MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 8 Sama-sama keras


__ADS_3

Risya dan Arga akhirnya memakai salah satu kamar di tempat itu untuk mereka ber-2 yang ganti pakaian yang sekarang Risya duduk di pinggir ranjang menggunakan bathrobe putih dengan mengering rambutnya dengan hairdryer.


Tidak lama Arga juga keluar dari kamar mandi yang juga memakai bathrobe dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


Mereka berdua saling melihat dengan tatapan tajam yang sama-sama ingin menerkam.


"Ini semua itu gara-gara kau," ucap Arga yang melempar handuk ke arah Risya sampai menutup wajah cantik Risya dan Risya menyinggir kan handuk bekas rambut Arga dari wajahnya.


"Arga kau benar-benar ya!" geram Risya dengan melempar kembali handuk itu dengan penuh kekesalan dan di tangkap Arga yang sampai tidak mengenai mukanya.


"Semua ini gara-gara kau, kesalahan mu dan kau tidak menyadari itu," sahut Arga yang masih menyalahkan Risya.


"Eh kau itu kapan sih bisa sadarnya hah! Kalau saja kau tidak menghampiri ku ke kolam renang aku pasti baik-baik saja dan semuanya tidak akan terjadi. Tapi kau mencari masalah, kau ngapain coba menghampiri ku hah! jadi jangan menyalahkan ku lagi. Karena semua kesalahan itu karena perbuatan mu yang memulai semuanya," ucap Risya dengan kesal yang tidak ingin di salahkan.


"Lihatlah beginilah dirimu, keras kepala," sahut Arga.


"Sama saja dengan dirimu. Laki-laki tetapi tidak tidak ada mengalahnya," sahut Risya dengan kesal.


"Kenapa kau tiba-tiba harus bawa gender hah!" sahut Arga semakin kesal.


"Ya supaya kau sadar. Kalau laki-laki itu harus mengalah dan tidak seperti ini," ucap Risya dengan emosi.


"Arghh, sudahlah berdebat dengan mu tidak ada gunnaya. Kau itu sudah membuatku malu hari ini dan di salahkan tidak mau menerimanya," ucap Arga kesal.


Risya hanya membalas dengan sewot yang benar-benar kesal dengan Arga. Risya melanjutkan kembali mengeringkan rambutnya dengan mengumpat kesal. Begitu juga dengan Arga yang mengumpat kesal. Sama-sama laga mulut. Namun tidak ada yang mau kalah tidak Arga dan juga tidak Risya.


Mereka kalau di satuin memang seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur. Dan tadi malah saling mempermalukan diri sendiri yang bertengkar di dalam kolam renang.


********


Pagi-pagi sekali Risya sudah siap-siap yang pasti Risya ingin kekantor seperti biasanya dan sebelum itu Risya sarapan dulu yang mana ke-2 orang tuanya sudah menunggu dirinya.


"Pagi mah, pagi pah," sahut Risya yang langsung duduk dengan mengambil setangkap roti.

__ADS_1


"Pagi Risya," sahut Hariyanto.


"Risya kamu sudah minta maaf sama keluarga Arga?" tanya Tantri membuat Risya mengkerutkan dahinya.


"Minta maaf, kenapa juga aku harus minta maaf pada mereka?" sahut Risya heran dengan kata-kata sang mama.


"Kamu itu sudah membuat kekacauan tadi malam di pesta," ucap Tantri mengingatkan Risya pada kejadian itu.


"Mah pesta itu punya teman mama dan Risya juga sudah minta maaf pada yang punya pesta, lalu apa hubungannya dengan Risya yang harus minta maaf pada Arga dan keluarganya," sahut Risya heran.


"Ya karena kamu sudah melakukan perdebatan dengan hal yang memalukan dan seharusnya kamu minta maaf pada mereka," sahut Tantri.


"Mama jangaj aneh-aneh aja deh, dia juga yang salah, kenapa juga aku harus minta maaf," sahut Risya dengan kesal.


"Kamu ini ya benar-benar keras kepala ya. Kamu nggak malu apa di depan Tante Salmah dan Om Dehway hah!" ucap Risya dengan kesal.


"Mama benar-benar keterlaluan ya mah, pakem nyalahin aku segala lagi. Kenapa aku harus malu yang malu itu seharusnya anaknya yang menyebalkan itu," tegas Risya.


