MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Sandiwara di mulai.


__ADS_3

"Mama harus santai jaga images ingat kita kita mau ketemu calon mantu," ucap Hariyanto.


"Iya papa benar," sahut Shofia.


"Ya sudah biar Risya buka pintu dulu," ucap Risya.


"Biar mama aja Risya," sahut Tantri yang mengambil alih membuka pintu dan pasti sebelum membuka pintu Tantri menarik napas dalam-dalam dulu dan membuangnya perlahan kedepan lalu membuka pintu.


Namun Tantri di kagetkan dengan keluarganya Arga, "mbak Salmah," pekik Tantri dengan heran.


"Hallo Tante," sapa Arga dengan tersenyum.


"Hallo Arga," sahut Tantri dengan kebingungan.


"Risya bukan calon suami kamu yang datang tetapi Arga dan Om Dehway dan Tante Salmah," ucap Tantri dengan sedikit berteriak.


"Apa mbak bilang barusan. Risya mau menunggu siapa?" tanya Salmah.


"Iya mbak Salmah, kebetulan malam ini kami sedang menunggu tamu Risya yang Alhamdulillah Risya mau mengenalkan calon suaminya kepada kami dan saya pikir tadi tamunya yang datang ternyata Mbak. Tapi saya senang kok dengan mbak yang datang," jelas Tantri.


Salmah dan Dehway bingung sementara Arga terlihat senyum-senyum sendiri.


"Tamunya sudah datang mah?" tanya Risya yang menyusul kedepan pintu bersama suaminya.


"Bukan Risya," jawab Tantri.


"Bukan bagaimana ya ini tamu yang kita tunggu," sahut Risya. Tantri dan Hariyanto kaget mendengar pernyataan Risya.


"Risya bukannya kamu itu bilang kita kedatangan tamu calon suami kamu. Lalu kenapa Arga. Kamu lagi ngerjain mama dan papa ya," ucap Tantri.


"Astaga mah, siapa yang ngerjain mama dan papa. Memang ini tamunya. Ini calon suami Risya. Arga," jelas Risya dengan penuh penekanan dan penegasan.

__ADS_1


"Apah!" pekik semauanya dengan serentak yang membuat Salmah, Tantri, Dehway dan Hariyanto.


"Iya mah, ini calon istri Arga," sahut Arga menjelaskan lagi.


"What," pekik semuanya lagi dengan serentak Arga dan Risya hanya menghela napas melihat orang tua mereka yang memang sangat berlebihan.


"Tunggu-tunggu dulu, kalian berdua ini jangan bercanda. Risya kamu bilang Arga calon suami kamu?" tanya Tantri dengan memastikan. Risya menganggukkan kepalanya.


"Arga jadi yang kamu maksud calon istri kamu itu Risya?" tanya Salamah yang juga butuh kejelasannya lagi.


"Kalian berdua sudah baikan?" Tanya Dehway yang masih spot jantung dengan pernyataan Arga dan Risya.


"Sudah-sudah mama dan papa jangan kayak orang kebakaran jenggot gitu, sekarang kita masuk kedalam dulu. Jangan berdiri aja di depan pintu. Risya tidak enak dengan calon mertua Risya," ucap Risya tersenyum.


Tantri yang masih tidak percaya hanya mengangguk-angguk saja dengan penuh kebingungan yang tidak tau juga mereka harus mengatakan apa dan memang lebih baik menyuruh tamunya masuk dulu seperti apa yang di katakan Risya.


*********


"Risya Arga sekarang kalian berdua bicara yang serius apa sebenarnya yang terjadi," ucap Tantri.


"Ya ini yang terjadi. Risya dan Arga memutuskan untuk menikah," jelas Risya dengan wajahnya yang tampak yakin.


"Benar Tante," sahut Arga yang merangkul bahu Risya dan pasti membuat Risya kaget dengan Arga yang sok romantis, "aku sama Risya akan menikah. Setelah di pikir-pikir untuk apa kami menunda-nunda untuk pernikahan. Jadi kami berdua sangat yakin untuk menikah," jelas Arga tersenyum pada Risya dan Risya membalas dengan senyum palsu.


