
Syarla dan Angela mengunjungi rumah Risya. Mereka bertemu dengan Tantri yang membawa Angela dan Syarla menaiki anak tangga menuju kamar Risya.
"Tante cuma mengharapakan kalian berdua untuk membujuk Risya. Karena Risya tidak mau keluar kamar, Tante jadi khawatir padanya," ucap Tantri dengan wajah cemasnya.
"Lalu bagaimana dengan Arga Tante. Apa Arga sudah datang melihat Risya?" tanya Syarla.
"Pasti permasalahannya dengan Arga dan mbak Salmah juga sependapat dengan itu. Dia mungkin bertengkar hebat dengan Arga yang Tante juga tidak tau masalahnya apa dan akhirnya seperti ini dan sampai sekarang Arga tidak datang kerumah ini," jawab Tantri.
"Ya sudah Tante. Tante jangan cemas ya. Kau sama Syarla akan berusaha bicara baik-baik dengan Risya. Semoga saja dia mau cerita sama kita," ucap Angela.
"Iya Tante sangat mengharapkan hal itu. Karena kalian berdua teman dekat Risya dan Tante percaya sama kalian berdua," ucap Tantri.
"Ya sudah kalian masuklah!" titah Tantri ketika mereka sudah berada di depan kamar Risya.
Syarla dan Angela saling melihat dan mereka membuka perlahan pintu. Untuk Tantri hanya menyerahkan saja kepada Syarla dan juga Angela atas apa yang terjadi.
"Semoga saja anak itu bisa bicara dengan temannya. Aku juga lama-lama pusing dengan masalah Risya dan Arga," batin Tantri yang meninggalkan tempat itu dan langsung pergi.
Angela dan Syarla yang memasuki kamar Risya, melihat Risya yang telungkup dengan melihat-lihat ponselnya yang dadanya di lapisi bantal.
"Ngapain kalian?" tanya Risya yang tanpa melihat ke arah pintu sudah tau jika itu Syarla dan Angela.
"Are you oke?" tanya Syarla yang melangkah mendekati Risya dan Syarla juga Angela duduk di pinggir ranjang di dekat Risya.
"Kamu sedang tidak baik-baik saja ya!" tebak Angela dengan mengusap-usap rambut Risya.
"Aku biasa aja," jawab Risya yang terlihat ketus.
"Risya kamu itu jujur saja sama kita apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Syarla dengan lembut.
Risya diam yang tetap melihat ponselnya.
"Kamu bertengkar ya sama Arga!" tebak Syarla.
Risya langsung duduk dengan kesalnya dan barulah wajahnya itu kelihatan dan memang sangat sembab tidak tau kapan Risya berhenti menangis.
"Kamu jelek sekali Risya!" ejek Angela.
"Biarin!" jawan Risya dengan ketus.
"Oke-oke aku bercanda. Kamu jangan diam aja dengan mengurung diri di kamar. Kamu sekarang katakan kepada kita apa yang terjadi. Jika bertengkar dengan Arga bukannya itu hal yang biasa. Lalu kenapa tiba-tiba kamu jadi seperti ini hah!" ucap Angela.
"Arga menuduhku selingkuh," jawab Risya yang memang sejak dulu sangat terbuka dengan ke-2 sahabatnya itu. Selain selalu mengerti dirinya sahabatnya itu juga orang yang peduli dan selalu memberi solusi yang baik.
"Kamu di tuduh selingkuh lagi!" pekik Syarla yang terkejut.
__ADS_1
"Iya, menyebalkan dia selalu mau suka-sukanya. Menuduhku ini itu, yang tahun-tahun kemarin aja dia tidak pernah minta maaf dan sekarang menuduhku lagi," oceh Risya yang marah-marah dengan Arga.
"Tapi apa alasannya?" tanya Angela.
"Semuanya bermula dari pria misterius itu," jawab Risya.
"Maksudnya?" tanya Angela dan Syarla sementara.
"Issss aku juga yang bodoh," sahut Risya memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Risya kamu jelaskan kepada kita dengan pelan-pelan," ucap Angela.
"Belakangan ini aku sering mendapat bunga dan hadiah serta kartu ucapan dengan kata-kata penuh cinta. Aku pikir itu dari Arga. Ternyata bukan," jelas Risya dengan singkat.
"Memang ada tanda pengirimnya?" tanya Syarla.
"Ya nggak ada dan aku pikir Arga yang melakukan hal itu dan ternyata tidak sama sekali. Aku juga sih sudah tau Arga tidak suka bunga dan mana mungkin melakukan hal itu. Tetapi ya aku berpikir juga siapa lagi kalau bukan Arga yang melakukannya," jelas Risya yang sebenarnya dia juga mengaku salah. Tetapi tuduhan Arga membuatnya sakit hati.
"Berapa kali dia mengirim bunga?" tanya Angela.
"Tidak terhitung dan bahkan ruanganku penuh dengan bunga dan hadiah yang mahal-mahal," jawab Risya.
"Lalu kenapa bisa jadi ketahuan. Jika bukan Arga yang mengirimnya?" tanya Angela.
