MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 112


__ADS_3

Arga meraih tangan Risya dengan memegangnya erat.


"Apa yang harus aku lakukan Risya agar kamu bisa memaafkanku," ucap Arga dengan menatap Risya penuh dengan ketulusan.


"Kesalahan ku yang sangat besar begitu sulit untuk di maafkan Risya. Jadi apa yang harus aku lakukan Risya. Aku benar-benar sangat berdosa dengan semua yang terjadi di antara kita Risya," lanjut Arga.


Risya hanya diam dengan mendengarkan kata-kata Arga.


"Katakan sesuatu Risya jangan hanya diam saja," ucap Arga. Risya tetap diam dan tidak mau mengatakan apa-apa.


"Aku mau tidur," ucap Risya melepas tangannya dari Arga. Arga langsung menahannya dan menindih tubuh Risya yang membuat Risya kaget dengan Arga yang tiba-tiba sudah berada di atas tubuhnya.


"Arga apa yang kamu lakukan?" tanya Risya panik.


"Aku yang harus bertanya apa yang harus aku lakukan, jika aku mendapatkan maaf dari mu," ucap Arga yang bertanya balik.


"Apa maksud mu Arga?" tanya Risya.


"Kau mengerti maksudku Risya," sahut Arga yang semakin mendekatkan wajahnya pada Risya.


"Aku sangat mencintaimu Risya. Tetapi seperti yang kamu katakan aku tidak mengerti seberapa besar cintaku kepadamu, aku tidak bisa memahami semua cinta itu. Aku tidak tau apa itu cinta atau tidak sama sekali. Aku mohon Risya maafkan aku," ucap Arga.


"Kamu meminta maaf terus. Lalu nanti kamu akan melakukan hal itu lagi. Kamu akan mengulanginya lagi," ucap Risya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Tidak Risya aku tidak akan mengulanginya lagi. Mulai sekarang aku akan memperbaiki diri. Kita yang saling memahami satu sama lain. Aku minta kamu yang mengajariku untuk semua cinta ini," ucap Arga.


Wajah Risya terlihat tampak ragu dengan penuh kebingungan yang apa harus percaya pada Arga atau tidak.


"Risya!" tegur Arga.


"Baiklah!" sahut Risya Namin mengalihkan wajahnya ke samping yang tidak melihat Arga.


"Baik apa?" tanya Arga yang sangat menunggu-nunggu apa kata Risya selanjutnya.

__ADS_1


"Aku tidak bilang akan memaafkanmu secepatnya. Aku memberimu satu kesempatan dan itu tergantung kamu mau melakukan apa. Tetapi aku belum memafkan mu sepenuhnya. Aku memberimu kesempatan. Karena kamu sudah ada di sana kemarin aku membutuhkanmu," ucap Risya yang berbicara tanpa terus melihat ke arah Arga.


"Jadi kamu memberiku kesempatan?" tanya Arga memastikan. Risya menganggukkan kepalanya membuat Arga tersenyum dengan menghela napasnya yang akhirnya Risya memberinya kesempatan.


Arga ingin mencium kening Risya, namun Risya langsung menahannya.


"Aku tidak mengijinkan menyentuhku. Aku tadinya tidak mau bertahan dalam pernikahan ini. Tetapi karena aku harus mengakui aku membutuhkanmu. Jadi aku bertahan, tetapi bukan berarti kamu bisa langsung semena-mena kepadaku. Aku tidak mengijinkannya hal itu terjadi," ucap Risya menegaskan.


"Hmmmm, begitu rupanya. Jadi maksudnya kita akan tetap bersama. Tetapi tanpa melakukan hal itu?" tanya Arga dengan menaikkan 1 alisnya.


"Iya, itu hukuman dan akan menjadi hukuman yang paling panjang," sahut Risya dengan wajahnya yang galak.


"Hmmm begitu rupanya. Lalu bagaimana, kamu akan ikut ke rumahku kembalikan?" tanya Arga memastikan.


Risya menggelengkan kepalanya membuat Arga mengkerutkan dahinya.


