
Malam panas berlalu dan hari cerah yang kembali lagi dengan pagi yang sangat cerah dan matahari yang begitu indah. Mobil Arga masih berada di pinggir pantai. Arga dan Risya juga masih berada di dalamnya dengan ke-2nya yang saling berpelukan dan tanpa memakai pakaian dengan ke-2nya yang di tutupi jaket Arga.
Jadi tubuh ke-2nya masih sama-sama saling terlihat sedikit-sedikit.
Arga mengerjapkan matanya dengan perlahan yang sudah membuka matanya yang sangat berat untuk bangun dan langsung melihat istrinya yang berada di pelukannya membuat Arga tersenyum.
Bagaimana tidak. Arga mengingat bagaimana permainan mereka tadi malam dan jelas hal itu membuat Arga begitu bahagia dan mencium kening sang istri.
"Risya bangun!" ucap Arga dengan lembut yang membangunkan Risya membuat Risya yang sekali namanya di sebut langsung membuka matanya perlahan dan melihat ke arah suaminya dengan mengangkat kepalanya.
Hal yang pertama di lihat Risya adalah wajah tampan Arga dengan senyum Arga yang begitu indah membuat dadanya bergetar.
"Selamat pagi," ucap Arga dengan lembut dengan suara seraknya.
"Pagi," jawab Risya dengan suara seraknya.
Cup.
Terdengar suara kecupan di mana keduanya melakukan morning kis dengan sekali kecupan.
"Apa kamu sangat bahagia?" tanya Arga. Risya menganggukkan kepalanya yang mana dia benar-benar sangat bahagia dengan malam yang terlewatkan bersama suaminya.
"Aku juga sangat bahagia. Bahkan ke bahagian ku tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum dan Arga kembali mencium kening Risya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu," ucap Arga.
"Apa itu?" tanya Risya.
Arga mendekatkan telinganya kepada Risya.
"Kamu sangat berbeda tadi malam, kamu sangat liat, belajar dari mana," bisik Arga yang mampu membuat wajah Risya memerah.
"Issss kami kenapa mengungkit hal itu, aku jadi malu," sahut Risya dengan suara manjanya.
"Kenapa harus malu. Aku sangat menyukai hal itu," ucap Risya.
"Ya tetap aja aku malu. Jangan membicarakan hal itu," ucap Risya.
__ADS_1
"Baiklah. Tetapi lain kali aku juga menginginkan hal itu," ucap Arga dengan pelan.
"Iya-iya terserah kamu," sahut Risya.
" I Love you," ucap Arga.
" I Love you too," jawan Risya dan Arga kembali mencium kening Risya dan bahkan setelah itu mereka kembali berciuman dengan romantis dan tidak tau apa akan berlanjut atau tidak.
Karena ke-2nya masih sama-sama saling merindukan. Jadi mungkin bagi ke-2nya tidak bisa hanya melakukan sekali saja. Jadi kalaupun harus berlanjut tidak ada masalah toh ke-2nya sama-sama mau satu sama lain.
*************
Arga dan Risya masih sama-sama berada di pantai yang sekarang mereka benar-tidaknya menikmati bermain di pantai yang kejar-kejaran seperti anak kecil yang saling jahil.
Tadi bermain air sama-sama saling jahil. Setelah itu kembali saling mengejar dengan melempar pasir. Keduanya benar-benar menganggap dunia hanya milik mereka berdua sementara yang lain hanya mengontrak saja dan iya benar-benar keduanya yang sejak tadi tidak ada hentinya yang tertawa-tawa.
"Ayo cepat kejar aku! Jangan jadi lemah katanya pria masa iya mengejarku saja tidak bisa," sahut Risya berteriak yang menantang Arga yang sudah sangat lelah menghadapi Risya.
Dengan Arga yang berkacak pinggang dengan napasnya yang naik turun melihat Risya yang selalu menantangnya.
