MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 236 Tatapan penuh arti.


__ADS_3

"Papa jangan mengatakan hal itu lagi. Risya tidak mau papa membicarakan hal seperti itu," ucap Risya yang juga meneteskan air mata.


"Papa harus sembuh dan terus dampingi Risya. Jangan pernah pergi dari Risya dan mama sangat membutuhkan papa. Jadi tetaplah di sisi Risya," ucap Risya dengan meneteskan air matanya.


"Papa tidak bisa berjanji pada kamu Risya. Maafkan papa," batin Hariyanto yang mengusap-usap punggung Risya.


Di dalam pelukan tersebut. Tiba-tiba mata Risya melihat Putri. Putri yang berdiri tidak jauh dari Risya yang berdiri dengan wajah polosnya yang memperhatikan Risya. Risya dan Putri yang saling menatap.


"Putri ngapain di sini?" tiba-tiba Edo datang melihat Putri yang melamun membuat Edo menoleh ke arah apa yang di lihat Putri yang ternyata Risya yang memeluk Hariyanto.


Sementara Hariyanto mendengar nama Putri di sebutkan langsung menoleh ke arah suara tersebut yang ternyata ada Putri.


Risya yang sudah tidak memeluk Hariyanto lagi terlihat bingung dan situasi itu memang terlihat canggung. Putri masih saja melihat ke arah Risya dan Hariyanto.


"Ayo Putri, Dokter sedang menunggu Putri," ucap Edo yang lebih baik membawa Putri. Putri menganggukkan kepalanya dan pergi bersama Edo. Sementara Risya dan Hariyanto hanya diam di tempat mereka. Tidak tau apa yang di pikirkan ayah dan anak itu setelah melihat Putri barusan.


"Papa ingin masuk Risya," ucap Hariyanto.


"Baik Pah," jawab Risya dengan menganggukkan kepalanya dan langsung mendorong kursi roda sang papa.


**********


Tantri yang berjalan di sekitaran rumah sakit.


"Di mana Risya dan mas Hariyanto," gumamnya yang ternyata mencari-cari suaminya yang tidak ketemu sama sekali. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat ada Angela dan Edo yang berbicara serius dengan Dokter.


"Pak Edo kita harus bertindak secepatnya. Jika tidak kondisi dari Putri bisa semakin memburuk dan bapak tau resikonya bagaimana," ucap Dokter yang mengingatkan Edo.


Edo hanya terdiam dengan wajah senduhnya yang pasti penuh rasa takut. Angela hanya bisa menenangkan kekasihnya itu dengan mengusap lembut bahu Edo.


"Dokter. Tapi kami belum mendapatkan donor untuk Putri," sahut Angela.


"Tetapi kondisi Putri bisa sangat memburuk. Jadi sebaiknya bapak dan ibu memikirkan semua ini," ucap Dokter memberi saran.


"Memburuk. Apa yang terjadi dengan Putri Kenapa Edo dan Angela membicarakan masalah donor. Memang donor apa?" Tantri bertanya-tanya dengan kebingungan yang tidak mengerti apa yang di bicarakan Dokter.


"Baiklah kalau begitu kami akan berusaha semampu kami untuk mencari donor secepatnya untuk Putri. Tetapi mohon Dokter untuk selamatkan anak saya," ucap Edo.


"Kami tim Dokter akan melakukan yang terbaik," sahut Dokter.


Tantri yang tidak sengaja mendengar percakapan itu hanya diam saja dengan pemikirannya yang penuh dengan kebingungan. Ya entah apa yang terjadi. Namun Angela dan Edo membawa nama Putri.

__ADS_1


Tantri yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa meninggalkan tempat tersebut. Sementara Angela yang lagi-lagi menguatkan Edo langsung memeluk Edo.


"Kamu yang sabar ya mas. Kita pasti akan mendapatkan donor untuk Putri dan Putri juga akan sembuh. Putri anak yang kuat," ucap Angela yang hanya bisa menguatkan Edo.


"Tapi aku takut terjadi sesuatu padanya," ucap Edo yang tidak bisa bohong masalah rasa khawatirnya.


"Jangan takut mas. Semuanya akan baik-baik saja," sahut Angela.


*****


Risya menyelimuti Hariyanto yang sekarang sedang beristirahat. Risya juga mencium kening Hariyanto dengan lembut.


