MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 88 Suami istri bucin.


__ADS_3

"Arga stop geli tau," keluh Risya yang masih meminta ampun dari perbuatan Arga yang menggelitiki nya sampai akhirnya Arga berhenti menggelitiki istrinya itu dengan wajah mereka yang saling berdekatan dengan Arga yang masih menindih tubuh Risya.


"Jahil!" ucap Risya dengan wajah kesalnya.


"Tapi suka kan?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat. Risya menggelengkan kepalanya.


"Yakin?" tanya Arga yang ingin menggelitiki lagi. Namun Risya langsung menyetopkan perbuatan Arga.


"Jangan," rengek Risya dengan suara manjanya. Arga tersenyum dengan mengelus-elus pipi Risya.


"Kenapa sudah mandi?" tanya Arga.


"Itu bukan pertanyaan yang harus di jawab ya kan memang harus mandi. Kita bukannya mau kekantor," ucap Risya.


"Tapi dengan kamu seperti ini membuatku jadi malas kekantor dan malah ingin berduan dengan kamu. Hmmmm bagaimana kalau pergi ini kita berdua," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum dengan Risya yang geleng-geleng kepala.


Risya sudah tau apa yang mau di lakukannya. Jadi Risya harus menolaknya dulu.


"Tidak boleh?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat.


"Memang tidak boleh. Kita harus kekantor," tegas Risya.


"Sebentar aja," goda Arga.


"Nggak mau. Sudah tadi malam dan kamu juga lupa tadi malam kamu itu juga mengganggu tidurku dan kali ini aku tidak akan mau," ucap Risya dengan tegas dengan matanya yang menyorot tajam.


Memang awalnya malam itu terjadi bukan karena kesepakatan mereka. Ya Arga lagi ada sinting-sinting dari dia yang menatap Risya yang tertidur pulas. Mencium kening Risya sampai mengecup bibir Risya. Awalnya hanya mengecup lama-lama mencium dengan dalam-dalam dan bahkan sampai pada leher Risya.


Apa tidak hal itu mengganggu Risya dan makanya terjadi hal itu. Di mana Risya dan Arga yang akhirnya making love dan Arga masih pengen aja.


Arga menghela napasnya dengan tidak bersemangat gara-gara di tolak sang istri. Risya tersenyum, melihat wajah suaminya yang murung itu.


"Sudah Arga jangan ngambek- ngambek seperti itu. Sekarang ayo cepat kamu mandi. Nanti telat kekantor," tegas Risya yang mendorong dada Arga dan membuat Arga dengan lemas jatuh ke samping Risya dengan Arga yang menghela napas.


"Ayo buruan siap-siap," tegas Risya yang turun dari tempat tidur dan mulai membuka lemari untuk mencari pakaian ganti.


Arga masih memejamkan matanya yang benar-benar malas untuk bergerak.


"Arga buruan jangan malas-malasan. Cepat," tegas Risya.


"Iya- iya," sahut Arga yang langsung duduk dengan tidak bersemangatnya dan turun dari ranjang. Ya pasti turun dari ranjang tanpa memakai sehelai benangpun.


Dengan perdenya Arga berjalan kekamar mandi dengan keadaan seperti itu untung saja Risya berbalik badan. Jika tidak Risya pasti sudah melempar Arga dengan bantal. Jadi untung saja Risya tidak melihat Arga.


***********


Setelah selesai bersiap-siap. Mereka sebelum berangkat kekantor mereka berdua sarapan terlebih dahulu dan sarapannya bukan di rumah tetapi mereka sarapan di dalam mobil yang berhenti di pinggir jalan yang sedang menikmati bubur gerobak abang-abang. Itu memang langganan mereka. Dari mereka jaman pacaran dan sampai detik ini menyukai bubur ayam tersebut.


Bahkan saat mereka sudah putus kerap kali mereka bersamaan membeli bubur tersebut. Namun mereka saling tidak menegur dan bahkan saling terlihat begitu ketus dengan satu sama lainnya. Ya saling sewot. Namanya juga mantan. Setelah menikah mereka bisa kembali menikmati bubur tersebut dengan lahap.


"Rasanya tidak pernah berubah. Semenjak kita di jepang. Aku tidak pernah lagi memakannya. Jadi sangat merindukan rasanya," ucap Risya.

__ADS_1


"Sama, kamu benar rasanya tidak pernah berubah," jawan Arga.


"Oh iya Arga kamu tau tidak kalau Vio dan Samuel mau berpisah," ucap Risya yang tiba-tiba memberi laporan pada Arga.


"Berpisah?" pekik Arga yang sedikit terkejut. Bahkan melihat Risya dengan serius.


"Iya benar," jawab Risya.


"Bukannya Vio lagi hamil dan kenapa berpisah?" tanya Arga heran.


"Aku juga tidak tau apa yang terjadi dan aku baru mendapat infonya dari mama. Mama yang bilang kalau mereka hendak berpisah dan bahkan mereka berdua sudah pisah rumah," ucap Risya dengan apa adanya.


"Kamu serius?" tanya Arga yang kurang yakin dengan apa yang di katakan Risya.


"Iya, katanya sih. Tetapi masih dugaan ya. Keluarga Samuel sudah tidak tahan dengan keluarga Vio yang kamu tau sendiri lah. Kalau keluarga Vio terutama Tante karena itu sangat suka sekali mencampuri rumah tangga Samuel dan Vio. Ya mungkin aja Samuel sudah mulai risih," ucap Risya.


"Begitu rupanya. Tetapi tumben sekali Samuel langsung bertindak untuk berpisah. Hmmm jangan-jangan dia mau kembali lagi dekati kamu," ucap Arga yang berpikir sesuka hatinya.


