
Angela dan Edo berada di luar rumah sakit. Di mana Edo duduk di salah satu bangku yang memegang kepalanya, mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya sepertinya ada hal yang begitu sulit yang dirasakannya yang membuatnya terlihat frustasi.
"Sayang kamu memikirkan apa?" tanya Angela dengan memegang bahu Edo.
"Kamu dengar tadi apa yang di tanyakan Putri. Aku nggak tau Angela. Kenapa Putri bisa mengatakan hal seperti itu. Aku nggak tau apa yang terjadi selama ini dan bagaimana Tasya bersama Bram. Walau mereka menikah apa harus Tasya menceritakan kepada Bram asal usul Putri sampai Bram mengatakan seperti itu pada Putri dan Putri sekarang penuh dengan tanya," ucap Edo yang mengeluarkan apa yang membuatnya gelisah.
"Aku juga sangat menyayangkan hal ini dan seharusnya Tasya tidak memberitahu Bram masalah Putri dan Putri tidak akan bertanya-tanya," ucap Angela yang juga kepikiran. Tadi dia begitu kaget dengan pertanyaan Putri.
"Sekarang bagaimana Angela. Aku yakin Putri akan terus mempertanyakan hal itu. Dia anak yang harus tau dan pasti di dalam pikirannya masih ingin tau. Masih penasaran. Aku hanya tidak ingin melibatkan keluarga Tante Tantri lagi. Mereka sudah banyak mengalah selama ini," ucap Edo dengan kekhwatirannya dengan semua yang terjadi.
"Aku paham maksud kamu mas dan aku juga tau jika kita memberitahu Putri semuanya. Ini akan melibatkan Risya juga. Pernyataan Putri juga akan semakin banyak dan aku juga takut jika Risya tidak nyaman. Walau Risya sudah terlihat berdamai dengan semua kenyataan. Tetepi sepertinya untuk semua itu aku nggak yakin," ucap Angela yang juga takut akan menimbulkan masalah kembali untuk Risya.
"Sayang aku akan coba bicara pada Putri dan semoga saja Putri tidak memikirkan hal seperti itu lagi. Semoga apa yang di katakan Bram hilang dari pikirannya," ucap Angela yang mencoba mencari solusi dari apa yang terjadi pada Putri.
"Iya aku juga berharap pikiran itu secepatnya hilang dari pemikiran Putri," sahut Edo. Angela menganggukkan kepalanya dan kembali mengusap-usap bahu suaminya.
*********
"Putri bagaimana keadaan kamu?" tanya Syrala yang menjenguk Putri, bersama Vio, Samuel, Boy, dan ada juga Risya dan Arga di ruangan itu.
"Baik-baik aja Tante," jawab Putri.
"Oh iya ini Tante bawakan kamu boneka yang lucu," Tasya mengeluarkan dari paper bag dengan boneka yang di bawakan nya.
"Wahhhh, makasih Tante. Lucu sekali bonekanya. Putri sangat suka Tante," sahut Putri dengan wajah gembiranya dan matanya yang berbinar.
"Om Boy juga bawah hadiah untuk Putri," sahut Boy yang tidak kalah memberikan hadiah pada Putri.
"Apa ini Om?" Tanya Putri yang melihat kota kecil.
"Buka saja," jawab Boy. Putri langsung membukanya ternyata gelang lucu yang membuat Putri tersenyum.
"Cantik sekali Om. Ini untuk Putri?" tanya Putri.
__ADS_1
"Iya dong itu untuk Putri masa Iya untuk Om," sahut Boy dengan tersenyum.
"Makasih Om Boy Tante Syrala sudah kasih Putri hadiah. Tante Vio dan Om Samuel makasih juga ya sudah bawa makanan yang banyak dan Tante Risya dan Om Arga makasih setiap hari jenguk Putri," ucap Putri dengan panjangnya ucapan terima kasihnya.
"Sama-sama Putri," sahut Risya dengan tersenyum.
Tasya yang juga masih di rawat di ruangan itu tersenyum. Sangat banyak orang-orang yang sayang kepada Putri.
