MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 95 Marah


__ADS_3

Risya yang sudah berada di ruangannya di kantor yang mengerjakan semua pekerjaannya dan tetap saja walau banyak pekerjaan Risya tetap terlihat Tidka fokus dan entah apa yang di pikirkannya membuatnya berapa kali menopang wajahnya dengan kedua tangannya dan juga terlihat steres dengan napas beratnya.


Toko-tok-tok-tok.


"Masuk!" sahut Risya dari dalam.


Asisten Risya yang masuk kedalam ruangan itu dan lagi-lagi membawa boucket bunga yang tidak pernah absen dengan paper bag kecil yang di pastikan hadiah lagi.


"Ini Bu paket untuk ibu," ucap wanita itu. Risya mengambilnya dan tumben tidak tersenyum.


"Apa Arga merasa aku menghindar. Makanya mengirimku hadiah lagi," batin Risya yang masih menganggap Arga pengirim hadiah itu.


"Kalau begitu saya permisi Bu," ucap wanitanya itu.


"Iya," jawab Risya. Wanita itu langsung keluar dari ruangan Risya dan Risya meletakkan bunga itu di mejanya dan kali ini dia tidak membuka hadiah itu dan memasukkannya saja kedalam laci lengkap dengan paper bagnya.


Risya kembali menghela napasnya dengan kasar dan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


Sementara Saras asisten Risya yang sebelumnya keluar dari ruangan Risya berjalan di koridor kantor.


"Saras!" panggil Arga membuat Saras membalikkan tubuhnya.


"Pak Arga," sahut Saras menundukkan kepalanya.


"Bunga dari siapa yang kamu bawa keruangan Risya tadi?" tanya Arga yang ternyata sebelumnya melihat Saras membawa hadiah itu keruangan istrinya.


"Nggak tau pak, itu biasa saya antarkan," jawab Saras yang memang tidak pernah tau siapa pengirimnya.


"Kamu bilang biasa. Ini berarti bukan pertama kali?" tanya Arga dengan wajah seriusnya.


"Ya memang iya pak, sehari bisa berkali-kali," jawan Saras apa adanya.


"Lalu tanggapan Risya bagaimana?" tanya Arga.


"Bu Risya senang-senang aja. Bahkan selalu senyum-senyum sendiri kalau menerima boucket dan hadiahnya," jawab Saras yang apa adanya yang memang tidak mengada-ada karena selalu menjadi saksi ekspresi Risya.

__ADS_1


"Apa ini!" desis Arga yang langsung pergi meninggalkan Saras.


"Kenapa sih pak Arga, aneh," gumam Saras dengan heran dan geleng-geleng saja yang masa bodo.


Ceklek.


Pintu ruangan Risya di buka sedikit kasar dan membuat Risya yang masih menutup wajahnya dengan tangannya kaget melihat Arga yang masuk keruangannya.


"Arga," lirih Risya.


Arga perlahan masuk dengan melangkahkan kakinya dan tujuannya langsung pada meja Risya dengan boucket yang barusan di terima Risya. Kepala Arga juga berkeliling di ruangan Risya betapa kagetnya Arga melihat ruangan itu seperti kebun bunga.


Yang di setiap sudut banyak bunga, baik yang besar maupun yang kecil, di atas lantai maupun di atas nakas.


"Sejak kapan kamu koleksi bunga?" tanya Arga.


"Kamu yang membuatku mengoleksi semua ini, ini kan pemberian dari kamu," jawab Risya yang membuat Arga terkejut dan melihat ke arah Risya dengan serius dan mata yang terbuka lebar.


"Apa kau bilang aku yang memberikannya?" tanya Arga memastikan.


"Sejak kapan aku memberimu bunga. Risya saat kita pacaran saja aku tidak pernah memberiku bunga. Karena aku tidak tahan dengan aromanya dan bisa bersin. Itu alasannya kenapa aku tidak suka bunga dan kau tau itu. Lalu kenapa kau mengatakan aku memberimu bunga," ucap Arga dengan menegaskan bahwa dia tidak pernah memberi Risya bunga.


