
Mobil Arga berhenti di parkiran Apartemen. Risya heran kenapa harus berhenti di sana. Yang padahal tadi katanya mau pulang kerumah Arga.
"Ngapain kita di sini?" tanya Risya heran.
"Hmmm, kita menginap di Apartemen saja," ucap Arga.
"Kenapa?" tanya Risya.
"Itu, jadi aku baru dapat telpon dari bibi di rumah. Katanya rumah lagi sedang di semprot oleh pembersih kuman," jawab Arga.
"Kenapa?" tanya Risya.
"Ya nggak tau mama yang perintahkan. Jadi kita istirahat di sini saja," jawab Arga dengan tersenyum tipis yang seperti menutupi sesuatu.
"Bagaimana kita menginap di sini saja ya," ucap Arga. Risya mengangguk dan membuat Arga menghela napasnya.
"Huhhhh, untung aja Risya mau. Jika tidak dia bisa melihat mama dan papa ada di sana," batin Arga yang lega.
*********
Arga dan Risya pun memasuki Apartemen Arga. Itu Apartemen yang pernah di tempati Risya saat mereka pacaran dan di sana juga terjadi kesalahpahaman dengan perselingkuhan yang dituduhkan Arga. Semenjak saat itu ini pertama kalinya Risya menginjakkan kaki kembali di tempat itu.
Mereka berjalan di koridor- koridor menuju Apartemen Arga dengan Arga yang membawa kantung plastik yang mungkin sarapan untuk ke-2nya.
Pintu terbuka silahkan masuk.
Ucap pintu otomatis tersebut. Arga dan Risya pun langsung masuk.
Risya melihat di sekelilingnya tempat itu sangat banyak berubah dan seperti sudah di renovasi oleh Arga. Risya juga tidak tau kapan itu renovasi mungkin sudah lama juga.. Apartemen itu sangat bersih dengan desain-desain perabotan yang eksotik dan juga plafon dinding dan lantai yang minimalis dengan desain eropa.
Risya masih melihat-lihat tempat itu sementara Arga sudah di dapur yang mengambil piring untuk memindahkan sarapan yang tadi di belinya.
Sesekali Arga melihat Risya yang berjalan pelan-pelan melihat ruang tamu dan lain-lainnya sampai Risya melihat beberapa foto yang berjajar di atas meja. Namun bingkai belakangnya yang tertutup dan membuat Risya penasaran langsung melihat foto-foto apa itu.
Ternyata dirinya toh yang fotonya di balikkan Arga.
__ADS_1
"Semenjak kita menikah aku tidak pernah kemari dan sebelumnya aku mengatakan kepada pembersih tempat ini untuk tidak mengubah posisi foto itu," sahut Arga.
"Kenapa di pajang seperti ini. Kalau tidak suka pada yang di foto kenapa tidak membuangnya?" tanya Risya.
Yang pasti foto-foto yang sengaja di balikkan itu karena Arga yang marah dengan Risya dan itu pasti karena mereka sudah putus. Namun benar Arga bukannya membuang foto-foto Risya malah tetap menyimpannya. Walau di pajang tanpa memperlihatkan orangnya.
"Sayang saja jika harus di buang," jawab Arga simple.
"Sayang atu masih menyukaiku saat kita putus," sahut Risya.
"Kamu tau jawabannya dan sebelumnya aku juga sudah mengatakan hal itu," sahut Arga.
Risya diam dan tidak menjawab lagi.
"Ayo Kemarilah kita sarapan!" ajak Arga. Risya menganggukkan kepalanya dan menyusul Arga yang sudah duduk dan Risya pun ikut duduk di depan Arga dengan makanan yang sudah berada di meja di depannya.
Risya dan Arga pun mulai sarapan dengan keheningan tanpa obrolan.
"Perbaiki posisi fotonya jangan seperti itu," sahut Risya yang tiba-tiba mengeluarkannya suara. Bicara sambil melihat makanan dan tidak melihat Arga.
"Lalu hubungan kita kapan bisa di perbaiki?" tanya Arga.
