
"Jadi sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan pernah menyentuh rumah saya," tegas Tantri dengan tatapan tajam kepada Tasya.
"Dan kamu siap-siap saja untuk masuk penjara. Karena kamu sudah mencelakakai ku," sahut Vio.
"Cih," Tasya mendengus kasar.
"Masuk penjara, mencelakakai. Mencelakai bagaimana maksudnya? Memang apa yang aku lakukan hah! Apa kalian semua punya bukti. Jika aku mencelakakai dirimu. Jangan mengarang cerita Vio kau tidak punya bukti sama sekali," ucap Tasya dengan tersenyum miring yang meremehkan Vio.
Vio dan Samuel saling melihat dan terlihat sangat gusar. Keduanya memang tampak tidak punya bukti apa-apa dalam kecelakaan yang di alami Vio.
"Kau masih membicarakan bukti. Vio sudah masuk rumah sakit dan surat panggilan itu sudah jelas. Jika kau akan menjadi tersangka karena mencelakakai Vio," sahut Samuel.
"Surat ini. Baiklah kalau begitu aku juga akan mengajukan tuntutan pencemaran nama baik. Karena apa. Kalian telah menuduhku mencelakakai Vio tanpa bukti," sahut Tasya dengan menyunggingkan senyumnya.
Hariyanto, Tantri, Samuel dan Vio saling melihat dengan mereka yang malah gelisah.
"Ada apa? kalian takut. Makanya jangan sembarangan melaporkan ke Polisi. Kalau tidak punya bukti. Karena semuanya akan berbalik pada kalian. Jadi surat ini sama sekali tidak ada gunanya untuk saya," ucap Tasya merasa menang dan bahkan merobek surat panggilan itu di hadapan ke-4 orang itu yang terkejut dengan apa yang di lakukan Tasya dengan senyum Tasya yang penuh kemenangan.
"Jadi untuk Tante yang berhati luas yang memaafkan suaminya berkali-kali. Walau suaminya tidur dengan saya...."
"Tasya!" sentak Hariyanto yang mengepal tangannya dan Tantri hanya menahan diri dengan terasa sesak pastinya di dadanya.
"Ada apa mas? Bukannya istrimu sudah tau. Jika kita mempunyai anak dan justru kamu lagi-lagi meringankan pekerjaanku dengan memberitahu tau istrimu mengenai percintaan kita dan sekarang apa kamu mau juga memberi tahu putri kesayangan mu itu. Oh tidak usah biar aku saja yang melakukannya," ucap Tasya dengan menyunggingkan senyumnya yang merasa menang.
"Hentikan tasya!" sentak Vio.
"Ada apa? Kamu jangan ikut campur masih mending kamu masih bisa hidup. Jadi jangan mengulangi hal yang sama dengan ikut campur urusan kami. Karena apa saya akan melakukan hal yang lebih parah lagi kepada kau dan kau tidak akan bisa melapor pada Polisi," ucap Tasya meremehkan Vio.
__ADS_1
"Hentikan omong kosong mu Tasya!" tiba-tiba terdengar suara berat yang sangat lantang membuat semua orang melihat ke arah suara tersebut yang ternyata Edo dan Angela yang datang.
Edo dan Angela dengan lantang melangkah mendekati orang-orang yang berdebat itu.
"Aku punya atas perbuatanmu kepada Vio," ucap Edo yang membuka ponselnya dan menunjukkan rekaman di depan mata Tasya bagaimana Tasya yang menendang Vio yang membuat Vio pendarahan dan harus melahirkan secara prematur.
Tasya melihat bukti itu terkejut dengan matanya yang melotot. Tasya berusaha untuk mengambil ponsel Edo. Namun Edo langsung menjauhkannya dari tangannya.
"Ada apa kau masih mau mengatakan jika kau tidak bisa di penjara! Kau dengar kecelakaan itu berada di komplek perumahan ku dan perbuatan mu terekam Cctv dan aku rasa ini bukti yang bisa membuatmu tidur selamanya di penjara," tegas Edo dan sekarang gantian Tasya yang panik.
Sementara Vio, Samuel, Tantri dan Hariyanto lega dengan kedatangan Edo dan Angela yang membawakan bukti.
"Kurang ajar kamu mas. Jadi kamu dan mereka semua ingin melawanku. Oh begitu sekalian mas Edo aku juga harus mengatakan hal penting kepadamu mengenai Putri jika Putri itu bukan anakmu melainkan anakku dan...."
"Aku tidak peduli!" sahut Edo memotong pembicaraan Tasya yang mungkin terasa sakit bagi Edo harus mendengar kedua kali nama ayah biologis Putri dan apa lagi Pria itu ada di dekatnya.
