
Pagi hari kembali tiba. Sudah 1 Minggu kepergian Hariyanto. Pasti masih terasa suka yang panjang untuk Risya dan mamanya. Walau mencoba ikhlas dan selanjutnya tetapi tetap aja yang namanya perpisahan dalam kematian itu bukan hal yang tenang dan semua itu tidak mudah.
Tetapi Risya masih punya keluarga ke-2 yang sayang kepadanya. Suaminya yang selalu mendampinginya dan mertuanya yang memberikan kasih sayang yang luar biasa kepadanya. Sehingga Risya tidak pernah merasa kurang sedikitpun.
Risya baru saja selesai mandi dan sekarang duduk di depan cermin yang mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
Krekkkk.
Pintu kamar itu terbuka membuat Risya menoleh kebelakang yang ternyata Salmah yang memasuki kamar Risya dengan salmah membawa nampan yang berisi makanan dan juga minuman yang pasti sarapan untuk membatu kesayangannya itu.
"Tebak mama buatkan sarapan apa untuk kamu?" ucap Salmah yang pagi-pagi sudah mengajak main tebak-tebakan.
"Memang apa mah?" tanya Risya yang juga penasaran.
"Sop buntut kesukaan kamu," jawab Salmah dengan wajah cerianya.
"Mama masak sop buntut pagi-pagi seperti ini?" pekik Risya pasti terkejut dengan eforf mertuanya itu
"Ya namanya juga untuk menantu satu-satunya mama. Bukan hanya pagi-pagi. Tetapi mama juga masak dari subuh," ucap Salmah yang menata makanan itu di atas meja yang di dekat sofa yang ada di kamar itu.
"Mama jangan seperti itu Risya jadi tidak enak," sahut Adara berdiri dari tempat duduknya yang menghampiri Salmah dan melihat masakan dari mertuanya itu yang sangat lezat.
"Ini itu untuk menantu mama satu-satunya. Karena mama hanya punya satu menantu saja ya kecuali Arga menikah lagi. Jadi punya beberapa menantu," ucap Salmah dengan seloroh nya yang mendapat tatapan tajam dari Risya.
"Bercanda sayang. Lagian kalau sampai Arga punya istri lebih dari dua. Mama tidak akan setuju dan akan potong asetnya itu," tegas Salmah yang membuat Risya tersenyum.
"Sudah-sudah sayang sekarang kamu makan ya. Ini itu sangat enak. Mumpung masih panas. Jadi rasanya masih sangat nikmat," ucap Salmah.
"Iya mah," sahut Risya yang langsung menyendokkan kuah sup tersebut. Meniupnya terlebih dahulu dan mencicipi kuahnya yang sejak tadi makanan itu memang sangat mengunggah selera makan.
"Bagaimana enak?" tanya Salmah.
"Masakan mama mana Pernah tidak enak dan ini sangat enak rasanya," jawab Risya.
"Alhamdulillah kalau begitu. Mama jadi semakin semangat untuk memasakkan kamu kalau kamu suka masakannya," sahut Salmah.
"Makasih ya mah. Sudah memasakkan Risya makanan yang lezat seperti ini," sahut Risya.
"Itu pasti sayang. Kamu jangan khawatir semuanya pasti aman-aman terkendali begitu saja," sahut Salmah.
"Ayo sayang kamu lanjutin di makan!" titah Salmah. Risya menganggukkan kepalanya.
"Sayang hari ini kamu ingatkan kalau kamu ada jadwal cek kandungan?" tanya Salmah yang mengingatkan menantunya itu.
"Iya mah. Risya ingat kok dan nanti Arga akan jemput Risya. Jadi semuanya akan aman terkendali," ucap Risya yang memang mengingat jadwal nya akan ada pemeriksaan kandungan dan waktu yang di tentukan juga sangat di ingatnya.
__ADS_1
"Ya sudah sayang kalau begitu kamu lanjut saja makannya ya. Mama mau kembali ke belakang dulu," jawab Salmah.
"Iya mah. Sekali lagi makasih mah untuk makanan yang sangat lezat ini," ucap Risya. Salmah mengangguk dengan mengusap pucuk kepala putrinya itu dan Salmah langsung pergi.
************
Arga dan Risya hari ini kerumah sakit untuk jadwal pemeriksaan kandungan Risya. Risya bahkan sudah berada di atas tempat tidur yang sedang di periksa oleh Dokter. Entah apa yang di lakukan Dokter pada perutnya. Risya hanya merasa perutnya seperti di putar-putar dan terasa geli.
Mata Risya dan Arga melihat ke monitor yang melihat perkembangan bayi mereka yang sudah memasuki usia 3 bulan. Memang tidak terasa dan selama ini bayi itu bertahan dalam suka yang di alami Risya.
"Bagaimana Dok? Apa ada masalah dengan calon anak kami?" tanya Arga.
