
Risya, Arga, Vio, Samuel dan Tantri baru sampai rumah sakit. Mereka sempat pulang sebelumnya. Tetapi ada yang menjaga Hariyanto yaitu Indra adik Hariyanto. Makanya Hariyanto bisa di tinggal.
Sebenarnya Vio dan Samuel juga ikut menjaga Hariyanto. Saat Risya, Arga dan Tantri sedang pergi. Namun tadi Vio dan Samuel sedang mencari makan. Jadi sangat kebetulan Arga, Risya dan Tantri yang datang bersamaan dengan Vio dan Samuel.
"Kita langsung masuk saja," sahut Arga mereka mengangguk dan langsung masuk.
Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu.
Suara Ambulance yang berhenti tepat di dekat mereka membuat langkah mereka berhenti. Melihat Suster berlari dari dalam rumah sakit dengan mendorong tempat tidur pasien. Perawat juga langsung membuka mobil ambulance.
"Angela!" ucap Vio yang melihat Angela dan Edo yang keluar dari mobil Ambulance tersebut dengan wajah panik Edo dan Angela.
Tidak berapa lama terlihat perawat memindahkan pasien dari dalam mobil ambulance tersebut ke atas tempat tidur yang ternyata pasien gawat darurat itu adalah Putri yang membuat Risya, Arga, Tantri, Samuel dan Vio kaget.
Setelah itu Suster langsung mendorong tempat tidur tersebut. Angela dan Edo juga ikut yang terlihat sangat khawatir. Pasien gawat darurat itu melewati Risya dan yang lainnya yang masih penuh dengan tanda tanya dengan apa yang terjadi.
Saking paniknya Edo dan Angela tidak melihat Risya dan yang lainnya. Mereka melewati begitu saja yang hanya fokus pada Putri yang dalam gawat darurat.
"Bukannya itu Putri," ucap Vio yang melihat jelas Putri yang sedang kritis.
"Itu memang Putri," sahut Samuel.
"Apa yang terjadi padanya kenapa bisa seperti itu?" tanya Samuel.
Tidak ada respon dari Risya yang dirinya masih melihat ke arah Putri yang sudah jauh memasuki rumah sakit. Hanya melihat dengan ekspresi yang tidak terbaca. Namun Tantri mengingat pembicaraan Edo dan Angela yang pernah di dengarnya sebelumnya yang pasti sangat berhubungan dengan Putri yang tiba-tiba di larikan ke rumah sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya kita masuk," sahut Arga yang mengalihkan sesuatu. Karena sudah melihat istrinya tampak tidak nyaman.
"Iya ayo kita masuk," sahut Tantri.
"Ayo sayang!" ajak Arga, Risya mengikut saja dengan pemikiran Risya yang sebenarnya tidak tenang. Walau seakan tidak peduli dan mungkin membenci Putri. Tetapi wajahnya tidak bisa bohong. Jika dia sebenarnya sangat mengkhawatirkan Putri dan bertanya-tanya apa yang terjadi.
************
Tantri sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Di saat semua orang berada di ruangan suaminya Tantri memilih pergi yang mencari-cari sesuatu sampai akhirnya dia bertemu dengan Angela.
"Angela!" panggil Tantri yang membuat langkah Angela terhenti.
"Tante," sahut Angela. Tantri menghela napasnya dan menghampiri Angela.
"Maaf Tante. Aku di rumah sakit bukan untuk membuat kekacauan. Aku di sini hanya untuk menemani Edo," ucap Angela yang selalu takut jika semua orang salah paham kepadanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Tantri
"Maksud Tante," sahut Angela dengan menyerngitkan dahinya.
"Saya melihat Putri di larikan ke rumah sakit ini dan saya melihat kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Makanya saya bertanya apa yang terjadi?" tanya Tantri yang memang sangat penasaran.
Namun Angela diam yang tidak langsung menjawab pertanyaan Tantri. Tantri memegang tangan Angela.
