
Mereka berdua terus melihat keindahan langit di atas sana.
"Kamu mau tidur!" tanya Arga.
"Belum, masih mau nemani kamu di sini," jawab Risya.
"Tapi aku akan sampai pagi di sini," ucap Arga.
"Nggak apa-apa, yang penting sama kamu," ucap Risya.
"Kalau kamu kedinginan bagaimana?" tanya Arga.
"Kan bisa di peluk seperti ini," ucap Risya yang mengeratkan pelukannya pada Arga membuat Arga mengendus dengan tersenyum dan mengelus-elus pucuk kepala Risya.
"Ya sudah terserah kamu aja deh," sahut Arga.
"Kenapa tidak mau tidur di tenda?" tanya Risya.
"Yang tidak mau siapa Risya?" tanya Arga.
"Buktinya sedari tadi di sini terus," ucap Risya.
"Kan aku masih cari udara segar," ucap Arga.
Risya mengangkat kepalanya dan melihat wajah Arga dengan serius, menatapnya begitu intens.
"Ada apa?" tanya Arga.
"Kamu masih terpaksa ya menemani aku di sini?" tebak Risya yang melihat wajah suaminya masih tercium aroma-aroma terpaksa.
"Menurut kamu?" tanya Arga.
"Bukannya asyik ya kita berkemah. Tadi kamu juga mancing. Itu artinya kamu juga happy," ucap Risya.
"Iya aku happy kok," sahut Arga.
"Tetapi aku mencium bau-bau kebohongan?" tangan Risya.
"Risya aku memang tidak suka melakukan hal ini dan kamu tau itu. Kamu tau ini hal yang paling tidak ingin aku lakukan. Tetapi aku melakukannya karena kamu. Terkadang apa yang tidak kita sukai harus kita sukai demi orang yang kita cintai dan jika membuat kamu bahagia aku tidak punya alasan untuk tidak menyukainya," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum.
"Jadi semua demi aku?" tanya Risya.
Arga mengelus-elus pipi Risya dengan wajah mereka yang saling berdekatan.
"Semuanya demi kamu. Aku akan melakukan apapun untuk kamu. Kalau kamu bahagia maka aku akan sangat bahagia," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum dan langsung mencium bibir Arga.
__ADS_1
"Kamu suami ku yang sangat baik," ucap Risya yang mengusap-usap bibir Arga dengan jarinya.
Arga tersenyum dan mendekatkan bibirnya. Lalu mencium Risya. Jika tadi Risya hanya mengecup saja. Maka lain dengan Arga yang mencium lebih dalam dengan memegang ke-2 tengkuk Risya. Mata ke-2nya yang sama-sama terpejam menikmati ciuman yang semakin lama semakin menuntut itu ciuman romantis ke-2nya di bawah rembulan dan di pinggir sungai.
*************
Syarla yang berjalan sembari memegang ponselnya.
"Risya mana sih, bisa-bisanya tidak terlihat di tenda. Apa dia lagi sama Arga ya," gumam Syarla yang mencari-cari Risya.
"Tapi kemana mereka. Mereka tidak ada di tenda," ucapnya yang terus melihat ke sekitarnya untuk mencari Risya. Sepertinya Syrala ada perlu dengan Risya makanya mencari temannya itu.
Sampai akhirnya langkah Syrala terhenti ketika melihat dari kejauhan seperti ada 2 orang yang berada di pinggir sungai.
"Itu kayaknya Risya," ucapnya dengan yakin.
Syrala pun melanjutkan langkahnya untuk mendekat, untuk memastikan benar atau tidak itu Risya. Dan ketikan langkah itu semakin dekat. Syrala menghentikan langkahnya ketika dia sudah semakin dekat pada Risya dengan Syarla yang menghela napasnya. Bagaimana tidak Syrala melihat Risya dan Arga yang masih berciuman.
"Lupa dia punya suami ya pasti dia sama suaminya dan ini, aku harus melihat hal ini. Bikin kaum jomblo iri aja," gumamnya yang terlihat sangat menyedihkan dengan apa yang terjadi.
"Sudahlah Syrala ini memang nasibmu sebagai jomblo yang bisa melihat hal-hal manis seperti ini," ucap Syrala yang kembali menghela napas dan akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Karena tidak mungkin dia mengganggu pasangan suami istri yang romantis-romantisan itu. Syrala juga tidak jadi menyampaikan niatnya untuk menemui Risya.