"Saat pulang dari Luar Negri Arga keruanganku dan melihat banyak bunga. Aku santai saja dan ternyata setelah banyak pembicaraan ternyata bukan Arga yang mengirimnya dan dia marah-marah yang mengataiku sangat suka dengan semua hadiah itu, menuduhku ini itu dan sampai terjadi semuanya yang keluar dari mulutnya yang berbisa itu," jelas Risya dengan wajahnya kesal.
"Aku memang tidak tanya langsung, tapi aku Keruangannya dan aku bahkan mengucapakan terima kasih padanyanya, pembicaraan kami waktu itu sudah menjelaskan dia pengirimnya dan saking aku bahagianya sampai-sampai aku mengajaknya untuk...." Risya menjeda omongannya.
"Untuk apa?" tanya Syarla.
"Making love di ruangannya," jawan Risya pelan.
"Yahhhhh," sahut Syarla dan Angela menghela napas dan geleng-geleng.
"Oke-oke lalu sekarang bagaimana?" tanya Syarla.
"Ya bagaimana, dia bukannya percaya padaku lagi dan lagi menjadi orang pertama menuduhku dan mengatakan aku tidur dengan pria itu. Karena dia mendapati di hotel sebelum pertengkarana kami kemarin," jawab Risya dengan matanya kembali berkaca-kaca.
"Apa kamu bilang hotel. Ada apa lagi dengan hotel?" tanya Angela.
"Jadi saat Arga ke Luar Negri aku mendapatkan pesan yang menyuruhku ke hote dan lagi-lagi aku pikir itu Arga..."
"Dan kamu menemuinya di hotel?" tanya Syarla memotong pembicaraan Risya karena saking penasarannya.
Risya menganggukkan kepalanya yang memang apa adanya.
__ADS_1
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Syarla.
"Aku masuk ke dalam salah satu kamar yang di tunjukkan pelayan hotel dan kamar itu di hias dengan indah dan mataku di tutup.
Flashback.
"Arga!" lirih Risya saat kulit tangannya yang di sentuh dalam keadaan matanya yang tertutup. Risya merinding dengan jari-jari yang membelai-belai kulit tangannya tersebut.
Sampai-sampai pria yang tidak di ketahui Risya siapa mengangkat tubuhnya membaringkan Risya di ranjang.
"Arga kenapa harus mataku di tutup!" protes Risya. Tidak ada jawaban. Namun tiba-tiba Risya merasakan lehernya sudah di ciumi. Risya bingung. Namun sentuhan Pria itu membuat Risya yang ingin melepas ikatan tertahan dengan Pria itu mencengkram ke-2 lengan Risya.
Pria itu membuat Risya terbuai dan lagi-lagi mengira itu adalah Arga. Bahkan Pria yang wajahnya tidak terlihat itu ingin membuka dress yang di gunakan Risya. Dress yang tangannya sudah turun dan tangan Pria itu meraba pahanya yang ingin melakukan hal lain.
Entah mengapa Risya sadar dan langsung mendorong pria tersebut dan Risya langsung terduduk.
"Siapa kamu sebenarnya!" sentak Risya yang melepas cepat ikatan di matanya.
Risya terkejut saat melihat kamar itu kosong, Risya melihat kesekitarnya, melihat di sekelilingnya dan tidak ada orang.
Risya melihat dirinya yang berantakan dengan lengan dressnya sudah turun dan wajahnya benar-benar panik dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi denganku, siapa dia!" ucap Risya panik denganku dengan meraba-raba kulitnya yang terasa jijik baginya. Risya yang ketakutan langsung keluar dari kamar itu dengan dirinya yang berantakan.
Flashback on.
"Tapi tidak terjadi apa-apa lagi kan?" tanya Syarla dengan hati-hati.
"Aku berhasil pergi dan sumpah tidak terjadi apa-apa dan sampai detik ini aku masih takut dan teringat kejadian itu, sampai-sampai terbawa-bawa bersama Arga dan saat Arga ingin menyentuhku aku jadi takut," jelas Risya dengan wajahnya yang pucat. Jika sudah mengingat hal itu.
"Arga sudah tau kejadian ini?" tanya Syarla.
"Aku berusaha menjelaskan dan dia tidak percaya dan terus mengaitkan semuanya dengan apa yang terjadi," jawab Risya.
Syarla dan Angela langsung memeluk Risya, ketika melihat temannya itu tidak baik-baik saja.
"Jangan takut dan tidak apa-apa untuk sementara kamu di sini dulu dan jangan bertemu Arga. Karena kamu tidak salah," ucap Syarla yang sangat mendukung Risya.
...Jangan lupa untuk membaca novel terbaru saya. Novel ini lanjutan Novel Takdir Citra datang untuk Kiara & Kevin....
...Bagi kalian yang masih ingat dan sering menagih untuk season 2 nya dan sekarang sudah di up jam 5 sore nanti. Jadi silahkan di baca ya. Mohon suportnya vote, like dan komentar....
4 episode.
__ADS_1
Bersambung