MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 84


__ADS_3

Risya sedang makan bersama 2 teman dekatnya, Syarla dan juga Anggia di salah satu Restaurant yang sudah menjadi favorite mereka ber-3 dengan pesanan yang sudah memenuhi berita mereka.


"Ya ampun Risya semenjak pulang dari jepang terlihat lebih fresh ya. Seperti orang yang habis bulan madu aja," goda Anggia.


"Hmmm, atau jangan-jangan sudah gol lagi," sahut Syarla yang tidak kalah menggoda Risya dengan tersenyum penuh selidik pada Risya.


"Apa-apaan sih kalian berdua," sahut Risya.


"Ya ampun wajahnya sampai memerah seperti itu," goda Anggia menunjuk-nunjuk wajah Risya.


"Udah deh, kalian ini nggak usah mulai lagi deh," sahut Risya kesal yang memang malu karena 2 temannya itu yang cengcengin Risya.


"Tapi jujur sama kita Risya, kamu sama Arga sudah kan?" tanya Syarla pelan.


"Apa sih," sahut Risya semakin malu. Namun tidak bisa menyembunyikan senyumnya.


"Ihhhh, jangan pura-pura bodoh. Jujur buruan," sahut Anggia yang tidak sabaran sampai mencubit tangan Risya.


"Jujur apaan," sahut Risya kesal.


"Ya itu sama Arga," sahut Syarla yang memperagakan tangannya dengan menepuk-nepuk menimpa. Risya yang malu-malu melihat ke dua temannya dan itu dan Risya langsung mengangguk malu.


"Oh my God serius?" tanya keduanya dengan serentak bahkan suara mereka tidak terkendalikan sampai mencuri perhatian pengunjung Restaurant.


"Shutttt, kalian berdua ini berisik tau," sahut Risya yang malu karena ke-2 temannya itu. Syarla dan Anggia pun melihat ke sekitar mereka dan baru menyadari menjadi bahan tontonan.


"Ihhh Sorry-sorry mamanya juga keceplosan. Jadi benaran kalian berdua sudah?" tanya Syarla butuh kepastian yang jelas.


"Iya Syarla sudah," jawab Risya jujur.


"Hmmm, pantesan aja wajahnya ceria dan semakin fresh ternyata sudah di ehem-eheman Arga," goda Anggia.


"Issss udahlah apaan sih kalian," ucap Risya dengan kesal yang semakin tidak ada harga dirinya dengan 2 temannya itu.


"Iya-iya deh, Sorry habisnya kita berdua itu senang. Akhirnya kamu benar-benar menjadi istri Arga sepenuhnya," ucap Anggia yang serius bicara.


"Ya tapi menurutku itu terlalu cepat," sahut Risya.


"Kok gitu?" tanya Syarla.

__ADS_1


"Ya Arga tidak pernah minta maaf masalah kejadian yang lalu kepadaku. Padahal aku hanya menunggu ucapan maafnya saja," sahut Risya yang tiba-tiba manyun.


"Oh kalau begitu kamu yang tidak sabaran berarti yang tidak bisa menahan diri, pantang di pancing Arga dikit sudah klepek-klepek. Jadi Arga sudah tidak perlu minta maaf lagi," ucap Syarla.


"Ya namanya juga situasinya seperti itu. Tetapi bukan karena masalah hal itu. Aku hanya ingin Arga meminta maaf atas apa yang terjadi dulu dan jika tidak ada permintaan maafan itu artinya Arga masih beranggapan aku berselingkuh dengan Samuel," ucap Risya jadi sedih.


"Ya ampun Risya. Kenapa mikir seperti itu sih hah! lagian kalian juga sudah melupakan masalah itu dan kebenarannya sudah terungkap," ucap Anggia.


"Tau nih, memang waktu kamu sama Arga menghabiskan waktu melakukan hal itu tidak bilang cinta apa?" tanya Syarla.


"Ya bilang hanya saja..."


