MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 71 Memberinya hiburan


__ADS_3

Setelah Risya selesai mandi dan juga tadi berganti pakaian yang di lakukannya sendirian yang penting pakaiannya sudah di siapkan Arga agar mempermudah Risya menggunakannya.


Dan Risya yang sekarang berdiri dan Arga di belakang Risya yang menarik res dress yang di gunakannya sampai ke atas. Setelah itu Arga memegang kedua bahu Risya dan membuat Risya berdiri di hadapannya.


Arga mengambil sisir dan menyisir rambut istrinya itu.


"Aku memakai baju warna apa?" tanya Risya.


"Pakaian yang terbuka yang seksi dan belahan dadamu sampai terlihat," jawab Arga yang langsung mendapatkan tabokan dari Risya.


"Sakit Risya," keluh Arga dengan memegang lengannya.


"Sembarangan!" umpat Risya kesal, "lagian kamu juga tidak mungkin memakaikan ku pakaian seperti itu. Mana mungkin kamu membiarkan tubuhku menjadi tontonan orang lain," ucap Risya yang membuat Arga tersenyum tipis.


"Kamu benar. Karena kamu itu hanya milikku dan tidak akan aku biarkan mata orang-orang hidung belang di luar sana melihat tubuh yang hanya akan menjadi milikku," sahut Arga yang tersenyum miring.


"Belum tentu aku mau jadi milikmu," sahut Risya ketus.


"Kamu pasti mau. Karena kamu tidak akan bisa menolakku. Bukannya hanya perlu waktu saja," sahut Arga dengan percaya diri.


"Arghhh sudahlah jangan bicara itu lagi. Ayo kerumah sakit. Aku ingin cepat-cepat buka perban. Aku sudah merasa sangat lama tidak melihat terang. Jadi lama-lama aku juga takut," ucap Risya.


"Iya. Kita akan pergi sekarang," sahut Arga dengan lembut membuat Risya mengeluarkan senyum tipisnya dan mereka akan siap-siap untuk kerumah sakit dan membatalkan pekerjaan hari ini.


*********


Risya dan Arga menuruni anak tangga yang pasti pelan-pelan. Karena Arga yang menuntun sang istri. Arga harus menyerahkan pekerjaan pada sekretarisnya. Karena Arga harus fokus pada istrinya.


Saat ingin pergi. Tiba-tiba Tony dan Rachel datang dengan berhadapan dengan mereka.

__ADS_1


"Tuan Arga apa kondisi Nona Risya memungkinkan untuk rapat pagi ini?" tanya Tony.


"Kita pergi bukan untuk rapat. Tetapi untuk kerumah sakit," kawan Arga dengan datar.


"Lalu bagaimana dengan rapat hari ini?" tanya Tony.


"Rapatnya di gantikan sekretaris saya. Dia sangat kompeten dan pasti bisa menanganinya. Karena saya harus memastikan kondisi istri saya akibat perbuatan istri anda yang tidak bertanggung jawab sama sekali," ucap Arga dengan penuh sindiran yang membuat Rachel hanya diam saja dan Tony hanya melirik istrinya saja.


"Saya permisi!" ucap Arga yang sebaiknya pergi dari hadapan dia orang tersebut.


"Sombong sekali dia," umpat Tony dengan kesal.


"Aku tadi malam melihatmu membawa Risya? apa maksudmu?" tanya Rachel dengan takut-takut yang ternyata tadi malam mengintip suaminya. Orang yang membawa Risya tadi malam ternyata adalah Tony.


"Kau melihatku?" tanya Tony dengan melihat tajam Rachel. Rachel mengangguk-anggukkan dengan rasa takut.


Tony menyunggingkan senyumnya dan langsung mencengkram pipi Rachel dengan satu tangannya.


"Kau pikir siapa dirimu yang berani melakukan itu!" bentak Tony yang sekarang memegang ke-2 bahu Rachel dan menggoyang-goyangkannya dengan penuh amarah.


"Aku tidak sengaja melakukannya," jawab Rachel dengan terbata-bata yang sangat takut dengan Tony.


