MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 62


__ADS_3

Setelah mendapat persetujuan dari Arga dan dia boleh ikut. Risya sekarang sekarang lebih semangat dalam bekerja. Karena takut juga kalau sampai Arga akan berubah pikiran karena Arga kadang-kadang ada kumat-kumat nya. Jadi Risya tidak akan membuat ulah sedikitpun agar semauanya terkendali dengan baik.


Ting.


Ponsel Risya masuk notif pesan dan Risya langsung membukanya melihat pesan yang masuk.


"Aku lapar bawa makanan keruanganku!" tulis Arga yang mengirim pesan pada Risya.


"Issss lihatlah apa yang di lakukannya. Baru aja tadi kata-kata itu sangat manis dan seakan prihatin dengan semua keluhanku kepadanya. Tetapi lihat sekarang apa yang di lakukannya dia menyuruhku lagi seperti OB," cerocos Risya dengan penuh amarah yang kembali marah pada Arga yang terus memerintahnya.


Huffff


Risya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


"Sabar Risya, sabar," gumamnya dengan mengusap-usap dadanya, "Risya kamu harus bersabar dia itu memang pasti akan mencari gara-gara terus dengan kamu. Jadi kamu harus bersabar Risya. Tidak ada salahnya Risya. Anggap saja sekarang kamu berperan pada istri dan memang seharusnya melayani suaminya. Jadi bersabarlah Risya," ucap Risya yang berusaha untuk tenang dan mengendalikan amarahnya. Dia harus mengorbankan kekesalannya demi Arga yang tidak akan cari masalah padanya dan tiba-tiba nanti akan membatalkan keberangkatan Risya dan Risya tidak mau hal itu akan terjadi.


***********


Risya memasuki ruangan Arga dengan kantung plastik yang memenuhi tangannya.


"Makanan datang sahut Risya yang dengan semangat dan bahkan terlihat sangat ikhlas dalam melakukan pekerjaannya.


"Tumben tidak protes," sahut Arga berdiri dari bangku kerjanya dan beralih duduk ke sofa yang menghampar Risya yang sudah membuka semua makanan tersebut.


"Kenapa harus protes. Tidak boleh protes pada suami," sahut Risya yang sekarang bawa-bawa suami membuat Arga mengangguk-angguk saja. Ya walau dia juga bisa melihat banyak keterpaksaan yang terlihat dari wajah Risya.


"Makanlah tuan Arga," ucap Risya yang langsung memberikan salah makanan itu dan Arga langsung mengambilnya dengan melihat Risya dengan penuh selidik.


"Kenapa? takut aku akan meracuni mu?" sahut Risya yang tau jalan pikiran Arga yang pasti sekarang berpikiran buruk kepadanya.


"Ya siapa tau kan," sahut Arga.

__ADS_1


"Idemu ku terima. Nanti kalau sudah waktunya aku pasti akan meracunimu. Jadi bersabarlah," sahut Risya dengan santai.


"Sudah makan buruan. Jangan banyak berpikir. Meski ingin meracunimu. Tetapi aku juga tidak mungkin melakukan hal itu. Jadi makan lah," sahut Risya menyakinkan Arga.


Arga tidak menanggapi dan langsung makan. Lagian mana mungkin juga Risya akan meracuni Arga.


"Kamu tidak mati kan?" tanya Risya setelah Arga mengunyah makanan tersebut, "itu karena aku memang tidak meracunimu. Makannya jangan berpikiran buruk terus padamu. Kau juga tidak mau kali harus di penjara karena melakukan tindakan kriminal," sahut Risya yang juga ikut-ikutan makan. Karena dia membeli makanan bukan hanya untuk Arga tetapi juga untuk dirinya sendiri.


"Kok aku merasa panas ya. Jangan-jangan kamu memasukkan obat perangsang lagi kedalam makanan ini," sahut Arga tiba-tiba.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk Risya jadi batuk-batuk mendengar perkataan Arga yang membuatnya hampir tersedak.


"Dasar pikiran jorok," sahut Risya dengan kesal yang emosinya kembali seperti itu.