"Alhamdulillah kondisi cabang bayinya sangat baik dan juga bayinya sangat aktif dan tidak ada masalah sama sekali," jawab Dokter. Risya dan Arga saling melihat dan mereka sama-sama tersenyum yang merasa lega. Jika bayi mereka masih bertahan dan ternyata begitu kuat.
"Tetapi tetap Bu Risya harus menjaga kondisinya dengan baik. Bu Risya jangan lupa minum vitaminnya dan perhatikan kesehatannya. Bu Risya jangan lupa untuk beristirahat dan pikirannya tidak boleh buruk," jelas Dokter yang memberikan saran pada Risya.
"Baik Dokter," jawab Risya.
"Berlaku juga untuk pak Arga ya. Harus siaga terus di samping istrinya. Menjaga istrinya dengan baik dan jangan biarkan istrinya ke kelelahan," ucap Dokter memberi saran Arga juga.
"Itu pasti Dokter," jawab Arga.
"Ya sudah kalau begitu pemeriksaannya cukup sampai di sini dan next kita akan melakukan pemeriksaan kembali. Jadi ingat saja ya apa yang saya sampaikan," ucap Dokter.
"Iya Dokter. Kalau begitu kami permisi Dokter!" ucap Arga pamit.
Arhan dan Risya berjalan di koridor rumah sakit.
"Ternya calon anak kita sangat kuat. Perkembangannya sangat luar biasa," ucap Risya yang merasa begitu lega.
"Itu semua karena kamu. Kamu yang membantu perkembangan anak kita. Dia sangat kuat. Karena ibunya yang juga begitu kuat," ucap Arga.
"Amin," sahut Risya dengan tersenyum yang mengiyakan saja apa kata Arga.
"Sayang kamu mau makan dulu apa kita langsung pulang?" tanya Arga.
"Aku mau makan. Sudah lama Kita tidak makan di luar," ucap Risya.
"Baik kalau begitu," sahut Arga.
"Kita cari makan sekarang ya!" ajak Arga. Risya menganggukkan kepalanya.
Saat mereka ingin pergi. Mereka tiba-tiba berpapasan dengan Angela, Edo dan Putri membuat langkah Risya terhenti dan kelihatan sama-sama canggung dengan pertemuan itu.
"Risya!" sapa Angela.
__ADS_1
"Angela!" Risya kembali menyapa dengan Risya yang tersenyum tipis.
"Kamu kerumah sakit ada perlu apa?" tanya Angela dengan basa-basi.
"Aku sedang periksa kandungan," jawab Risya.
"Lalu bayi kamu bagaimana?" tanya Angela.
"Baik-baik aja kok. Perkembangannya sangat lancar," jawan Risya.
"Alhamdulillah kalau begitu aku ikut senang mendengarnya," sahut Angela. Risya menganggukkan kepalanya saja.
"Kamu sendiri ngapain ada di sini?" tanya Risya.
"Menemani Putri untuk cek kesehatan saja," jawab Angela. Mata Risya langsung turun pada Putri. Di mana Putri hanya diam saja melihat Risya dan Putri tidak berani berbicara.
"Apa kamu baik-baik saja Putri?" tanya Risya.
"Baik Tante. Dokter bilang Putri hanya perlu kontrol saja dalam beberapa waktu ini dan setelah itu Putri akan sembuh dan tidak perlu sakit-saki lagi," jawab Putri dengan polosnya.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Risya.
"Ya sudah Risya kami masuk dulu ya untuk temui Dokter!" ucap Angela pamit. Risya menganggukkan kepalanya.
"Mari Arga!" sahut Angela yang juga pamit. Begitu juga dengan Edo.
"Apa pemeriksaanya lama?" tanya Risya membuat Edo, Angela dan Putri tidak jadi pergi.
"Biasanya hanya 15 menit sampai 20 menit saja," jawab Angela.
"Memang ada apa?" tanya Angela.
"Aku mau makan sama Arga di kafe biasa kita makan. Kalau kalian tidak keberatan. Makan bersama kami. Kami akan menunggu di sini," ucap Risya yang menawarkan yang membuat Arga tersenyum dengan tindakan istrinya itu.
Edo dan Angela pasti kaget dengan ajakan Risya sampai mereka berdua kelihatan tidak percaya. Tetapi memang itu kebenarannya.
"Ya kalau kalian tidak keberatan saja," sahut Risya.
"Kita mau kok," sahut Edo yang langsung menjawab dengan cepat yang membuat Risya tersenyum mendengarnya.
"Ya sudah aku sama Arga akan menunggu kalian," ucap Risya.
"Baiklah Risya. Makasih yah Risya atas tawarannya. Aku bawa Putri masuk dulu ya," ucap Angela. Risya menganggukkan kepalanya dan Angela langsung pergi.
"Kita tunggu di mana sayang?" tanya Arga.
__ADS_1
"Di sana saja," sahut Risya menunjuk tempat duduk. Arga mengangguk dan mereka menunggu di sana saja.
Bersambung