"Rachel semua ini karena perbuatanmu. Kau telah membiarkan mataku untuk melihat 2 manusia itu berciuman di depanku dan aku tidak bisa melihat wanita itu begitu saja tanpa aku harus merasakan dan menikmati dirinya," ucap Tony yang membuat Rachel kaget mendengarnya dengan dahinya yang mengkerut.


"Apa maksud kamu?" tanya Tony.


"Aku menginginkannya dan karena semua ini adalah perbuatanmu. Jadi bawa dia padaku dan jika kau tidak bisa melakukannya. Maka jangan salahkan aku. Kau akan mendapatkan hukuman yang tidak akan pernah kau bayangkan," ucap Tony dengan penuh ancaman yang membuat Rachel kaget, panik dan bercampur aduk saat mendengar semuanya.


"Kau mengerti!" tegas Tony yang langsung pergi setelah melepas kasar bahu Rachel.

__ADS_1


"Jadi dia mengincar Risya," batin Rachel yang cukup kaget dengan pengakuan suaminya yang sangat menginginkan Risya. Mungkin Tony sudah bosan dengan Rachel dan memang Tony pria yang suka jajan dan melakukan ini dan itu dan sekarang diam-diam tertarik dengan Risya dan tadi malam Pria itu adalah Tony.


*************


Arga dan Risya berada di dalam mobil yang di setiri oleh supir di mana mereka sudah pulang dari rumah sakit. Tetapi mata Risya masih tetap di perban dengan wajahnya yang sendu yang mengarah ke arah jendela dengan kesedihan yang mendalam yang di rasakannya.


Arga yang duduk di sampingnya melihat ke arah Risya dan seolah tau apa yang di rasakan Risya membuat Arga memegang tangan Risya.


"Aku mau pulang ke Indonesia saja," ucap Risya tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Arga dengan lembut.


"Percuma di jepang. Negara yang paling aku impikan dan rela lembur, ini itu supaya bisa kemari, bekerja sambil liburan. Tetapi sekarang malah tidak bisa melihat Negara yang indah ini," ucap Risya dengan kekecewaan hatinya.


"Kamu tidak buta Risya," ucap Arga.


"Tapi kenapa Dokter belum buka perbannya. Aku tidak mau merasakan gelap terus," ucap Risya dengan mengeluh yang sangat lelah dengan keadaannya.


"Risya aku tau apa yang kamu rasakan. Aku tau perasaan kamu seperti apa. Dokter hanya mengatakan untuk bersabar dalam 2 hari ini supaya tidak terjadi resiko besar," ucap Arga yang membujuk istrinya agar istrinya tidak berkecil hati.


"Tetap saja aku tidak akan bisa melihat. Apa gunanya di sini. Aku mau pulang," ucap Risya yang lebih baik pulang dari pada harus tetap berada di Jepang dalam keadaan yang tidak bisa melihat.


Arga menghela napas dan merangkul Risya membuat Risya bersandar pada bahunya dengan mengelus-elus rambut Risya.


"Jangan pernah takut apapun. Karena aku akan selalu ada di sampingmu. Aku tidak akan meninggalkanmu dan juga tidak mungkin memulangkan mu. Bersabar 2 hari lagi kamu akan bisa kembali melihat indahnya dunia dan juga bisa melihat kembali Ketampananku," ucap Arga yang bicara masih di selipkan dengan becandaan dan membuat Risya jadi kesal.


"Jangan sedih Risya. Wajah kamu sangat jelek kalau sedih. Nanti kalau kamu sudah bisa melihat aku akan memberimu ijin liburan dan tidak akan bekerja," ucap Arga yang memberi Risya reward demi Risya tidak boleh sedih dan dengan sebisanya hanya berusaha untuk menghibur Risya.


"Benar?" tanya Risya yang kalau sudah soal liburan pasti akan berubah hatinya.

__ADS_1


"Iya," jawab Arga harus mengiyakan saja. Agar Risya terhibur.


Bersambung


__ADS_2