"Permasalahan ini tidak ada kaitannya dengan kamu Angela. Tidak ada musuh antara kamu dan Risya. Tante juga mendengar keributan waktu itu. Tetapi Risya sudah mulai memahami semuanya dan berdamai dengan kenyataan. Tante tidak pernah membenci Putri. Walaupun Putri lahir dari wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga Tante. Tetapi bukan berarti Tante harus membencinya," ucap Tantri yang memang memiliki ketulusan yang sangat besar. Bukan hanyalah menerima semua kenyataan yang ada. Tetapi dia juga ikhlas dan berserah pada illahi dengan takdirnya.
__ADS_1
"Putri tidak salah apa-apa. Sama dengan Risya. Dan Putri anak dari suami saya. Saya merasa jika anak kecil itu tidak baik-baik saja. Maka Tante ingin tau apa yang terjadi," ucap Tantri dengan sorot matanya yang menyimpan kekhawatiran.
"Putri sakit," jawab Angela dengan matanya berkaca-kaca.
"Sakit," sahut Tantri. Angela mengangguk-angguk kepalanya.
"Dari bayi dia sudah mengalami banyak kelainan. Buka yang alergi yang berlebihan yang di deritanya. Namun dia juga mengalami kanker tulang sumsum belakang. Operasinya saat itu tidak bisa di laksanakan. Karena tukang sumsum yang tidak cocok. Karena Edo bukan ayah kandungnya,"
"Sekarang kondisi Putri semakin parah bukan hanya pada permasalahan tulang sumsum saja. Tetapi juga Putri mengalami kanker hati dan lagi-lagi Edo tidak bisa melakukan apa-apa. Sampai detik ini pihak rumah sakit tidak mendapatkan donor apapun dan aku dan Edo sudah tidak tau harus bertindak apa lagi," ucap Angela yang menjelaskan dengan rinci dengan air matanya yang bercucuran.
"Astagfirullah," lirih Tantri yang tidak menduga.
Jika anak seperti Putri sedang sakit parah. Sepengetahuannya dan dengan apa yang di lihatnya anak itu sangat ceria dan seperti orang sehat-sehat saja. Namun itu hanya penampilan saja. Karena pada nyatanya dia sakit parah.
"Aku bingung Tante bagaimana cara menanganinya. Dia luar masalah yang terjadi. Kondisi Putri tidak baik-baik saja," ucap Angela dengan menangis yang menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya. Tantri yang sangat paham dengan perasaan Angela langsung memeluk Angela untuk menenangkan Angela.
"Tante mengerti dengan apa yang kamu takutkan. Putri anak yang kuat dan percayalah dia bisa melewati semua ini. Tante punya banyak kenalan Dokter dan juga rumah sakit Tante akan coba membantu agar Putri baik-baik saja. Kita pasti akan mendapatkan donor secepatnya. Percayalah kepada Tante," ucap Tantri yang sangat mau menolong Angela dan Edo.
"Makasih Tante," sahut Angela melepas pelukan itu dari Tantri.
"Tante sangat baik. Berhati malaikat Risya sangat beruntung memiliki ibu seperti Tante. Tante bahkan mengatakan Putri anak suami Tante. Tante tidak membencinya sama sekali dan bahkan ingin menolongnya," ucap Angela yang sangat sakit dengan ketulusan Tantri.
"Angela Risya juga tidak membenci Putri. Tidak ada yang membenci Putri. Kamu harus tau itu. Masalah ini bukan kesalahan Risya dan juga Putri," ucap Tantri dengan bijak Angela hanya mengangguk-angguk saja.
"Jangan menangis lagi ya. Kita akan sama-sama berusaha untuk kesembuhan Putri. Putri anak yang ceria dan sangat cantik itu pasti akan secepatnya sembuh," ucap Tantri yang memberikan semangat untuk Angela.
__ADS_1
"Terima kasih Tante untuk kebaikan Tante," ucap Angela. Tantri hanya mengangguk-angguk kepalanya dan mengusap lembut air mata Angela yang masih saja menangis. Karena sangat takut terjadi sesuatu pada Putri.
Bersambung.