MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 273.


__ADS_3

Bram memegang kepalanya dan melihat telapak tangannya yang berdarah akibat berbuatan Putri dengan lemparan vas bunga tersebut.


"Kau berani melakukan ini?" tanya Bram dengan matanya melotot pada Putri dan wajahnya yang penuh kemarahan membuat Putri takut.


"Jangan ganggu mama Putri. Jangan pukul mama. Om itu sangat jahat!" sahut Putri yang tidak takut pada Bram.


"Oh iya. Benarkah Om sangat jahat. Hahahaha," Bram tertawa-tawa dengan penuh kebahagiaan.


"Kalau begitu lihat kejahatan Om yang tampan ini," sahut Brama melangkah mendekati Putri Namun Putri mundur kebelakang dengan langkah perlahan.


"Putri!" Tasya yang sangat sulit bergerak penuh ketakutan atas apa yang akan di lakukan Bram kepada anaknya.


Langkah Bram ya semakin dekat membuat Putri yang melihat ada gelas. Entah apa yang dipikirkan Putri dia langsung mengambil gelas itu dan melempar kewajah Bram.


Pranggg.


Gelas itu pecah dan belingnya berserakan di lantai dan sebelumnya gelas itu mengenai wajah Bram dan membuat wajah itu terluka. Tasya yang melihat hal itu terkejut dengan keberanian Putri kepada Bram.


"Dasar anak haram!" teriak Bram yang emosinya semakin memuncak da mengatai Putri anak haram. Bram langsung mendekati Putri dan Putri yang tadinya ingin lari, tangannya langsung di tangkap oleh Bram.


"Lepaskan Putri! Lepaskan!" berontak Putri dengan ketakutan.


"Putri!" Tasya yang berusaha untuk berdiri untuk menyelamatkan Putri dari kemarahan Bram. Namun Bram langsung menghempaskan tubuh Putri sampai terhempas ke dingding.


"Putri!" teriak Tasya.


"Sakit mama," keluh Putri yang memegang kepalanya yang terhempas.


"Itu pelajaran untukmu telah berani melukaiku dan ini belum cukup kau harus menerima lebih parah lagi anak haram," ucap Bram yang melihat ada stik golf dan Bram mengambilnya.


Bram berdiri di depan Putri yang terduduk di lantai. Bram menyunggingkan senyumnya dan ingin memukul Putri. Tasya melihat hal itu langsung cepat-cepat menghampiri Bram dan menarik tongkat itu dari tangan Bram.


"Jangan sakiti anakku!" tegas Tasya yang berusaha menarik tongkat itu dari tangan Bram.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan!" Bram tetap ingin memukul Putri. Namun Tasya berusaha mencegahnya dengan sekuat tenaganya. Sampai Bram yang semakin di penuhi emosi langsung mendorong Tasya dan Tasya terbentur ke dingding meja.

__ADS_1


"Mama!" teriak Putri.


"Anak sama mama sama saja. Dasar menjijikkan," umpat Bram yang kemudian kembali fokus pada targetnya dan mengangkat tingkat itu yang ingin memukulkan pada Putri. Putri sudah pasrah dan menutup matanya yang sangat ketakutan.


Hingga detik tongkat itu sampai ke tubuh Putri. Namun tiba-tiba tertahan oleh genggaman tangan dan membuat Bram melihat orang yang berani menahannya. Bukan Tasya melainkan Arga.


"Bajingan!" umpat Arga yang menarik tongkat itu dari tangan Bram dan melemparnya ke lantai. Lalu Arga langsung memukul wajah Bram memberikan Bram pelajaran.


"Putri!" lirih Risya yang menghampiri Putri dan memeluk Putri.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Risya dengan cemas memegang kedua Putri. Putri hanya menggeleng. Namun Rusyd melihat tembok tempat Putri bersandar terdapat noda darah.


"Ya Allah Putri. Risya semakin panik dan memeluk Putri.


"Putri!" suara lirihan Tasya terdengar membuat Risya melihat ke belakangnya dan Tasya juga yang terluka parah.


