
Keduanya yang saling menatap dengan debaran jantung masing-masing. Sampai mata keduanya sama-sama turun melihat bibir pasangan dan sama-sama menempelkan bibir itu yang terjadi ciuman.
Risya yang memancing dan mana mungkin Arga membiarkan begitu saja. Jadi Arga yang memegang kedua pipi Risya dan mencium Risya dalam-dalam dengan ciuman panas yang ke-2nya saling membalas satu sama lain.
Bahkan mereka tidak melihat situasi itu sedang berada di mana, bisa saja ada yang masuk dan walau mereka suami istri. Tetapi kan mereka juga pasti malu.
Tangan Risya tiba-tiba membuka kancing kemeja Arga di bagian atas dan Arga menghentikan tangan Risya dengan melepas ciuman itu dengan napas keduanya yang saling memburu dan tatapan ke-2nya yang penuh dengan gairah.
"Apa kamu sadar ini di mana?" tanya Arga mengingatkan Risya.
"Mamah ada yang salah," jawab Risya dengan suara beratnya yang mengusap lembut bibir Arga. Risya sudah seperti di penuhi dengan gairah dan sama dengan Arga.
Arga mengambil telpon dan memencet satu tombol dan Risya yang masih di pangkuan Arga melihat apa yang di lakukan Arga.
"Aku sedang sibuk. Jangan biarkan ada yang masuk. Sampai aku menelpon kembali," ucap Arga yang memberikan perintah yang mungkin untuk Sekretarisnya. Hal itu membuat Risya tersenyum.
"Kamu yang memulai Risya. Jangan salahkan aku. Jika kamu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini," ucap Arga dengan seriangi nakal di wajahnya.
Tanpa menjawab apa-apa Risya langsung kembali mencium kembali bibir Arga dan pasti Arga membalasnya yang mereka kembali berciuman panas dengan posisi Risya yang masih di pangkuan Arga dan Arga mengusap-usap pundak Risya.
Tidak bisa dengan posisi seperti itu. Arga langsung mengangkat tubuh Risya ke atas sofa dan tanpa melepas ciuman itu. Ciuman semakin panas saat Risya sudah terbaring di Sofa dan Arga yang berada di atas tubuhnya.
Ciuman berlanjut dan tangan Arga sudah bermain dengan membuka blouse yang di gunakan Risya. Ciuman dengan ciuman yang di dapatkan Risya di tubuhnya yang pasti sudah di beri tanda-tanda kepemilikan dan padahal tanda yang sebelumnya belum hilang.
Hal yang paling gila yang di lakukan ke-2 orang itu yang benar-benar making love di dalam ruangan Arga dan semua itu Risya yang memulai padahal sebelumnya jika Arga macam-macam saja dengannya di kantor Risya langsung marah dan ini justru dia yang memulainya.
**********
Ruangan Arga terlihat sepi tidak ada yang masuk sejak tadi dan sekretaris Arga menjalankan perintah Arga dengan baik. Sementara pasangan suami istri itu masih berada di atas sofa yang selang berhimpitan dengan Arga yang memeluk Risya dari belakang. Di mana Risya yang berbantalkan lengan Arga. Jangan tanya tubuh mereka seperti apa dan pasti polos yang tertutup selimut yang seperti memang ada di ruangan itu.
"Kenapa tiba-tiba, bukannya tadi pagi menolakku?" tanya Arga dengan memeluk istrinya itu dengan erat. Risya meluruskan dirinya dan sekarang bisa saling melihat dengan Arga.
Risya mengusap lembut pipi Arga dengan Maya mereka yang saling melihat.
"Apa selama ini hanya keinginan kamu saja yang boleh dan aku tidak," ucap Risya. Arga tersenyum dan mencium tangan Risya.
"Kalau begitu kamu harus sering-sering meminta hal itu," ucap Arga.
"Isss itu sih maunya kamu," Icao Risya kesal yang membuat Arga tersenyum dan mencium kening Risya, juga mencium kelopak mata Risya.
"Aku mencintaimu Risya," ucap Arga dengan begitu lembut dan menatap Risya dengan penuh cinta.
"Aku tau itu, Terimakasih atas tulisan indah itu dan juga bunganya," ucap Risya.
"Bunga!" sahut Arga dengan wajah herannya.
__ADS_1
Risya yang begitu bahagia memeluk Arga dengan erat. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara Arga yang tadinya wajahnya bingung memeluk Risya juga. Dia juga tidak mau merusak pikirannya dengan hal-hal lain dan dia juga bahagia hari ini yang melakukan hubungan intim di tengah jam kantor ya tidak ada yang salah dan itu adalah istrinya.
"Aku akan membuat kamar di ruangan ini, supaya kita bisa seperti ini terus," ucap Arga.
Risya hanya tersenyum saja mendengarnya dan terserahlah Arga mau melakukan apa yang di mau
*********
Risya, Syarla, Anggia sedang nongkrong di bengkel Boy. Dan bukan hanya mereka saja ternyata yang ada di sana. Ada juga Arga. Namun Arga sedang berbicara bersama Boy lain meja dengan wanita-wanita tersebut. Karena pasti ada aja yang di bahas.
"Eh kita liburan yuk," ajak Syarla tiba-tiba.
"Mau liburan kemana Risya aja baru liburan," sahut Anggika.
