
Kehilangan seorang anak tidak akan membuat Risya lemah. Risya harus bertambah semangat dan kondisinya memang sudah jauh lebih baik. Karena sudah beberapa hari juga Risya sudah keluar dari rumah sakit.
Dari pada bosan di rumah Risya juga sudah mulai bekerja. Ya Risya memang suka-sukanya untuk bekerja kadang bekerja kadang tidak. Perusahaan memang sudah seperti Perusahaan nenek moyangnya saja. Sebenarnya ya bisa di katakan iya. Karena Perusahaan itu milik mertuanya. Jadi sama aja lah. Ada yang special untuknya.
Risya yang pekerjaannya sudah selesai bekerja, sekarang keluar dari ruangannya menuju ruangan suaminya.
"Pak Arga ada di dalam Novi?" tanya Risya pada sekretaris Arga.
"Lagi di ruang rapat Bu. Pak Arga lagi rapat," jawab Novi.
"Sudah lama?" tanya Risya.
"Baru 15 menit Bu," jawab Novi.
"Oh begitu," sahut Risya yang langsung masuk kedalam ruangan Arga menunggu suaminya di dalam.
Risya duduk di sofa dengan tidak bersemangat dan mengambil ponselnya.
..."Sayang kamu rapatnya masih lama?" tanya Risya mengirim pesan WA pada suaminya....
..."Masih sayang, soalnya pembahasan proyek dengan beberapa klien dari Luar Negri,"...
..."Memang kenapa sayang?" tanya Arga....
..."Aku mau makan siang sama kamu," jawab Risya....
..."Kamu duluan aja ya. Jangan nungguin aku nanti kalau telat makan. Nanti maag kamu kambuh," ucap Arga berpesan....
..."Tapi maunya makan sama kamu,"...
..."Nanti aku menyusul," ucap Arga....
..."Ya sudahlah kamu sukses ya meetingnya," ucap Risya....
..."Makasih sayang, I Love you," ucap Arga....
..."Love you too," jawab Risya....
Risya menghela napasnya dengan tidak bersemangat. Memang tidak mungkin dia menunggu suaminya untuk makan siang. Karena takut juga maagnya kambuh.
"Mana enak makan sendirian, ajak Angela ah," gumamnya yang langsung mengetik pesan mengajak Angela untuk makan siang.
Ting.
Pesan Risya langsung di balas dengan mengirim foto bahwa Angela, Putri dan Edo sedang makan siang di salah satu Restaurant.
..."Kami sudah makan Risya. Sorry lain kali aja," ucap Angela....
Hufffff.
"Mentang-mentang sebentar lagi mau jadi istri. Jadi sekarang banyak menghabiskan waktu dengan Edo. Ya tapi memang itu harus sih," gumam Risya yang memang tidak bisa mengganggu Angela yang quality time dengan Edo dan Putri.
"Kalau gitu ajak Syrala saja," ucapnya yang masih punya ide dan langsung menelpon Syrala.
__ADS_1
"Ada apa Risya?" tanya Syrala yang mengangkat telpon tersebut.
"Makan siang bareng yuk! Di tempat biasa," ajak Risya.
"Ya Sorry banget aku udah makan siang," jawab Syrala.
"Oh begitu. Tumben nggak ngajak-ngajak," sahut Risya.
"Aku makan di kantor soalnya tadi sibuk banget," jawab Syrala.
"Oh begitu," sahut Risya.
"Ya sudahlah. Aku pikir tadi kamu belum makan. Ya sudah enjoy ya kerjanya," ucap Risya pamit dengan menutup telpon itu.
"Huhhhhhh, Angela tidak bisa, Syrala sudah makan dan suamiku masih meeting. Memang sudah takdir aku makan sendirian. Dari pada aku makan sendirian. Aku beli aja makanannya dan bawa kekantor. Biar sama Arga. Pasti nanti dia sudah selesai meeting," gerutu Risya yang punya ide untuk menghilangkan kejenuhannya.
"Lebih baik pergi sekarang aja," gumam Risya berdiri dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruangan suaminya untuk membeli makan siang. Kenapa tidak di gojek ya Risya ingin mengukur waktu dan tidak bosan juga menunggu sendirian jadi lebih baik membeli sendiri saja.
*************
Mobil yang di kendarain Risya berhenti di depan Restaurant dan Risya langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Restaurant. Risya juga langsung ke kasir untuk memesan makanan yang ingin di belinya.
"Mbak yang ini, ini dan ini ya," ucap Risya pada sekretaris tersebut.
"Baik Bu. Silahkan untuk menunggu sebentar," ucap pelayan Restaurant tersebut.
"Oke," sahut Risya yang mencari tempat duduk untuk menunggu pesanannya.
Risya mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan melalui pesan WA.
..."Iya sayang. Aku tau kamu pasti tidak bisa makan tanpa aku. Aku akan cepatkan meeting nggak tega juga lihat istriku kelaparan," jawab Arga dengan candaan membuat Risya tersenyum melihat balasan pesan itu....
