MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 84


__ADS_3

Jakarta.


Akhirnya Arga dan Risya kembali juga ke Jakarta dan mereka sudah sampai kemarin dengan selamat. Sudah beristirahat juga di rumah. Dan harus kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.


Arga yang siap-siap ingin kekantor yang sekarang sedang memakai dasinya dan Risya yang hanya duduk di atas ranjang dengan bersandar di kepala ranjang dan melihat-lihat ponselnya.


"Kamu yakin tidak ikut kekantor hari ini?" tanya Arga memastikan.


"Masih capek, besok ajalah baru kerja," kawan Risya tanpa melihat Arga.


"Ya sudah," sahut Arga tanpa mempermasalahkan hal itu, "oh iya nanti siang kita makan bersama ya, aku kebetulan ada klien dan kita bisa makan siang bersama dengan mereka. Nanti aku akan menjemputmu," ucap Arga.


"Yaaa, aku sudah ada janji sama Syarla dan Anggia. Kita juga mau makan siang sama-sama sekalian mau ke mall," ucap Risya.


"Giliran kekantor aja. Katanya masih capek. Sekarang malah ada janji mau pergi," sahut Arga kesal.


"Ya kan nanti siang, habis istirahat. Baru ketemu mereka," sahut Risya yang ada saja alasannya.


"Alasan aja," sahut Arga kesal.


"Isss kamu kenapa sih. Lagian aku itu tidak seharusnya bekerja lagi, masa iya istri masih harus bekerja," sahut Risya yang menuntut dengan mulutnya yang cemberut.


"Oh jadi kamu tidak mau bekerja lagi?" tanya Arga memastikan dengan melihat Risya serius.


"Ya kan...."


"Kalau tidak mau kerja lagi, ya sudah kamu resign biar aku bisa cari penggantimu," sahut Arga.


"Issss bukan begitu, ya aku nggak mau juga resign kan sayang. Aku tetap mau bekerja kan bekerja di Perusahaan papa tidak mudah," sahut Risya.


"Jadi mau kamu sekarang apa. Katanya istri tidak harus bekerja. Ya sudah aku memberimu kesempatan untuk tidak bekerja. Karena aku juga bisa membiayai mu," tegas Arga dengan serius.


"Aku tetap kok mau bekerja. Hanya saja aku hari ini ingin libur, mau ketemu mama dan papa, kan sudah lama tidak bertemu. Mau bertemu Syarla dan Anggia juga. Jadi mau tetap kerja. Tetapi di kantor juga di perlakukan seperti istri. Jangan suka-suka kayak sebelum-sebelumnya," ucap Risya dengan mulutnya yang cemberut yang ingin di specialkan oleh suaminya.


Beginilah kalau Risya dan Arga benar-benar sudah baikan, Risya akan kembali seperti dulu yang punya tingkat kemanjaan yang besar.


Arga menghela napasnya dengan perlahan lalu menghampiri Risya dan duduk di samping Risya dengan memegang pipi Risya.


"Apa selama ini aku menjadi suami yang jahat?" tanya Arga dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak juga. Hanya saja kitakan sudah menikah dan orang-orang di kantor juga tau kita menikah. Tetapi masa iya perlakukan kamu ke aku seperti aku bukan istrimu, sehingga kita sering cekcok dan jadi bahan pembicaraan orang-orang kantor. Kan lama-lama aku juga malu," ucap Risya.


"Jadi masih punya rasa malu?" tanya Arga.


"Memang kamu nggak malu apa. Setiap hari menjadi bahan tontonan?" tanya Risya.


"Ya aku malu juga. Apa lagi aku pimpinan. Ya seperti tidak ada kewibawaannya," jawab Arga.


"Kalau begitu banyak mengalah kepadaku di kantor dan jangan apa-apa harus aku yang mengerjakannya. Aku kan juga punya pekerjaan yang sesuai jabatanku dan tidak seharusnya kamu menyuruh ini itu yang bukan pekerjaan ku," ucap Risya yang benar-benar mengeluarkan semua keluh kesahnya dan hari ini bicara begitu lembut tanpa marah-marah.


"Jadi aku kelewat selama ini?" tanya Arga pelan.