"Isss kami itu, lagian kalau dia mau dekati aku. Tidak ada yang salah juga," sahut Risya dengan santai sembari mengunyah makananya.


"Ohhh awas aja kalau kamu berani," sahut Arga dengan model galak.


"Memang ada yang takut," sahut Risya menantang.


"Oh kita lihat aja. Sekali kamu berani mendekati Samuel aku patahkan kakimu," tegas Arga dengan ancaman.


"Issss jahat sekali. Itu sama saja kriminal," tegas Risya.


"Dasar cemburuan," goda Risya dengan senyum-senyum yang paling senang kalau Arga cemburu kepadanya.


"Sudah makan lagi," ucap Arga.


"Iya-iya tuan Arga," sahut Risya yang tersenyum manis.


**********


Risya yang berada di ruangannya yang mengerjakan semua pekerjaannya.


toko-tok-tok-tok tiba-tiba pintu ruangan Risya ketuk.


"Masuk!" sahut Risya dari dalam sembari tetap fokus pada laptopnya.


"Bu, Risya," sapa seorang wanita yang sepertinya karyawan yang datang keruangan Risya dengan membawa boucket bunga dan paper bag berwarna hitam.


"Ada apa Sarah?" tanya Risya.


"Ini Bu saya mau mengantarkan ini ada paketan untuk ibu," ucap Sarah.


"Oh iya dari siapa?" tanya Risya heran yang berdiri dari tempat duduknya dan mengambil Boucket mawar yang jumbo itu.


"Tidak ada pengirimnya Bu," jawab Sarah.

__ADS_1


"Siapa yang mengirim hadiah," gumam Risya dengan heran.


"Ya sudah Bu kalau begitu saya permisi dulu. Mari Bu," ucap Saras yang menundukkan kepalanya.


"Iya makasih ya," sahut Risya.


Setelah kepergian Saras Risya melihat-lihat hadiah itu.


"Siapa yang mengirimnya?" tanya dengan penuh kebingungan yang melihat bunga tersebut dan meletakkan di atas meja.


Lalu Risya membuat paper bag tersebut dan mengeluarkan kotak dari dalamnya kotak persegi panjang yang membuat Risya semakin penasaran.


"Apa ini!" gumamnya yang langsung membuka isinya.


Risya di kagetkan dengan isinya yang ternyata kalung berlian yang membuatnya sampai menganga melihat hadiah mahal tersebut.


"Ya ampun ini dari siapa?" tanyanya yang masih penasaran dan Risya melihat ada kartu ucapannya.


..."Aku sangat suka memberikan semua ini kepadamu. Semoga kamu menerimanya dan kamu senang dengan apa yang aku berikan. Aku minta maaf padamu dari orang pasti kamu tau siapa. Aku mencintaimu," tulisan romantis dari kartu ucapan itu mampu membuat Risya tersenyum lebar....


"Akhirnya Arga minta maaf juga dan pakai kasih bunga segala lagi. Ya ampun Arga kamu itu benar-benar sweet sama seperti dulu," gumam Risya dengan wajahnya yang berseri-seri yang benar-benar jatuh cinta untuk kesekian kalinya.


Risya menghirup aroma bunga yang indah itu dan juga melihat kalung yang di pastikan sangat mahal.


"Aku juga mencintaimu. Terima kasih kamu selalu tau cara membuat ku bahagia dan hal manis yang di pagi yang indah ini benar-benar sangat membuatku sangat berwarna terima kasih Arga," batin Risya yang harinya semakin baik dengan perhatian yang di berikan Arga kepadanya. Hal romantis yang di terima Risya membuat Risya benar-benar sangat bahagia.


************


Risya berdiri di depan ruangan Arga dan terlihat sedang bercermin dengan memperbaiki rambutnya dan juga melihat-lihat wajahnya apa ada yang kurang dari bedaknya dan setelah memastikan dia itu cantik. Risya langsung mengetuk pintu ruangan Arga.


"Masuk!" sahut Arga setelah mendengar tiga ketukan pintu dan Risya pun langsung masuk setelah menarik napasnya panjang.


"Risya," sahut Arga menyapa dengan melihat sebentar. Namun kembali pada pekerjaannya.


Risya tersenyum dan berlari kecil menghampiri Arga dan langsung memeluk Arga dari belakang dengan kedua tangan Risya berada di leher Arga dan wajah Risya yang merapat pada pipi Arga membuat Arga heran ada apa dengan Risya yang tumbennya langsung manja seperti itu.


"Ada apa ini?" tanya Arga heran. Risya tersenyum dan dengan manjanya langsung duduk di pangkuan Arga dengan mengalungkan tangannya keleher Arga yang membuat Arga semakin heran dengan alisnya yang terangkat.


Risya juga langsung mengecup bibir Arga. Wajah Arga terlihat lebih heran dengan apa yang di lakukan Risya.


"Terimah kasih untuk hari yang indah ini," ucap Risya dengan lembut yang mengelus-elus dada Arga.


"Kamu menyukainya?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat.


"Mana mungkin aku tidak menyukainya. Dan aku akan memakainya nanti," ucap Risya yanga sejak tadi terus tersenyum dan memegang pipi Arga.


"Kamu benar-benar sangat manis Arga, kamu selalu tau cara membuat hariku bahagia," ucap Risya yang berbicara lembut tepat di wajah Arga.


Dekatnya wajah mereka dengan tanpa jarak itu membuat Arga seperti sesak yang menahan godaan Risya. Memang aneh baginya Risya tiba-tiba seperti itu sampai berani menggodanya di kantor membuat jantung Arga berdetak kencang saja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2