
Sudah hampir subuh tetapi pasangan suami istri Risya dan Arga yang masih berada di pinggir pantai di dalam mobil yang mana Arga telanjang dada dan Risya yang memakai kemeja Arga yang sekarang di peluk Arga begitu erat yang duduk di jok mobil yang jok mobil di mundurkan kebelakang.
Kalau di lihat-lihat dari penampilan mereka. Sudah di pastikan mereka habis olah raga malam dan terlihat di dada Arga banyak merah-merah dan pasti di ceruk leher Risya juga banyak karya suaminya itu.
Risya yang di pelukan Arga sembari mengelus-elus dada suaminya itu dengan lembut.
"Makasih ya sayang kamu sudah selalu ada untukku," ucap Risya.
"Kamu juga selalu ada untukku Risya. Jadi untuk apa berterima kasih," sahut Arga yang mengelus-elus rambut Risya dan sesekali mencium pucuk kepala Risya.
"Aku sangat bahagia malam ini," ucap Risya mengangkat kepalanya dan melihat wajah suaminya yang juga melihat dirinya.
"Aku juga sangat bahagia dan bukan hanya malam ini. Aku sangat bahagia saat kamu hadir di dalam hidupku," ucap Arga membuat Risya tersenyum dan Arga mengecup lembut bibir Risya dan juga mencium kening Risya.
"Apa kita mau di sini terus?" tanya Arga yang kembali mencium pucuk kepala Risya.
"Kamu yang tidak mau pulang dari tadi," sahut Risya.
"Bukannya kamu yang tidak mau pulang dan terus menggodaku," ucap Arga dengan menaikkan alisnya.
"Isss kapan aku melakukannya. Jangan suka fitnah," sahut Risya yang kesal.
"Kalau masalah hal seperti itu. Pasti tidak mau mengakui pasti gengsi yang padahal jelas. Kalau kamu yang memulai semuanya," goda Arga.
"Apa buktinya," sahut Risya
"Kenapa coba harus tiba-tiba pakai ingin kepanti segala dan menggodaku," ucap Arga.
"Aku memang ingin kepantai dan soal menggoda itu tergantung kamu. Sampai mana kamu bertahan dan dasar aja kamu sangat cepat tergoda," cicit Risya.
"Jadi Semua ini salahku?" tanya Arga.
"Lalu salah siapa lagi," sahut Risya yang tidak mau di katakan. Jika dia yang menginginkan hal itu.
"Kalau begitu aku tanya. Apa kamu sangat menginginkan hubungan barusan?" tanya Arga.
__ADS_1
"Issss kenapa sih harus tanya kesana," sahut Risya.
"Sudah sayang jawab saja. Aku ingin mendengar jawaban kamu," sahut Arga.
"Iyaaaa," sahut Risya dengan terpaksa.
"Tumben mengaku. Biasanya juga selalu gengsi," sahut Arga.
"Issss serba salah deh. Udahlah nggak usah di lanjutin," sahut Risya yang moodnya mulai buruk. Arga tersenyum dan memeluk erat istrinya itu.
"Iya-iya tidak akan bahas itu. Aku suka aja. Jika istriku ini gengsinya sudah menurun," sahut Arga yang kembali mencium pucuk kepala Risya dan Risya tidak bicara lagi yang memeluk erat suaminya itu juga.
**********
Ternyata keputusan Edo sangat membuat hubungan Edo dan Angela lumayan berjarak. Sudah beberapa hari ini mereka tidak pernah bertemu dan sebenarnya Edo dan Angela sama-sama sibuk bekerja dan kalau untuk jalan keluar mereka belum ada waktu. Karena Putri juga lagi masa-masa ujian dan setiap ada kesempatan. Pasti Tasya tiba-tiba nada janji dengan Putri dan Angela tidak pernah bertemu dengan Putri yang sudah di anggapnya anaknya sendiri.
Bukan hanya pada Edo saja Angela yang merasa jauh. Tetapi juga sama Putri dan setiap Angela kerumah Edo pasti yang di lihat Angela kebersamaan Edo, Putri dan juga Tasya.
Sama dengan sore ini setelah pulang kerja Angela menyempatkan mampir kerumah Edo. Baru saja ingin turun dari mobil dia sudah melihat Tasya, Putri dan Edo keluar dari rumah yang seperti keluarga Cemara yang kelihatan sangat bahagia. Sebenarnya hal itu sering di lihat Angela dan dia hanya sedih tanpa bisa melakukan apa-apa dan bahkan tidak punya kekuatan untuk menghampiri kekasihnya itu.