"Sedikit dan aku memakluminya karena kita belum menikah dan sekarang kita sudah menikah," jawab Risya.


"Baiklah aku tidak akan melakukannya lagi. Kita sudah semakin dewasa dan kita akan semakin belajar satu sama lain dan tidak mempermalukan diri kita masing-masing," Icao Arga. Risya mengangguk dengan tersenyum tipis.


"Jadi aku boleh tidak kekantor hari ini?" tanya Risya.


"Boleh. Tapi kalau sempat. Kamu ikut makan siang bersamaku ya," ucap Arga.


"Iya," jawab Risya. Arga tersenyum dan mencium kening istrinya dengan lembut.


Kalau pasangan itu bicara dari hati ke hati terlihat adem ayem saja tanpa ada permasalahan sama sekali.


Risya mendatangi kediamannya alias rumah ibunya. Ya dia sudah merasa enakan karena sudah banyak beristirahat. Jadi mau Risya yang juga tidak ingin mager langsung menghampiri kediamannya.


"Mah," panggil Risya yang memasuki rumah dan langsung duduk.


"Risya," sahut Tantri, "kamu sendirian Risya?" tanya Tantri.


"Ya seperti yang mama lihat," jawab Risya.


"Arga mana kok tidak ikut?" tanya Tantri yang duduk di depan Risya.


"Kantor," jawab Risya.


"Kamu tidak kekantor?" tanya Tantri.


"Nggak lagi mager tadi," jawab Risya, "oh iya Risya ada oleh-oleh dari jepang. Lagi di ambil bibi di Bekasi mobil," ucap Risya.

__ADS_1


"Oke nanti mama lihat juga," jawab Tantri.


"Papa mama mah?" tanya Risya.


"Papa lagi ke bandung lagi ada pekerjaan. Biasalah mengurus pabrik," jawab Tantri.


"Tumben papa yang ngurus. Biasanya om Hendra?" tanya Risya.


"Om Hendra lagi sibuk mengurusi Vio," jawab Tantri.


"Vio, dia kenapa?" tanya Risya.


"Mama tidak tau sih apa yang terjadi yang mama dengar dia mau berpisah dari Samuel," jawab Tantri.


"Berpisah maksudnya cerai," tebak Risya.


"Iya semacam itu lah," sahut Tantri.


"Bukannya Vio lagi hamil?" tanya Risya yang cukup terkejut mendengar kabar itu.


"Kalau masalah kehamilan mama juga tidak tau Risya. Yang mama dengan hanya masalah itu saja. Mama dengar-dengar Tante Karen itu yang memaksa Vio untuk menceraikan Samuel kan kamu tau sendiri mulut Tante Karen itu pedas dan pasti ada batas kesabaran Samuel dan setuju untuk berpisah. Ya pokoknya masalah besar dan bahkan keluarga Samuel yang selama ini hanya diam dan tidak ikut-ikutan masalah pernikahan anaknya. Jadi ikut-ikutan dan ini sudah peperangan antara dia keluarga," jelas Tantri.


"Serius separah itu?" tanya Risya cukup terkejut.


"Ya memang separah itu," sahut Tantri.


"Kok aku bisa ketinggalan berita sih," sahut Risya.


"Kamu kan lagi di Jepang. Jadi mana tau apa-apa," jawab Tantri.


"Tetapi kasihan juga sih mah. Kalau Vio sampe benar-benar cerai kan dia lagi hamil," ucap Risya.


"Mama juga tidak tau Risya dan mama juga malas untuk ikut berkomentar yang adanya nanti mama yang di sembur," sahut Tantri.


Sangat kelihatan Risya begitu simpatik dengan Vio.


"Kamu tumben-tumben nya perhatian sama Vio pakai bilang kasihan lagi. Sudah baikan ya," goda Tantri.


"Issss apa-apaan sih mah, memang nggak boleh apa ikut simpatik dengan masalah yang di hadapinya," sahut Risya.

__ADS_1


"Ya tumben aja, kan tidak biasanya," sahut Tantri yang masih menggoda Risya dan Risya memang tampak ikut bersimpatik.


Bersambung.


__ADS_2