
Risya yang sekarang menemani Vio di rumah sakit dengan memotongkan Vio buah.
"Lagian kenapa sih Vio kamu sampai seperti itu. Memang apa yang terjadi?" tanya Risya.
"Aku mana mungkin memberitahunya kepada kamu Risya," batin Vion.
"Malah bengong lagi. Aku itu sedang bertanya Vio!" tegas Risya dengan kesal.
"Ya namanya juga insiden tidak yang menginginkan hal itu terjadi dan kebetulan saja terjadinya di sana ya salah satunya karena keteledoranku," jawab Vio dengan berbohong pastinya.
"Makanya lain kali kamu jangan teledor. Untung aja kamu sama bayi kamu masih selamat," oceh Risya.
"Iya-iya Risya," sahut Vio.
"Ada apa sih ini. Kenapa mama dengar suara kamu Risya berisik sampai keluar," sahut Tantri yang baru sampai.
"Biasalah Tante. Risya sejak tadi hanya mengoceh terus. Sok paling benar," sahut Vio.
"Isss memang aku itu benar. Aku hanya mengingatkan kamu saja," sahut Risya.
"Sudah-sudah. Kamu lanjutin kasih buahnya untuk Vio jangan marah-marah mulu," sahut Tantri. Risya hanya mengangguk dan memberikan potongan buah untuk sepupunya itu.
..."Perceraian artis ternama Feniy dengan suaminya di duga karena adanya orang ke-3. Di mana sang suami yang bermain api di belakang istrinya yang akhirnya sang istri mengajukan gugatan cerai kepengadilan....
Terdengar presenter yang membawakan berita di televisi yang menyala di dalam ruangan perawatan itu.
"Huhhh, padahal istrinya cantik dan sempurna. Suaminya bisa-bisanya masih selingkuh," sahut Risya dengan menghela napasnya.
"Namanya juga rumah tangga Risya," sahut Tantri.
"Ya itu namanya tidak pernah bersyukur mah. Untuk aja Risya punya papa yang tidak akan pernah melakukan hal itu. Papa yang setia dan mana mungkin neko-neko seperti orang-orang yang tidak pernah bersyukur," sahut Risya yang membanggakan Hariyanto.
Vio terdiam mendengarnya dan sama dengan Tantri yang mendadak diam.
"Mama itu istri yang beruntung bukan dengan memiliki papa yang sangat setia," ucap Risya.
__ADS_1
"Iya sayang," sahut Tantri yang tersenyum getir. Arti senyumnya ada kesedihan yang pasti suaminya bukan orang yang setia seperti apa di katakan Risya. Pernikahannya pernah di khitanati dan dia memberi kesempatan demi Risya.
"Arga juga sangat setia dan hanya mencintaiku," sahut Risya yang tersenyum.
"Lalu bagaimana Risya jika kamu punya orang tua yang tidak setia pada pernikahannya?" tanya Vio tiba-tiba membuat tatapan serius Tantri melihat Vio yang juga tampak serius.
"Hmmmm, aku hanya bertanya. Kalau sampai papa seperti itu. Aku akan ngambek sih," sahut Vio tersenyum agar pertanyaan tidak terlalu tegang.
"Papa tidak mungkin melakukan hal itu. Karena aku mengenal papa. Dia hanya mencintai ku dan mama. Tetapi jika hal itu terjadi. Mungkin aku lebih baik di suntik mati. Karena tidak ingin tau hal itu," sahut Risya yang menjawab pertanyaan Vio.
Suasana di ruangan itu menjadi hening. Ternyata itu resiko. Jika nanti ada pengakuan dan juga terbongkarnya rahasia.
"Sudah-sudah kalian ini membicarakan apa sih," sahut Tantri dengan geleng-geleng yang mengalihkan pembicaraan serius itu.
"Tau nih mah, Vio pertanyaannya ada-ada saja," sahut Risya mengangkat ke-2 bahunya.
"Namanya juga bercanda," sahut Vio yang tersenyum getir.