"Lalu untuk apa artinya kesempatan. Jika kita tidak tinggal serumah dan kamu juga tidak bersamaku," protes Arga.


"Aku tidak mau tinggal di tempat mama Salmah dan papa Dehway yang nantinya kalau ada apa-apa kita akan ribut kembali dan aku juga malu," ucap Risya.


"Tidak. Kita tidak tinggal di rumah orang tuaku dan juga tidak di rumah orang tuamu. Tetapi tinggal tinggal di sini," ucap Arga.


"Di sini! Maksudnya?" tanya Arga.


"Iya kita tinggal di sini. Bukankah Apartemen ini di desain dengan berubah karena aku. Ini kan desain yang sebelumnya yang pernah kita bahas saat kita pacaran. Di mana semua ini adalah keinginanku dan kamu mengatakan itu akan mengabulkannya dan menjadikan tempat ini sebagai tempat tinggal kita berdua yang artinya kita akan tinggal di sini karena kamu sudah mempersiapkannya untukku," ucap Risya yang membuat Arga tersenyum. Ternyata itu toh maksud istrinya. Jelas hal itu lebih menyenangkan untuknya.


"Jadi kita berdua mulai sekarang akan tinggal di sini?" tanya Arga memastikan sekali lagi.


"Iya. Kita akan tinggal di sini mulai sekarang," jawan Risya yang membuat Arga tersenyum.


"Satu kamar atau berbeda?" tanya Arga dengan menaikkan 1 alisnya.


"Hmmmm," Risya menjawab dengan ragu-ragu. Namun masih di tunggu Arga jawabannya itu.

__ADS_1


"Risya!" tanya Arga.


"Kita satu kamar. Tetapi awas kalau kau macam-macam, semua harus dengan persetujuanku dan aku masih ingin melihat perjuanganmu untuk berusaha kembali meluluhkan hatiku," ucap Arga.


"Jadi kita satu kamar tanpa hal itu?" tanya Arga memastikan sekali lagi.


Risya mengangguk dengan yakin.


"Kamu yakin akan tahan?" tanya Arga dengan menggoda Risya.


"Issss!" Risya langsung memukul dada Arga dengan wajah kesalnya.


"Kamu pikir aku tidak akan tahan, ya pasti lah. Awas ya kalau kamu berani macam-macam. Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu," tegas Risya dengan wajah seriusnya yang mengancam penuh Arga.


"Baiklah aku anggap ini hukuman untukku," sahut Arga yang menerima konsekuensinya dalam hukuman yang di terimanya dari Risya.


"Tapi," Arga tiba-tiba menggeser tubuh Risya yang membuat Arga juga berbaring miring di sofa dan Risya yang membelakanginya dengan Arga yang memeluknya.


"Kita bisa tidur berpelukan. Karena aku sangat merindukanmu dan kamu juga pasti merasakan hal yang sama dan terlebih lagi kamu itu tidak bisa tidur tanpa di peluk olehku," ucap Arga yang memeluk istrinya itu dengan erat.


Risya tidak memberontak sama sekali dan Risya malah mengeluarkan senyum tipisnya yang ternyata memang sangat ingin di peluk Arga.


"Aku akan menerimanya hukumanmu Risya sembari aku belajar bagaimana caranya untuk benar-benar mencintaimu," ucap Arga dengan lembut.


Risya tidak mengatakan apa-apa dan sepertinya hatinya mulai luluh. Namun tetap Risya harus pasang tarif mahal Arga lebih berjuang lagi kepadanya.


*************


Mentari pagi kembali tiba. Arga dan Risya bersih-bersih apartemen, memeindahi barang-barang dan menata apartemen itu dengan bersama. Karena memang mereka akan tinggal di Apartemen itu selamanya.


Arga dan Risya sama-sama punya tugas masing-masing yang sekarang Risya lebih melap debu-debu dari foto-foto yang banyak dan Arga menata barang-barang berat.


Kompaknya suami istri yang sibuk dengan tugas masing-masing itu sekali-kali mereka sama-sama saling melihat. Namun malah saling salah tingkah. Memang ada-ada saja yang di lakukan suami istri itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2