MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Bab 247 Makan siang bersama


__ADS_3

Risya, Arga, Angela, Edo dan Putri akhirnya makan bersama di salah satu Restaurant favorite mereka. Mereka sudah memesan makanan yang mereka pesan. Ada beberapa jenis dan pasti semua pesanan mereka.


"Putri tidak apa-apa makan seperti itu?" tanya Risya yang tiba-tiba melihat Putri memakan salah satu makanan yang tidak di perbolehkan Edo. Karena bisa membuat Putri Alergi.


"Sudah tidak apa-apa Tante. Karena Dokter bilang pelan-pelan Putri akan menjadi anak-anak normal seperti biasanya dan termasuk makan seperti ini. Putri sudah beberapa kali makannya dan Putri tidak apa-apa kok," jawab Putri yang memang ke adaannya sudah semakin normal.


"Benar Risya. Sekarang masalah makanan tidak perlu di pikirkan lagi. Alhamdulillah kondisi Putri semakin membaik. Hanya saja tetap Putri harus menjaga makanan yang mungkin tidak cocok. Tetapi untuk selebihnya maka makanan untuk Putri akan bebas," sahut Angela memberikan penjelasan sedikit.


"Begitu rupanya. Syukurlah jika seperti itu," sahut Risya.


"Enak sekali Tante bisa makan seperti ini dan dulu Putri ingat di Apartemen Tante. Kita pernah makan bersama dan Putri memaksa untuk makan. Walau Putri tau papa akan marah. Tetapi sekarang Putri tidak takut lagi mau makan apa," ucap Putri dengan bijak yang pasti begitu senang dengan kondisinya yang sekarang yang jauh lebih baik.


"Alhamdulillah kalau begitu Tante senang mendengarnya," sahut Risya yang tersenyum.


Risya ikut senang dengan kesembuhan Putri dan Risya juga merasa nyaman dekat-dekat dengan Putri. Karena mungkin ada hati ayahnya yang berada di diri Putri. Jadi Risya tidak merasa kehilangan sama sekali tentang sosok ayah.


"Makasih ya Tante sudah mengajak Putri makan. Makanan ini sangat enak Tante," ucap Putri dengan tersenyum.


"Sama-sama Putri. Putri juga cepat sembuh ya," ucap Risya.


"Itu pasti Tante," sahut Putri dengan tersenyum kepada Risya


"Papa nanti setelah makan. Putri boleh main itu?" tanya Putri melihat ada permainan di Luar Restaurant.


"Iya boleh. Tetapi Putri harus makan dulu," jawab Edo.


"Makasih pah," sahut Putri yang begitu senangnya mendapatkan izin dari papanya itu.


*********


Risya dan Angela duduk di salah satu bangku di dekat taman yang dekat dengan restaurant saat mereka makan tadi. Mereka duduk dengan memperhatikan Putri yang bermain sendirian. Sementara Edo dan Arga juga mengobrol di tempat lain.

__ADS_1


"Makasih Risya!" ucap Angela tiba-tiba membuat Risya langsung menoleh ke arah Angela.


"Untuk apa?" tanya Risya.


"Kebesaran hati kamu dan karena itu. Putri bisa sembuh," jawab Angela.


"Papa yang melakukannya. Lalu kenapa berterima kasih padaku," sahut Risya.


Angela memegang tangan sahabatnya itu.


"Tetapi semua itu juga karena kamu. Kamu menerima semua keadaan ini," ucap Angela.


"Aku dan Putri hanya korban dan aku tidak seharusnya menyalahkannya. Dia juga tidak ingin seperti ini dan semua ini sudah takdir. Tidak ada gunanya mengungkit hal-hal lain lagi. Papa sudah tenang di atas sana dan hatinya sudah berada di tempat yang tepat. Jadi tidak masalah bagiku dan aku bahagia kok dengan semua ini," ucap Risya.


"Makasih untuk kebaikan itu Risya," ucap Angela lagi.


"Iya Angela dan aku juga minta maaf kepada kamu. Karena waktu itu aku sampai kesal pada kamu dan sampai berkata kasar kepada kamu," ucap Risya yang mengakui salahnya.


