
Mendengar apa yang di katakan Risya Vio hanya menghela napasnya saja. Risya punya hak atas hubungannya dengan Arga. Dan Vio juga tidak bisa mencampuri terlalu banyak hubungan itu. Karena itu yang terbaik untuk Risya.
Tidak lama akhirnya sampai juga kekantor di mana Risya bekerja.
"Terima kasih sudah mengantarku," ucap Risya yang langsung turun dari mobil.
"Oke," sahut Vio yang membiarkan Risya pergi.
Saat baru keluar dari mobil. Mobil Arga juga berhenti dan ketika Arga melihat Risya Arga buru-buru keluar dari mobilnya.
"Risya!" panggil Arga yang menghampiri Risya dan berhasil memegang tangan Risya.
"Lepas tidak!" ucap Risya dengan ketus dan Arga langsung melepas tangan Risya.
"Kamu kekantor!" ucap Arga.
"Bukan urusanmu," jawab Risya dengan ketus.
"Dengar ya. Jangan menggangguku di kantor," tegas Risya menunjuk tepat di wajah Arga. Risya benar-benar galak yang membuat Arga hanya menghela napas.
Risya tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung memasuki kantor dan Arga juga tidak mengejarnya sama sekali.
"Kau harus lebih berjuang lagi," suara itu mengejutkan Arga yang ternyata suara Vio yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Arga.
"Aku tadi rencananya ingin bicara pada Risya. Tetapi Risya sudah keluar kamar dan ingin kekantor yang sepertinya dia bosan di kamar terus. Aku juga sudah menjelaskan semuanya, mengenai Tony dan kesalah pahaman ini dan responnya tidak ada. Justru dia tidak peduli dan sangat menunjukan begitu kecewa kepadamu. Jadi kau harus bersabar untuk kembali meluluhkan hatinya," ucap Vio memberi saran.
"Semua yang terjadi memang salahku. Aku yang salah, aku melakukan semuanya, menuduh Risya dan membuatnya kecewa," ucap Arga yang sadar dengan kesalahannya.
"Kalau begitu kamu kembali lagi meluluhkan hatinya yang aku yakin Risya pasti bisa kembali luluh," ucap Vio.
"Iya aku pasti akan kembali berjuang untuk Risya. Makasih ya Vio aku pikir setelah Tony berhasil kita tangkap kamu akan berhenti membantuku. Ternyata tidak kamu tetap membantuku. Aku benar-benar berterima kasih padamu," ucap Arga.
"Sama-sama, aku tidak tau juga kenapa harus melakukannya. Ya ternyata hidup positif itu jauh lebih enak dan seperti yang sekarang aku lakukan. Riasanya santai," sahut Vio membuat Arga tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu. Kamu pulanglah!" ucap Arga. Vio menganggukkan kepalanya dan Arga segera meninggalkan tempat itu.
Vio menghela napasnya perlahan kedepan.
"Semoga saja Risya dan Arga bisa kembali seperti dulu lagi," batin Vio yang begitu tulus mendoakan Risya dan Arga.
**********
Karena masih marahan dengan Arga dan itu sudah berlarut-larut. Jadi Risya di kantor juga benar-benar cuek pada Arga. Jika berpapasan dengan Arga Risya sama sekali tidak melihatnya dan seolah tidak mengenal Arga. Sementara Arga tidak mengganggu Risya sesuai dengan apa yang di ingatkan Risya pada Arga sebelumnya.
Dia tidak mau semakin memperkeruh suasana dan lebih baik tidak mengganggu Risya dan benar-benar terus memberikan Risya waktu dan Arga bisa pelan-pelan masuk kedalam hari Risya untuk meluluhkan hati Risya.
Risya yang berdiri di belakang orang-orang yang juga berdiri di depannya yang menunggu lift terbuka. Dengan Risya yang santai saja. Risya tidak mungkin canggung walau sudah lebih 2 Minggu tidak masuk kantor dan juga mengingat pertengkarannya dengan Arga waktu itu di kantor.
Risya biasa saja dengan orang-orang kantor. Lagian orang-orang kantor juga pasti lupa dan menganggap hal itu biasa. Jadi tidak ada yang nyinyir kepadanya. Makanya Risya santai-santai saja.
Ting.
Pintu lif terbuka dan semua orang yang menunggu memasuki lift dan ternyata di dalam lift ada Arga dan satu orang pria. Risya yang melihat Arga ada di sana rencananya mau tidak masuk. Tetapi karena ada urusan dan menunggu sudah lama. Akhirnya membuat Risya masuk saja dan tidak peduli dengan Arga.
Mereka sempat saling melihat satu sama lain. Namun tidak lama Risya langsung melepas dirinya dari Arga yang tidak ingin di sentuh Arga dan Arga mau tidak mau melepasnya.
Posisi Risya dan Arga yang akhirnya sama-sama di belakang. Risya pasti tidak nyaman dan sangat kesal dengan Arga. Namun situasi itu bagaimana harus di lewati Risya.
"Sampai kapan kamu seperti ini?" tanya Arga pelan.
"Jangan bicara padaku," ucap Risya dengan pelan juga.
Mereka lebih terlihat bisik-bisik dan tidak ada yang mendengar pembicaraan suami istri itu.
"Hari ini mama dan papa akan merayakan ulang tahun pernikahan mereka. Aku berharap kamu datang. Aku sudah mengirim alamat Restaurannya," ucap Arga.
Risya diam saja dan tidak menanggapi apa yang di katakan Arga. Ya seperti itulah cueknya Risya yang memang seperti musuhan dengan Arga, memang mereka musuhan dan Arga yang menjadi musuhnya.
__ADS_1
*********
Restaurant.
Acara ulang tahun pernikahan Dehway dan Salmah hanya di rayakan di Restaurant mewah saja dan hanya keluarga inti saja. Arga dan juga ada Tantri dan Hariyanto. Sementara Risya tidak terlihat sama sekali dan tidak tau Risya datang apa tidak.
Arga sudah cemas saja dengan beberapa kali yang melihat arloji di tangannya yang pasti dia gelisah menunggu Risya yang datang atau tidak.
"Mah kenapa Risya belum datang ya?" tanya Hariyanto yang berbisik-bisik dengan istrinya.
"Risya kayaknya tidak datang deh pah, soalnya dari tadi anak itu belum ada tanda-tanda dia datang," ucap Tantri.
"Iya juga sih," sahut Hariyanto.
"Hmmm Arga Risya tidak datang?" tanya Salmah pada sang anak.
"Aku akan menelponnya," jawab Arga yang langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Risya.
"Itu Risya datang," sahut Salmah yang melihat Risya yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.
Arga merasa lega dengan Risya yang mau datang. Risya cantik dengan dress merah panjang tanpa lengan yang terlihat sangat cantik. Risya memang datang karena itu hari ulang tahun pernikahan mertuanya.
"Risya kamu datang juga?" tanya Salmah.
"Maaf ya kalau Risya datangnya terlambat," ucap Risya.
"Tidak-tidak apa-apa Risya yang penting kamu sudah hadir di sini," sahut Salmah.
"Ayo sayang duduk!" ajak Dehway.
"Iya pah," sahut Risya yang duduk di samping Arga.
"Kita mulai saja acara yang singkat ini," ucap Dehway.
__ADS_1
"Baiklah, Risya sudah ada di sini dan kita akan mulai acaranya," ucap Dehway
Bersambung