MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 31 Balasan Arga.


__ADS_3

Arga tiba-tiba menarik tangan Risya dengan paksa kedalam kamar mandi dan Risya yang merasa terseret hanya bisa protes dengan Arga yang memaksa dirinya


"Arga apa-apaan sih? lepasin aku! sakit tau, Arga lepas!" sahut Risya yang pergelangan tangannya di tarik paksa Arga memasuki kamar mandi dan tiba-tiba begitu sampai kamar mandi Arga langsung mengambil obat kumur-kumur.


Arga mencengkram mulut Risya dan dengan cepat memasukkan kemulut Risya yang hampir membuat Risya tersedak dan Risya langsung memuntahkannya di wastafel. Karena hampir mati dengan Risya yang batuk-batuk.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


"Arga kau ingin membunuhku!" pekik Risya dengan kesal yang memegang tenggorokannya.


"Kau yang berusaha untuk membunuhku dengan ulahmu itu, cepat bersihkan mulutmu yang bau itu. Kau pikir mulutmu yang bau itu tidak ingin membuatku hampir mati hah!" ucap Arga.


"Ya tapi kau tidak perlu seperti ini," ucap Risya menekan suaranya.


"Makanya jangan bertingkah," geram Arga yang memberikan pada Risya obat kumur-kumur lagi-lagi. Agar mulut Risya tidak bau jengkol lagi.


"Ayo bersihkan lagi!" titah Arga.


"Aku tidak mau!" Tegas Risya yang menolak.


"Kau mau aku melakukannya lagi! cepat lakukan, sebelum aku melakukannya lagi," ancam Arga dengan seriusnya.


"Isss, kau benar-benar kurang ajar kepadaku," sahut Risya yang langsung kumur-kumur kembali dengan Arga yang mengawasinya dengan berkacak pinggang.


Arga bahkan mengambil pasta gigi dan langsung memberi odol memberikan pada Risya.


"Sikat gigimu dengan bau makanan bangkai itu," ucap Arga.


"Kau yang ******," sahut Risya yang walau mengoceh. Namun mengambil paksa sikat gigi itu dan melakukan apa yang di perintahkan Arga yang menggosok giginya dengan terpaksa.


"Kau benar-benar sengaja mencari masalah denganku. Kau sendiri setuju dengan kita yang sepakat dan bersandiwara dalam pernikahan ini dan berciuman itu sudah seharusnya di lakukan untuk tidak membuat orang lain curiga. Tetapi kau malah bertingkah," Arga terus mengocehi Risya yang tetap Risya menggosok giginya.


Risya pun berkumur-kumur setelah selesai menggosok giginya.


"Itu karena kau yang sangat menyebalkan," sahut Risya yang pasti tidak mau di salahkan.

__ADS_1


"Apa yang aku lakukan hah! Kau selalu menyalahkan orang," sahut Arga.


"Kau ngapain hah! Mengundang mantanmu itu. Gara-gara kau Vio mengejekku," sahut Risya mengeluarkan kekesalannya pada Arga yang menjadi sumber masalahnya.


"Apa lagi yang di katakannya?" tanya Arga.


"Kau tau sendiri mulutnya bagaimana dan dia merendahkan ku dan kau yang sengaja mencari gara-gara padaku sampai Vio merendahkan ku di hari pernikahan ini. Jadi semua ini bukan kesalahanku. Justru kau yang memulainya," ucap Risya yang tidak kalah marah-marah dengan Arga.


"Aku sudah mengatakan akubtidak mengundangnya," sahut Arga menegaskan.


"Tidak mau mengaku memang dasar," kesal Risya yang penuh emosi.


"Sudahlah kita jangan berdebat lagi, ini tidak ada gunanya lagi. Ini peringatan untukmu agar tidak mengulanginya lagi. Awas saja kau kembali merusak suasana," ucap Arga dengan tegas memberi ancaman pada Risya dan dari wajah Risya masa bodo yang apa harus mendengar Arga atau tidak.


Arga yang hendak pergi melihat di mulut Risya masih ada busa dari bekas Pepsodent dan Arga langsung mengambil tisu dan mendekati Risya dengan memegang dagu Risya dan membersihkan bagian mulut Risya yang berbusa.


