MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 291


__ADS_3

Risya yang masih memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Sampai air matanya keluar menahan rasa sakit yang luar biasa itu.


"Kenapa kepala ku begitu sakit," ucapnya yang sebenarnya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Nafasnya yang naik turun membuat Risya langsung menunju tempat tidur.


"Mereka semua membuatku seperti orang gila. Aku tidak tau kenapa tiba-tiba mama mengatakan jika aku sudah menikah dan Arga suamiku. Lalu anak itu anakku. Yang padahal Suster itu dekat dengan Arga dan dari wajah suster itu sudah terlihat. Jika dia ada sesuatu saat aku bertanya mengenai statusnya. Tetapi Arga masih saja mengatakan jika aku adalah istrinya. Aku tidak tau sebenarnya apa yang mereka pikirkan dan kenapa melakukan semua ini kepadaku," batin Risya yang merasa dirinya sangat tersiksa.


Dia memang tidak bisa mengingat apa-apa dan hal itu membuatnya semakin bingung. Bahkan kepalanya yang sakit yang tiba-tiba. Padahal saat di rumah sakit dan waktu keluar dari rumah sakit. Risya baik-baik aja dan tidak kenapa-kenapa sama sekali. Dokter juga mengatakan jika ingatannya juga akan pulih dan tidak ada hal yang serius.


Tetapi nyatanya tidak seperti itu. Belakangan ini Risya selalu merasa sakit pada kepalanya dan bahkan emosinya yang beberapa kali terpancing dan sangat mudah marah.


**********


Suster Devi yang sedang mencuci botol susu Aurora.


"Kenapa Dokter Sarah tidak bisa di hubungi sama sekali," Tantri yang memasuki dapur dengan mengoceh sambil melihat ponselnya yang sepertinya ingin menghubungi seseorang.


"Ibu kenapa?" tanya Suster Devi.


"Ini saya lagi menghubungi Dokter untuk memeriksa keadaan Risya," jawab Tantri.


"Memang Bu Risya kenapa?" tanya Suster Devi.


"Arga mengatakan kepalanya sakit. Jadi saya ingin memeriksakan ke Dokter. Takut terjadi sesuatu pada Risya," jawab Tantri.


"Bukannya Dokter bilang keadaan Bu Risya tidak ada yang perlu di khawatirkan dan lupa ingat seperti itu sangat biasa. Karena itu juga bersifat sementara," ucap Suster Devi.


"Kamu benar. Tetapi saya khawatir saja pada Risya," sahut Tantri.


"Tapi Bu saya rasa tidak perlu memanggil Dokter," sahut Devi yang tiba-tiba mengeluarkan pendapatnya membuat Tantri melihat Devi dengan serius.


"Maaf Bu saya hanya memberi saran. Karena saya berpengalaman dengan keadaan Bu Risya. Yang saya juga punya saudara yang mengalami amnesia sementara karena bangun dari koma dan jika kita terlalu memaksakan atau malah bertindak seperti itu yang adanya pasien akan lama sembuh. Bu Risya hanya lupa ingatan sementara yang artinya sembuhnya juga akan secara natural," jelas Suster itu dengan apa yang di ketahuinya dan di sampaikannya pada Tantri.


"Saya tidak memaksa Risya untuk mengingat. Hanya saja saya khawatir dengan sakit kepala yang di alaminya," ucap Tantri.


"Hal itu biasa Bu dan itu pertanda ingatan Bu Risya akan kembali pulih. Jadi biarkan saja seperti itu. Bukannya Dokter juga memberikan obat untuk membantunya," sahut Devi.


"Jadi hal ini sangat biasa dan tidak perlu untuk memanggil Dokter?" tanya Tantri.


"Saya hanya menyarankan Bu dan saya takut dengan adanya Dokter justru membuat Bu Risya bingung dan kondisinya bisa saja tidak stabil," ucap Suster Devi.

__ADS_1


"Begitu rupanya," sahut Tantri.


"Ya sudahlah. Semoga saja memang tidak ada hal serius seperti bapa yang di katakan Dokter," sahut Tantri yang setuju dengan saran Devi yang membuat Devi tersenyum.


