
Mentari pagi kembali tiba. Risya keluar dari kamar mandi yang pasti Risya habis mandi. Saat Risya keluar dari kamar mandi. Arga kelihatannya mau masuk kamar mandi. Risya berhala kekiri dan ternyata Arga juga. Risya kekanan dan Arga juga dengan beberapa kali mereka yang saling berhadapan yang satu arah dan sama-sama diam di tempat.
"Sebenarnya kau itu mau kemana?" ucap ke-2nya dengan serentak.
"Isss kenapa juga ikut-ikutan," sahut Risya dengan geram.
"Nggak ada yang mengikutimu. Kau mau masuk kamar mandi," ucap Arga.
"Ya sudah kalau mau masuk. Masuk aja jangan menghalangi jalanku," ucap Risya.
"Siapa yang menghalangi jalanmu. Kau yang menghalangi jalanku," ucap Arga.
"Ya sudah kalau begitu kau minggir. Aku mau lewat!" tegas Risya.
Arga pun bergeser dan mempersilahkan Risya untuk lewat.
"Isssss," geram Risya yang rasanya ingin menerkam Arga. Namun Arga hany menghela napasnya saja dengan geleng-geleng kepala dan memasuki kamar mandi.
Sementara Risya berdiri di depan cermin yang sekarang memberi polesan makeup pada wajahnya.
"Dia itu sangat menyebalkan," umpat Risya. Risya melihat lehernya yang merah-merah dan pasti itu karena perbuatan singkat Arga tadi malam, "isssss," Risya heran sendiri dan langsung menggosok-gosok dengan kuat.
Risya walau tadi malam mabuk. Tetapi dia sadar seratus persen. Karena dia hanya minum sedikit saja. Jadi dia sangat mengingat apa yang terjadi tadi malam dengan Arga. Dan kalau di tanya apa itu memalukan untuk Risya. Sepertinya tidak. Karena bagi Risya harga dirinya sudah lama tidak ada di hadapan Arga. Jadi menurut Risya itu hal yang tidak perlu di pikirkannya.
**********
Setelah mereka siap-siap untuk kekantor seperti biasanya Risya dan Arga akan mengikuti sarapan bersama Dehway dan juga Salamah. Sarapan sangat hening dan apalagi Risya dan Arga saling bete.
Melihat anak dan menantunya seperti itu. Jelas membuat Salmah heran dengan kedua orang yang saling bete itu.
"Kalian berdua kenapa?" tanya Salmah.
"Tidak apa-apa," jawab Risya dan Arga serentak. Lalu mereka saling melihat dan saling menatap sinis yang sama-sama kesal.
"Tidak kenapa-kenapa? tetapi seperti kesetannan," sahut Salmah yang tidak yakin dengan anak dan menantunya itu.
"Arga Risya. Apa terjadi sesuatu?" tanya Dehway.
__ADS_1
"Tidak ada pah," jawab Arga.
"Risya?" tanya Dehway.
"Tidak ada kok pah," jawab Risya yang sama dengan Arga.
"Baiklah papa sangat berharap. Masalah-masalah yang kalian hadapi bersama bisa di selesaikan dengan baik dan jangan membiarkan mama dah papa harus ikut campur. Karena kalian berdua sudah sama-sama dewasa," ucap Dehway memberi saran.
"Iya pah," sahut Arga dan Risya dengan serentak.
***********
Di kantor Arga sedang ada tamu di ruangannya dan siapa lagi jika bukan Rachel yang ada di ruangannya. Dia dan Arga duduk bersama di sofa.
"Aku sangat bahagia Arga jika kamu menyuruh sekretaris mu untuk menelponku dan menyuruhku datang kemari," ucap Rachel yang ternyata kedatangannya kali ini karena perintah Arga.
"Aku menyuruh Sekretarisku itu karena hal penting," ucap Arga.
"Aku tau. Karena kamu merasa aku sangat penting dengan apa yang ingin aku katakan kepadamu mengenai apa yang terjadi padaku dan suamiku yang....."
"Apa maksudnya?" tanya Rachel.
"Aku menyuruhmu datang hanya ingin bertanya. Apa yang kau katakan kepada Risya dan apa yang kau ketahui tentang hubungan kami?" tanya Arga.
"Jadi kau menyuruhku datang hanya untuk itu!" pekik Rachel.
"Iya. Jadi jawab pertanyaan ku sekarang juga," sahut Arga.
"Arga. Apa yang aku katakan. Aku tidak mengatakan apa-apa dan Risya bukannya dia itu sangat pandai mengarang cerita. Dia itu ahli drama," ucap Rachel yang menjelek-jelekkan Risya.
"Aku menyuruhmu datang untuk berbicara jujur. Bukan untuk yang lain. Jadi katakanlah yang sebenarnya!" tegas Arga dengan wajahnya yang serius.