"Risya memang tidak akan pernah menerima hal itu dan pasti ini yang di takutkan Tante Tantri makanya memafkan Om Hariyanto. Karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Risya. Lalu wanita itu kembali datang yang sengaja merusak semuanya. Sampai kapan aku dan Om Hariyanto akan melawan Tasya untuk melindungi Risya," batin Vio yang jadinya sangat khawatir kepada Risya.
***********
"Mas lepas! Apa yang kamu lakukan sakit mas!" keluh Tasya saat tangannya di tarik Hariyanto yang menuju kamar mandi wanita dan Hariyanto langsung menghempaskan Tasya kedingding dengan kasar.
"Mas kau itu benar-benar keterlaluan! Apa kau pikir tidak sakit!" umpat Tasya memegang pergelangan tangannya yang perih.
"Apa yang kau lakukan di sini hah! apa kau sengaja!" sentak Hariyanto.
"Kalau iya kenapa? Aku ingin memberitahu Risya atas apa yang terjadi," jawab Tasya.
"Kau dengar Tasya. Kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan Tasya dan kau yang mencelakai Vio aku akan memenjarakan mu," ancam Hariyanto.
"Kau mengancamku. Kau pikir aku takut. Lakukan karena aku juga akan melakukan apa yang harus aku lakukan," tegas Tasya.
"Kalau begitu lakukan saja sesukamu. Kau pikir setelah kau mengatakan semua kepada Risya. Kau akan mendapatkan apa hah! kau tidak akan mendapatkan apa-apa. Bahkan anakmu pun tidak kau dapatkan. Jadi aku peringatkan kepadamu untuk tidak macam-macam kepadaku. Karena kesabaran ku akan benar-benar habi," tegas Hariyanto menunjuk tepat di wajah Tasya dan Hariyanto langsung pergi.
__ADS_1
"Mas! Mas!" panggil Tasya.
"Kau pikir aku takut mas tidak akan!" teriak Tasya.
"Argghh sial!" umpat Tasya dengan penuh emosi yang napasnya naik turun.
"Kau tidak akan bisa mengancamku mas!" umpat Tasya yang juga akhirnya meninggalkan kamar mandi tersebut.
************
Tantri yang beres-beres di kamar. Tiba-tiba mendengar handphone suaminya yang berdering terus di atas meja tempat Hariyanto biasanya bekerja kalau berada di kamar.
"Mas handphone kamu bunyi!" panggil Tantri yang suaminya masih berada di dalam kamar mandi.
"Aduh siapa sih yang menelpon," ucap Tantri yang langsung melihat panggilan itu dari no ya tidak di kenal dan itu adalah no Tasya dan kemudian Tantri langsung mengangkatnya.
"Hallo!" sapa Tantri. Baru saja menjawab panggilan itu tiba-tiba terputus.
"Aneh malah putus," gumam Tantri yang geleng-geleng merasa aneh yang di anggapnya dengan penelpon iseng.
Risya dan Arga katanya mau datang hari ini. Kau coba kabari dulu. Handphone ku ada di bawah. Pakai Wa papa saja," gumam Tantri yang langsung membuka kontak WA untuk menghubungi putrinya melalui pesan WA.
Saat menscroll pesan di Wa tersebut untuk mencari putrinya. Tiba-tiba saja jempolnya jatuh pada saat pesan dan tidak tau kenapa Tantri membuka pesan dengan no yang tidak di beri nama itu.
Suara aktiva di kamar mandi sudah tidak ada dan air juga sudah mati. Ceklek.
Suara pintu terdengar dengan Hariyanto yang keluar dari kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.
"Mah!" ucap Hariyanto yang melihat istrinya diam terpaku dengan tangan bergetar yang memegang ponselnya dan berbalik badan menghadap Hariyanto.
Hariyanto kaget dengan Tantri yang seperti itu dan apalagi Tantri memegang selembar kertas dan tidak tau apa yang di dapatkan Tantri sampai tubuhnya bergetar seperti itu.
"Mah!" lirih Hariyanto.
"Tasya orangnya!" lirih Tantri dengan suara bergetar dengan air matanya yang jatuh dan ponsel di tangan Tantri jatuh ke lantai bersama dengan kertas itu. Dari apa yang di katakan Tantri sudah bisa Hariyanto menebak istrinya sudah tau semuanya.
__ADS_1
Bersambung.