"Issss kesempatan pegang-pegang," batin Risya kesal.


"Bukannya kalian sudah putus?" tanya Salmah.


"Ya kalau sudah putus apa tidak bisa di sambung lagi," sahut Arga.


"Ya ampun Arga mama papa dan juga Tante Tantri dan Om salmah itu tau bagaimana kelakuan kalian berdua. Belum sampai 1 bulan kalian bikin keonaran. Kalau bertemu selalu ribut dan iya kemarin juga di kantor di dalam lift kalian ber-2 seperti tarjan yang berkelahi dan sekarang seperti ini ya jelas semua orang juga bingung," ucap Dehway.

__ADS_1


"Pah, memang tidak bisa orang itu berubah. Aku sama Risya sudah saling mengenal dan kita putus karena ada perselisihan dan sekarang kita ingin memperbaiki segalanya dan mengikat dengan pernikahan. Benarkan Risya?" tanya Arga dengan lembut pada Risya.


"Iya benar," sahut Risya dengan tersenyum lebar dan pasti tersenyum palsu.


"Memang apa yang terjadi. Kenapa tiba-tiba kalian punya pikiran seperti ini. Biasanya otak kalian berdua tidak sampai berpikir sejauh itu. Lalu kenapa tiba-tiba punya pikiran seperti itu?" tanya Tantri yang melihat Risya dan Arga secara bergantian.


"Iya benar. Kalian berdua tidak sedang tidak merencanakan hal yang aneh-aneh kan?" tanya Salmah dengan menatap penuh selidik.


Arga menghela napasnya dan menegakkan duduknya, "mama ini pikirannya apa sih, orang mau menikah juga di katain yang aneh-aneh. Siapa juga yang aneh-aneh," sahut Arga yang mulai kesal.


"Kalau begitu jelaskan Arga dengan seterang-terangnya. Kalian kenapa tiba-tiba punya pikiran untuk menikah?" tanya Hariyanto.


Arga tersenyum dan memegang tangan Risya yang berada di atas pahanya dan kelas Risya kaget dengan tindakan Arga yang semakin menjadi-jadi.


"Apa sih Arga. Cari kesempatan aja," batin Risya dengan penuh kekesalan.


"Aku dan Risya memutuskan untuk menikah. Karena kita berdua sudah sadar. Jika selama ini kita berdua tidak bisa berpisah untuk kelain hati. Aku dan Risya menyesali apa yang terjadi. Menyesal telah putus dan sekarang ingin sama-sama menebusnya dengan memulai kehidupan yang baru, di awali dengan senyuman dan pasti juga cinta," jelas Arga dengan lembut yang bicara menatap Risya dalam-dalam.


Bukannya Risya terharu malah dia ingin rasanya mau muntah dengan kata-kata Arga dan yang penuh Sandiwara.


"Issss najis banget dengan kata-kata mu Arga," batin Risya yang tersenyum seolah-olah begitu sangat terharu.


"Benar mah, Tante, om papa," sahut Risya yang membalas dengan memegang pipi Arga dan menatapnya dalam-dalam.


"Aku ingin memperbaiki segalanya. Karena aku benar-benar di sadarkan jika selama ini hanya Arga pria yang cocok denganku. Aku lelah mencari kesana kemari. Tapi tidak menemukan yang tepat. Jadi mungkin ini takdir aku akan bersama Arga. Di mana takdir kami berdua sudah di gariskan sebelum mama dan papa bertemu dan menikah," ucap Risya dengan kata-katanya yang puitis dan pasti lebay guna meyakinkan ke-2 orang tuanya.


Arga hanya tersenyum mengangguk dengan kata-kata Risya. Pasti Arga juga merasa geli.


"Dari mana dia mendapatkan kata-kata norak seperti itu," batin Arga yang harus bersandiwara dulu.


Salmah, Hariyanto, Risya, dan juga Tantri hanya mengangguk-angguk saja. Tidak tau apa harus percaya dengan Arga dan Risya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2