"Iya Putri cepat. Nanti filmnya habis," sahut Tasya.
"Baiklah," sahut Putri yang langsung masuk mobil.
"Kamu juga masuk!" ucap Edo.
"Oke," sahut Tasya yang ingin masuk masuk. Tetapi tidak jadi karena Tasya melihat mobil yang di sebrang jalan yang di kenalnya yang tak lain mobil Angela.
"Angela! Dia pasti kepanasan melihat aku mas Edo dan juga Putri. Angela- Angela seharunya kamu itu sadar tempat kamu itu di mana. Udah deh kamu itu mundur saja. Karena bagaimanapun kamu tidak akan bisa mendapatkan mas Edo dan apa lagi Putri," batin Tasya dengan menyunggingkan senyumnya yang pasti sangat bahagia melihat Angela yang penuh dengan penderitaan.
"Tasya kenapa kamu belum masuk?" sahut Edo yang melihat Tasya bengong.
"Oh iya mas," sahut Tasya yang masuk ke dalam mobil yang duduk di samping Edo. Padahal sebelumnya dia tadi seharusnya duduk di belakang bersama Putri. Namun karena tau Angela sedang mengawasinya. Jadi sengaja duduk di samping Edo agar Angela panas.
Angela yang melihat kepergian Edo bersama Putri hanya menghela napas saja yang pasti hatinya sangat sedih. Tidak tau sampai kapan Angela akan bertahan dengan semua itu. Jangan di tanya masalah cemburu lagi pasti cemburu itu sudah sangat banyak tertumpuk. Jadi Angela hanya menghela napas saja melihat hal itu.
__ADS_1
***********
Ternyata setelah melihat Edo, Tasya dan Putri yang pergi. Angela tidak pulang kerumahnya dan malah mengikuti Edo. Apa yang sebenarnya ingin di ketahui Angela dan apa yang di dapatkannya ketika mengikuti Edo.
Sakit yang adanya yang melihat kebersamaan yang seperti keluarga. Di mana Edo, Putri dan Tasya berjalan-jalan di Mall dengan tangan Putri yang di genggam Tasya dan Edo.
Mereka belanja, menemani Putri bermain, menonton bioskop dan makan dengan menunjukkan kebahagiaan..
"Apa aku memang tidak di butuhkan dan apa aku salah sudah masuk ke dalam keluarga itu. Lihatlah Angela tanpa kamu Putri dan Edo sangat bahagia," ucap Angela yang melihat dari balik tanaman besar di mana Putri yang di suapi Tasya sembari bermain dengan Edo.
Melihat hal itu seakan memberi perintah untuknya sebaiknya pergi dari pada harus bertahan melihat hal itu.
"Aku sangat mencintaimu mas Edo. Hanya kepercayaan yang kita punya. Tapi apakah boleh aku semakin takut jika rasa cinta ini akan hilang secara perlahan. Aku mulai merasa minder untuk masuk kedalam kehidupan kamu. Aku merasa kita semakin jauh," batin Angela dengan hatinya yang sangat perih dan bahkan air matanya menetes saat melihat hal itu.
Angela sebenarnya sudah tidak kuat. Namun dia juga sudah berjanji dengan Edo. Tetapi jika seperti ini terus yang adanya lama-lama dia juga akan mundur. Karena ada batasan untuk bertahan dan untuk apa bertahan jika hanya menyakitkan.
Bersambung
...Hay semuanya para readers saya ada cerita baru Lo. Special 17 Agustus buat Novel terbaru....
...Tidak pernah buat Novel tentang perbedaan Agama. Huhhhhh kalau cinta yang beda Agama ribet nggak ya?🤔 Ada ujungnya nggak ya?...
...Kita tidak tau apakah ada ujungnya atau bagaimana. Namanya pertemuan ya kan pasti tidak ada yang tau bagaimana dan juga sama dengan cinta yang datang tidak tau bagaimana....
...Selain beda Agama ini juga ribet dengan faktor usia. Pria dewasa yang menjalani Asmara dengan gadis remaja. Ya dewasa memang tidak berdasarkan usia....
...Antara tasbih yang melingkar di tanganmu dan gelang tridatu di tanganku. Sudah pasti tau itu Antara keyakinan apa ya. Mari mampir ke Novel terbaru Mimin ya....
...Tembok Kita Yang Sangat Tinggi ...
...Jangan lupa di koment, like oke....
Bersambung
__ADS_1