Wajah Risya tampak panik dan bahkan apa yang di katakan Arga benar. Tidak mungkin Arga memberinya bunga. Karena Arga alergi dan kenapa juga Risya punya pikiran semua bunga-bunga itu dari Arga.


Arga yang melihat ruangan itu, tiba-tiba matanya tertuju pada papan yang tertempel banyak kertas dan membuat Arga melihatnya.


Koleksi ke-2 Risya yang menyimpan semua kartu ucapan itu dengan menempel pada papa persegi yang ada di sana dan Arga membaca tulisan-tulisan romantis yang di akhiri dengan dari orang yang mencintaimu.


"Orang yang mencintaimu, aku baru tau jika kau punya pria lain di hatimu," sahut Arga tiba-tiba dengan suara berdesis dan Risya langsung melihat ke arah Arga dan menghampiri Arga.


"Apa maksud mu Arga?" tanya Risya.


"Aku yang seharusnya bertanya kepadamu. Apa yang kau lakukan selama ini. Kau menyimpan semua bunga ini di ruanganmu, semua kata-kata norak ini kau jadi kan koleksi, kau menerima semuanya dengan ekspresi bahagia kiriman dari pria lain yang bukan suamimu," kecam Arga yang terlihat marah.


"Arga aku tidak tau semua ini. Aku pikir ini darimu. Jangan salah paham," ucap Risya mencoba membela diri.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin dariku. Aku tidak pernah memberimu apa-apa," bentak Arga.


"Lalu jika bukan kau siapa. Aku menerima semua ini, bunga, kartu dan hadiah semua aku pikir dari mu," tegas Risya.


"Jadi bukan hanya bunga ini saja. Kau juga mendapatkan hadiah?" tanya Arga yang emosinya semakin meledak-ledak.


"Dimana kau menyimpan!" bentak Arga yang semakin emosi.


Arga bahkan seperti kesetanan yang mencari-cari di ruangan Risya sampai mengacak-acak meja Risya dan Risya yang panik dengan kemarahan Arga yang mengacak-acak ruangannya sampai Arga membuka laci dan benar-benar banyak koleksi hadia Risya di dalam di sana.


Perhiasan yang mahal-mahal dengan berbagi bentuk yang membuat Arga merapatkan giginya dengan geram yang mengepal tangannya dan menarik laci tersebut keluar dari tempatnya.


Brukkk.


Arga langsung membantingnya membuat Risya terkejut dengan memejamkan matanya.


"Kau pikir aku tidak bisa membelikan semua ini kepadamu!" teriak Arga benar-benar salah paham pada Risya.


"Katakan kepadaku, siapa pria yang mencintaimu itu!" teriak Arga dengan menggoyang-goyangkan bahu Risya.


"A_aku.tidak tau Arga. Kau mengira semua ini pemberianmu," jawab Risya dengan terbata-bata yang mulai takut dan bahkan matanya sudah bergenang.


"Aku tidak memberikannya Risya. Kau jangan mengarang cerita dengan perselingkuhan mu itu!" bentak Arga yang menuduh Risya.


Mata Arga juga melihat kalung yang berada di leher Risya.


"Kalung itu. Jangan-jangan itu juga pemberiannya bukan!" tebak Arga.


"Iya," jawab Risya apa adanya


"Brengsek!" umpat Arga yang menarik kalung itu dari leher Risya dan jangan tanya sakitnya. Pasti sakit namun Arga mungkin tidak sadar lagi apa yang di lakukannya dan membuang kalung itu yang tidak tau terlempar kemana.


"Kau dengan tersenyum nya Risya menyuruhku memakaikannya kepadamu dan ternyata itu pemberian orang lain dan bukan hanya satu. Bahkan begitu banyak hadiah yang kau terima. Apa kau tidak pernah menghargai pernikahan mu. Apa kau lupa sudah punya suami!" teriak Arga.


"Aku sudah mengatakan semua ini salah paham. Aku menerima semua hadiah ini, aku mengira semua ini dari mu dan aku tidak tau ini dari siapa Arga," ucap Risya yang menjelaskan kembali pada Arga. Agar Arga tidak salah paham padanyanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2