"Astaga saya lupa ingin mengantar makanan kekamar Arga," ucap Tantri menepuk jidatnya yang tiba-tiba mengingat hal itu.


"Pak Arga memang belum makan?" tanya Suster Devi.


"Iya ini makanya saya ingin mengantarnya. Tetapi juga tadi mau melihat Aurora. Maklumlah sudah tua dan pasti banyak lupanya," gumam Tantri dengan geleng-geleng kepala.


"Kalau begitu biar saya saja Bu yang mengantar makanan pak Arga," ucap Devi.


"Tidak usah Devi saya tidak enak dengan kamu," sahut Tantri.


"Tidak apa-apa Bu," sahut Devi.


Tantri menghela napasnya, "ya sudah kalau begitu tolong yang Devi dan maaf saya sudah merepotkan kamu," ucap Tantri.


"Tidak apa-apa Bu," sahut Devi dengan tersenyum.


Devi pun menyiapkan makanan Arga dan langsung pergi untuk mengantarkan kekamar Arga.


************


"Aku tidak pernah mendengar kabar Risya. Semoga saja dia sudah membaik," ucap Samuel.


"Kamu benar sayang. Aku juga mengharapkan hal yang sama," sahut Vio. Mereka ber-2 langsung memasuki rumah untuk melihat keadaan Risya.


"Vio, Samuel!" sapa Tantri ketikan melihat keponakannya itu.


"Tante," sahut Vio yang langsung mencium punggung tangan Tantri dan sama dengan Samuel yang juga melakukan hal yang sama.


"Kalian datang," ucap Tantri.


"Iya Tante, bagaimana keadaan Risya?" tanya Vio.


"Masih sama," sahut Tantri dengan lemas.


"Dan bahkan Arga mengatakan Risya mengalami sakit kepala," ucap Tantri.

__ADS_1


"Astaga!" lirih Vio dengan menutup mulutnya yang langsung khawatir.


"Lalu apa Dokter sudah di panggil untuk memeriksa Risya?" tanya Vio.


"Sepertinya tidak perlu. Karena keadaan Risya sudah baik-baik saja," sahut Tantri.


"Tante yakin. Jika tidak akan ada hal yang serius?" tante Samuel.


"Iya Samuel Tante yakin," sahut Tantri.


"Ya sudah Tante. Kalau begitu aku kekamar Risya dulu ya. Aku ingin melihat keadaan Risya," ucap Vio.


"Iya Vio," sahut Tantri.


"Aku ke toilet sebentar. Nanti aku menyusul kamu," sahut Samuel.


"Baiklah," sahut Vio yang langsung pergi untuk menemui Risya.


*************


Devi akhirnya mengantar makanan kekamar Arga. Devi sudah mengetuk pintu kamar. Namun tidak nada yang membukanya.


"Pak Arga tidak ada di kamar bayinya. Jadi mana mungkin dia tidak ada di kamarnya," gumam Devi.


Karena Devi yang mengetuk berkali-kali dan tidak ada sahutan akhirnya Devi membuka pintu kamar itu.


"Pak Arga!" panggil Devi dengan memasukkan kepalanya terlebih dahulu dan ternyata Arga sedang tertidur.


"Pantes tidak membuka pintu. Ternyata pak Arga tidur," gumamnya. Devi bukannya pergi dan langsung masuk kedalam kamar itu. Arga yang tertidur lelap yang tampak begitu lelah berbaring di atas ranjang.


Devi melettakkan makanan itu di atas nakas dan Devi bukannya langsung pergi. Malah berdiri di samping Arga dan melihat wajah Arga begitu lama.


"Kasian dia pasti tidak pernah tertidur dan bagaimana mau tidur anaknya terus menangis. Jadi dia pasti kelelahan," gumam Devi yang simpatik dengan Arga. Devi terus memandangi wajah Arga.


Bahkan Devi membungkuk dan tangannya yang hendak sampai ke permukaan wajah Arga. Tiba-tiba Vio yang ingin melamar Risya. Melewati kamar Arga dengan pintu yang terbuka membuat Vio menoleh kedalam dan kaget melihat apa yang di lakukan Devi terlihat intens dengan Arga.


"Siapa kamu?" tanya Vio membuat Devi kaget dan langsung menjauhkan tangannya dari wajah Arga.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2