"Ya sudah kalau sudah mengatakan cinta ya sudah. Itu artinya dia memang mencintaimu dan apa artinya permintaan maaf itu. Lagian masalah itu juga sudah lampau. Jadi alangkah baiknya di lupakan yang penting kamu sama Arga sudah sama-sama punya tujuan yang baik untuk pernikahan kamu. Jadi stop mikir ini dan itu," ucap Anggia dengan tegas berbicara pada temannya itu yang penuh dengan penekanan.


"Iya juga sih," sahut Risya.


"Sudahlah jangan memikirkan hal itu lagi. Lihat kedepannya saja," tegas Anggia.


"Iya Anggia bawel," ucap Risya yang membuat mereka ber-3 tersenyum.


***********


"Kami tidak jadi makan siang sama Anggia dan Syarla?" tanya Arga yang menoleh ke arah Risya.


"Jadi kok, hanya saja tidak jadi ke Mall aku langsung mengejar supaya tidak telat ke tempat kamu," jawab Risya.


"Kok baik banget sih?" tanya Arga tersenyum.


"Isss apa sih," sahut Risya jadi salah tingkah.


"Bagaimana kalau kita ke Mall?" tanya Arga menawarkan.


"Tumben, biasanya kamu paling kesal kalau di ajak ke Mall," sahut Risya.


"Ya anggap aja hanya sekali-kali saja. Lagian kamu tidak jadi ke Mall tadi dan malah memilih untuk makan bersamaku dan klien. Jadi apa salahnya aku menggantinya," sahut Arga.


"Serius?" tanya Risya. Arga menganggukkan kepalanya.


"Tapi kamu yang traktir ya,?" tanya Risya.

__ADS_1


"Bukannya kamu punya kartu ku?" tanya Arga dengan alisnya yang terangkat.


"Ya kan beda. Maunya di traktir," sahut Risya.


"Hmmm, baiklah tapi aku tunggu di mobil," jawab Arga.


"Issss nggak mau," sahut Risya dengan suara manjanya.


"Hanya bercanda," sahut Arga tersenyum.


"Jadi benar-benar kita belanja di Mall, kamu ikut dan kamu yang traktir?" tanya Risya memastikan.


"Iyaaaa Risya," sahut Arga membuat Risya tersenyum kegirangan.


"Baik banget," ucap Risya yang gantian. Arga hanya berdecak dengan senyum-senyum. Ke-2nya itu bisa di katakan sefrekuensi yang terkadang bisa sama-sama serius dan terkadang sama-sama becanda dan kalau marahan jangan tanya.


***********


Benar-benar Arga menemani Risya ke Mall. Tau sendirikan kalau perempuan ke Mall itu banyak tingkahnya dan ulahnya yang harus semua toko di masukin dan padahal yang di beli hanya itu-itu saja. Hal ini sebenarnya menguji kesabaran Arga.


"Kita cari pakaian untuk kamu ya," ucap Risya.


"Kok aku sih, kamu aja. Nanti tambah lama," jawab Arga menolak.


"Kenapa? kamu sudah setuju lo menemani aku di Mall tanpa batas waktu. Jadi wajahnya tidak boleh di jelek-jelek kan seperti itu," Icao Risya menegaskan.


"Iya Risya," sahut Arga yang menghela napasnya yang pasrah dengan Risya dan Risya langsung menarik tangan Arga membawa Arga memasuki toko pakaian pria.


Dan di sana lah Risya beberapa kali mencobakan Arga dengan beberapa pakaian yang di pilihnya, dari kemeja, kaos dan apa saja yang di temui Risya.


"Ini warnanya sangat jelek," ucap Risya yang menempelkan pada tubuh Arga. Arga hanya menghela napas saja.


"Terserah deh Risya," sahut Arga yang pasrah dan menunggu Risya melihat-lihat pakaian lagi yang cocok untuk suaminya.


"Kamu juga bantu pilih!" titah Risya.


"Kamu aja yang pilih aku sudah punya semuanya," jawab Arga.


"Sombong sekali," sahut Risya yang melanjutkan memilih-milih. Namun Arga memilih duduk menunggu Risya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2