
Risya dan Rachel saling dorong sampai pria itu akhirnya sudah pergi dan Risya baru menyadarinya.
"Ihhhhh kau benar-benar," umpat Risya dengan penuh kekesalan dan Rachel pasti lega dengan Pria yang tadi di ajaknya bicara itu sudah pergi.
"Aku sudah mengatakan kepadamu jangan mencampuri urusanku," tegas Rachel.
"Eh wanita sinting. Kau itu benar-benar takut sekali ya. Jika kenyataannya terbongkar. Apa yang kau takutkan hah! kau takut Arga membencimu iya. Eh tanpa semua ini terbongkar sekalipun Arga sudah sangat benci dengan wanita yang memuakkan seperti mu!" tegas Risya dengan menekan suaranya yang merapatkan giginya yang penuh dengan kemarahan.
"Bukan dia yang muak kepadaku. Tetapi kau lah wanita yang paling sangat di bencinya dan kau tidak sadar jika Arga sangat jijik kepadamu. Jadi kau percuma juga harus mencari bukti dalam kebenaran perselingkuhan mu dengan Samuel. Karena semua tidak ada gunanya dan harusnya sadar Risya. Jika Arga menikahimu itu hanya karena sangat kasihan kepadamu yang terus di paksa orang tuamu untuk menikah. Semua itu hanya karena paksaan saja Risya. Jadi jangan bangga yang di nikahi Arga. Kau seharusnya sadar jika kau itu wanita yang sangat menyedihkan," ucap Rachel dengan menghina Risya tanpa ampunan yang membuat Risya hanya mengepal ke-2 tangannya mendengar perkataannya Rachel yang pasti sangat menusuk.
"Jadi tidak ada gunanya kau itu harus bangga. Karena kau tidak berguna dan tidak bisa apa-apa. Kau itu hanya bekas yang sangat menjijikkan," maki lagi Rachel.
"Jaga bicaramu. Kau itu sebaiknya ngaca dulu. Kau itu mengatai dirimu sendiri dan bukan aku. Kau mengatakan aku menjijikkan. Eh kau itu yang menjijikkan. Bukannya kau itu sangat bangga hah! dengan tubuhmu yang bolak-balik di jadikan celupan hah! dan kau masih mengatakan aku menjijikkan sadar diri wanita sinting dan kau tidak perlu simpatik atau kasihan kepadaku. Seharusnya kasihan dirimu sendiri. Lihat bagaimana kehidupan pernikahan mu hah! kau itu sangat menyedihkan sampai harus menemui suami orang untuk memebebaskanmu," ucap Risya yang tidak kalah mengeluarkan kata-kata pedas dan lebih tajam di bandingkan Rachel tadi.
"Apa katamu!" sahut Rachel yang tidak terima dengan perkataan Risya.
"Kenapa? marah aku mengatakan semua itu. Padahal itu adalah kenyataan," sahut Risya dengan santai.
"Apa kau merasa pernikahanmu juga seperti orang-orang yang sangat manis. Kau juga sadar pernikahanmu itu hanya status yang tanpa ada hubungan," tegas Rachel.
"Wanita ini memang mulutnya cocok di berikan racun tikus," umpat Risya di dalam hatinya yang sudah semakin kehilangan kesabaran dengan Rachel.
"Kenapa diam? apa yang aku katakan benarkan. Kalau pernikahan mu hanya status saja," sahut Rachel yang merasa dirinya seolah menang
__ADS_1
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt
Tiba-tiba ponsel Risya yang ada di tangannya berdering dan Risya langsung melihat panggilan masuk itu yang ternyata dari Arga. Karena Risya tidak kembali juga kekantor membuat Arga tidak sabaran dan langsung menelpon Risya.
"Hallo sayang!" Risya dengan pedenya langsung mengangkat telpon itu dan menyapa dengan sayang. Arga yang di ruangan kerjanya yang bersandar pada bangku kerjanya pasti heran dengan Risya yang memanggilnya sayang.
"Aku tidak salah telponkan?" tanya Arga dengan dahinya yang mengkerut dengan melihat kontak kembali dan memang dia menelpon Risya.