"Kamu ya Risya!" geram Tantri.


"Mama tuh duluan, menyebalkan," umpat Risya emosi.


"Kamu ya di kasih tau juag," sahut Tantri kesal.


"Sudahlah mah, jangan terus membuat keributan," sahut Hariyanto. Risya dengan sewotnya langsung makan dengan sudah tidak mood gegara sang mama yang ada saja muncul mencari keributan dengannya.


"Enak aja minta maaf, orang dia yang salah juga," batin Risya yang ogah jika harus dinsuruh minta maaf, karena hal yang memalukan itu


*********


Sementara di sisi lain di meja makan Arga bersama ke-2 orang tuanya sama-sama sarapan bersama.


"Kamu harus kerumah Risya dan minta maaf pada keluarganya atas kejadian semalam," ucap Dehway yang membuat Arga terkejut dengan perkataan papanya.

__ADS_1


"Apa maksud papa?" tanya Arga dengan wajah herannya.


"Sudah jelas apa yang papa katakan. Apa kamu tidak mendengarnya hah! Kamu minta mamaf pada Risya dan kekuargahya," tegas Dehway sekali lagi.


"Tunggu-tunggu dulu ini minta maaf soal apa dulu pah," sahut Arga dengan kebingungan.


"Kamu ini pura-pura tidak tau apa hah, dengan semua kejadian tadi malam. Itu sangat memalukan Arga," sahut Salmah mengingatkan anaknya itu.


"Mah itu kejadiannya di pesta teman mama dan papa dan apa hubungannya dengan keluarganya Risya. Arga sudah minta maaf dengan pemilik pesta. Karena sudah membuat kacau dan Risya sama sekali tidak ada hubungannya orang dia juga yang menjadi penyebab kacaunya," tegas Arga yang mencari pembelaan dan jawabannya sama dengan Risya membela diri sendiri dan menyalahkan lawannya dalam bertengkar.


"Kamu itu ya Arga, masih sempat-sempatnya menyalahkan Risya. Jelas-jelas kamu itu juga salah yang seharusnya kamu tidak membuat keributan," sahut Salmah membela Risya.


"Mah anak mama itu siapa aku apa Risya dia yang salah, bukannya belain anaknya malah belain anak orang," desis Arga.


"Ya kamu seharusnya mengalah, kamu itu laki-laki. Apa tidak malu berdebat dengan wanita hah," sahut Salmah kesal dengan sang anak.


"Enak aja mengalah, wanita seperti itu tidak bisa di kasih kendor. Dia juga tidak tau malu, barbar dan selalu egois tidak pernah mau kalah," umpat Arga yang malah mengatai Risya.


"Lihatlah, jika di kasih tau, malah menyalahkan orang, tidak heran kalau Risya memutuskan kamu," cicit sang mama membuat Arga bertambah kesal.


"Mah yang adanya aku yang mutuskan dia. Aku yang buang dia pada tempatnya, karena tidak layak bersamaku," sahut Arga yang tidak terima harga dirinya di rendahkan karena terkesan di putuskan seorang wanita.


"Buang-buang kamu pikir anak orang sampah apa," sahut Salmah.


"Ya ma yang mencari masalah," sahut Arga


"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Arga kamu juga salah dan Risya juga mungkin salah. Tapi papa tetap ingin kamu minta maaf, pada Risya dan keluarganya. Jika tidak mau minta maaf pada Risya kamu minta maaf pada orang tuanya saja. Apa susahnya coba," tegas Dehway.


"Tapi pah," protes Arga dengan suara merengek.


"Sudah jangan tapi-tapi. Kamu harus minta maaf pokooknya," tegas Dehway.


"Gara-gara kamu tadi malam. Mama tidak jadi memperkenalkan kamu dengan anak teman mama. Mama juga sudah terlanjur malu," cicit Salmah.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu paling tidak ada keuntungannya," sahut Arga yang harus sedikit bahagia karena inseide memalukan dia dan Risya membuat sang mama tidak jadi menjodohkan Arga. Mungkin keuntungan yang sama di dapatkan Risya. Karena memang tujuan orang tuanya juga smmbawa Risya karena ingin Risya di kenalkan oleh beberapa orang.


Bersambung


__ADS_2