
Beberapa hari berikutnya.
Risya berada di rumah sakit sudah beberapa hari dan masih dalam keadaan koma. Sekarang Risya sedang di bersihkan oleh Suster yang di lap Suster. Ada dua Suster yang melap tangannya, kakinya seperti ala-ala memandikan Risya.
"Bu Risya itu sangat beruntung ya," ucap salah seorang Suster.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Suster.
"Lihatlah suaminya terus menemaninya. Bahkan aku sering mendapati suaminya sering mengajak bu Risya untuk bicara. Terkadang aku kasihan dengan suaminya yang seperti merindukan istrinya," ucap Suster sambil mengerjakan pekerjaan.
"Kamu benar. Karena sekarang banyak laki-laki yang tidak setia. Tetapi ternyata masih ada Pria yang setia pada wanita dan mencintai istrinya," sahut Suster yang satunya.
"Kamu benar. Apalagi saat istrinya di nyatakan meninggal. Pak Arga sangat tidak terima dan terlihat begitu histeris," ucap suster tersebut.
"Itu menandakan dia memang sangat mencintai istrinya dan itu hal yang luar biasa sekali," sahut suster tersebut.
"Hmmm kamu benar," sahut Suster yang satunya dengan menghela napas. Dan Suster itu tiba-tiba melihat ke wajah Risya. Suster itu melotot ketika melihat mata Rudy terbuka.
"Aaaaaaaaaa!" teriak Suster itu yang kaget dan temannya ikut kaget mendengar teriakan Suster tersebut.
"Ada apa?" tanya Suster itu.
"Lihat itu?" Suster itu menunjuk wajah Risya. Dia malah ketakutan seperti melihat setan. Saat temannya melihat apa yang di lihat Suster tersebut. Temannya juga kaget. Risya tiba-tiba yang membuka matanya.
"Pasien siuman," ucap Suster itu dan langsung memeriksa Risya dengan buru-buru, temannya itu masih kelihatan takut dan dek-dekan.
"Ayo periksa, pasien sudah siuman," sahut Suster tersebut. Barulah temannya sadar dan langsung memeriksa Risya.
Tiba-tiba saja Risya bangun. Apa mungkin karena dia yang sedang di bicarakan. Makanya tiba-tiba terbangun. Risya tidak terima yang di gibahi dan akhirnya bangun tiba-tiba. Tidak sakit tidak siuman Risya memang aneh-aneh saja.
***********
Akhirnya Dokter memeriksa Risya dan memang Risya sudah bangun dari komanya. Dokter sudah memeriksa denyut nadinya, memeriksa matanya.
"Kondisi pasien normal dan sudah bangun dari koma," ucap Dokter pada 2 Suster itu.
Suster tersebut ikut senang. Pasien yang barusan saja mereka gibahi tiba-tiba sudah bangun dan pasti mereka sangat tidak menyangka. Ketika Dokter selesai memeriksa Risya. Akhirnya Dokter keluar dari ruangan itu untuk menemui keluarga Risya.
__ADS_1
"Istri saya baik-baik saja Dokter?" tahta Arga yang langsung menghampiri Dokter.
"Alhamdulillah pasien sudah siuman dan pasien baik-baik saja," jawab Dokter yang memberikan kabar baik itu.
"Alhamdulillah!" sahut semuanya dengan serentak yang tersenyum dengan kabar baik itu yang membuat mereka pasti sangat bahagia.
"Lalu apa kamu sudah boleh melihatnya?" tahta Salmah yang sudah tidak sabaran.
"Silahkan!" sahut Dokter.
"Saya permisi!" sahut Dokter pamit. Keluarga mengangguk dan keluarga yang tidak sabaran untuk langsung melihat kedalam ruangan perawatan Risya untuk menemui Risya.
"Risya!" lirih Tantri yang mendekati putrinya itu dengan memegang tangan Risya dan mencium kening Risya.
"Mah," sahut Risya yang masih kesulitan untuk bicara.
"Sayang kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" Tantri dengan terharu penuh dengan tanya.
"Benar Risya apa kamu baik-baik saja?" Salmah juga bertanya pada menantunya itu.