"Dasar percaya diri sekali," gumam Risya. Namun dia senang dengan balasan itu dan tidak mengirim pesan lagi pada suaminya.
Risya menghela napasnya dan melihat kesekitarnya dan tiba-tiba matanya melihat meja yang berisi orang yang di kenalnya. Dahi Risya sampai mengkerut untuk memastikan orang tersebut.
"Bukannya itu Syrala!" gumam Risya yang begitu jelas melihat Syrala dan seorang pria yang tidak di ketahui Risya siapa. Karena hanya punggungnya saja yang di lihat Risya.
"Sama siapa dia?"
"Bukannya tadi katanya sudah makan siang di kantor?"
"Lalu kenapa ada di sini?" gumam Risya yang kebingungan melihat keberadaan temannya itu.
Dan dari pada Risya kebingungan. Risya pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Syrala, bukan Risya namanya jika Risya tidak kepo.
"Syrala!" tegur Risya yang sudah sampai pada meja itu.
Syrala kaget melihat Risya yang berdiri di sampingnya.
"Boy," pekik Risya yang melihat Pria di depan Syrala yang ternyata adalah Boy.
"Loh Risya," sahut Boy. Namun Boy terlihat biasa tidak sekaget Syrala dan bahkan Syrala panik dengan kehadiran Risya.
__ADS_1
"Aduh Risya kenapa bisa ada di sini segala. Tadi pake bohong lagi," batin Syrala yang panik sendiri.
"Kalian sedang apa?" tanya Risya dengan menatap Syrala penuh selidik.
"Pertanyaan kamu aneh Risya. Ya sedang makan lah. Kamu nggak lihat ada makanan di sini," sahut Boy dengan santai yang sembari melanjutkan makannya.
"Ohhhh makan. Sejak kapan?" tanya Risya dengan mengangguk-angguk.
"Ya sejak tadi lah," sahut Boy.
"Hmmmm, di kirain makan di kantor," sindir Risya dan Syrala sudah tidak tau mau mengatakan apa lagi.
"Hmmm, Risya kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Syrala yang berusahalah tenang dengan mengalihkan sesuatu.
"Aku lagi beli makan untuk makan di kantor. Soalnya ngajak teman pada sibuk semua pacaran," sindir Risya.
"Maksudnya?" tanya Boy heran.
"Ya gitulah. Lupakan," sahut Risya dengan tersenyum mengembang.
"Hmmm, aku boleh gabung tidak?" tanya Risya.
"Ya boleh dong. Ayo duduk," sahut Boy yang tidak masalah.
"Boleh kan Syarla?" tanya Risya yang melihat Syrala kurang nyaman.
"Ya boleh lah. Memang kalau aku bilang tidak boleh kamu akan pergi apa," sahut Syrala.
"Issss kok galak amat sih. Kayak aku itu kesannya ganggu gitu loh," ucap Risya.
"Udah nggak usah drama. Kalau mau gabung duduk," kesal Syrala.
"Iya-iya," sahut Risya yang memang sengaja mengganggu Syrala. Ya Risya sangat usil. Karena melihat temannya itu tampak kesal bukannya sadar diri untuk pergi malah tetap di tepat itu untuk mengganggu.
"Kalian berdua ada hubungan apa sih?" tanya Risya to the point.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Syrala langsung terbatuk-batuk yang sedang minum jadi keselak gara-gara pertanyaan Risya. Sementara Boy masih terlihat santai yang bingung juga dengan pertanyaan Risya.
"Ya ampun Syrala pelan-pelan sampai tersedak segala. Apa pertanyaan ku membuat kamu kaget ya," ucap Risya.
"Lagian kamu juga Risya. Pertanyaan kamu itu aneh. Ada hubungan. Ya memang bukannya kita semua punya hubungan," sahut Boy yang menanggapi pertanyaan Risya dengan positif.
"Ya iya aku tau. Maksudnya itu kan hubungan yang lain loh. Ya seperti hubungan special, hubungan pacaran atau masih pedekate gitu," ucap Risya yang menggoda Syrala.
"Udah deh Risya. Apa-apa sih kamu. Nggak jelas banget tau. Udah nggak usah di bahas," sahut Syrala.
"Isss kok panik sih," sahut Risya senyum-senyum sendiri yang punya artis.
"Awas ya kau Risya. Isss benar-benar nih anak. Udah ganggu sekarang banyak ngomong lagi," batin Syrala yang kesal dengan Risya temannya itu.
"Syrala jangan cemberut. Lanjutin makannya nanti curhat ya sama aku," ucap Risya mengedipkan matanya. Wajah Syrala sudah tidak tertolong menahan kekesalan dan Samanta Risya memang sengaja membuat temannya kesal dan Boy yang mungkin kurang paham maksud dari Risya.
__ADS_1
Bersambung.