"Siapa yang merusaknya dia yang memperbaikinya dan jangan tanya-tanya aku dan jangan mengajak-ngajakku untuk memperbaikinya," jawab Risya dengan ketus.
"Ohhh, begitu ternyata. Baiklah aku memang akan bertanggung jawab sendiri," sahut Arga dengan mengangguk-angguk tersenyum.
" Terserah," sahut Risya. Arga tersenyum dan kembali melanjutkan sarapannya bersama dengan Risya.
**********
Malam hari sudah tiba saja dan karena memang hari ini hari libur. Jadi Risya dan Arga tidak kekantor. Sejak tadi mereka hanya di apartemen saja dan tidak tau juga apa yang di lakukan ke-2nya. Mungkin tidak ada atau punya dunia mereka masing-masing.
Seperti sekarang ini Arga yang berada di dapur yang terlihat membuat makanan sementara Risya yang sedang menonton drama korea kesukaannya.
Dan tidak lama Arga pun datang dengan membawa makanan yang mana Arga membuat steak untuk Risya.
__ADS_1
"Ayo di makan," ucap Arga yang duduk di samping Risya.
"Nanti aja masih menonton," jawab Risya yang matanya masih terus melihat televisi.
Arga menghela napasnya dan langsung memotongkan steak tersebut yang langsung menyuapi Risya.
"Buka mulutmu!" titah Arga. Risya pun menurut dan Risya memakan suapan yang di berikan Arga dengan mata Risya terus saja melihat adegan drama yang begitu serius di layar tersebut.
Di mana pertengkarana pasangan kekasih dan sudah taulah bagaimana sedihnya kalau pasangan kekasih bertengkar sampai ikutan baper. Makanya Risya sangat serius menonton dan bahkan matanya berkaca-kaca hanya karena Drama Korea.
"Apa sesedih itu?" tanya Arga.
"Menurutmu," sahut Risya, "lihat pria itu sangat jahat. Wanitanya selama ini sangat sabar kepadanya banyak mengalah. Namun apa yang terjadi. Lihatlah laki-lakinya dengan mudahnya ingin meninggalkan wanitanya demi wanita baru yang baru di kenalnya," ucap Risya yang ikut tersentuh dengan drama Korea tersebut.
"Mungkin dia punya alasannya," sahut Arga yang masih terus menyuapi Risya.
"Apa alasannya. Dia memang dasar tidak mencintai orang yang selama ini bersamanya dan dia itu sama saja denganmu," sahut Risya yang malah menyalahkan Arga.
"Kok aku," sahut Arga.
"Ya kalian para laki-laki memang selalu seperti itu semena-mena saja maunya," kesal Risya menjadikan Arga luapan kekesalannya pada tokoh yang ada di drama itu.
"Beda Risya. Jika dia tidak mencintai wanita dan maka aku yang mencintaimu," sahut Arga dengan santai membuat Risya menoleh ke arah Arga.
"Bohong!" sahut Risya.
"Bagaimana mungkin aku bisa berbohong. Kamu juga pasti bisa merasakan jika aku sangat mencintaimu," ucap Arga yang meyakinkan Risya.
"Cinta itu berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan 100 persen dan kamu tidak memberiku kepercayaan sepenuhnya. Jadi bagaimana mungkin kamu mencintaiku," jawab Risya.
"Jadi apa menurut kamu cinta ku tidak utuh?" tanya Arga yang sekarang ke-2nya saling melihat dengan tatapan mata yang sangat dalam.
"Tanya sama diri kamu sendiri. Bagaimana mungkin kamu merasa paling mencintai jika mempermasalahkan hal yang sudah pernah terjadi dan itu bukan cinta namanya," jawan Risya.
"Kamu benar Risya aku hanya menganggapnya aku yang paling mencintai. Tetapi aku tidak bisa mengartikan cinta itu dan aku sadar. Jika aku harus belajar banyak darimu tentang cinta. Jadi aku mohon ajari aku cara mencintai yang sesungguhnya ," ucap Arga yang terus beradu pandang dengan Risya dan Risya sudah tidak fokus lagi dengan drama Korea yang di tontonnya.
__ADS_1
Bersambung