"Kenapa masih berdiri di sana? Ayo kejar aku kalau bisa," sahut Risya lagi yang menantang dengan menjulurkan lidahnya.
"Auuuu," teriak Risya yang berlari dengan kencang.
Mereka kembali saling kejar-kejaran dengan ke-2nya yang sama-sama heboh dengan berlari di pantai yang sekali-kali terkena terjangan ombak.
Sampai pada Arga yang berhasil menangkap Risya dengan memeluk pinggang Risya
"Mau kemana kamu hah!" ucap Arga yang tidak akan melepaskan Risya, mengangkat tubuh Rista dengan memeluk pinggangnya dan memutarkan tubuh Risya.
"Arga apa yang kamu lakukan! Lepaskan Arga! Arga turunkan aku!' Risya hanya bisa menjerit-jerit dengan tubuhnya yang melayang karena perbuatan Arga yang kali tidak akan mengampuni Risya yang sejak tadi menantang dirinya.
Sampai akhirnya Arga yang langsung menjatuhkan istrinya ke air dan mereka kembali perang air dan sama-sama saling menyiram dan begitulah yang di lakukan pasangan suami istri yang menghabiskan kebersamaan mereka di pantai.
*************
Tidak terasa hari sudah begitu sore dengan ke-2nya yang sama-sama masih berada di pantai yang sekarang mereka duduk dengan Arga yang memeluk Risya dari belakang yang melihat senja.
__ADS_1
"Aku ingin hari ini selalu di dalam waktu kita," ucap Arga.
"Sama aku juga ingin selalu seperti ini di mana kita berdua yang menghabiskan waktu bersama di kala ada waktu kosong," ucap Risya yang merasakan kehangatan dalam pelukan suaminya.
"Aku mencintaimu Risya," ucap Arga.
Risya tersenyum dan menengok ke arah Arga.
"Aku juga sangat mencintai mu," jawab Risya dengan tersenyum dan dengan matanya yang sama-sama penuh dengan cinta.
Arga dan Risya yang saling menatap sampai akhirnya jatuh pada ciuman romantis. Huhhhh pasangan itu tidak ada habis-habisnya menghabiskan waktu dari malam ke pagi dan sekarang sudah sore. Tidak tau kapan pasangan itu akan pulang dan apa akan melanjutkan lagi hal-hal yang masih ingin mereka lakukan.
Seperti pasangan pengantin baru yang tidak henti-hentinya saling romantis dan penuh dengan cinta kalau di katakan sih lagi bucin- bucinnya.
***********
Sudah tidak di pantai lagi Risya dan Arga sudah kembali ke apartemen dan pagi sudah kembali tiba dan Arga yang terbaring di atas tempat tidur.
"Argaaaaaa!" suara teriakan Risya terdengar kuat yang membuat Arga terkejut dan langsung bangun dari tidurnya yang terduduk dengan kagetnya.
"Risya!" lirih Arga yang panik dan melompat dari tempat tidur yang menuju kamar mandi berasal dari suara Risya.
Bruk.
"Risya ada apa?" tanya Arga panik yang sudah membuka pintu kamar mandi.
"Lihat aku!" ucap Risya yang berdiri di depan cermin dengan kepanikan. Melihat Risya membuat Arga terkejut dengan matanya yang melotot.
"Kenapa tubuhku seperti ini?" tanya Risya panik dengan melihat tubuhnya dan wajahnya yang penuh dengan bintik-bintik merah.
"Kok bisa kayak gini?" tanya Arga panik.
"Aku juga tidak tau bangun pagi-pagi tiba-tiba sudah seperti ini," jawab Arga.
"Jangan-jangan....." Arga tidak melanjutkan kalimatnya.
"Jangan-jangan apa?" tanya Risya dengan wajah paniknya.
__ADS_1
"Kamu ketularan demam berdarah ku," sahut Arga menduga-duga yang membuat Risya melotot yang terkejut mendengar hal itu.
Bersambung