"Ya siapa tau kan. Tiba-tiba aku merasa bahwa gitu. Kau benar-benar mencampurkan sesuatu kan kemakanan ini. Makanya aku merasa nah dan tiba-tiba sangat bernafsu kepadamu," sahut Arga yang menggoda Risya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Arga kau benar-benar ya," geram Risya rasanya ingin melempar Arga dengan makanan. Hanya saja dia tau itu makanan dan tidak mungkin di lempar pada Arga.


"Kau itu jangan bermimpi. Jika aku akan memasukkan obat-obatan aneh itu kedalam makananmu. Aku itu juga ogah di sentuh oleh mu. Jadi jangan berpikiran jorok seperti itu," tegas Risya dengan menekan suaranya yang penuh dengan kemarahan pada Arga yang sekarang Arga senyum-senyum yang sangat suka jahil pada Risya.


"Senyum-senyum lagi. Makan tidak. Jika tidak kuambil semua makanan ini," tegas Risya dengan galaknya.


"Nggak usah galak-galak santai aja," ejek Arga. Risya harus tarik napas untuk menghadapi Arga yang sangat tidak bisa di kendalikan olehnya.


**********


Risya berada di kamarnya yang sedang packing dengan beberapa pakaian dan hal-hal yang perlu untuk di bawa besok ke Jepang bersama suaminya yang mereka akan melakukan perjalanan bisnis kurang lebih 8 hari dan sepertinya Arga benar. Risya ingin liburan bukan bekerja terbukti banyak sekali pakaian yang di bawanya.


Toko-tok-tok-tok.


Pintu kamar Risya di ketuk dari luar.

__ADS_1


"Masuk!" pinta Risya dan pintu langsung terbuka yang ternyata ibu mertuanya.


"Mama," sahut Risya.


"Bagaimana apa kamu sudah siap-siap packing?" tanya Salmah memasuki kamar Risya dengan duduk di pinggir ranjang.


"Sebentar lagi kok mah. Masih sedikit lagi kok mah," jawab Salmah.


"Ada yang bisa mama bantu?" tanya Salma.


"Tidak perlu mah. Hanya sedikit lagi kok," sahut Risya yang tidak ingin merepotkan mertuanya itu.


"Kamu sama Arga di jepang jangan kerja terus ya. Kalian harus memanfaatkan untuk lebih dekat dan curi-curi waktu untuk bersama seperti bulan madu," ucap Salmah yang memang tau tujuan menantu dan anaknya itu ke Jepang untuk perjalanan bisnis.


"Iya mah. Risya juga tidak mau kali hanya kerja terus. Jangan bilang-bilang Arga karena tujuan utama Risya sebenarnya ingin liburan," ucap Risya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Kalau begitu pulang harus harus dua ya," sahut Salmah.


"Maksud mama?" tanya Risya dengan dahinya yang mengkerut.


"Risya mama ini sudah pengen gendong cucu. Kamu sama Arga. Ayo dong lebih semangat lagi membuatnya. Jangan cepat-cepat biar hasilnya ada," ucap Salmah membuat Risya mendengarnya jadi geli sendiri.


"Issss mama apa-apaan sih kok malah bahas hal itu," sahut Risya.


"Ya kan tidak apa-apa. Kita itu sama-sama wanita dan kamu memang tidak ingin punya anak apa," sahut Salmah.


"Iya pengen mah. Tapi kan nanti dulu. Karena Arga sama Risya....." Risya tidak melanjutkan omongannya saat menyadari hampir keceplosan.


"Karena apa?" tanya Salmah, " kalian berdua sudahkan?" tanya Salmah yang harus memastikan dulu.


"Arghhh sudahlah mah jangan membahas hal itu lagi. Risya mau siap-siap cepat. Jangan sampai ada yang ketinggalan dan mama doain aja Arga dan Risya bisa memberi mama cucu secepatnya. Mama jangan khawatir semuanya akan baik," ucap Risya yang mengalihkan pembicaraan dan tidak tau lagi mau bicara apa. Dia juga malas harus membahas masalah private dia dan juga Arga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2