Risya mengangguk dan mereka sama-sama tersenyum.


"Kondisi Putri sudah membaik. Tetapi tetap saja aku dan mas Edo tidak akan bisa mendampinginya terus," ucap Angela tiba-tiba. Hal itu membuat Risya heran.


"Maksud kamu?" tanya Risya.


"Mas Edo sudah memutuskan akan menyerahkan Putri pada Tasya," jawab Angela yang membuat Risya kaget.


"Kenapa?"


"Bukannya selama ini Edo, mati-matian mempertahankan Putri?" tanya Risya dengan wajah kagetnya.


"Mas Edo tidak ingin egois dan walau semua ini berat. Tetapi ini pilihan yang terbaik darinya. Tasya berhak memiliki Putri. Putri anak kandungnya dan tidak seharusnya mas Edo memisahkan Putri dari Tasya," jelas Angela yang menceritakan situasi tersebut dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


"Ini sungguh?" tanya Risya yang tidak percaya.


"Ini sudah keputusan mas Edo dan Tasya juga sudah berubah dan bertanggung jawab atas Putri. Mungkin ini jalan terbaik dan Putri bisa bersama ibu kandungnya," jawab Angela.


"Aku tidak menduga jika akhirnya seperti ini," sahut Risya.


"Ini tidak masuk dalam permasalahan kok Risya. Atau ada usaha untuk mempertahankan atau untuk merebut lagi. Karena Tasya juga tidak ingin merebut Putri lagi. Namun kembali lagi semua ini sudah di pikirkan mas Edo dan ini murni keputusannya dan semua ini demi kebaikan Putri yang tidak harus berpisah dari ibu kandungnya,"


"Mas Edo melakukan ini. Bukan karena tau Putri bukan anak kandungnya. Dia bahkan tidak peduli Putri itu berasal dari mana. Dia tetap menyayangi Putri dan Putri tetap anaknya dan karena sayang itu. Mas Edo memutuskan semua ini," jelas Angela.


Dia tidak ada ikatan darah dengan Putri dan baru mengenal Putri. Namun saat sedih saat menceritakannya pada Risya.


"Aku tidak bisa ikut campur Angela dengan keputusan Edo. Kembali lagi Edo yang tau apa yang terbaik untuk Putri dan Kita semua hanya bisa mendoakan saja dan semoga Putri baik-baik saja dan Tasya bisa bertanggung jawab atas Putri," ucap Risya.


"Kamu tau tidak Risya. Jika semua ini juga karena Tante Tantri," ucap Angela.


"Maksudnya?" tanya Risya heran.


"Tante Tantri selain orang yang kuat biasa memberikan Putri kehidupan, dia juga yang memberikan masukan ini untuk mas Edo. Bukan masukan. Tetapi mas Edo datang pada Tante Tantri dan memberikan solusi ini. Tante Tantri hanya menyarankan pada Edo untuk memberi solusi ini. Tante Tantri tidak ingin nanti Edo menyesal karena menjauhkan Putri dari ibu kandungnya," jelas Angela.


"Mama sampai memikirkan hal sejauh itu. Meski Tasya sudah jahat pada mama. Tetapi mama masih memberikan kesempatan pada Tasya," sahut Risya yang tidak menduga hal itu.


"Karena mama kamu orang yang sangat luar biasa. Semua yang di ucapkannya sudah pasti ada isinya dan hatinya seluas samudra tidak pernah dendam pada orang lain," ucap Angela dengan tersenyum pada Risya.


"Kamu pasti merasa bahagia bukan dengan memiliki seorang ibu yang kuat biasa," ucap Tantri. Risya menganggukkan kepalanya yang memang sangat bahagia mendapatkan seorang ibu yang luar biasa baiknya.


"Risya kamu sangat beruntung mempunyai tahta Tantri. Kamu harus terus menjaganya," ucap Angela.


"Iya kamu benar," sahut Risya yang tersenyum dengan matanya berkaca-kaca.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2