"Yang aku pedulikan. Bagaimana caranya kau bisa menjauh dari kehidupanku, Putri dan semua orang dan ternyata sangat mudah dengan yang kau lakukan kepada Vio kau akan berada di penjara," tegas Edo yang berbicara datar dengan wajah dinginnya.
"Cukup Tasya. Jangan berani mengganggu Risya. Karena aku benar-benar tidak akan memberimu ampunan," sahut Angela.
"Tapi aku tidak akan puas jika tidak memberitahunya. Hidupku sudah hancur dan semua itu karena dia!" tunjuk Tasya pada Herlambang.
"Dia yang menelantarkanku dan aku harus mengorbankan banyak hal dan sekarang kalian semua ingin memenjarakanku. Apa kalian pikir setelah memenjarakanku. Kalian semua akan merasa tenang. Aku akan pastikan Risya ha cur terlebih dahulu sebelum aku di penjara. Semua itu baru keadilan untuk hidupku," tegas Tasya.
"Kalau begitu hiduplah dengan baik!" tiba-tiba terdengar lagi suara yang berat yang membuat semua orang melihat ke arah suara itu yang ternyata Arga.
Kedatangan Arga mengejutkan semua orang terima Tantri dan Hariyanto yang pasti panik.
__ADS_1
"Arga!" lirih Hariyanto dengan jantungnya berdebar kencang. Arga melangkah menghampiri semua orang dan berdiri di hadapan Tasya.
"Risya tidak salah apa-apa dalam hal ini dan begitu juga Putri. Jangan sakit Risya!" ucap Arga yang berbicara rendah di depan Tasya.
"Aku tau kau merasa paling korban paling tersakiti dan bisa memiliki apa-apa. Pria yang kau katakan yang kau cintai. Dia tidak mungkin memilihmu karena dia mempunyai istri dan anak. Lalu anakmu. Mungkin jika dia bersamamu dia hanya akan terluka dan semakin dewasanya Putri nanti dia akan semakin terluka. Jika kau merasa berkorban terlalu banyak. Maka berkorbanlah sekali lagi demi Risya dan juga Putri," ucap Arga yang membuat semua orang terkejut.
"Arga apa yang kamu bicarakan," sahut Tantri.
"Tasya anggaplah semua masa lalu dan masing-masing mendapatkan karmanya. Kau juga jangan lupa Tasya kau juga menyakiti hati wanita yang pasti memendam luka. Dan mungkin bukan kau saja yang terluka. Jadi aku mohon kepadamu hentikan semuanya dan pergilah dari kehidupan kami. Jangan sakiti Risya," ucap Arga yang benar-benar memohon pada Tasya yang merendahkan dirinya.
"Kau menyuruhku pergi setelah aku mendapatkan semua penghinaan dan juga hidupku yang hancur. Apa kau pikir semudah itu," sahut Tasya yang menekan suaranya.
"Jadi Ibu yang baik sekali saja untuk Putri untuk tidak menyakitinya. Berkorbanlah sekali lagi Tasya," ucap Arga.
Tasya terdiam dengan matanya berkaca-kaca mendengar permohonan Arga.
Tiba-tiba Arga langsung bersujud di hadapan Tasya yang membuat semua orang kaget dengan apa yang di lakukan Arga.
"Arga apa yang kamu lakukan!"
"Arga berdiri kau tidak pantas seperti itu!" sahut Samuel.
"Arga!" lirih Hariyanto.
"Aku mohon kepadamu untuk pergi. Kau tidak akan di penjara. Tetapi pergilah dari kehidupan kami semua. Aku sangat mencintai Risya dan aku melakukan semua ini untuk Risya yang sekarang aku sebagai suaminya. Jika dulu wanita yang kau lukai juga berkorban untuk Risya. Jadi aku mohon jangan buat pengorbanannya sia-sia. Dia seorang ibu Tasya dan kau juga seorang ibu. Kau mohon Tasya untuk menghentikan semua ini dan biarkan Putri tetap di sini jangan sakiti Putri atau Risya," ucap Arga dengan menyatukan ke-2 tangannya yang merendah serendahnya pada Tasya.
Tasya dengan matanya yang berkaca-kaca hanya diam dan tidak terasa air matanya jatuh dan langsung di sekanya.
__ADS_1
"Aku benar-benar iri kepada Risya banyak orang yang berkorban dan sampai berlutut hanya untuk dirinya. Aku seorang ibu dan semoga suatu saat nanti aku juga bisa di banggakan oleh Putri walau Putri tidak akan tinggal bersamaku. Aku berharap dia mengingatku sebagai ibunya," ucap Tasya dengan suara bergetar dan air matanya yang jatuh dan Tasya langsung pergi dengan menyeka air matanya.
Bersambung.