MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 117 Kondisi aneh.


__ADS_3

Risya yang satu hari terkena penyakit dari Arga hanya berada di apartemen. Sampai detik ini Risya tidak kenapa-kenapa tidak panas atau demam yang seperti di khawatirkan nya.


Dia terlihat baik-baik saja dan sampai sekarang hanya saja bintik-bintik di wajahnya dan tangannya memang belum hilang dan mungkin itu yang membuatnya jadi tetap tidak mau keluar dari rumah.


Namun Arga tidak bisa menjaganya hari ini karena Arga ada pekerjaan penting yang sedang meeting penting. Tetapi dia tetap perhatian pada Risya dengan membawa 2 teman Risya Syarla dan Angela untuk menemani Risya agar Risya tidak suntuk.


Seperti sekarang ini mereka yang sedang mengobrol-ngobrol di ruang tamu dan Risya yang rebahan di sofa. Risya selalu merasa dirinya lemas dan memang sasar maunya manja-manjaan saja.


Sementara dua temannya itu yang mengajaknya bicara sembari Risya yang mengobrol-ngobrol dengan santai.


"Aku nggak percaya loh Risya. Bisa-bisanya penyakit Arga menular pada kamu," ucap Syarla sembari menyeruput mie kuah yang sedang di nikmatinya.


"Ya sebenarnya itu kesalahan aku sama Arga juga sih. Dokter sudah memperingatkan kita berdua. Tetapi kita berdua nggak ada yang mendengarkan dan langsung ke bablasan aja," sahut Risya.


"Memang apa yang terjadi kok bisa sampai menular. Apa pantangannya begitu sulit?" tanya Syarla.


"Dokter menyuruh aku sama Arga untuk tidak make in love dulu. Tau-taunya kita lakuin deh," jawab Risya.


"Ohhhh," sahut Syarla dan Angela serentak yang mengangguk-angguk aja.


"Oh iya Risya bye the way, kalian itu kapan baikannya sih?" tanya Angela.


"Iya benar. Kamu cepat amat maafin Arga dan tau-tau sudah kasih Arga kesempatan," sahut Syarla.


"Ya manusia punya kesalahan dan aku juga melihat keseriusan Arga kali ini dan dia sendiri juga kok yang membuktikan apa yang benar dan yang tidak benar. Ya dia juga sudah banyak berubah dan aku rasa tidak ada alasan untuk tidak memaafkannya dan kami juga sama-sama punya salah dan akhirnya saling memaafkan dan lagian pernikahan itu tujuannya sangat baik. Jadi mau apa ini dan itu nggak ada hal yang harus bagaimana- bagaimana yang penting sama-sama sadar dan mau saling belajar," jawab Risya dengan bijak.


"Ya ampun teman aku sangat dewasa kali ini menghadapi semua masalah dengan santai. Huhhhh teman aku benar-benar the best ya," ucap Syarla.


"Benar bukan hanya umurnya saja yang dewasa sekarang pemikirannya juga," sahut Angela menambahi dengan kagum pada pemikiran Risya.


"Ya begitulah," sahut Risya

__ADS_1


"Dan dari situ kamu sama Arga akhirnya ehem-eheman?" tanya Syarla. Risya mengangguk tanpa ada jaim-jaimnya.


"Ya ampun sosweet banget ya liatnya. Pasti udah pada kangen berat ya sampai-sampai rela ketularan seperti ini," goda Syarla.


"Ya namanya juga cinta," sahut Risya yang malu-malu dengan temannya yang terlalu banyak mengorek-ngorek.


"Uhhhh, jadi nggak sabar pengen nikah," sahut Syarla.


"Ya makanya kalian berdua buruan nikah. Supaya bisa romantis-romantisan dengan pacar halal," sahut Risya menyarankan dua temannya itu.


"Ya kalau Angela sih kemungkinan. Karena dia lagi dekat dengan cowok," celetuk Syarla.


"Oh iya!" sahut Risya yang terpekik kaget.