"Wah di sini sudah rame ternyata!" sahut Angela yang tiba-tiba datang bersama Edo.
"Banyak makanan dan Putri dapat apa itu?" tanya Angela melihat Putri memegang boneka dan kita kecil.
"Lihat mah. Putri saat boneka cantik dari Tante Syrala dan juga dapat gelang bagus dari Om Boy," sahut Putri yang pamer dengan hadiah yang di dapatkannya.
"Ya ampun. Putri di banjiri hadiah. Apa Putri sedang ulang tahun?" tanya Angela.
"Putri juga heran di berikan hadiah padahal Putri tidak ulang tahun," sahut Putri.
"Ya sudah kalau begitu sini biar mama pakaian gelangnya supaya Om Boy nya senang," sahut Angela yang duduk di samping Putri dan memakaikan gelang itu membuat semua orang tersenyum.
"Tadi mama dan papa pergi sebentar Putri kita menemui Dokter," jawab Edo.
"Dokter Putri?" tanya Putri.
"Bukan sayang Dokter mama kamu," jawab Edo.
"Mama Tasya?" tanya Putri.
"Mama Angela," sahut Edo.
"Memang mama Angela sakit apa? Kenapa harus ada Dokternya?" tanya Putri heran.
"Mama kamu tidak sakit hanya memeriksakan kandungannya," jawab Edo.
__ADS_1
"Kandungan maksudnya apa?" tanya Putri yang pasti kurang paham dengan Maslaah itu.
"Putri maksud papa kamu. Kalau mama Angela itu sedang mengecek bayi kecil di dalam kandungannya," sahut Risya yang menjelaskan dengan rinci.
"Bayi kecil. Itu artinya Putri punya adik gitu," sahut Putri yang akhirnya cepat menangkap.
"Benar sayang Putri akan punya adik," sahut Angela.
"Hore!" Putri kesenangan dengan mengangkat ke-2 tangannya dengan kabar bahwa dia akan punya adik.
Angela dan Edo memang belum sempat menyampaikan kabar itu kepada Putri. Karena mereka tidak ada waktu bertemu dengan Putri dan Putri yang mengetahui jika dia akan mempunyai adik begitu bahagia. Orang yang ada di ruangan itu juga bahagia dengan keceriaan Putri yang seakan melupakan sakitnya.
"Mama kalau nanti adiknya sudah keluar. Putri boleh tidak main sama adiknya?" tanya Putri.
"Pasti boleh sayang dan Putri juga harus menjaga adiknya," jawab Angela.
"Baiklah kalau begitu. Putri akan menjaga adik kecilnya dan akan bermain bersamanya," sahut Putri yang begitu bahagianya.
"Iya sayang," sahut Angela.
"Oh iya mama. Nanti ketika adik kecilnya lahir dia akan di sebut apa?" tanya Putri.
"Maksud Putri?" tanya Angela.
"Putri lahir dari perut mama Tasya dan Putri punya 2 mama. Mama Angela dan mama Tasya. Om Bram bilang Putri anak haram," ucap Putri yang membuat semua orang kaget. Jika tadi mereka tersenyum maka sekarang tidak. Senyum itu hilang.
"Putri juga tidak mengerti kenapa di sebut anak haram. Apal karena punya 2 mama. Lalu adik Putri nanti di panggil apa?" tanya Putri lagi dengan wajahnya yang tetap sangat penasaran.
"Astagfirullah apa yang di kataka Bram kepada Putri?" batin Risya yang begitu terkejut mendengar pernyataan Putri.
"Memang anak haram itu seperti apa sih mah. Tante Risya tau tidak anak haram itu apa. Tante Risya sebentar lagi juga punya anak. Lalu anak Tante Risya di panggil apa?" tanya Putri lagi yang semakin kepo.
Semua orang di ruangan itu hanya terdiam dengan kata-kata Putri yang sangat mengejutkan sama dengan Risya, Arga. Vio dan Samuel saling melihat. Begitu juga dengan Syarla dan Boy dan Tasya hanya pasrah dengan pertanyaan Putri yang terus membuat pikiran Putri tidak tenang dan ingin tau jawabannya.
__ADS_1
Bersambung