MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 93 Hotel.


__ADS_3

Mobil Risya berhenti di depan hotel bintang lima. Sebelum turun dari mobil Risya memeriksa penampilannya terlebih dahulu, melihat dirinya di cermin dan bahkan memakai lipstik. Wajahnya berseri-seri yang sangat tidak sabaran ingin bertemu dengan Arga.


"Masih aja memberi Supraise kepadaku. Pulang tidak bilang-bilang kamu benar-benar ya Arga," gumam Risya yang terus melihat dirinya di cermin dan tampak dia sangat bahagia. Setela merasa sangat cantik Risya pun langsung turun dari mobil dan langsung memasuki hotel yang mana Risya benar-benar tidak sabaran untuk bertemu dengan Arga.


Ternyata sepanjang di jalanan Risya selalu mendapat pesan yang mengarahkan dirinya harus kemana dan sekarang Risya yang di antarkan seorang pelayan hotel untuk menuju salah satu kamar.


Dari wajah Risya terlihat begitu dek-dekan, plus canggung dan begitu takut gemetar saat ingin bertemu dengan suaminya yang baru dua hari tidak di temuinya.


"Silahkan Nona ini kamarnya," ucap pelayan itu berhenti di depan sebuah kamar. Risya melihat kamar yang masih tertutup itu. Memang sesuai nomornya yang sebelumnya di ketahuinya.


"Nona masuk saja. Saya permisi dulu. Nanti jika ada apa-apa. Bisa panggil saya," ucap pelayan tersebut.


"Baiklah," sahut Risya dan pelayan itu langsung pergi dengan menundukkan kepalanya.


Risya menarik napasnya perlahan dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu Risya menekan kenopi pintu dan pintu terbuka dengan perlahan. Kepala Risya yang masuk terlebih dahulu baru kemudian seluruh tubuhnya.


"Arga aku datang!" ucap Risya dengan pelan sembari menutup pintu.


Namun tidak ada sahutan dan membuat Risya melangkah masuk dengan perlahan dan Risya melihat kamar itu yang sudah di sulap dengan indah.


Kamar yang remang-remang dengan banyaknya kelopak mawar di lantai dan juga di atas tempat tidur yang berbentuk Love dan bukan hanya itu saja.


Risya mengukir senyum saat melihat keindahan itu yang tidak percaya baginya bisa melihat hal itu. Matanya berbinar yang tidak percaya mendapatkan keindahan itu.


"Arga kamu di mana?" tanya Risya dengan kepalanya yang berkeliling mencari suaminya.


"Arga! Arga!" panggil Risya. Namun sebuah tangan mengusap pundaknya dan membuat Risya kaget.


Saat Risya ingin membalikkan tubuhnya. Matanya sudah di tutup kain yang membuat Risya heran.


"Arga kamu mau apa? kenapa pakai tutup mata segala," ucap Risya heran. Namun tidak ada jawaban yang di terimanya.

__ADS_1


Sosok yang ada di belakang Risya hanya menunjukkan bibirnya yang tersenyum. Sementara Risya penuh kebingungan.


***********


Vio berada di dalam Taxi dengan memijat kepalanya yang begitu berat. Dia baru saja selesai dari mini market yang tadi bertemu dengan Risya. Padahal dia ingin bicara banyak dengan Risya. Namun Risya buru-buru pergi karena mau bertemu Arga. Jadi Vio semakin galau yang menunggu di dalam Taxi. Biasa Jakarta macet.


Namun tiba-tiba mata Vio melihat ke sebelahnya. Wajah Vio mengkerut saat melihat seseorang yang fokus pada ponselnya yang duduk di jok belakang.


"Arga!" pekik Vio yang cukup terkejut.


"Bukannya Risya bilang Arga menunggu di hotel? lalu kenapa Arga ada di sini. Apa mereka tidak jadi bertemu," batin Vio yang heran melihat Arga.


Vio yang tidak puas jika tidak bertanya langsung Vio langsung membuka pintu mobil dan langsung menghampiri mobil Arga.


Toko-tok-tok-tok. Vio mengetuk kaca mobil di bagian Arga yang membuat Arga heran dan melihat kearah luar yang ternyata Vio membuat Arga menurunkan kaca mobilnya.