"Papa istirahat ya," ucap Risya tersenyum melihat sang papa.


"Sayang!" tiba-tiba Arga menghampirinya.


"Iya," jawab Risya.


"Kita makan dulu ya. Kamu dari tadi belum makan," ucap Arga dengan lembut.


"Baiklah," jawab Risya.


Arga tersenyum dan langsung mengajak istrinya untuk makan. Saat mereka keluar dari ruangan itu berpapasan dengan Tantri yang masuk kedalam ruangan suaminya.


"Kalian mau kemana?" tanya Tantri.


"Kita mau cari makan sebentar," jawab Risya.


"Iya mah. Mama tidak mau di belikan makanan sekalian?" tanya Arga.


"Mama baru selesai makan. Kalian makan berdua aja," ucap Tantri.


"Ya sudah kalau begitu aku sama Risya pergi sebentar," ucap Arga. Tantri menganggukkan kepalanya.


"Ayo sayang!" ajak Arga. Risya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua akhirnya pergi dari ruangan tersebut untuk mencari makan.


*********


Arga dan Risya sekarang sudah makan bersama di Restaurant yang dekat dengan rumah sakit.

__ADS_1


"Aku senang sekarang porsi makan kamu semakin banyak. Kalau begitu sebentar lagi aku akan melihat istriku jadi gendut seperti Hulk," seloroh Arga untuk mencairkan suasana.


"Isssss kamu! selalu mengejek aku," geram Risya dengan wajah cemberutnya.


"Walau kamu gendut sayang. Aku tetap cinta kok. Tenang aja," sahut Arga.


"Tapi aku nggak mau gendut," sahut Risya.


"Kamu pasti bakalan gendut. Kamu itu sedang hamil dan semakin lama perut kamu akan semakin membesar dan juga pipi kaku semakin tembam seperti ini," Arga mengejek Risya lagi dengan mengembangkan pipinya membuat Risya geram dengan merapatkan giginya.


"Nah lihat sekarang aja pipi kamu tembem banget," ejek Arga lagi menunjuk pipi Risya dengan Arga yang ketawa-ketawa.


"Aku nggak mau makan lagi," sahut Risya ngambek.


"Iya-iya sayang maaf," sahut Arga yang langsung panik.


"Aku hanya bercanda sayang. Lagian gemuk itu wajar," sahut Arga yang memegang tangan Risya yang takut Risya ngambek.


"Kamu sih menyebalkan membahas hal yang tidak berpaedah seperti itu," geram Risya dengan kesal.


"Iya-iya Hany bercanda," sahut Arga yang harus mengembalikan mood istrinya yang berantakan.


"Awas kalau membahas itu lagi," ucap Risya mengingatkan Arga.


"Iya sayang. Aku tidak berani," sahut Arga angkat tangan.


"Ya sudah sayang kamu makan lagi. Jangan ngambek lagi," ucap Arga. Risya menganggukkan kepalanya dan kembali makan membuat Arga tersenyum. Risya memang sudah mulai bisa di ajak becanda dan itu yang membuat Arga senang dengan istrinya itu.


"Perasaan ku tidak enak," ucap Risya tiba-tiba membuat Arga menoleh ke arah Risya.


"Kenapa sayang?" tanya Arga.


"Papa belakangan sering bicara aneh. Dia bilang tidak mungkin nanti akan bermain dengan cucunya," ucap Risya yang mengingat perkataan Hariyanto sebelumnya dan itu membuat Risya sangat takut mendengarnya.


Arga langsung memegang tangan Risya dan mencoba untuk menenangkan Risya.


"Jangan berpikiran hal yang buruk. Tidak ada hal yang aneh dari perkataan papa. Hal seperti itu biasa dan percayalah. Papa pasti akan baik-baik saja," ucap Arga menyakinkan istrinya.


"Tetapi aku takut papa tidak baik-baik saja. Aku takut terjadi hal buruk pada papa dan aku tidak tau hal seperti apa itu," sahut Risya yang tidak bisa bohong. Jika dia memang sangat mengkhawatirkan Hariyanto.


"Aku sudah mengatakan jangan takut. Papa akan sembuh percaya kepadaku," tegas Arga yang kembali meyakinkan istrinya. Risya hanya menganggukkan kepalanya mendengar apa kata suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2