"Tapi aku tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Dia justru menghinaku wanita murahan dan bahkan dia mengejek pernikahan ku dengan suamiku. Dia menghinaku Arga," ucap Rachel yang merasa paling tersakiti dan menjadi korban.
"Arga aku yang terlebih dahulu mengenal kamu dan Risya juga yang merebut kamu dari aku. Dia selalu menganggapku musuh dan selalu berusaha mengganggu hidupku dan bahkan saat kalian putus dia malah menghancurkan hidupku," lanjut Rachel yang terus membela dirinya.
"Rachel. Kamu harus tau satu hal. Kita sudah putus. Kamu pergi ke Luar Negri dan aku baru dekat dan berpacaran dengannya dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kita dan Risya tidak pernah merebutku dari siapapun," tegas Arga yang membela istrinya.
__ADS_1
"Kamu memang baru dekat dengan Risya setelah aku pergi. Tetapi apa kamu tidak sadar. Jika dulu Risya sering tebar pesona di kampus. Dia menyukaimu diam-diam dan saat kita berakhir dia mengambil kesempatan untuk mendekatimu. Arga semua yang terjadi di antara kita juga merupakan skenario dari Risya," ucap Rachel yang berusaha membuat Arga berpihak padanya.
"Cukup Rachel. Aku menyuruhmu kemari hanya untuk bertanya bukan mendengarkan perkataan mu yang tidak masuk akal. Aku sudah mengatakan dengan jelas. Jika Risya tidak ada hubungannya dengan hubungan kita dan kami berpacaran sat hubungan kita sudah selesai," tegas Arga.
"Dan justru kamu Rachel yang tidak seharusnya mengganggu Risya. Aku dan Risya sudah menikah," lanjut Arga menegaskan.
"Kamu benar-benar di pengaruhi oleh Risya Arga. Asal kau tau Arga. Risya itu wanita jahat, licik dia bukan hanya membuat hubungan kita berakhir. Tetapi dia juga membuat ku menikah dengan suamiku yang main tangan," tegas Rachel dengan mengeluarkan air matanya.
"Apa maksud kamu?" tanya Arga dengan dahinya mengkerut.
"Risya itu sangat tidak ingin aku hidup bahagia. Saat kalian putus. Dia pasti takut. Jika kita kembali sampai-sampai dia melakukan banyak cara dan menjebakku yang membuatku menikah dengan laki-laki gila seperti suami ku sekarang dan aku benar-benar menderita dengan pernikahan yang di atur Risya," tegas Rachel.
Tidak tau Arga harus percaya atau tidak dengan kata-kata Rachel. Namun dia begitu kaget mendengar pengakuan Rachel.
"Arga aku mohon tolong selamatkan aku dari suamiku Arga. Aku sangat menderita Arga dan semua ini karena permainan Risya dan dia juga mengancamku saat aku bertemu dengannya. Wanita itu sakit jiwa Arga. Dia sangat jahat," ucap Rachel dengan memegang ke-2 tangan Arga yang terus mengeluarkan air mata yang memohon pada Arga.
Memohon belas kasihan pada Arga dan Arga terlihat diam yang tidak tau apakah dia percaya pada istrinya. Atau percaya pada omongan Rachel yang di penuhi dengan tangisan.
Ternyata Arga dan Rachel yang berbicara di dalam ruangan itu. Dapat di dengar Risya yang berdiri di balik pintu dan pasti Risya sangat murka mendengar Rachel yang mengadu pada Arga.
"Wanita ini benar-benar berani bicara pada Arga," batin Risya dengan mengepal tangannya dengan wajahnya yang memerah yang penuh dengan kemarahan.
"Kau pikir aku akan membiarkan mulut panasmu itu bicara. Tidak akan sama sekali. Kau akan selesai di tanganku," umpat Risya yang ingin melabrak Rachel dengan memegang kenopi pintu yang ingin masuk.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ada yang menahan tangannya dan membuat Risya melihat sang pemilik tangan yang ternyata Vio.
"Kau!" pekik Risya yang pasti terkejut melihat sepupunya yang sangat dengki itu kepadanya tiba-tiba ada di tempat kerjanya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Risya dengan ketus.
"Percuma kau masuk kedalam dan kau pikir Arga akan percaya kata-kata mu. Apa lagi setelah dia sudah bicara. Arga hanya akan bertanya padamu dan jawabanmu hanya membuatmu memenjarakan perkataan wanita itu," ucap Vio dengan tiba-tiba.
"Apa maksudmu?" tanya Risya.
"Jangan gegabah. Kau itu ular dan dia juga ular. Kalau saling melawan tidak akan ada yang menang. Jadi bermainlah dengan cantik. Ayo ikut denganku," ajak Vio yang langsung membawa Risya pergi dan Risya pun harus mengikut karena sudah terseret.
Bersambung
__ADS_1