"Siapa?


"Orang mana?


Risya bertanya dengan hebohnya yang benar-benar tidak ingin ketinggalan dan memang sebenarnya Risya sudah jauh ketinggalan berita bahagia dari temannya itu.


"Kami sudah tau Syarla orangnya?" tanya Risya.


"Nggak belum ketemu sih. Hanya saja dia hanya menceritakan detailnya yang katanya orangnya sangat higenis, terus posesif dan ini itu," jawab Syarla yang selama ini hanya mendengarkan curahan hati dari temannya itu.


"Wau begitu rupanya. Ya sudahlah aku doain yang terbaik aja untuk kalian dan cepat-cepat ya di kenalin ke kita berdua dan cepat-cepat juga nyusul aku sama Arga," ucap Risya.


"Iya-iya," sahut Angela.


"Kamu juga Syarla cepat-cepat nyusul aku sama Arga," sahut Risya menyarankan.


"Iya-iya," sahut Syarla yang mengiyakan aja.

__ADS_1


"Ya sudah Risya kamu sekarang minum obatnya nih," sahut Angela mengingatkan temannya itu.


"Entar aja. Lagian memerahnya juga udah mulai hilang dan aku tidak demam juga. Paling sudah sembuh sebentar lagi," ucap Risya yang mulai spele.


"Ya tapi tetap harus minum obatnya. Nanti kamu kenapa-napa lagi. Harus sembuh total dulu baru tidak minum obat," sahut Syarla menegaskan.


"Iya-iya santai aja. Nanti juga akan di minum kembali," sahut Risya.


************


Setelah malam hari ke-2 teman Risya sudah pulang dan hanya Risya yang sendirian di Apartemen. Hingga pukul 11 malam Arga yang memang sangat di buru pekerjaan yang padat baru pulang ke Apartemen.


Arga memasuki Apartemen mereka dan seperti biasa ketika membuka pintu pasti lampu terang karena Risya tidak suka gelap dan kalau ada Arga baru lampu di ruangan yang lain di matikan. Dan tidak ada Arga ya harus terang walau Risya hanya berada di dalam kamar saja.


Setela memasuki Apartemen. Arga meletakkan tas kerjanya di atas sofa dan Arga langsung menuju dapur untuk meneguk air putih karena tenggorokannya yang kering.


"Risya sudah tidur belum ya dan apa Risya baik-baik aja. Dia pasti baik-baik aja Syarla dan Angela mengatakan tadi Risya baik-baik aja dan sama sekali tidak apa-apa. Dia juga asyik bicara dan makan. Ya Risyanya aja yang ingin manja-manjaan kalau bersamaku," gumam Arga.


Walau istrinya di temani 2 temannya. Tetapi Arga tetap memantau Risya untuk mengetahui ke adaan Risya seperti apa dan lain-lain sebagainya.


Setelah selesai minum Arga langsung menaiki anak tangga dan menuju kamar mereka. Arga membuka pintu kamar dan melihat Risya yang meringkuk dengan selimut sampai dadanya.


"Dia sudah tidur ternyata," gumam Arga yang tersenyum tipis dan langsung menghampiri Risya.


Namun saat mendekati sang istri Arga melihat ada yang aneh yang ternyata tubuh Risya yang bergetar seperti orang yang menggigil.


"Risya," lirih Arga yang langsung duduk di samping Risya dan memegang tubuh Risya. Baru lengan Risya yang di pegang. Risya sudah sangat panas yang membuat Arga panik dan langsung memegang dahi istrinya dengan punggung tangannya.


Mata Arga melotot saat merasakan panasnya tubuh Risya.


"Ya ampun Risya kamu kenapa?" tanya Arga panik dengan mencoba untuk melihat wajah istrinya yang sangat pucat.

__ADS_1


Dengan kondisi Risya yang seperti itu membuat Arga semakin panik dan tidak bisa berpikir yang terang dengan apa yang terjadi kepada Risya.


Bersambung


__ADS_2