"Tasya," sahut Risya yang langsung berdiri dan membantu Putri juga berdiri. Kalau mereka menghampiri Tasya.


"Tasya kamu tidak apa-apa?" tanya Risya. Tasya menggeleng dan melihat ke arah Putri lalu memeluk Putri dengan erat.


**********


Rumah sakit.


Tasya dan Putri mendapatkan perawatan yang serius dari Dokter. Setelah melaporkan pada polisi Arga dan Risya langsung membawa Putri dan Tasya kerumah sakit, sementara Bram langsung di bawa polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Untung saja Risya dan Arga ke Apartemen Tasya dengan buru-buru. Sebenarnya bukan kebetulan mereka ke Apartemen tersebut. Putri menelpon Risya diam-diam saat mendengar keributan Bram dan Tasya.


Makanya Risya dan Arga buru-buru ke Apartemen Tasya. Karena merasa khawatir dan untung mereka cepat datang. Karena jika tidak. Tidak tau apa yang terjadi dengan Putri dan juga Tasya.


"Semoga saja keadaan Putri dan Tasya baik-baik saja," ucap Risya yang panik menunggu di luar bersama suaminya.


"Iya sayang, aku juga berharap seperti itu," sahut Arga dengan wajah penuh kecemasannya.


"Bram benar-benar brengsek dia melakukan penganiayaan bukan hanya pada Tasya. Tetapi juga melukai Putri. Benar-benar keterlaluan," umpat Arga.

__ADS_1


"Kasihan Putri selama ini dia pasti penuh dengan tekanan dan ketakutan dengan semua yang di dapatkannya," sahut Risya.


"Kamu benar. Penjara adalah tempat terbaik untuk Bram dan semoga dia mendapatkan hukuman yang pantas dengan perbuatannya," ucap Arga.


"Risya, Arga," tiba-tiba Angela dan Edo datang setelah mendapatkan kabar dari Risya.


"Angel, Edo," sahut Risya.


"Bagaimana dengan Putri?" tanya Edo dengan penuh kepanikan.


"Dokter masih menangani Putri dan Tasya. Luka yang mereka dapat sangat serius," jawab Risya.


"Ya Allah Putri maafkan papa," sahut Edo yang pasti merasa bersalah atas apa yang terjadi.


"Apa yang sebenarnya Risya. Bram benar-benar melakukan kdrt selama ini?" tanya Angela. Saat Risya menelpon dia hanya di beritahu dengan singkat dan tidak ada penjelasan.


"Selain perselingkuhan dia juga melakukan kdrt pada Tasya," jawab Risya.


"Lalu apa Putri juga mengalaminya?" tanya Angela.


"Aku tidak tau. Tetapi tadi saat aku dan Arga tiba di sana. Bram ingin memukul Putri dengan stik golf," jawab Risya.


"Kurang ajar kau Bram!" umpat Edo dengan penuh amarahnya yang memukul dingding dengan kepalan tangannya melampiaskan amarahnya pada Bram.


"Mas tenanglah," sahut Angela menghentikan Edo.


"Jangan khawatir Bram sudah di tangani polisi dan pasti dia akan bertanggung jawab dengan perbuatannya. Aku juga sudah memberinya pelajaran tadi. Walau pelajaran yang aku berikan tidak setimpal dengan apa yang di dapatkan Tasya dan Putri," sahut Arga.


"Iya benar! Kita berdoa saja. Semoga keadaan Putri dan Tasya bisa membaik," sahut Risya.


Edo mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan mengatur napasnya. Dia tidak peka dengan situasi yang di hadapinya sehingga yang menjadi korban adalah Putri.


Tetapi sebagai ayah Edo sudah banyak yang di usahakan nya. Namun dia tidak bisa mencegah Tasya untuk tidak menikah dengan Bram. Feeling Edo sejak awal memang sudah tidak baik melihat Bram. Namun Tasya di butakan dengan Bram dan menikah dengan Bram. Alhasil Tasya mendapat perselingkuhan dan juga kdrt. Pernikahan yang jauh dari kata harmonis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2