"Vio," sahut Arga.


"Kamu kok ada di sini?" tanya Vio.


"Ya bukannya kamu seharusnya menunggu Risya di hotel?" tanya Vio.


"Apa maksud kamu. Aku baru saja pulang dan sejak tadi aku menghubungi Risya untuk menjemputku di Bandara. Namun dia tidak mengangkat sama sekali. Jadi bagaimana mungkin aku menunggu Risya di hotel," jelas Arga yang tidak mengerti apa yang di katakan Vio.


"Lalu yang menghubungi Risya siapa?" tanya Vio.


"Maksud kamu?" tanya Arga.


"Aku baru bertemu Risya di depan mini market di dekat sini dan aku kita baru mengobrol sebentar dan tiba-tiba Risya mendapat kabar kamu sedang menunggunya di hotel dan makanya dia buru-buru untuk pergi," jelas Vio.


"Apah!" sahut Arga yang begitu terkejut. Arga langsung keluar dari mobil, "kamu tidak mengada-adakan?" tanya Arga.

__ADS_1


"Ya nggaklah. Makanya aku heran. Kenapa kamu ada di sini dan siapa yang menghubungi Risya?" tanya Vio heran.


"Tidak mungkin!" lirih Arga yang panik dengan mengusap wajahnya kasar.


"Kamu tau dia di hotel mana?" tanya Arga dengan suara beratnya.


"Tidak jauh pasti dari sini. Karena mini marketnya ada di dekat sini dan hotel yang terdekat hotel Cempaka dan kemungkinan Risya ada di sana," ucap Vio yang menduga-duga.


"Sial!" umpat Arga kesal dan Arga langsung buru-buru pergi dengan berlari.


"Arga kamu mau kemana?" tanya Vio yang melihat Arga berlari.


"Bagaimana ini!" Vio yang kebingungan pun ikut berlari. Dia juga merasa seperti ada sesuatu dan membuatnya langsung pergi menyusul Arga yang juga tidak tau Arga mau kemana.


********


Arga dan Vio sampai di hotel tersebut dan mereka buru-buru berlari masuk dan bertanya langsung pada resepsionis tersebut dan tidak tau apa yang di informasikan kepada mereka berdua dah mereka buru-buru pergi yang memasuki koridor-koridor hotel.


"Kamu cari di sana, aku cari di sana!" titah Arga dengan panik.


"Baiklah!" sahut Vio yang mengikuti saja dan mereka akhirnya berpencar untuk menemukan Risya yang tidak tau di mana.


Dengan kepanikan yang beberapa kali mengusap kasar wajahnya, Arga berjalan di koridor- koridor hotel mencari istrinya dengan kepalanya yang berkeliling. Panik takut itu yang ada di pikiran Arga yang tidak tau di mana keberadaan istrinya tersebut.


"Di mana kamu Risya? kamu di mana? Arga bertanya-tanya yang terus berjalan dengan melihat berbagai orang-orang yang berlewatan di sekitarnya. Sampai tiba-tiba punggung Arga tertabrak dan membuat Arga berbalik dan kedua tangan yang hampir terjatuh.


"Risya!" lirih Arga yang akhirnya menemukan Risya yang sepertinya Risya juga berlari.


"Arga!" lirih Risya yang langsung memeluk Arga dan Arga juga memeluknya. Risya terlihat gemetaran dan merasa lega yang bertemu dengan Arga sama dengan Arga yang merasa lega bertemu dengan Risya dan memeluk begitu erat Risya. Air mata Risya bahkan menetes dan tidak tau apa yang di rasakannya yang sepertinya dia sangat ketakutan.


Vio yang sejak tadi mencari-cari akhirnya lega karena sudah melihat Risya dan Arga berpelukan. Vio menghela napasnya yang melihat pasangan itu sudah bertemu. Namun tiba-tiba mata Vio melihat ke arah lain yang melihat seorang wanita yang mengutip dan wanita itu langsung pergi dengan buru-buru.

__ADS_1


"Bukannya itu Rachel? untuk apa dia ada di sini?" tanya Vio dengan heran melihat Rachel dengan jelas dan sudah menghilang dengan cepat.


Bersambung.


__ADS_2