***********
"Mas Edo mau tidur?" tanya Angela.
"Belum Angela," jawab Edo.
"Bagaimana apa Putri sudah tidur?" tanya Edo.
"Sudah kok mas," jawab Angela.
"Kamu sendiri bagaimana sudah mau tidur atau masih mau ngapain?" tanya Edo.
"Belum ngantuk sih," jawab Angela.
"Ya sudah kalau belum ngantuk. Ayo kita cari udara segar!" ajak Edo.
"Kemana?" tanya Angela.
"Dekat sungai bagus," jawab Edo.
"Putri bagaimana?" tanya Angela.
"Kan kita tidak kemana-mana hanya ke dekat sungai saja. Jadi Putri tidak akan apa-apa," ucap Edo.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu," sahut Angela yang tidak masalah.
Edo tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Angela. Angela tersenyum dan menyambutnya uluran tangan yang ingin di genggam itu dengan mereka berdua yang sama-sama tersenyum dan langsung berjalan meninggalkan tenda tersebut.
***********
Akhirnya Angela dan Edo duduk di pinggir sungai mendengarkan suara aliran sungai dan mereka tidak dekat-dekatan dengan Arga dan Risya. Mungkin memang tempatnya berbeda.
"Makasih ya Angela," ucap Edo tiba-tiba.
"Soal apa?" tanya Angela.
"Kamu mau mengajak aku dan Putri untuk kemah bersama kamu," ucap Edo.
"Oh itu. Aku juga hanya di ajak Risya. Aneh memang Risya tiba-tiba ingin kemah dan aku pernah melihat di kamar Putri ada tenda kemah dan kami bercerita sedikit dan dia juga ingin kemah. Ya aku pikir tidak ada salahnya mengajaknya walau aku tidak yakin akan mendapat izin dari kamu. Tetapi kenyataannya justru kamu memberi izin dan jujur aku sangat bahagia bisa lemah bersama kamu dan juga Putri," ucap Angela.
"Angela kamu itu selalu berusaha untuk mengerti apa yang di inginkan Putri. Bahkan aku tidak pernah tau hal ini," ucap Edo.
"Mas Edo mungkin Putri sebenarnya banyak yang di inginkannya. Hanya saja dia tidak tau cara menyampaikannya kepada kamu. Makanya dia lebih memilih diam dan aku sangat senang bisa menjadi bagian darinya. Dia sangat lempang bicara padaku dan sangat terbuka. Ya aku sangat bahagia," ucap Angela.
Edo tersenyum dan memegang ke-2 tangan Angela dengan menatap Angela dalam-dalam.
"Angela aku benar-benar tidak tau bagaimana caranya membalas kebaikan kamu," ucap Edo.
"Kenapa harus di balas. Bukannya memang aku harus melakukan hal itu. Sebentar lagi aku akan menjadi ibu Putri. Jadi aku harus terbiasa dengan kehidupan Putri dan juga kamu," ucap Angela.
Mendengarnya Edo tertawa kecil.
"Kenapa tertawa ada yang lucu?" tanya Angela heran.
"Tidak ada. Tapi aku mau tanya sama kamu. Memang kamu sudah siap untuk menjadi istriku?" tanya Edo.
Angelia menganggukkan kepalanya yang memang terlihat sangat siap membuat Edo tersenyum dan mencium lembut kening Angela.
"Kalau begitu kita akan mengatur pertemuan kamu dengan keluargaku dan iya mama itu sangat ingin sekali bertemu dengan kamu dia sangat penasaran dengan wanita yang sering aku cerita kepada-nya," ucap Edo.
"Bagaimana kalau mama kamu terlalu berekspetasi tinggi?" tanya Angela panik.
"Tidak mungkin, karena aku menceritakan kamu yang jelek-jelek. Jadi tidak ada yang special," seloroh Edo.
"Issss," kesal Angela membuat Edo tersenyum dan menatap Risya lebih dalam lagi sampai mata Edo turun ke bibir Angela dan tidak lama bibir itu menyatu dengan mereka yang berciuman romantis yang saling menikmati.
Ternyata ciuman pasangan itu di lihat oleh Boy yang berdiri tidak jauh dari mereka dan melihat pasangan itu yang berciuman dengan wajah Boy yang tidak terbaca.
Bersambung
__ADS_1