"Tapi nggak apa-apa sih kalau mau liburan lagi," sahut Risya yang pasti tidak ada capeknya. Apa lagi masalah liburan ya mana mungkin Risya capek.
"Memang Arga izin kamu untuk liburan?" tanya Angela.
"Dia harus ikut lah," sahut Risya dengan gampangannya, "walau aku tidak yakin sih Arga bakal izin aku untuk pergi. Kan tau sendiri dia itu gila kerja dan pasti tidak mudah baginya untuk liburan," ucap Risya yang sebenarnya tidak yakin juga.
"Itu kamu sendiri tau," sahut Syarla.
"Tetapi tidak apa-apa di coba aja. Lagian Arga belakangan ini sangat manis kepadaku, dia itu sering memberiku hadiah. Ya siapa tau nanti dia juga mau liburan," ucap Risya yang senyum-senyum.
"Serius Arga belakangan ini romantis?" tanya Syarla.
"Ohhh pantesan aja kamu itu senyum-senyum Muku. Ternyata karena hal itu toh," sahut Angela yang menggoda Risya dan Risya tersenyum dengan wajahnya penuh cinta. Syarla dan Angela lama-lama gemes juga dengan sahabatnya itu yang benar-benar real sahabat yang sedang pengantin baru.
"Syarla," tiba-tiba ada yang menegur Syarla dan itu seorang wanita yang membuat Syarla melihat ke arah wanita yang berdiri di sampingnya.
"Eh Rika," sapa Syarla yang langsung berdiri dan sepertinya sangat mengenal wanita itu. Risya dan Angela hanya saling melihat yang sepertinya tidak tau siapa wanita yang di sapa temannya itu.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Syarla.
"Ini lagi ambil mobil," jawab Rika, "kamu sendiri?" tanya Syarla.
"Kebetulan ini bengkel teman kita dan lagi ngobrol aja," jawab Syarla, "oh iya kenalin," sahut Syarla dengan ramah memperkenalkan Risya dan Angela. Risya dan Angela pun langsung berdiri.
"Ini Rika teman SMA aku," ucap Syarla.
"Hallo Risya," sahut Risya berjabat tangan
"Hallo Angela," sahut Angela.
"Aku Rika," sahut Rika.
__ADS_1
"Oh iya Rika, kamu ingat tidak waktu aku ingin mengenalkan temanku dengan teman kamu. Nah ido dia Risya yang membatalkan kencan waktu itu dan kamu sekarang bisa marah padanyanya," ucap Syarla yang mengingatkan kejadian.
"Oh benarkah kamu ternyata," sahut Rika.
"Ihhh, Syarla jangan bahas kencan. Nanti di dengar lagi sama Arga, aku sudah menikah tau," sahut Risya kesal jika harus mengungkit masalah kencang-kencan itu.
"Biar dia itu tau kalau memang kamu yang membatalkan janji. Jadi nggak aku yang di omeli," sahut Syarla.
"Sudah-sudah tidak apa-apa. Mungkin memang belum jodoh dan lagian itu juga sudah lama," sahut Rika dengan santai.
"Hmmm, aku aja di omeli kemarin," sahut Syarla.
"Apa sih," sahut Risya.
"Rika!" tiba-tiba Arga datang bersama boy dan menyapa Rika yang membuat semua orang heran.
"Arga," sahut Rika.
"Kalian saling kenal?" tanya Syarla dan yang lain juga pasti mempertanyakan hal itu.
"Iya aku sama Rika teman," sahut Arga.
"Oh begitu," sahut Syarla dan Risya sama sekali tidak tau hal itu.
"Oh iya Syarla ini Arga yang juga ingin aku comblangi sama teman kamu yang kita waktu janjian waktu itu. Arga teman Syarla yang waktu itu membatalkan pertemuan dengan kamu yang membuat kamu kesal kepadaku," jelas Rika.
"Itu artinya Risya dong," sahut Angela yang menarik kesimpulan.
Risya dan Arga saling melihat.
"Benar sekali, ternyata teman Syarla Risya dan Syarla ini orang yang aku katakan untuk teman kamu. Kalian batal bertemu waktu itu. Tetapi malah bertemu di sini. Jangan-jangan benar-benar jodoh kali ya," ucap Rika dengan senyum-senyum.
"Mereka udah nikah juga," sahut Angela, Boy dan Syarla serentak yang membuat Rika sedikit kaget.
"Siapa yang sudah menikah?" tanya Rika.
"Arga dan Risya. Mereka sudah menikah dan mereka juga saling mengenal dan bahkan pernah pacaran lama dan sekarang sudah menikah," jelas Syarla.
"Serius?" tanya Rika yang begitu terkejut.
"Ya serius," sahut semuanya serentak.
"Ya ampun ternyata kalian berdua benar-benar jodoh ya," ucap Rika yang tidak percaya.
Arga dan Risya saling melihat dan sama-sama tersenyum geli yang ternyata mereka hampir kencan buta dari perjodohan dua temannya dan kencan itu batal dan siapa sangka di hari itu juga Risya dan Arga tiba-tiba punya ide untuk menikah. Ya kalau sudah takdir mau bagaimana lagi dan itu menjadi lucu bagi Risya dan Arga..
__ADS_1
Bersambung