tidak melihat hampir saja tadi kau itu keceplosan dan semua rencana kita akan berantakan," sahut Arga.
"Alasan kau itu, alasan aja, bilang aja kau itu hanya mencari-carinya kesempatan padaku," sahut Risya.
__ADS_1
"Najis," sahut Arga yang menoyor kepala Risya, " aku tidak sudi menciummu. Jika itu tidak terpaksa," ucap Arga mendengarkan.
"Arga kau benar-benar ya," Risya yang tidak terima dengan perlakuan Arga dan langsung memukul Arga lagi dengan menggunakan bantal.
"Rista cukup apa-apa sih kau," Arga berusahalah untuk menghentikan Risya. Namun Risya tetap memukul Arga karena tidak terima dengan perlakuan Arga yang membuatnya emosi, sudah di cium dan sekarang di toyor. Jadi Risya membalas Arga dengan sangar.
Namun Arga yang juga harus menyelamatkan dirinya dari wanita yang sedang mengamuk itu dengan Arga yang mendorong Risya membuat Risya terjatuh kelantai.
"Auhhhhh!" teriak Risya yang kesakitan dan Arga kaget sendiri dengan apa yang di lakukannya.
"Risya kau tidak apa-apa?" Arga yang panik langsung mendekati Risya.
"Sakit Arga, apa kau gila," keluah Risya yang kesakitan.
"Jangan lebay, tidak sakit juga, nanti juga akan enakan," sahut Arga.
"Kepalamu enakan, sakit kau benar-benar keterlaluan yang hanya bisa membuat saja," ucap Risya yang semakin emosi.
Ternyata di depan pintu kamar Salmah dan Tantri malah menguping. Tadi mereka sudah pergi dan mendnegar suara teriakan Risya membuat Salmah dan Tantri langsung berlari dan panik. Namun bukannya membuka pintu kamar mereka malah menguping.
"Secepat itu mereka melakukannya," ucap Tantri yang pikirannya sudah kau keplanet mars.
"Aku juga tidak percaya mbak. Risya dan Arga pasti sudah tidak sabaran. Makanya langsung gercep ehem-eheman," sahut Salmah.
"Tapi Arga jahat sekali mbak, kenapa tidak pelan-pelan aja. Kasihan Risya kesakitan," ucap Tantri.
"Ya ampun mbak, namanya malam pertama ya pasti sakit. Mbak tidak dengar Arga tadi mengatakan sebentar lagi juga enakan yang artinya Arga pasti tau caranya. Sudahlah mbak kita jangan ragukan keahlian Arga dan kejantanan Arga. Sakit itu biasa. Mbak kayak dulu gitu aja," shaut Salmah.
"Iya juga sih," sahut Tantri.
Salmah dan Tantri malah senyum-senyum cengengesan yang di balik pintu dengan pemikiran mereka yang kemana-mana yang pasti berpikiran yang tidak-tidak mengenai Arga dan Risya. Di kiranya Risya dan Arga sedang making love eh tau-taunya sedang terjadi insiden di mana Risya yang di dorong Arga dan terjadilah hal seperti itu.
Bersambung
__ADS_1