"Ada apa sayang?" tanya Risya yang bersandiwara di depan Rachel yang pasti wajah Rachel sangat kepo.
"Ayo Arga bantu aku kali ini. Wanita di depanku ini harus memakan omongannya sendiri. Jadi tolong Arga bantu aku," batin Risya dengan sangat berharap kerja sama dengan Arga bahkan sangat pede Risya melospeker ponselnya.
"Sayang kamu kenapa menelponku?" tanya Risya lagi dengan lemah lembut.
"Kamu di mana sayang?" tanya Arga.
"Sayang kenapa tidak ada di kantor. Aku menunggumu sejak tadi. Kau tidak tau apa. Kalau tidak bisa jauh-jauh darimu," ucap Arga yang sangat mendalami perannya sandiwara boleh saja. Kalau berlebihan seperti ini juga Risya juga rasanya ingin muntah.
"Oh ini sayang aku, aku sedang ada di luar. Aku sedang ada di Club aku sedang mencari bukti untuk kejadian yang waktu itu dan kamu tau tidak aku bertemu dengan Rachel di sini," jawab Risya yang jujur tanpa mengurangi dan melebihi dan bahkan langsung membawa-bawa nama Rachel yang pasti membuat Rachel panik.
"Rachel! kenapa dia ada di sana?" tanya Arga yang pasti juga terkejut.
"Ya apa lagi kalau bukan untuk melenyapkan semua bukti dan kamu tau tidak kalau dia itu membayar orang untuk melakukan semua itu dan terakhirnya lihatlah sayang istrimu ini jadi kesulitan," ucap Risya dengan mengadukan semuanya.
__ADS_1
"Risya tutup mulutmu!" sahut Rachel yang tidak terima.
"Kamu dengarkan sayang suaranya ada di sini
Huhhh wanita ini sangat menyeramkan," sahut Risya yang tidak peduli.
"Sayang kamu sebaiknya pulang saja dari sana tidak ada gunanya kamu di sana. Kita makan siang setelah ini. Jangan berada di sana lagi," ucap Arga dengan begitu lembutnya bicara pada Risya dan bahkan terkesan sangat manis.
"Baik sayang. Makasih ya sudah khawatir padamu," sahut Risya dengan suara manjanya yang pasti sangat lebay.
"Iya sayang. I Love you," ucap Arga yang di ruangannya yang juga memanfaatkan keadaan untuk mengerjai Risya.
Risya tampak ragu dalam menjawab ucapan cinta itu. Namun dia melihat wajah Rachel dalam eksperesi yang penuh dengan kecemburuan.
"I Love you too," sahut Risya yang akhirnya menjawab dengan sandiwaranya dan dengan menyombongkan dirinya menutup telpon itu dan menyunggingkan senyumnya pada Rachel.
"Kenapa wajahmu seperti itu? iri ya dengan pernikahan orang lain. Kenapa tidak pernah yang di panggil sayang atau di bilang I Love you oleh suaminya. Ya ampun kasihan sekali dirimu. Huhhh sangat menyedihkan," ejek Risya yang merasa menang dari Rachel.
Rachel kelihatannya pita suaranya sudah hilang dan sampai tidak bisa membalas Risya.
" Huhhhhh!!!!!! dah ya Rachel pertemuan kita sampai di sini saja dan aku masa bodoh sih mau kamu membayarnya atau tidak. Kamu bisa dengar sendiri tadi bagaimana suamiku yang sangat santai. Jadi ya kalau kamu mau melakukan apa yang kamu mau masa bodo," ucap Risya dengan santai yang masa bodo.
"Hmmmm, tidak ada gunanya bicara lagi. Aku harus pergi cepat-cepat. Mau makan siang bareng suami tercinta, Jadi bye," ucap Risya dengan lambaian tangannya yang penuh ejekan.
__ADS_1
"Arghhhhh!" umpat Rachel dengan telapak kakinya menghentakkan kelantai, "kenapa hubungannya sebaik itu dengan Arga, kenapa!" Rachel sangat murka dan sangat tidak terima dengan perkataan Risya.
Bersambung