Risya menggelengkan kepalanya dengan perlahan dan melihat di sekelilingnya. Tantri, dan keluarganya Arga dan juga teman-temannya yang mengelilinginya.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Risya tiba-tiba yang membuat semua orang kaget dengan pertanyaan Risya. Apa yang di tanyakan Risya membuat mereka bingung.
"Ma. Kenapa di ada di rumah sakit. Apa dia sedang mencari muka?" tanya Risya lagi.
"Risya maksud kamu apa ya?" tanya Tantri dengan bingung.
"Aku dan dia sudah putus dan kami bukan mantan kekasih yang akur. Jadi untuk apa dia ada di sini," ucap Risya lagi yang membuat semua orang terkejut dengan mereka yang saling melihat dengan mendengar pernyataan Risya.
"Apa maksud Risya?" batin Syrala.
Arga sebagai suami begitu terkejut dengan apa yang di katakan Risya. Bisa-bisanya Risya mengatakan dia adalah mantan kekasihnya. Padahal mereka sudah menikah.
"Pergilah dari sini. Jangan caper. Aku dan kau sudah tidak ada hubungan apa-apa. Jadi jangan menggangguku. Mataku sakit melihatmu," ucap Risya lagi.
"Risya apa yang kamu bicarakan. Arga ini suami kamu," ucap Salmah.
__ADS_1
"Apa suami. Tante Salmah jangan bercanda. Orang seperti kami berdua mana mungkin menikah," sahut Risya yang tertawa-tawa lucu mendengarnya. Suasana di tempat itu benar-benar tegang dan penuh dengan kebingungan.
*********
Karena melihat tingkah Risya yang aneh. Akhirnya Arga menemui Dokter.
"Maksud Dokter istri saya hilang ingatan," pekik Arga dengan wajah kagetnya.
"Iya pak Arga. Ini di namakan amnesia sementara dan biasanya ini terjadi pada pasien koma dan Bu Risya mengalami hal ini," jawab Dokter.
"Lalu kapan sembuhnya Dokter. Masa iya istri saya tidak mengingat saya," sahut Arga dengan kesal.
"Bukan tidak mengingat. Namun Bu Risya hanya mengingat masa yang terjadi dulu dan melupakan ingatan yang terjadi baru-baru ini," jawab Dokter.
"Tetap saja Dokter. Saya di ingat sebagai mantan kekasihnya dan bukan sebagai suaminya. Dan itu tidak adil Dokter," protes Arga.
"Pak Arga jangan khawatir. Bu Risya secepatnya pasti akan sembuh," ucap Dokter dengan yakin. Arga hanya menghela napasnya yang tidak yakin dengan hal tersebut.
"Pak Arga percayalah. Semuanya pasti akan baik-baik aja," ucap Dokter. Arga diam saja yang sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
***********
Risya sekarang bersandar di kepala ranjang rumah sakit dengan Syrala dan Angela yang ada di kamar itu.
"Risya kamu serius tidak ingat Arga?" tanya Syrala dengan hati-hati berbicara.
"Mana mungkin aku lupa dengan laki-laki seperti itu. Heran juga ngapain dia ada di sini," jawab Risya.
"Bukan itu maksud aku Risya. Kamu tidak ingat jika Arga itu suami kamu," ucap Syrala.
Risya kaget mendengarnya dengan matanya melotot.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha-ha!" tiba-tiba Risya tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Syrala membuat Angela dan Syrala saling melihat dan merasa pusing melihat temannya itu.
"Aku menikah dengannya. Itu tidak mungkin," sahut Risya yang merasa lucu.
"Eh Syrala aku mending nggak usah nikah-nikah. Dari pada aku harus menikah dengan laki-laki sepertinya, sangat menyebalkan," ucap Risya yang sampai detik ini merasa lucu dengan kata-kata teman-temannya itu.
__ADS_1
Risya memang melupakan. Jika dia adalah seorang istri yang sudah mempunyai seorang Putri yang cantik. Arga harus menelan nasib. Jika istrinya sudah melupakan dirinya.
Bersambung