Kedekatan wajah di antara ke-2nya pun kembali membuat Risya berdebar dengan Arga yang dengan lembut mengusap bibir Risya dan Risya yang menatap wajah di depannya itu sampai Arga melihat Risya dam membuat mereka saling menatap.


Tiba-tiba pandangan Arga kembali fokus pada bibir Risya dan Arga mendekatkan bibirnya pada Risya. Refleks Risya memejamkan matanya membuat Arga mandengus tersenyum.


Dan Arga langsung pergi meninggalkan Risya yang pasti sekarang malu dan harus menahan kekesalanya.


"Arga sialan kau!" teriak Risya dengan menggelar yang barusan saja di kerjai Arga.


Malunya Risya sudah tidak tau lagi mau di taruh di mana. Dia pikir Arga menciumnya. Eh malah mengerjainya. Arga benar-benar ya.


Dan Risya tampaknya sangat kecewa. Ya benar apa kata Arga kalau ingin berciuman kenapa harus berulah. Risya sih yang sok jual mahal dan sekarang lihat akibatnya. Arga balik mengerjaiya.


*********


Akhirnya pesta pernikahan selesai juga semua sudah selesai di laksanakan dari akad nikah yang berlangsung bahagia sampai juga resepsi yang sempurna. Walau tadi ada bumbu-bumbu pertengkaran di antara ke-2 pasangan itu.


Tantri dan Salmah sekarang membawa Risya dan Arga menaiki anak tangga dengan Risya dan Arga yang masih memakai pakaian mereka sebelumnya. Arga yang harus bersandiwa di depan mama dan mama mertuanya itu dengan Arga meletakkan tangannya di pinggang Risya merangkul pinggang itu dan mmebuat Risya pasti risih dan menurunkan tangan Arga.


Namun Arga tampaknya sengaja dan tidak mau melepaskan rangkulannya dan malah semakin mengencangkan dan bahkan menekan pinggang Risya yang membuat Risya melotot.

__ADS_1


"Lepas tidak!" ucap Risya pelan. Arga hanya mengangkat ke-2 bahunya yang menyunggingkan senyumnya. Dan Risya memukul tangan Arga dari pinggangnya.


"Auh," keluh Arga membuat Tantri dan Salmah melihat kebelakang dan heran dengan melihat Arga.


"Arga kamu kenapa?" tanya Salmah heran.


"Risya memukulku," jawab Arga yang mengadukan langsung dan membuat Risya kaget. Bisa-bisanya Arga begitu jujur.


"Risya kamu itu apa-apaan sih," sahut Tantri.


"Tidak mah, dia bohong," sahut Risya yang membantah tuduhan itu.


"Udahlah Risya kamu, itu mengaku aja. Kamu itu ya. Baru aja menikah, aku sudah mendapatkan kdrt dari mu," sahut Arga yang terlalu melebih-lebihkan cerita supaya Risya di omeli.


"Wah ini namanya fitnah, aku tidak melakukan hal itu," sahut Risya yang tidak akan pernah mau di salahkan.


"Sudah-sudah kalian berdua ini bisa-bisanya bertengkar. Baru aja menikah. Ini yang membuat mama ragu mempercayai kalian berdua," ucap Salmah dengan kesal.


Risya dan Arg saling sewot jadinya dengan mereka yang saling melihat.


"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Kalian itu baru menikah. Famali jika suami istri bertengkar terus kerjanya," ucap Tantri.


"Kalian mengerti tidak," sahut Salmah


"Hmmmm," sahut Risya dan Arga serentak


"Jangan asal-asal mengerti saja," sahut Salmah dengan kesal.


"Iya mah kita paham kok," sahut Arga.


"Ya sudah ayo kekamar kalian berdua," sahut Salmah.


"Baik mah," sahut Arga yang kembali merangkul pinggang Risya dan Risya kembali melotot dan mau melepaskan lagi. Salmah dan Tantri sedang melihatnya dan mau tidak mau dia harus terima saja dengan perlakuan Arga dan Arga tersenyum dengan penuh kemenangan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2